
"Kami juga akan ikut. Aku akan bertaruh atas nama anak ku, Qing Lin. " kata seorang pria paruh baya.
"Baik, aku bertaruh atas anak itu. " kata Qing Yu.
"Aku juga sama dengan Qing Yu. " Kata Old Qi.
"Kenapa kalian bertaruh pada anak itu ? Tidak ada yang istimewa dari nya. " tanya ayah Qing Lin.
"Ha ha , dia sangat istimewa lebih dari pada yang bisa kau bayangkan. Aku berniat untuk menarik nya ke kubu iblis, jangan sampai si tua itu mengetahui anak ini. " kata Qing Yu.
"Maksud mu Qian Bei ?" tanya Ayah Qing Lin.
"Ya, siapa lagi kalau bukan dia ? Tidak ada orang lain yang begitu ingin mencampuri masalah orang lain. " Kata Qing Yu dengan malas.
Kembali ke tempat Zhang Wei, keadaan semakin memanas saat melihat Zhang Wei yang tetap tenang meski pun sudah di ancam.
Dia meringis pelan di dalam hati nya melihat pemandangan ini, iblis dan manusia memutus kan untuk bersatu dan menyingkirkan nya.
Ini semua karena seorang wanita, padahal jika mereka berhasil menyingkirkan nya maka target selanjut nya adalah mereka.
Pihak Iblis sangat pintar dalam kondisi seperti ini.
"Kau, ayo serang dia !" Teriak salah satu sambil mengayun kan kapak besar nya.
"Tentu saja !" Teriak yang lain.
Dia menghindar dengan mudah, ia berniat untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu.
"Bahkan jika ada 1.000 orang seperti kalian, kalian masih tidak akan mampu menyentuh ujung pakaian ku. " Balas nya, memprovokasi.
Sedari tadi, ada seorang iblis dengan wajah yang cukup tampan dan sangat angkuh. iblis itu hanya diam dan tidak ikut campur dalam melawan nya.
Iblis itu duduk di ujung arena dengan tenang dan menagamati jalan nya pertarungan, dia sudah menebak niat tersembunyi iblis itu.
Iblis itu ingin menilai kemampuan nya dari orang orang ini, jika ia berhasil mengalah kan semua orang ini maka ia baru akan turun tangan.
Iblis itu pasti mengira kalau ia sudah kelelahan atau yang lain nya. Sehingga iblis itu bisa mengalah kan nya dengan mudah nanti nya.
Sayang nya, ia yang sudah terbiasa melawan orang banyak, memiliki stamina yang jauh lebih besar dari pada orang yang berada di tingkat yang sama dengan nya saat ini.
" Lawan kami jika berani, bajingan ! Jangan hanya bisa menghindar bagai kan seorang pengecut !" Teriak salah satu dari mereka dengan kearah saat beberapa serangan mereka meleset.
__ADS_1
"Kalian yang tidak mampu untuk menyentuh ku tapi kalian juga yang mengumpat pada ku, hati ku terasa sangat sakit. " ejek nya.
"Kau ! Lihat saja, Lingkaran Hitam : Tahap 3 !" Teriak salah satu iblis yang berhasil ia provokasi.
"Pedang Angin Barat : Tahap 2 !" Gumam nya dengan lembut sebelum mulai menyerang para semut di depan nya ini.
Di sisi lain, Qing Yu mengerut kan dahi nya saat melihat seni bela diri yang di guna kan oleh Zhang Wei.
"Kenapa aku seperti pernah melihat seni bela diri itu ya ? Tapi kapan dan dimana ?" Gumam nya dengan bingung.
"Ada apa nona Qing ?" tanya asisten nya dengan khawatir.
"Tidak ada, apa kau pernah melihat jurus yang di gunakan oleh anak muda itu ?" tanya nya sambil menunjuk Zhang Wei yang dengan mudah nya mengalah kan seluruh musuh nya, kecuali Qing Lin yang belum bergerak dari tadi.
"Tidak, lagi pula itu seperti nya hanya seni bela diri biasa. Tidak terlihat spesial sama sekali. " kata asisten nya meremehkan.
"Jika berlian tertutupi oleh pasir, keindahan nya akan menghilang tapi meski pun begitu itu tetap lah berlian. " Balas nya lagi.
"Tapi apa yang berguna jika itu tetap lah berlian ? Berlian hanya bernilai karena keindahan yang mereka miliki , jika mereka tidak mampu memberi kan keindahan itu maka tidak peduli berlian atau bukan itu masih akan di buang. "Jawab Asisten nya.
Jawaban dari asisten nya membuat nya menggelenh kecewa, ia tidak tahu kalau kepintaran asisten nya hanya seperti itu saja.
Di tempat Zhang Wei, dia menatap dengan waspada ke arah iblis yang sedari tadi duduk dan sekarang memegang pedang bersiap untuk menyerang nya.
"Perkenal kan nama ku Qing Lin, seperti nya kekuatan mu lumayan juga. " kata Qing Lin dengan angkuh.
"Ha ha, kau memuji ku. " Balas nya.
"Itu bukan pujian tapi sindiran. " Ralat Qing Lin.
"Terus ? Itu kan terserah diri ku ingin menganggap nya sebagai pujian, sindiran atau yang lain. Kenapa kau banyak urusan ?" Sindir nya balik.
"Ah tidak, aku hanya takut kau salah paham. " Jawab Qing Lin dengan angkuh.
"Kau tidak perlu meragukan kecerdasan ku karena mau di lihat dari sisi mana pun aku masih jauh lebih pintar dari pada diri mu. "
"Ha ha, kita lihat siapa yang lebih pintar. " jawab Qing Lin dengan rahang mengeras.
"Tentu saja, aku tidak keberatan. "
"Karena kau lebih lemah dari diri ku, silakan untuk menyerang duluan. Aku tidak ingin di ejek menindas yang lemah. " kata Qing Lin.
__ADS_1
"Baik lah aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan emas. Pukulan Bintang Hitam : Tahap 3 !" Teriak nya dan memukul bagian lemah Qing Lin.
"Pertahanan Kura Kura Emas !" Teriak Qing Lin berusaha melindungi diri nya dari serangan mematikan Zhang Wei.
Zhang Wei tampak nya akan memukul bahu Qing Lin dengan gagang pedang nya tapi ternyata ia segera berbalik dan menyerang perut Qing Lin.
Kekuatan mereka sama sama berada di tingkat 1 Qi Surgawi. Qing Lin terpukul mundur dan meringis pelan sambil memegangi perut nya yang di pukul oleh Zhang Wei.
Dari bekas pukulan yang di berikan oleh Zhang Wei, darah berwarna hitam mulai mengalir dengan cukup deras.
Qing Lin menatap nya dengan penuh kebencian sedang kan ia hanya mengangkat bahu nya tanda tidak peduli.
Ayah Qing Lin yang sedang dalam suasana hati buruk karena di pecat oleh Qing Yu menjadi tambah buruk saat melihat anak nya terluka.
"Kau ! Berani berani nya melukai anak ku !" Teriak ayah Qing Lin tanpa pikir panjang.
"Jika kau tidak ingin anak kesayangan mu ini terluka maka bawa dia kembali dan ikat lah dia di kamar atau kurung di rumah mu agar ia tidak terluka. " Cibir nya.
"Kau !" Saat Ayah Qing Lin berniat menyerang nya, Old Qi menahan ayah Qing Lin menatap nya penuh dengan ketertarikan.
"Qing Ma, kau sudah tua dan masih mencampuri urusan anak muda. Lagi pula apa yang di katakan anak itu benar, jika kau tidak ingin anak mu terluka maka kau bisa mengurung nya di rumah. "Ejek Old Qi.
Sudah sangat lama Old Qi mengejek Qing Ma yang selama ini juga mengejek nya karena murid murid yang di bawa nya selalu kalah telak dengan anak anak Qing Ma.
Tapi kali ini ia melihat kesempatan bagus saat melihat Zhang Wei dengan satu serangan bisa melukai Qing Lin.
Zhang Wei hanya mendengus dingin dan kembali menatap Qing Lin dengan sinis.
"Apa kau selalu seperti itu ? Kau selalu di jaga oleh ayah mu bagai kan tuan putri kerajaan ?" tanya nya.
"Kau jangan senang dulu, ini baru permulaan. Aku cukup takjub melihat mu berhasil melukai ku, tapi aku bersumpah kau tidak bisa melukai ku untuk selanjut nya. " kata Qing Lin.
"Pedang Iblis Agung : Tahap 2 !" Raung Qing Lin marah sebelum menyerang nya.
Dia memutar tubuh nya dan meloncat ke pembatas arena, dia tersenyum licik di balik topeng nya. Qing Lin mengejar nya dengan cepat.
Saat Qing Lin ingin menerkam nya , ia menggeser ke samping dan membuat Qing Lin jatuh mencium tanah di luar arena.
Dia tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Qing Lin dan yang lain nya, menurut nya itu sangat menyedih kan.
bonus 2 / 2
__ADS_1