PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
300. Perang II


__ADS_3

Zhang Wei membersihkan area perang nya dan memenangkan pertarungan dengan kemenangan telak.


"Tinggal kan 1.000 pasukan di sini dan sisa nya ikuti aku. Hidup kan petasan pertolongan apa pun yang terjadi, meski pun itu serangan dalam skala kecil. Pokok nya jika ada pergerakan musuh kemari maka langsung hidup kan itu, apa kalian mengerti ?" Tanya nya.


"Ya, kami mengerti tuan !" Kata mereka dengan serempak.


Sekitar 800 orang ikut dengan nya, dia menaiki punggung Zhang Huo yang tetap terasa hangat meski pun udara di sini sangat dingin.


Dia tidak akan pernah mau naik ke punggung Zhang Binghua pada saat ini atau dia akan menjadi patung es.


"Tuan, apa kah kita akan pergi ke pintu barat ?" Tanya Zhang Huo.


"Entah lah, bagai mana menurut mu ?" Tanya nya dengan bingung.


"Aku rasa kita harus pergi ke Timur, karena di sana pada iblis pasti menyerang ke sana. Di sana adalah tempat para Dewa menjaga gerbang sedang kan Selatan dan Utara sudah lebih dari cukup untuk menahan musuh dan aku yakin barat sudah di selamat kan oleh sekumpulan Naga jadi jadian itu. " Ucap Zhang Binghua dengan datar.


"Pemikiran yang cerdas, aku juga berpikir kalau Xu Rong menyerang pintu Timur. Dia pasti tidak menyangka kalau Xuan Mu akan mati dan pintu Timur akan menjadi tempat para Dewa bekumpul. " Ucap nya sambil tertawa ringan.


"Tentu saja tidak akan semudah itu. Tidak mungkin untuk mengalah kan dalam waktu yang sangat cepat. Atau tidak akan mudah untuk membuat persiapan selama bertahun-tahun . " Ucap Zhang Binghua.


"Apa menurut mu ini baru awal perang ?" Tanya nya .


"Ya, aku merasa begitu. Para iblis tidak mungkin bisa di kalah kan dengan begitu mudah, jika begitu mudah maka mana mungkin berbagai perang terjadi dari berjuta juta tahun yang lalu. " Jawab Zhang Binghua dengan acuh tak acuh.


"Tapi kan kali ini di bantu oleh berbagai pasukan yang di bawa oleh 4 orang pilihan. " Ucap nya.


"Ya, itu memang bantuan yang besar tapi belum tentu itu benar benar berguna. Iblis bisa bertahan dengan berbagai kelicikan yang mereka miliki jadi sebaik nya kau berhati hati, ini mungkin baru permulaan yang sengaja di buat oleh Xu Rong agar kalian menjadi lengah. " Kata Zhang Binghua menyuarakan pendapat nya.


"Tapi , bukan kah itu terlalu kejam untuk mengorban kan nyawa puluhan ribu orang hanya untuk pembukaan ?" Tanya nya lagi.


"Itu bukan tidak mungkin, Xu Rong di kenal sebagai iblis berdarah dingin jadi dia tidak akan ragu ragu untuk mengorban kan nyawa pasukan nya selama dia bisa memenangkan peperangan. Dia tidak peduli dengan nyawa orang lain dan hanya memikir kan diri nya sendiri. "


"Bukan kah Xu Rong memiliki hubungan yang dekat dengan Xuan Mu ? Apa kah ambisi nya benar benar sebesar itu sampai sampai rela mengorbankan kekasih nya ?" Tanya nya tidak percaya.


"Tidak ada yang tidak mungkin, hati seseorang tidk dapat di tebak dan berubah dari waktu ke waktu. Bukan tidak mungkin kalau ambisi nya mengalah kan rasa cinta nya pada Xuan Mu. Lagi pula rasa cinta apa yang kau harap kan dari seorang Raja Iblis ?" Tanya Zhang Binghua dengan tepat sasaran.


Dia merasa kagum dengan pemikiran yang di beri kan oleh Zhang Binghua, pemikiran itu bahkan tak dapat di pikir kan oleh seorang sarjana Kekaisaran.


Sedang kan Zhang Binghua yang baru menetas tapi memiliki pemikiran yang tajam dan cerdas serta tidak naif.


Seperti nya dia perlu banyak belajar dari Zhang Binghua dalam soal berpikir mengenai sesuatu masalah.


"Binghua, dari mana kau belajar ini semua ?" Tanya nya dengan penasaran.


"Aku ini seharus nya sudah sejak lama menetas, tapi tidak menemukan tuan yang tepat. Berbagai pertarungan berdarah sudah pernah ku lihat bahkan berbagai macam politik yang sangat sangat tidak menyenangkan. Sampai aku akhir nya bertemu dengan mu, aku memutus kan untuk membuat mu menjadi tuan ku. Sayang nya kekuatan mu saat itu masih sangat minim sehingga aku tidak bisa langsung menetas. " Kata Zhang Binghua sambil menghela nafas.


"Maaf kan aku. " Ucap nya ikut merasa bersalah karena telah membuat Zhang Binghua menunggu sangat lama.


Mereka berjalan ke pintu Timur dalam keheningan sampai akhir nya setelah 1 jam, mereka bisa sampai di pintu Timur.


Mereka bisa melihat kalau perang di sini sangat tidak terkendali dan masih belum bisa di lihat siapa yang berada di atas angin dan siapa yang terpojok kan.


Dia bisa melihat kalau Qian Xun sedang bertarung dengan seorang pemuda, yang dia asumsi kan sebagai Xu Rong.


Jika dia melihat dengan teliti maka seharus nya ada 4 iblis besar yang berada di sini dan semua 7 Dewa besar berada di sini.


Tapi mereka masih seimbang karena pasukan yang di bawa oleh para Dewa tidak sebanyak yang di bawa oleh para Iblis.


Dia melihat kalau Qian Xun tidak akan bertahan lebih lama jika pertarungan terus terusan di lanjut kan dan langsung mengeluarkan Guzheng nya.


Guzheng Darah Abadi tampak mengeluarkan bau amis darah dan mengeluarkan nada yang indah dan menghanyut kan.


Guzheng Darah Abadi tidak kalah dari Seruling Kematian dan hanya setingkat lebih rendah di banding kan Pedang Jiwa Naga.

__ADS_1


"Zhang Wei !" Teriak Qian Xun.


Dia tersenyum dan berjalan mendekat, tangan nya tidak berhenti memetik senar demi senar Guzheng nya .


"Hentikan permainan mu yang buruk itu !" Raung Xu Rong.


"Kenapa ? Apa kau tidak tahan ? Apa kau tahu ? Xuan Mu sudah mati. " Ucap nya dengan nada acuh tak acuh.


Pasukan yang di bawa nya bagai kan angin segar bagi pasukan yang berada di Pintu Timur.


"Jangan menakut nakuti aku ! Aku tidak percaya kalau dia akan mati semudah itu !" Teriak Xu Rong dengan tatapan yang berapi api.


"Terserah kau percaya atau tidak, itu urusan mu. Yang penting aku sudah memberi tahu mu, Qing Yu sudah membawa pergi jasad nya " Kata nya.


"Tidak mungkin ! Tidak mungkin ! Akan ku bunuh kalian semua bersama dengan Xuan Mu ku !" Teriak Xu Rong dengan marah.


Serangan Sang Raja Iblis itu pun menjadi lebih dan lebih ganas dari sebelum nya, dia menyimpan Guzheng nya dan mengeluarkan Pedang Jiwa Naga.


Dia membantu Qian Xun menyambut serangan demi serangan dari Xu Rong.


"Jika kau begitu mencintai nya maka menyerah lah ! Dengan begitu aku akan membantu mu mengubur kan kalian berdua berdampingan. " Ucap bga dengan penuh penghinaan.


Dengan bantuan nya, Qian Xun dapat dengan mudah membuat Xu Rong terpojok.


"Jika kalian benar benar berani maka lawan aku satu persatu ! Kalian para Dewa memang tercela dan tak tahu malu !" Teriak Xu Rong.


"Ck, kata kata mu sangat mirip dengan Xuan Mu. Kalian memang benar benar pasangan serasi. " Ucap nya sambil mendengus.


Jika dia melawan Xu Rong sendirian maka itu bisa di pasti kan tidak mungkin karena kekuatan nya belum mencapai batas itu.


Dia bisa melihat Dewi Kesabaran yang di bunuh oleh sang iblis Keserakahan, Qian Xun tampak tidak fokus untuk sejenak sebelum kembali melawan Xu Rong.


Perasaan nya tidak enak ketika melihat Iblis Keserakahan berjalan ke arah mereka berdua, dan benar saja, iblis keserakahan membantu Xu Rong untuk melawan mereka.


"Hmph, dengan begini pertarungan menjadi lebih adil." Kata Xu Rong dengan penuh kebanggaan.


Dia bisa melihat Fen Shengqi yang berjalan ke arah mereka dan merasa lega.


"Senior Fen !" Teriak nya.


Fen Shengqi segera masuk ke dalam pertarungan dan melawan Xu Rong, dia memisah kan diri dan menyerang Iblis Keserakahan, Rong Liu secara pribadi.


"Tunggu sebentar, marga mu Rong bukan ? Apa hubungan mu dengan Senior Rong Yan ?" Tanya nya dengan ekspresi curiga.


"Ha ha ha akhir nya kau sadar, Rong Yan adalah adik ku yang sudah memata matai kalian selama beratus ratus tahun dan kalian tidak menyadari nya. " Kata Rong Liu dengan senyum mengejek.


Sedang kan Qian Xun membulat kan mata ya ketika mendengar itu dan merasa tidak percaya.


"Senior Rong, aku tidak menyangka kalau kau ternyata adalah pengkhianat. Apa kau tahu hukuman apa yang harus di terima oleh seorang pengkhianat ?" Tanya nya dengan senyum yang mengerikan.


"Tidak perlu memikir kan cara menghukum ku, lebih baik pikir kan saja nyawa mu sendiri. " Kata Rong Yan sambil mendengus.


"Aku tidak tahu kalau kesombongan mu sampai menutupi langit. " Ejek nya, dia diam diam mengeluarkan berbagai macam racun yang di miliki oleh nya.


'Apa kah kalian sedang sibuk ?' Tanya nya dengan pesan mental pada ke 11 Naga nya.


'Tidak terlalu tuan, di sini tidak terlalu parah. ' Kata salah satu dengan cepat menjawab.


'Cepat bantu aku di Pintu Timur. Aku membutuh kan bantuan kalian. ' Ucap nya lagi sebelum memutus kan sambungan.


"Senior Fen, Senior Qian kalian fokus saja pada Xu Rong. Biar kan aku yang mengendalikan kedua orang sampah ini. " Ucap nya dengan tatapan percaya diri.


"Hmph ! Kau menganggap diri mu terlalu tinggi ! Aku ingin melihat bakat seorang jenius nomor satu !" Kata Rong Yan maju dan menyerang nya.

__ADS_1


Dia maju terus sebelum terpukul mundur oleh Rong Liu, tapi itu tidak membuat nya marah karena hal yang di ingin kan nya telah tercapai.


Sebuah jarum emas menancap di pinggang kiri milik Rong Yan. Itu adalah racun yang membuat nya akan merasa kan kelumpuhan dalam waktu 1 jam.


Dia mengaktifkan Garis Darah nya dan kekuatan nya tumbuh beberapa kali lipat lebih kuat di banding kan biasa nya.


"Teknik terlarang apa yang kau guna kan ?" Tanya Rong Yan dengan bingung saat melihat kekuatan nya bertambah.


"Bukan urusan mu. " Ucap nya.


"Pedang Tanpa Tanding !" Teriak nya, pedang nya menebas tanpa ampun menuju Rong Liu.


Itu bagai kan Naga yang sedang menerkam seseorang. Pedang Rong Yan hampir saja memotong lengan nya jika dia tidak memperhatikan dengan benar.


Dengan cepat dia meloncat dan berdiri dengan satu kaki di atas pedang Rong Yan, dari belakang Rong Liu berniat untuk menikam nya.


Segera saja dia berlari dengan ilmu meringankan tubuh nya dan tiba tiba dia sudah muncul dari belakang Rong Liu.


Dia mendorong Rong Liu ke depan yang membuat pria itu terluka oleh pedang Rong Yan. Dan Rong Yan terluka oleh pedang Rong Liu.


"Ini lah yang di nama kan senjata makan saudara. " Ucap nya dengan penuh ejekan.


"Zhang Wei !" Teriak kedua saudara Rong itu dengan geram.


"Apa ? Kalian ingin menyalah kan ku ? Salah kan diri kalian sendiri karena tidak dapat menyentuh ku. Kalian dua orang tua, bahkan tak bisa menyentuh ku yang merupakan seorang pemuda. Apa kah kalian berharap aku berdiri diam dan menerima tikaman dari depan dan belakang ?" Tanya nya dengan ekspresi dingin.


Aura kematian yang kuat keluar dari tubuh nya di tambah dengan bantuan dari Seruling Kematian dan Guzheng Darah Abadi.


"Bagai mana menurut kalian ? Milik ku tidak kalah dengan kalian kan ?" Tanya nya sambil menggertak kedua orang tua di depan nya ini.


Kedua orang tua itu tampak sedikit terpanah dengan Aura kematian yang di keluar kan oleh nya.


"Berapa banyak orang yang telah kau bunuh sampai sampai memiliki aura kematian yang se mengerikan ini ?" Tanya Rong Yan gugup.


Karena bahkan jika mereka berdua menggabung kan aura kematian mereka , itu masih belum bisa se mengerikan milik pemuda di depan mereka ini.


"Banyak, sangat banyak, bahkan aku sudah lupa berapa banyak. " Jawab Zhang Wei dengan senyum tipis.


Dari belakang nya, terdengar raungan, senyum nya melebar ketika mendengar ini. Dia adalah orang yang paling tahu ketik mendengar suara ini.


"Sekarang pasukan ku sudah datang, sudah saat nya untuk bertarung secara serius. " Ucap nya sambil menyeringai.


"Kau ! Aku akan melihat sejauh mana kemampuan mu !" Kata Rong Yan dan langsung maju menerkam nya.


Dia mendengus dan mengangkat pedang nya ke langit sebelum melakukan tebasan dari atas ke depan.


Tangan seseorang menggelinding ke tanah, Rong Yan ter mundur dengan ketakutan karena melihat tangan nya sendiri menggelinding di lantai.


"Bagai mana ? Seorang kultivator tanpa pedang adalah singa tanpa gigi. " Kata nya dengan dingin.


Rong Yan meraung raung dan mengejar tangan nya sendiri yang menggelinding, naas nya lagi, itu terinjak oleh Xu Rong sampai hancur dan tidak memiliki bentuk lagi.


"Tidak ! Lengan ku !" Teriak Rong Yan dengan cara yang menyedihkan.


"Ck, sudah lah jangan banyak tingkah. Ayo kita bertarung lagi, tangan mu sudah jadi bubur dan tak bisa di guna kan lagi. " Ucap nya dengan bosan.


Bukan nya benar benar bosan tapi kekuatan nya akan sangat menurun apa bila garis darah nya kembali tertutup.


"Kalian yang memaksa ku untuk melakukan ini !" Teriak Xu Rong dan mayat hidup keluar dari tanah dalam jumlah yang sangat banyak bahkan membuat nya terpanah.


Tidak lama dari belakang dia mendengar kepakan sayap, dia bisa melihat Xue Fenghuang dan Yuanzheng Yuwen sedang mengendarai Phoenix yang di ikuti beberapa ratus pasukan.


Dari arah barat, datang Xi Rong datang membawa pasukan dalam jumlah besar yang di susul oleh Feng Taoran.

__ADS_1


Xu Rong agak panik melihat ini semua dan Fen Shengqi memanfaat kan kesempatan ini untuk memberikan pukulan besar terhadap Xu Rong.


Xu Rong langsung terlempar mundur dan menabrak pohon lalu memuntah kan banyak darah segar. Sang Raja iblis pun menatap Fen Shengqi dengan geram.


__ADS_2