
Seperti ingin merampok Sekte Es Abadi , dia juga memasang seringai yang sama.
"Aku menaruh racun bubuk untuk mereka, seharus nya sebentar lagi efek racun nya akan mulai berfungsi. " kata nya.
Tidak lama Selir Bing menjadi lebih beringas dan kasim itu menjadi lemas dan tidak berdaya, juga tanpa niat sama sekali.
"Apa yang terjadi dengan mereka ? Tadi Selir Bing yang pasrah dan kasim itu sangat bersemangat sekarang kasim itu seperti ayam sakit. " kata Kaisar Wei.
"Aku membuat Selir Bing menjadi sangat niat, dengan begitu Selir Bing tidak akan merasa malu meskipun mereka di tonton oleh orang banyak hingga 1 jam sebelum efek racun nya habis, sedang kan pria itu ' barang' nya akan terus seperti itu hingga ia meninggal. " kata nya dengan bangga.
"Bukan kah itu sangat menarik, Selir Bing tidak akan mengenal kita, dimata nya kita akan menjadi pelayan yang bisa di bungkam. Jadi ku perkira kan sebentar lagi Selir Bing akan membawa kasim itu keluar. " Jelas nya.
"Kelemahan wanita adalah reputasi sedang kan laki laki adalah barang nya itu. Jika kedua nya sama sama kehilangan hal yang paling berharga dari mereka. Menurut mu apa yang akan terjadi ?" tanya nya.
"Putus asa, gila atau mungkin bunuh diri. " kata Tu Long langsung menjawab.
"Nah jadi kalian tonton saja, aku akan pergi. Tontonan seperti ini mengotori mata ku. " gumam nya lalu langsung pergi.
Dia menuju kembali ke tujuan awal yaitu, ruang isolasi. Para Alkemis dan tabib langsung memberi hormat pada nya.
"Kalian semua berdiri, aku akan membagikan ini lagi. Ayo semangat !! Karena penyebaran wabah telah terhenti. " kata nya memberi semangat pada alkemis yang tampak kelelahan.
"Semangat !!" Mereka langsung mengepalkan tangan untuk menunjuk kan kalau mereka ikut semangat.
"Bagus, ini bagikan. Aku ingin kalian tidak melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan oleh teman kalian di hari sebelum nya. " kata nya pelan tapi sudah cukup untuk membuat para alkemis dan tabib berkeringat dingin.
Mereka membagikan pil pil itu hingga semua penderita mendapatkan nya, para alkemis telah mendengar soal Pelelangan Mata Elang yang di usir hanya karena pil ini.
Pelelangan Mata Elang yang berharga saja dapat di singkirkan hanya karena pil ini jadi apalagi mereka yang hanya merupakan alkemis biasa.
"Baik lah, aku ingin membagikan ini pada kalian. Kalian masing masing minum lah 1 pil. " kata nya memberikan Pil Rubah Laut.
"Ini akan berguna untuk mengisi tenaga kalian kembali. " kata nya.
1 bulan kemudian
Saat ini Zhang Wei sedang berada di Provinsi Gagak Emas atau lebih tepat nya di istana Kekaisaran Wei.
Sudah saat nya untuk naik ke dimensi yang lebih tinggi karena itu lah ia menyiapkan barang barang yang akan berguna untuk nya.
Ia membantu merapikan lingkungan kumuh di perbatasan Provinsi Gagak Emas dengan Provinsi Vermilion.
Kedai Zhang Xin dan Toko Obat Purnama sudah memiliki banyak cabang bahkan di ketiga Provinsi.
Supaya lebih cepat, belakangan ini ia memilih untuk membeli gedung yang sudah jadi sehingga tidak memerlukan waktu lama.
Total kedai Zhang Xin yang tersebar di ketiga Provinsi adalah 13 kedai dan 17 untuk toko obat Purnama.
Untuk membuka toko sebanyak itu, ia menghabiskan lebih dari 2 juta koin emas. Tapi dalam waktu tidak sampai 1 bulan, seluruh modal nya sudah kembali.
Dia mengeluar kan 10 juta koin emas untuk membantu memperbaiki lingkungan kumuh dan menghancurkan markas markas bandit yang suka menindas warga.
Jika ia mendatangi satu satu bandit itu maka akan memakan banyak waktu sehingga ia menetap kan misi, semakin banyak kepala para bandit yang di bawa maka semakin banyak orang itu mendapat kan uang.
Dia mengeluar kan 5 juta koin emas untuk membuat fasilitas yang lebih baik dan lingkungan yang lebih baik untuk panti asuhan.
Kaisar Wei dan Fang Lin yang melihat ini tidak tinggal diam dan juga mengalir kan banyak dana dalam gerakan besar besaran nya ini.
Dia menanami bunga bunga di sepanjang jalan membuat jalanan menjadi harum, tinggal 1 yang harus ia lakukan sebelum pergi.
Dia ingin memberantas korupsi dari Kekaisaran Wei dan Kerajaan Vermilion. Untuk Provinsi Phoenix, itu sudah aman karena tidak menggunakan sistem bangsawan atau pun raja.
Tok tok
__ADS_1
"Masuk lah. " jawab nya.
"Saudara Zhang, ini adalah daftar yang kau minta." kata Kaisar Wei.
"Bagus, ternyata banyak juga ya ? Ada 13 orang, 7 orang adalah menteri dan sisa nya adalah bangsawan. Aku ingin memenggal semua nya, apakah boleh ?" tanya nya sambil menyeringai.
"Tentu saja, aku ingin bertindak langsung, tapi kekuatan di belakang mereka akan membuat kerusuhan di masyarakat. Dengan bantuan saudara Zhang, kami dapat menekan mereka supaya tidak melakukan kerusuhan. " kata Kaisar Wei.
"Kau ini sungguh penakut, bahkan Fang Lin telah menyelesaikan nya sendiri. Tanpa bantuan ku, dia telah memberantas korupsi di kerajaan nya. Minggu depan adalah waktu aku untuk berangkat, jadi kumpulkan para koruptor ini dalam waktu 3 hari. " kata nya sambil menunjuk kan angka 3 dengan jari nya.
"H.. Wanita itu. " kata Kaisar Wei merinding.
Soal Selir Bing, dia memutuskan untuk bunuh diri setelah membunuh kasim itu, kata nya supaya mereka mati bersama sama.
Zhang Wei yang ada di situ merasa ingin muntah mendengar kata kata menjijikan yang keluar dari mulut Selir Bing.
"Saudara Wei, dengar kan aku, pastikan untuk mengumpulkan mereka dalam 3 hari atau aku yang akan datang kerumah mereka masing masing." kata nya lalu meloncat ke arah jendela.
"Tunggu ! Saudara Zhang, apa yang ingin kau lakukan ?!" Teriak Kaisar.
"Aku ingin mencari makanan !!" Teriak Zhang Wei.
Dia berjalan di pasar dengan ceria, dia berjalan mengikuti wangi dari bakpao hangat yang di cium nya.
"Hmm, dari mana wangi itu berasal ? Seperti nya dari kedai roti daging dan bakpao ini. " kata nya sambil berjalan mendekati kedai itu.
"Permisi, bibi berapa harga 1 roti daging dan bakpao mu ?" tanya nya.
"Untuk roti daging hanya 3 perak dan bakpao 5 perak. " kata bibi itu dengan ramah.
"Ah, baik lah. Aku ingin sebanyak mungkin. Semua hasil buatan mu hari ini, aku ingin membeli nya. " kata nya yang membuat bibi itu terkejut.
Bibi itu segera memanggil anak dan suami nya yang di dapur untuk mengemas semua dagangan mereka hari ini.
"Tuan Muda , semua total nya adalah 2 keping emas. " kata bibi itu dengan takut takut karena biasa nya orang orang kaya seperti Zhang Wei, suka meminta gratis atau bonus.
Bibi dan suami nya itu langsung berlutut dan berterima kasih pada nya tanpa henti, ia menyuruh mereka untuk berdiri dan tersenyum manis.
Dia mengangkat 2 karung roti dan bakpao itu dengan senang lalu berjalan keluar, setelah agak jauh dari rumah bibi itu , baru lah ia menyimpan bakpao dan roti daging di dalam cincin ruang.
Dia mengambil 1 roti daging dan memakan nya dengan serius, saat ia sedang menikmati makanan nya dengan serius, tiba tiba hal yang tidak terduga pun terjadi.
Brukk
Seorang anak kecil dengan kondisi tubuh yang buruk menabrak nya dan itu membuat roti daging nya jatuh.
Anak itu yang melihat roti itu langsung ingin mengambil nya dan mau memakan nya, dia langsung menghentikan gerakan anak itu.
"Hentikan ! Apa yang ingin kau lakukan ?!" Teriak nya dengan histeris dan menarik perhatian banyak orang.
"Paman, maaf kan aku tapi biar kan aku untuk memakan roti ini. Lagi pula paman sudah pasti tidak mau lagi kan ? "Tanya anak itu dengan polos.
"Sini, buang yang ini, aku akan memberikan mu yang baru. " kata nya menarik roti daging yang jatuh lalu membuang nya ke kotak sampah.
Ia menarik tangan anak itu guna untuk membantu anak itu berdiri dengan benar, setelah itu baru lah ia memberi kan roti daging yang baru.
"Apa kau sangat kelaparan ?" tanya nya setelah mengajak anak itu ke tempat yang jauh lebih sepi.
"He em, aku sangat kelaparan. Aku akan menyimpan setengah nya untuk teman teman ku yang ada di panti asuhan. " kata anak itu dengan ceria.
"Ini, makan lah dengan kenyang, nanti aku akan memberikan yang lain untuk teman teman mu. " kata nya mengeluar kan 10 bakpao lagi.
Dia bercerita dengan anak itu yang ia ketahui nama nya adalah Lao Zhi, Lao Zhi tinggal di sebuah panti asuhan dekat hutan Biru.
__ADS_1
Hutan itu memiliki kisah tersendiri kenapa di sebut hutan Biru, tapi yang pasti mendengar kondisi panti asuhan milik Lao Zhi membuat nya sangat marah.
"Jika kau tinggal di area hutan Biru berarti kau tinggal di bawah kekuasaan keluarga bangsawan Gui ?" tanya nya.
"He em, sebenarnya kondisi panti asuhan kami sebelum nya tidak terlalu mengenaskan tapi karena Keluarga Bangsawan Gui menaik kan harga pajak, kami menjadi kesulitan bahkan untuk makan. Kata Keluarga Bangsawan Gui, pajak naik 2 kali lipat atas perintah Kaisar. " kata Lao Zhi.
"Naik pajak ?" Tangan nya mengepal erat, dari uang 10 juta koin emas yang telah di berikan nya, Kaisar Wei telah membagikan nya dengan rata ke setiap daerah.
Keluarga Bangsawan Gui, termasuk keluarga bangsawan yang ingin di penggal nya karena korupsi.
' Lihat saja, aku tidak akan membiarkan kalian, kalian telah memakan uang ku !' teriak nya dalam hati.
" Ah kalau begitu, apakah boleh aku datang ke panti asuhan mu untuk membagikan makanan ?" tanya nya.
"Tentu saja paman, teman teman ku pasti akan sangat bahagia dengan makanan yang paman berikan !!" ucap Lao Zhi dengan gembira.
Melihat ini membuat hati nya sakit, meskipun hidup Lao Zhi sangat penuh dengan keterbatasan, itu tidak menghalangi anak itu untuk tetap berbagi dengan teman nya.
Baju Lao Zhi yang sudah robek di mana mana, dan tubuh Lao Zhi yang di penuhi dengan pasir juga tubuh nya yang kurus kering.
Itu terjadi pasti karena asupan makanan yang kurang dan tidak sehat. Dia sadar kalau ia tidak dapat membantu semua orang di dunia ini, tapi paling tidak ia ingin membantu sebanyak yang dia bisa.
Hitung hitung untuk mengganti dosa nya setelah membunuh ratusan ribu atau bahkan jutaan jiwa.
Dia mengikuti langkah Lao Zhi hingga sampai lah ia di rumah kayu yang kondisi nya sudah sangat buruk.
Rumput rumput menutupi pintu depan dan akses masuk di penuhi dengan rumput setinggi lutut nya.
Rumah kayu tampak nya dapat hancur kapan saja jika terkena angin yang cukup besar.
"Zhi ' er kau sudah pulang !! Eh, siapa yang di belakang mu itu ?" tanya seorang nenek tua di temani dengan wanita muda.
"Nenek, kakak, paman ini telah memberi ku banyak makanan dan mengatakan kalau dia juga ingin memberi makanan pada teman teman yang lain. " kata Lao Zhi .
"Selamat pagi nona dan nyonya. " kata nya sambil menunduk kan kepala.
"Ah kau adalah orang yang memberi makan Zhi'er, cepat berdiri. Aku nenek Lao yang menjaga panti asuhan ini. " kata Nenek Lao sambil mempersilakan dia masuk.
"Aku tidak memiliki banyak waktu sehingga aku hanya ingin memberikan beberapa untuk kalian. " kata nya sambil tersenyum lalu mengeluar kan 3 karung beras.
lalu berbagai macam baju yang sudah terlipat dengan rapi, bahan pokok lain nya serta tidak lupa untuk memberikan satu kantung uang.
"Ah, tuan muda ini terlalu banyak. " kata nenek Lao berusaha untuk menolak.
"Tidak apa apa, oh iya aku lupa, aku ingin memberikan beberapa roti daging dengan bakpao hangat yang baru ku beli ini. " kata nya.
"Terima kasih banyak tuan muda, apa kah aku boleh membuka nya ?" tanya nenek Lao saat melihat kantung uang yang di berikan nya.
"Ya, buka saja. " kata nya.
"Astaga Ini banyak sekali tuan muda !! Dengan uang ini kami dapat hidup dengan baik dan pindah ke tempat yang lebih baik. " kata Nenek Lao menangis bahagia saat melihat jumlah koin emas yang ada di dalam kantung.
Ia memasuk kan 5.000 koin emas ke dalam kantung itu.
"Aku menyarankan untuk kalian, kalau sudah pindah ke tempat yang lebih luas untuk mengambil lebih banyak anak jalanan dan berternak atau bercocok tanam, sehingga uang kalian akan terus berjalan. " saran nya,
"Terima kasih banyak tuan, kami nanti akan membeli sapi, ayam, dan bebek. " kata nenek Lao dengan sangat bahagia dan berniat untuk bersujud di hadapan nya, tapi dengan segera ia menahan nya.
Tiba tiba di suasana yang penuh haru tersebut, 2 orang menganggu mereka.
"Wah, nenek Lao, seperti nya kau mendapat banyak uang ! Cepat berikan pada kami sekarang juga !!" kata orang yang berambut putih.
"Kau pasti banyak uang, saudara ku cepat serahkan uang mu maka kau akan selamat. " kata orang berambut hitam menatap nya dengan bengis.
__ADS_1
"Tentu saja aku punya banyak uang..... Tapi bukan untuk kalian. " kata nya sambil menyeringai dengan dingin.
Dia sudah lama tidak di tantang secara langsung oleh orang bodoh sejak tinggal di istana Kekaisaran Wei.