PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
299. Perang


__ADS_3

Zhang Wei yang sedang bertarung dengan Xuan Mu dengan sengit membuat lapangan kosong di sekitar mereka.


Karena kekuatan kedua nya yang besar, ini membuat tanaman atau apa pun di sekitar mereka hancur. Orang lain juga berjalan menjauhi lingkaran serangan mereka berdua.


"Kau tahu bukan ? Kalau racun yang kau guna kan di pedang mu akan sia sia ?" Tanya nya dengan tenang setelah terpukul mundur.


Tidak ada luka sama sekali di tubuh nya berbeda dengan tubuh Xuan Mu yang di penuhi luka, jika sudah berada di titik ini maka dia tidak akan membedakan jenis kelamin lagi.


Jika dia berbelas kasih dengan musuh nya maka itu sama saja dengan kekejaman terhadap diri sendiri.


"Pedang Tanpa Tanding !" Gerakan nya membentuk kepala Naga dengan berbagai jebakan yang dapat memotong kepala orang.


Zhang Wei yang dengan lincah nya memain kan pedang nya dengan mudah membuat Xuan Mu berada di pojok.


"Lingkaran Hitam Abadi !" Teriak Xuan Mu.


Dia yang berada di posisi cukup dekat dengan Xuan Mu terkejut dengan cepat menanam kan pedang nya di tanah yang keras.


Ini akan dia guna kan untuk bertahan atau kalau tidak dia akan tersedot ke dalam lingkaran hitam itu. Dan tentu saja itu bukan hal yang baik.


Dia mendengus, jika dia tidak bergerak cepat maka pasti dia sudah masuk ke dalam jebakan Xuan Mu. Dia yakin wanita di depan nya ini sudah siap untuk menggunakan jurus ini pada nya sejak tadi.


"Sangat di sayang kan kalau kau tidak berhasil memasang jebakan mu pada ku. " Kata nya dengan penuh ejekan.


"Tidak apa apa, tidak terlambat untuk mengatakan hal itu nanti. Kau bisa di kata kan hebat jika bertahan dari ini. " Xuan Mu tertawa lantang.


Dia mendengus, sementara satu tangan nya bertahan pada pedang, dia mengeluarkan Seruling Kematian dan mulai memainkan nada nada yang mengerikan.


Ini tidak dapat melukai Xuan Mu tapi dapat membuat wanita itu kehilangan fokus nya dan menutup lingkaran aneh yang berada di depan nya.


Memang tujuan utama nya adalah untuk membuat Xuan Mu kehilangan konsentrasi bukan untuk melukai nya.


Sesuai dengan perkiraan nya, Xuan Mu mengerut kan dahi dan daya tarik yang di keluar kan oleh lingkaran aneh itu pun berkurang.


Dia tidak perlu lagi bertumpu pada pedang dan hanya perlu bertahan di tempat nya sambil memain kan seruling kematian nya.


"Apa kau pikir aku semudah itu untuk di jatuh kan ?" Tanya nya sambil mendengus.


Xuan Mu tampak sangat marah dengan kata kata nya dan menutup lingkaran aneh itu. Pedang Xuan Mu mengandung racun yang sangat mematikan.


Tapi sayang sekali, dia adalah seseorang dengan kekebalan racun tingkat tinggi. Dia berpura pura berjalan mundur seolah olah dia sangat terpojok.


Diam diam dia memberi perintah pada ke 11 Naga nya untuk bersiap siap maju.


"Serang !" Teriak nya, para Naga yang keluar dari ruang hampa langsung menyerang Xuan Mu dengan ganas..


Xuan Mu yang terkejut dengan serangan tiba tiba itu tidak dapat menghindari luka terbuka di bahu nya.


"Dasar tercela ! Kau melakukan serangan diam diam pada ku !" Teriak Xuan Mu dengan marah.


"Lalu ? Kenapa ? Apa kah ada peraturan di medang perang ? Yang ada hanya menang dan kalah. Entah bagai mana pun cara nya untuk mendapat kan hal tersebut. " Ucap nya menekan kan kata kata nya.


Xuan Mu terdiam sebentar sebelum sibuk melawan ke 11 Naga nya dan tentu saja diri nya, semua Naga itu memang tidak dapat di banding kan dengan kekuatan Xuan Mu.


Tapi dengan kekompakan mereka, mereka bisa membuat Xuan Mu kewalahan. Dari belakang nya, dia merasa kan aura dingin yang menusuk yang sangat di kenal oleh nya.


Itu adalah Zhang Binghua ! Akhir nya patung es satu itu berniat untuk membantu nya.


"Apa kau sudah memutus kan ?" Tanya nya.

__ADS_1


"Hm, aku sudah lama tidak berolah raga. Tidak ada guna nya memiliki bulu indah dan kultivasi yang tinggi tapi tidak memiliki pengalaman. " Kata Zhang Binghua dengan acuh tak acuh.


Iblis iblis yang melihat penampilan mencolok Zhang Binghua dan langsung berlari mendekati mahkluk imut tersebut.


Tapi dalam sekejap mereka berubah menjadi patung es dan hancur berkeping-keping.


"Cara menyerang mu baik dan efektif, tidak perlu banyak darah. " Kata nya dengan penuh kekaguman.


"Kau sudah tahu bukan ? Aku tidak menyukai kalau bulu ku kotor sehingga aku harus membunuh dengan cara bersih. " Kata Zhang Binghua dengan bangga.


"Ya ya bulu mu yang berharga akan rusak bila terkena darah darah kotor itu. " Ucap nya setuju.


"Tentu saja, aku selalu benar. " Kata Zhang Binghua sambil berjalan meninggal kan nya.


Dia menahan diri untuk tidak mengutuk Qilin Es itu, meski pun tampilan nya imut, tapi sikap nya tidak mencermin kan wajah.


"Peliharaan mu baik juga, aku akan mengambil nya setelah kau mati. " Kata Xuan Mu dengan tatapan serakah pada Zhang Binghua yang berjalan menjauh dari area pertarungan mereka.


"Ck, kau bermimpi terlalu jauh. Pikir kan saja nyawa mu sendiri, apa kau tidak sadar ketika kau mengalir kan Qi ? Dan kau masih ingin bermimpi untuk memiliki Zhang Binghua ?" Tanya nya dengan sinis.


Wajah serakah milik Xuan Mu, langsung hilang dalam hitungan detik ketika wanita itu menatap luka terbuka di bahu nya yang menghitam.


Dia juga bisa melihat ada garis hitam di antara alis Xuan Mu, semakin terang warna garis maka semakin kuat racun yang berada di dalam tubuh wanita itu.


Dia menyuruh Naga Naga nya untuk mundur dan membantu gerbang lain yang membutuh kan bantuan.


"Baik tuan. " Jawab mereka dengan serempak dan langsung pergi, tatapan nya beralih ke Zhang Huo yang bekerja dengan keras.


Padahal bagi Zhang Huo, ini adalah pertama kali nya membunuh. Tapi kuda itu melakukan semua nya dengan sempurna.


Dia Mengangumi Zhang Huo dengan tulus dari dalam hati nya, dia akan memperlakukan bawahan nya yang setia dengan baik.


"Apa kau tahu ? Racun yang berada di tubuh Naga itu bisa membunuh orang biasa dalam waktu 1 detik. Jadi sebuah keberuntungan mu untuk bisa bertahan selama beberapa waktu. " Ucap nya dengan santai sambil berjalan mengelilingi tubuh Xuan Mu.


"Zhang Wei ! Kau sangat tercela dan tidak memiliki hati nurani !" Teriak Xuan Mu.


"Hati nurani ? Apa kah perlu untuk membicarakan tentang hati nurani dengan orang tidak tahu terima kasih seperti anda ?! Kau yang membuat Kakek Qian menderita ! Apa kau tahu ? Betapa aku menantikan saat saat ini ? Aku sangat ingin melihat mu menderita dan mengemis pada ku. Menurut ku, penyesalan terbesar dalam hidup mu adalah meninggal kan Kakek Qian. " Ucap nya dengan penuh emosi.


Sangat jarang untuk nya begitu penuh perasaan ketik berbicara dengan musuh nya.


"Aku tidak akan menyesal ! Dia yang jahat pada ku ! Dia tidak mengajari ku dengan benar ! Jika dia tidak pilih kasih, maka mana mungkin aku bisa di kalah kan oleh bocah ingusan seperti mu !" Teriak Xuan Mu dengan gila.


Dia menendang tubuh Xuan Mu yang membuat wanita itu menabrak dinding dan memuntah kan seteguk darah.


"Jika kakek Qian mendengar ini maka dia akan menyesal karena sudah mengangkat mu sebagai murid. Orang tidak tahu terima kasih seperti mu tidak layak untuk bersama kakek Qian yang penuh dengan belas kasih !" Teriak nya dengan marah.


"Puih ! Belas kasih ?! Dia menelantar kan ku ! Dia membuang ku ! Dia ingin terlihat baik di depan semua orang pada dasar nya dia hanya lah seorang sampah dan seorang bajingan penipu !" Teriak Xuan Mu.


Pedang nya dengan kejam menembus dantian wanita itu, Xuan Mu menjerit penuh kesakitan dan seluruh kultivasi wanita itu menghilang dalam hitungan detik.


Ssshh


Sebuah belati kecil mendarat di jantung Xuan Mu dan dari belakang keluar lah Qing Yu yang tidak menunjuk kan perasaan apa pun.


"Kau ? Kau yang membunuh ku ? Kenapa ?! Kau berjanji akan mencari keadilan dengan membunuh si bajingan Qian !" Teriak Xuan Mu tidak terima melihat diri nya di bunuh oleh adik nya sendiri.


Saat dia akan maju, Qing Yu menahan diri nya.


"Hukuman nya sudah cukup, guru juga tidak akan senang dengan penderitaan nya. Ingat pesan terakhir yang di beri kan oleh guru. " Ucap Qing Yu dengan datar.

__ADS_1


Dia langsung berjalan mundur dan menatap kedua bersaudara itu dengan tatapan rumit sebelum berjalan meninggal kan nya.


Ketika Zhang Wei berjalan pergi, pada saat itu juga Qing Yu kembali menikam tubuh Xuan Mu dengan belati lain nya.


"Apa kau tahu ? Guru, memiliki pandangan yang sangat baik pada mu. Dia melihat kalau tubuh mu lemah sejak lahir dan tidak akan tahan jika berlatih dari umur itu. Dia memiliki sebuah pesan pada mu sebelum dia meninggal, dia bilang kalau dia menyesal karena tidak bisa bertemu dengan mu untuk terakhir kali nya dan dia berkata kalau dia sangat menyayangi mu. " Kata Qing Yu dengan tatapan dingin.


"Ke- kenapa di-dia baru mengatakan nya sekarang ? Kenapa ?! Aku dari dulu mengharap kan kasih sayang nya yang dia beri kan pada mu tapi aku tidak mendapat kan apa apa. Kenapa dia mengatakan nya terlambat ? " Tanya Xuan Mu dengan lemah dan air mata.


"Tidur lah dengan tenang , aku harap kita dapat memperbaiki diri di kehidupan selanjut nya. " Bisik nya pada telinga saudara perempuan nya yang mulai tidak sadar kan diri.


Setelah itu dia menghilang sambil menyimpan jasad saudara perempuan nya, dia sudah tidak merasa kan sedih apa pun.


Sejak kematian Qian Bei, emosi nya agak bermasalah dia tidak mudah merasa kan perasaan apa pun bahkan setelah membunuh kakak perempuan nya.


Bagi nya, ini sudah seharus nya di lakukan sejak lama. Jadi, tidak ada ketidak puasan sedikit pun di dalam hati nya, bahkan hati nya menjadi lebih lega.


Di sisi lain, Zhang Wei yang turun langsung ke medan perang. Sejak turun tangan nya langsung, keadaan langsung berbalik.


Yang awal nya pasukan nya sedikit terpojok karena jumlah nya 5 kali lebih sedikit dari pada pasukan musuh menjadi lebih baik.


Dia menebas tanpa ampun, pedang nya tidak mengenal ampun. Bahkan beberapa pasukan nya terdiam dan menatap nya kagum.


"Fokus dengan serangan kalian. " Ucap nya dengan dingin.


Di sisi lain, Xi Rong yang melawan Iblis Kerakusan berada di pojok. Padahal ini adalah tempat nya tapi dia masih di pukul mundur.


Di saat saat terakhir, dia telah putus asa dan akan menggunakan jurus yang membakar esensi kehidupan nya, itu semua di batal kan saat melihat ke 11 Naga hitam.


Dia awal nya masih waspada dengan kedatangan Naga Naga ini takut milik musuh. Tapi seluruh kekhawatiran nya hilang saat melihat Naga itu membantu nya mendorong Iblis Kerakusan.


Pedang nya dengan cepat melesat menusuk jantung Iblis kerakusan, memang pada awal nya kekuatan mereka seimbang.


Tapi karena banyak nya mayat berjalan yang menganggu nya, ini membuat nya harus memecah konsentrasi nya.


Ketika bantuan besar dari pada Naga ini datang, dia bisa dengan mudah membunuh Iblis Kerakusan. Mayat Iblis itu tampak menghitam sebelum hancur dan berubah menjadi abu.


"Siapa yang mengirim kalian ? Terima kasih atas bantuan kalian. " Ucap nya dengan penuh rasa terima kasih.


"Tidak apa apa, tuan bilang untuk membantu siap pun yang berada dalam kesulitan. Tuan kami adalah Zhang Wei, pria itu adalah orang bodoh tapi entah kenapa itu lah yang membuat kami setia pada nya. Dia tidak ragu ragu untuk menolong orang lain dan membuat nyawa nya berada dalam bahaya, ini membuat kami kadang kadang merasa tak berdaya. " Kata salah satu Naga dengan pasrah.


"Jangan bicara seperti itu, dia akan memotong kepala mu ketika pulang. " Canda yang lain.


Naga yang membicarakan Zhang Wei langsung pucat, mereka tahu kalau tuan mereka adalah pemakan segala nya.


Sehingga, tidak menutup kemungkinan kalau mereka akan di goreng oleh Zhang Wei karena mengejek pria itu di belakang.


Memikir kan ini saja sudah membuat Naga yang membicarakan Zhang Wei gemetar ketakutan. Bayang kan seekor Naga perkasa yang gagah dan mengintimidasi gemetar ketakutan hanya karena mendengar gertakan kecil.


"Ha ha ha, tenang. Zhang Wei tidak akan memotong kalian. " Ucap nya sambil tertawa ringan.


Dia diam diam bersyukur karena membuat pilihan yang tepat, Zhang Wei adalah sinar nya. Zhang Wei adalah pusat hidup nya.


Zhang Wei bagai kan matahari yang menarik berbagai benda langit lain nya untuk mendekati pria itu termasuk diri nya.


Tidak ada yang menjadi biasa apa bila itu berhubungan dengan Zhang Wei, semua nya terasa ajaib dan mencengangkan.


Ini membuat perasaan nya pada Zhang Wei menjadi semakin dalam, dia tidak bisa tidak memikir kan malam panjang mereka terakhir kali saat dia menggunakan Qi nya sampai habis demi menarik energi kehidupan untuk Zhang Wei.


Memikir kan ini saja sudah membuat nya malu setengah mati, wajah nya pun memerah.

__ADS_1


__ADS_2