PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
265. Harimau Emas


__ADS_3

Setelah bangun, Raja laba laba menatap nya dengan penuh dendam sebelum kembali. menatap ke arah Harimau Emas.


"Aku akan mencari mu di lain hari." kata Raja laba laba itu dengan marah.


"Baik lah, aku akan menunggu mu di lain hari. " kata Harimau Emas.


Setelah melihat kepergian Raja Laba laba, baru lah itla merasa lega.


"Turun lah, aku tidak akan memakan mu. Aku sudah kenyang. " kata Harimau Emas itu.


Dia langsung turun tanpa ragu ragu, lagi pula jika Harimau Emas ingin memakan nya, maka binatang buas itu sudah bisa memanjat naik dan memakan nya.


Dia turun sambil membawa obat untuk menyembuhkan luka terbuka yang lumayan panjang di bagian kaki Harimau Emas.


Dia berjalan menuju Harimau Emas, lalu duduk di dekat hewan buas itu dan menarik kaki nya.


"Grrr, apa yang kau lakukan ?" tanya Harimau Emas itu dengan gugup.


"Menyembuh kan kaki mu, sangat bahaya jika tidak menyembuh kan luka mu. " kata nya dengan jujur.


"Hais, biar kan aku yang mengoles nya sendiri. Jangan menyentuh kaki ku. " kata Harimau Emas itu sambil meraung.


"Bagai mana cara mu ingin mengoles nya ? Kenapa kau tidak ingin aku oles kan ? Apa kau takut aku akan menaruh racun ? Tidak, aku bukan lah orang yang akan mengigit penyelamat ku. Atau, jangan jangan kau adalah Harimau betina ya ?" tanya nya dengan tatapan penuh selidik.


"Kau ini, banyak tanya. Pokok nya jangan sentuh kaki ku. " kata Harimau Emas itu dengan gelagapan dan ingin kabur.


Dia menahan kaki Harimau Emas itu , yang membuat hewan buas itu meraung dengan tak suka ke arah nya.


"Jawab dulu pertanyaan ku, baru pergi. Aku tidak bisa membiar kan mu terluka seperti ini. " kata nya.


"A... aku adalah Harimau betina dan tidak pernah di sentuh oleh laki laki selain ayah ku. " kata Harimau Emas itu sambil menahan malu.


"Ha ha ha soal itu ya, jangan takut. Aku hanya sebentar, jika lebih dari 5 menit makakau boleh mencakar ku, asal jangan di wajah ku yang tampan ini. " Canda nya sambil mengoles kan obat.


3 menit kemudian


Luka yang di derita oleh Harimau Emas langsung sembuh, yang membuat sang pemilik kaki terkejut setengah mati.


"Secepat ini ?" Ucap Harimau Emas dengan kagum.


"Ya, secepat itu. Jika itu hanya luka terbuka, maka akan sangat mudah untuk menyembuh kan nya. " kata Zhang Wei sambil tersenyum tipis.


drrr


Suara perut kelaparan terdengar dari Harimau Emas yang membuat hewan buas itu merasa sangat malu.


"Aku akan memanggang kan mu seekor domba. " kata nya saat mendengar itu.


"Untuk apa di panggang ? Bukan kah lebih baik langsung di makan ?" tanya Harimau Emas.


"Sudah kau tunggu dulu, aku jamin kau akan merasa ketagihan memakan masakan ku. " kata nya pada Harimau Emas itu.


Dia mengeluarkan sebongkah besar daging Domba, sebelum mengambil kayu bakar yang ada di cincin ruang nya.


Dengan kekuatan elemen api nya, dia bisa menyalakan api dengan mudah.


Dia memanggang dengan penuh konsentrasi sedang kan Harimau Emas itu sedang menunggu dengan sabar.


"Siapa nama mu ?" tanya nya.


"Aku...... He Tianhu. Nama ku ini seperti laki laki sehingga , orang orang banyak menganggap ku sebagai laki laki. " kata He Tianhu dengan sedih.


"Jangan sedih, nama mu indah dan kuat. Aku justru akan bangga jika mendapat nama seperti itu. Tapi nyata nya yang ku dapat kan hanya lah nama Zhang Wei. " kata nya sambil menghela nafas berat.


"Bukan kah, itu arti nya pahlawan ? Kenapa kau tidak senang mendapat nama itu ?" tanya He Tianhu tertarik dengan alasan di balik rasa tidak senang nya pada nama nya sendiri.


"Pahlawan bisa berarti dua hal, yang satu pahlawan akan di puja sepenuh hati dan menyelamat kan banyak orang. Tapi pahlawan juga harus membunuh banyak orang untuk menyelamatkan orang, belum lagi tanggung jawab yang harus di pikul oleh seorang pahlawan. " kata nya sambil menghela nafas berat.


"Kau benar, pada akhir nya tidak ada di dunia persilatan yang tidak membunuh satu sama lain. " kata He Tianhu , yang juga setuju dengan pendapat nya.

__ADS_1


Mereka terdiam hingga akhir nya daging domba mengeluarkan harum yang sangat menggoda He Tianhu.


Perut He Tianhu terus menerus berbunyi tanpa dapat di kendali kan , ini membuat Harimau betina itu merasa malu dan meminta maaf.


Sedang kan Zhang Wei memaklumi hal itu, dia sendiri pernah merasakan hal yang sama dengan He Tianhu.


Tidak baik menertawakan orang yang kelaparan karena perasaan di tertawa kan sangat tidak menyenangkan.


Dia memberikan sebongkah besar daging domba yang sudah di panggang nya itu kepada He Tianhu.


"Terima kasih. " kata He Tianhu.


"Sama sama, tapi hati hati itu masih panas. " Peringat nya pada He Tianhu.


Harimau Betina itu tidak mengindahkan ucapan nya dan langsung memakan semua nya tanpa masalah. Terlihat bolong besar di bagian bawah daging, dia tersenyum senang karena He Tianhu terlihat sangat menikmati makanan yang di buat oleh nya.


"Apa kau senang ? Aku bisa membuat kan nya untuk mu untuk beberapa hari ke depan. " Tawar nya pada Harimau betina yang tampak sangat kelaparan itu.


"Benar kah ?" tanya He Tianhu dengan mulut yang penuh.


"tentu saja, aku sendiri tidak tahu bisa berapa lama di sini. " kata nya dengan sedih.


"Kau tahu jalan keluar ? " tanya He Tianhu.


"Tidak." Jawab nya dengan jujur, karena yang tahu jalan keluar hanya lah Qian Xun.


"Yah, aku kira kau akan keluar. Aku akan ikut dengan mu jika kau ingin keluar ? Aku penasaran dengan dunia selain tempat ini. " kata He Tianhu dengan wajah yang berbinar binar.


"Kau ingin melihat dunia selain tempat ini ?" tanya nya.


"Ya, sangat sangat ingin sekali. " kata He Tianhu.


"Apa tempat ini aman untuk di tinggali sebentar saja."tanya nya.


"Tentu saja aman, ini adalah wilayah kekuasaan ayah ku. " kata He Tianhu dengan bangga.


"Bagus lah kalau begitu, pegang tangan ku maka aku akan membawa mu ke dunia yang berbeda dengan tempat ini. " kata nya.


Pemandangan mereka berubah drastis, ini membuat He Tianhu merasa sangat takjub. Karena tempat ini terlihat begitu ceria.


"Siapa ini ?" Tanya salah satu ular nya dengan waspada.


"Ini adalah teman ku, mana Tu Long ?" tanya nya.


"Dia ada di rumah nya, yang berada di sana. " kata Ular nya sambil menunjuk kan arah.


"Baik lah , Terima kasih. " Ucap nya, dia menarik tangan He Tianhu untuk pergi ke rumah Tu Long.


Tok Tok


"Jangan menganggu ku lagi, aku sudah tak mau bermain dengan kalian lagi ular ular nakal !"Raung Tu Long dari dalam.


"Ini aku Zhang Wei. " kata nya sambil menahan tawa.


"Oh, masuk lah. Maaf kan aku. " kata Tu Long sambil membuka kan pintu.


Dia tidak bisa lagi menahan tawa nya saat melihat kaki Tu Long yang di balut oleh perban dengan tebal.


"Apa yang terjadi dengan mu saudara ku ?" tanya nya dengan berlebihan.


"Ini semua gara gara ular ular nakal mu itu ! Mereka mengajak nya untuk bermain petak umpet, lalu aku di dorong dari belakang dan terjatuh beberapa kali. " Kata Tu Long dengan cemberut.


"Ha ha ha kau marah karena hal itu ? Sini, biar kan aku mengobati mu. " kata nya sambil menarik kaki Tu Long dengan paksa.


Dia melepas perban dengan hati hati, tapi bahkan dengan hati hati, Tu Long sudah menjerit penuh kesakitan.


Ini membuat nya tambah penasaran, luka sebesar apa yang bisa membuat Tu Long si naga pemberani berteriak dengan penuh kesakitan.


Setelah beberapa saat membuka perban Tu Long dengan ekstra hati hati, betapa geram nya ia saat melihat ternyata luka yang di alami Tu Long hanya tergores sedikit.

__ADS_1


Dia mendengus dingin dan merutuki kebodohan nya sendiri, bahkan He Tianhu yang ikut tegang sedari tadi terdiam tak tahu harus berbicara apa.


"Ini yang membuat mu terus berteriak kesakitan ?" tanya nya.


"Benar ! Seumur umur, baru kali ini aku terluka !" kata Tu Long.


"Luka ini, bahkan tidak dapat membuat anak anak menangis. Aku harus nya sadar, di luar di penuhi dengan rumput. Jadi bahkan jika kau terjatuh dari atas pohon, kau juga tidak akan terluka dengan parah. " ucap nya sambil menghela nafas kasar.


"Sudah lah, tidak perlu membalut nya dengan perban. Aku merasa sangat menyayangkan terhadap perban yang harus terbuang gara gara ulah mu. " Ucap nya dengan pasrah.


"Aih, apa kau yakin ini tidak perlu di balut menggunakan perban ? Ini akan menjadi parah nanti nya. Bagai mana kalau kulit ku tidak akan kembali seperti awal dan luka ini bernanah ?" tanya Tu Long dengan panik.


"Percaya lah , besok luka mu ini akan sembuh atau bahkan malam ini. Kau itu naga, kalau tidak kau tanya saja leluhur mu langsung. " kata nya dengan pasrah sambil menyuruh Han Long Chun keluar.


"Aku tidak yakin kalau kau benar benar klan Naga. "Kata Han Long Chun dengan sinis.


"Aku bahkan bertahan setelah di tusuk 7 kali di seluruh tubuh ku, ras naga adalah ras yang kuat. Apa jadi nya jika dunia luar mengetahui jika penerus ku adalah orang seperti mu ?" tanya Han Long Chun yang membuat Tu Long terdiam.


Dia menuntun He Tianhu untuk keluar karena jika sudah begini maka sudah bisa di pasti kan, Han Long Chun akan berbicara sesuatu yang sangat panjang.


"Kalian lucu juga ya ? Jika di tempat ku, sangat jarang untuk bisa akur selain dengan ras sendiri. Bahkan dengan ras sendiri sering saling membunuh untuk bertahan hidup. " kata He Tianhu merasa cukup terhibur.


"Ini adalah dimensi ku, aku meninggal kan tubuh ku di luar. Itu lah kenapa aku bertanya pada mu, apa lah aman untuk menaruh tubuh ku di sana. " kata nya sambil tertawa pelan.


"Wah kau sangat hebat, di sini di penuhi dengan pohon dan di sini sangat dingin. Astaga, kucing ini imut sekali ! " kata He Tianhu yang langsung memutar arah.


"Kucing ?" tanya nya dengan bingung, sebelum melihat sosok yang di puji oleh He Tianhu.


Dia hanya bisa menepuk dahi nya dengan pasrah, karena sosok yang di pelukan He Tianhu bukan lah kucing melainkan bawahan nya, Zhang Binghua.


Binatang imut tapi mengerikan itu tampak biasa saja saat di peluk oleh He Tianhu, karena kekuatan Harimau betina itu masih di atas kekuatan Zhang Binghua.


"Apa kah boleh untuk aku membawa nya ke tempat tinggal ku ?" tanya He Tianhu dengan pandangan memelas.


"Maaf kan aku He Tianhu, tapi Zhang Binghua tak bisa tinggal di tempat panas atau di akan mati. Lagi pula ini bukan tempat tinggal nya, dia harus nya tinggal di utara. Bukan kah begitu ?" tanya nya pada Zhang Binghua.


"Ya, apa kah kalian ingin melihat rumah ku ? Dengan syarat lepas kan pelukan mu nona Harimau. Aku tidak ingin mati muda hanya karena kau memeluk ku terlalu erat. " Kata Zhang Binghua dengan dingin dan kaku.


"Baik lah, maaf kan aku karena telah memeluk mu tanpa izin. Ayo kita pergi lihat rumah mu !" kata He Tianhu dengan bahagia.


Zhang Binghua mengangguk dan berjalan memimpin jalan, berada di dalam dimensi Furong cukup lama mampu mengubah sikap serta perilaku Binghua.


Yang sebelum nya sangat tertutup dan kaku menjadi lebih terbuka dan hangat serta ingin bergaul dengan binatang binatang lain atau warga lain yang berada di dalam dimensi Furong.


Hanya saja sikap dingin dan tidak banyak bicara dari Zhang Binghua tak bisa di hilang kan karena memang terkait dengan elemen es yang menjadi kekuatan inti nya.


Dia sesekali mengelus surai Zhang Binghua yang terasa sangat dingin dan menenangkan, melihat sikap nya yang tidak mendapat protes dari si pemilik surai.


Membuat He Tianhu yang sangat terobsesi dengan Zhang Binghua langsung ikut mencoba mengelus surai Qilin Es itu.


Tidak lama berjalan, musim telah berganti menjadi salju, He Tianhu tampak sedikit tak terbiasa karena sudah hidup lama di tempat yang panas bahkan sangat panas dan kering.


Tidak jauh dari tempat mereka ada kastil kecil yang terbuat dari es, meski pun kecil, kastil itu memiliki pola rumit yang terlihat sangat indah.


Pola rumit itu mengelilingi seluruh bagian kastil es itu.


"Ini adalah rumah ku, tidak terlalu besar tapi sangat nyaman. " kata Zhang Binghua dengan datar.


"Wah, indah sekali !" Kata He Tianhu yang langsung maju dan menyentuh bangunan dengan hati hati.


Tiba tiba, kaki bagian depan He Tianhu lengket ke bangunan. Dengan bantuan Zhang Wei, He Tianhu dapat melepas kan diri dari bangunan es tanpa terluka.


Ini membuat He Tianhu merasa sedikit malu dengan sikap nya yang terlalu gegabah untuk menyentuh barang orang.


Tapi peristiwa lengket nya kaki He Tianhu tidak membuat Harimau betina itu patah semangat untuk mengelilingi kastil kecil milik Zhang Binghua.


Bonus Like : 2 / 2


Terima kasih karena telah membaca, jangan lupa untuk memberi like, comment dan vote ya teman teman !

__ADS_1


^^^-Zhang Binghua imut^^^


__ADS_2