
"Tenang lah, perang sudah berhasil di menang kan bahkan dimensi ilahi menjadi lebih makmur." kata Zhu Ming sambil menahan kebahagiaan.
Wajah Zhu Ming tampak seperti lebih muda 10 tahun karena kebahagiaan , biasa nya selalu ada kerutan di dahi paman nya itu.
"Aku senang mendengar hal itu." Kata Zhang Wei sambil melebar kan senyum nya.
"Kau istirahat lah dulu, kami akan mendatangi mu lagi." kata Zhu Ming yang paham dengan tatapan yang di berikan oleh Qing Yu.
Semua nya keluar menyisakan Qing Yu dan Zhang Wei.
"Aku memiliki hadiah untuk mu , setelah ini aku tidak akan menganggu istirahat mu lagi." kata Qing Yu sambil mengeluar kan satu tas kecil dan memberikan tas kecil itu pada nya.
Dia menyambut tas kecil itu dan melihat isi nya dengan terkejut sekaligus bahagia.
"Terima kasih banyak." Ucap nya dengan tulus.
"Ya , aku tahu kau butuh waktu untuk istirahat dan mengolah kekuatan baru mu." Dia mengangguk dan Qing Yu langsung berjalan keluar.
"Eh tunggu sebentar , kekuatan baru ?" Gumam nya pelan saat Qing Yu sudah keluar.
"Hah ?" Dahi nya langsung berkerut saat melihat kultivasi nya yang sudah kembali seperti sedia kala bahkan jauh lebih kuat.
Tiba tiba , pandangan nya gelap dan berpindah ke dimensi yang pernah di datangi nya.
Ini adalah dimensi milik orang yang menyegel kekuatan nya.
"Apa kah kau senang dengan hadiah yang ku berikan pada mu ?" tanya pria itu sambil menyesap teh.
"Kau yang memberikan kekuatan ini pada ku ? Tapi kenapa ?" tanya nya.
"Karena kau sudah berhasil melewati tantangan, duduk lah aku akan menceritakan sesuatu yang akan sangat mengejut kan mu." kata pemuda itu sambil menunjuk kursi kosong.
"Nama ku Han Feng , aku lah tuan dari Han Long Chun dan Han Liu Liang." kata pemuda itu , bahkan baru mendengar nama nya saja sudah membuat nya sangat terkejut.
"Apa kah kau yang di sebut Pahlawan Han ?" tanya nya.
"Ha ha mereka terlalu berlebihan , aku sungguh bangga karena masih ada yang mengingat diri ku." kata Han Feng tertawa tapi kembali menjadi serius.
"Aku memanggil mu bukan tanpa alasan, aku dulu tidak berasal dari dimensi Agung atau pun Dimensi Dewa melainkan dimensi yang jauh lebih tinggi, tidak ada yang mengetahui ini kecuali 10 bawahan setia ku." kata Han Feng sambil menghela nafas.
"Suatu hari klan Han ku di bantai habis oleh Sekte Permata Surgawi , hanya aku yang lolos, aku pergi sambil menahan dendam yang begitu besar. Aku berlatih mencari reputasi di dimensi yang lebih rendah hingga akhir nya terlibat ke perang antara Iblis dan Dewa yang merupakan bawahan Pemilik Surga. " Lanjut pemuda itu.
"Lalu apa yang terjadi pada mu ?" tanya nya.
"Aku mati karena Sekte Permata Indah berhasil mengetahui keberadaan ku , jadi bahkan sampai akhir aku tidak sempat membalas dendam keluarga ku. Lihat lah aku bahkan tidak berani untuk pergi karena takut sekaligus malu untuk bertemu leluhur ku." kata Han Feng.
"Aku hanya bisa mengandalkan mu untuk membalas dendam, ini hanya separuh jiwa ku dan separuh nya lagi sudah ku korban kan untuk memberi mu bakat luar biasa." lanjut Han Feng..
__ADS_1
"Jadi ......aku adalah reinkarnasi mu ?" tanya nya.
"Ya bisa di bilang begitu, aku mohon balas kan dendam ku , dengan begitu aku bisa pergi dengan tenang." kata Han Feng.
"Aku mau mau saja tapi bagaimana cara nya ?" tanya nya lagi.
"Kau tidak perlu tahu untuk sekarang ,fokus kan saja tingkat kan kultivasi mu dengan begitu aku akan mendatangi mu. Jika kau sudah berhasil menguasai satu dimensi Peri maka aku akan memberi tahu mu." Jawab Han Feng sambil mengeluarkan satu pintu.
"Baik lah , aku akan menunggu waktu itu." Zhang Wei tersenyum tulus dan berjalan mendekati pintu.
Tepat saat dia akan masuk ke dalam pintu itu , Han Feng kembali.memanggil nya yang membuat nya mau tidak mau menoleh ke belakang dan menghentikan langkah kaki nya.
"Terima kasih banyak Zhang Wei." kata Han Feng dengan penuh rasa syukur.
"Tidak apa apa , jangan berterima kasih dulu. Tunggu sampai aku berhasil , baru lah berterima kasih pada ku." Jawab nya , dia langsung membuka pintu dan masuk.
Dia menghilang di antara cahaya yang menyilau kan dan setelah itu pandangan nya kembali ke kamar nya.
Di sebelah nya sudah ada Han Long Chun dan Han Liu Liang yang menatap nya dengan tatapan bingung.
"Kenapa kau dari tadi hanya diam saja saat di ajak bicara ?" tanya Han Long Chun dengan kesal.
"Ah... Tidak apa apa. Aku hanya memikir kan sesuatu." Dia tersenyum lebar melihat Han Long Chun dan Han Liu Liang.
Di lihat dari seberapa percaya nya Han Feng pada dua roh senjata di hadapan nya ini maka seharus nya kedua nya sangat sangat bisa di andal kan.
"Apa ada sesuatu yang membebani pikiran mu ?" tanya Han Liu Liang khawatir.
"Tidak ada hanya saja aku terlalu bahagia. Kultivasi ku meningkat banyak, itu arti nya banyak petualangan seru yang menunggu kedatangan ku." kata nya setengah jujur.
Dia masih belum ingin menceritakan pertemuan nya dengan Han Feng kepada Han Liu Liang dan Han Long Chun.
"Apa kau mau berjalan jalan ? Aku dengar dari sekitar kalau selama 6 bulan ini dimensi Ilahi sudah di ubah sedemikian rupa."
"Baiklah , aku akan berjalan jalan setelah memasuk kan inti naga ini ke diri mu." kata nya pada Han Long Chun.
Wajah Han Long Chun tampak berbinar binar saat mendengar itu , sedang kan Han Liu Liang hanya cemberut tidak senang.
"Aku tidak kalah kuat dari senior Long Chun." kata Han Liu Liang cemberut.
"Aku tahu itu , aku juga merasa kalau kau membutuhkan sesuatu untuk memulihkan kekuatan asli mu." kata nya sambil mengerut kan dahi.
"Kau benar. Aku membutuh kan 100 jiwa penuh dendam untuk memulihkan kekuatan ku. Kami berdua adalah senjata spiritual Legenda. Kau harus bangga atas hal itu." kata Han Liu Liang dengan sombong.
"Biasa saja , aku sudah tahu hal itu sejak lama." Balas nya dengan datar sambil memasuk kan ke 99 Inti Naga ke dalam pedang Jiwa Naga.
Semua nya di serap dengan baik , pedang jiwa naga naik tingkat menjadi senjata spiritual tingkat 9.
__ADS_1
Aura menindas keluar dari dalam Pedang Jiwa Naga seolah olah pedang itu adalah raja pedang.
"Jangan kagum dulu, ini masih belum seberapa. Kau harus segera mengumpul kan inti naga yang tersisa untuk memulih kan ku sepenuh nya. Dengan begitu akab ku tunjuk kan sebuah seni bela diri yang sangat kuat." kata Han Long Chun.
Sekarang naga tua itu menjadi tampak lebih semangat dan wajah manusia nya yang sebelum nya kakek kakek.
Penampilan Han Long Chun dulu adalah kakek kakek dengan jenggot putih yang sepanjang dada , alis putih panjang , tubuh tinggi dan kekar.
Tapi sekarang rambut nya menjadi hitam lagi, jenggot nya hilang , alis nya menjadi hitam kembali dan memiliki sorot mata yang tajam.
Penampilan Han Long Chun yang sekarang sangat gagah dan tampan, pasti akan menarik minat perempuan muda mau pun tua.
Ketampanan milik Han Long Chun dan Zhang Wei sangat berbeda.
Jika Zhang Wei memiliki rambut hitam panjang yang selalu di ikat kucir kuda , mata tajam berwarna biru , tubuh tinggi tapi tidak kekar , wajah nya lebih ke arah ceria dan imut yang sangat menggoda.
Jika Han Long Chun lebih ke arah pria tampan yang sudah cukup umur , membuat nya memiliki kesan tampan dan gagah.
"Aish kalian semua menjadi tampan , tapi apa daya aku yang dari dulu sudah jelek." kata Han Liu Liang dengan tak berdaya.
"Kau tidak pernah menunjuk kan wajah mu pada kami , bagai mana kami bisa tahu wajah mu jelek atau tidak." kata Zhang Wei.
"Aku akan tunjuk kan , tapi tolong jangan ejek aku." kata Han Liu Liang dengan memelas.
"Baik lah." kata nya , Han Liu Liang mulai membuka tudung hitam yang selalu di gunakan nya.
Di balik tudung itu terdapat seorang pria dengan bibir tebal, hidung besar , mata besar. Tampak seperti orang yang baru habis menangis.
Sebenar nya jika di lihat lihat banyak orang yang memiliki penampilan lebih buruk di banding kan Han Liu Liang.
Masalah nya pria di hadapan nya ini terlalu tidak percaya diri.
"Wajah mu tidak buruk , kenapa harus malu ?" tanya nya.
"Aku ..... aku hanya tidak percaya diri. Aku takut orang orang akan menertawai penampilan ku." kata Han Liu Liang hampir menangis.
"Aih sudah lah ,wajah mu tidak buruk. Coba lah untuk melepas kan tudung mu itu secara perlahan lahan." Bujuk nya.
"Apa kau yakin tidak akan ada yang mengejek ku ?" tanya Han Liu Liang antusias.
"Tentu saja , apa kau tidak lihat wajah ketua Long kemarin saat perang ? Wajah nya jauh lebih buruk dari mu ,tapi apa ? Dia berhasil menjadi ketua suatu klan yang kuat." Kata nya mengambil contoh terdekat.
"Oh iya , aku tidak sadar langsung mengumpat saat melihat wajah nya." kata Han Liu Liang sambil tertawa pelan.
"Jadi jangan tidak percaya diri , kau harus menjadi kuat dengan begitu orang orang akan secara sendiri nya menerima mu." Saran nya.
Dia menghela nafas pelan , tak bisa di pungkiri, seseorang mungkin bisa dengan mudah nya mengatakan kalau semua orang tampan dan cantik.
__ADS_1
Kata kata itu membuat seseorang melambung ke langit , tapi saat kenyataan berkata lain maka orang teesebut akan terjatuh dengan sakit yang berkali kali lipat.
Jika sudah merasa diri kurang tampan atau cantik , maka bersaing lah dengan kekuatan. Dengan begitu , tidak akan ada yang mampu membantah.