
Keesokan Hari nya
Xi Rong yang terbangun duluan terkejut melihat luka terbuka yang ada di kaki dan tangan Zhang Wei.
Yang membuat nya lebih terkejut adalah Zhang Wei yang tertidur pulas seperti tidak memiliki masalah sama sekali.
Dia bangkit dan berjongkok di dekat tubuh Zhang Wei.
"Hei, bangun ! Lihat lah luka mu yang terbuka ini !" panggil nya sambil mengguncang pelan tubuh Zhang Wei.
Perlahan lahan guncangan menjadi lebih kencang tapi sayang nya, Zhang Wei bahkan tidak menunjuk kan tanda tanda akan bangun sedikit pun.
Ia membentuk bola air di tangan nya, sebelum melempar kan nya ke arah Zhang Wei. Tapi air air itu mengalir begitu saja, seolah olah ada yang melindungi tubuh Zhang Wei.
Dia duduk di lantai dan memikir kan, kira kira apa yang terjadi dengan Zhang Wei.
"Ia tidak mungkin hanya tidur, di lihat dari Qi nya yang tidak tenang. Belum lagi dengan pelindung di sekitar tubuh nya, apa yang terjadi ?" gumam nya dengan pusing.
"Ah, aku baru ingat kalau ada kondisi yang di nama kan tertidur lelap, bagai kan putri tidur. Itu di sebab kan karena jiwa pemilik nya kelelahan, atau bisa juga karena beberapa kejadian lain yang membuat jiwa nya banyak bergerak atau berusaha. Ciri ciri nya juga sangat sama dengan yang di alami oleh Zhang Wei. Kalau begitu ia akan aman setelah jiwa nya tidak kelelahan lagi, aku akan mengambil beberapa tanaman untuk menyembuhkan luka terbuka itu. " kata nya sambil menghela nafas lega.
Tertidur Lelap, bisa karena Kelelahan Jiwa atau jiwa nya di lukai parah seperti yang di alami oleh Envy.
Nah untuk kasus Zhang Wei ini, Jiwa nya kelelahan karena mendekati api abadi yang ada di mimpi nya.
Api Abadi sangat lah menguras Jiwa , karena Api Abadi akan semakin kuat tergantung dengan kekuatan Jiwa masing masing.
Jika itu adalah orang lain maka ada kemungkinan Jiwa mereka sudah hancur terbakar oleh Api Abadi.
Hanya ada 2 orang yang berhasil sampai di Api Abadi, salah satu nya adalah Zhang Wei.
Xi Rong kembali dengan ember yang berisi air dan kain basah, di tangan nya juga ada beberapa lembar daun dan tali.
"Aish, menyusahkan saja. Astaga luka nya lebar sekali. Bahkan dengan bantuan ku masih membutuh kan 2 hari untuk sembuh. " Keluh nya dengan sedih.
Ia merinding melihat luka luka terbuka yang sangat mengerikan itu, seumur hidup belum pernah ia melihat luka terbuka sebesar itu.
Ia membasuh dan membersihkan luka yang terdapat banyak pasir dengan sangat hati hati. Dahi Zhang Wei tampak sedikit mengerut.
"Ini pasti sangat sakit, bertahan lah sebentar kau akan merasa lebih baik. " Gumam nya.
Setelah beberapa saat, ia sudah membersihkan seluruh luka nya. Dia menghela nafas pelan, sebelum mengalir kan Qi yang berwarna hijau ke luka luka terbuka Zhang Wei.
Perlahan lahan luka luka mengerikan itu menjadi lebih baik dan tidak meninggal kan bekas sedikit pun.
Dia membuka mulut nya terkejut saat luka tidak meninggal kan bekas sedikit pun, ini bukan karena kekuatan menyembuh kan nya, melainkan kekuatan dari Zhang Wei sendiri.
Ia menoleh ke pergelangan kaki nya yang tergigit oleh ular, luka itu tidak memiliki bekas sedikit pun.
"Wah berarti ia memiliki kemampuan penyembuhan yang hebat tanpa ia sendiri tahu. Seperti nya ia terlalu frustasi dengan bakat bawaan utama nya. " gumam nya terkikik geli.
Dia menempel kan daun daun yang sudah di kumpul kan nya, luka sudah tidak parah lagi dan kemungkinan akan sembuh jauh lebih cepat.
Dia mengikat tali tidak terlalu kencang guna untuk menjadi penyangga kaki dan daun Zhang Wei.
"Emmh, Ah Xi Rong ? Aku seperti baru terbangun setelah tidur lama. Jam berapa sekarang ?" tanya nya.
__ADS_1
"Jam 1 sore, Lihat lah kau memiliki luka besar, apa kau melawan atau bertarung dengan seseorang ?" tanya Xi Rong penasaran.
"Oh tidak, aku tidak apa apa. Kau tidak perlu khawatir dengan ku. Terima kasih sudah merawat luka luka ku, bukan kah hari ini seharus nya kita pergi menemui beberapa sekte ?" tanya nya.
Xi Rong tampak ragu dengan nya tapi memutus kan untuk tidak bertanya lebih lanjut, ia menghela nafas lega.
Ia tidak ingin Xi Rong khawatir dengan apa yang di alami nya, jadi ia memilih untuk menyembunyikan kenyataan kalau ia bertemu dengan api itu di dalam mimpi nya.
Itu bukan mimpi karena jika itu mimpi biasa maka tubuh nya tidak akan di penuhi dengan luka seperti ini.
Kondisi nya saat ini cukup mengenaskan dengan kaki dan tangan yang di tutupi oleh daun yang di ikat dengan tali.
"Ayo cepat Zhang Wei sudah saat nya untuk pergi !!" Teriak Xi Rong dari luar.
1 bulan kemudian
8 Sekte besar sudah memutus kan untuk menarik diri dan tunduk di bawah perintah Zhang Wei dan Xi Rong.
Sudah saat nya untuk mereka bertemu dengan perwakilan Sekte Qilin Api, mereka menggunakan pakaian yang rapi.
Dia membantu merapikan dan memasang hiasan rambut Xi Rong. Xi Rong menggunakan cadar untuk menutupi wajah nya.
Dia memanipulasi wajah Xi Rong, terlihat seperti banyak jerawat. Ini juga merupakan permintaan Xi Rong.
"Begini kah ? Atau ingin yang lebih para seperti banyak nanah ?" tanya nya.
"Sudah cukup !! Hentikan lah, ini sudah lebih dari cukup. Kecantikan ku berkurang 50 persen atau bahkan lebih. " kata Xi Rong dengan cemberut.
"Bukan kah ini permintaan mu ?" tanya nya.
"Tingkat 1 Kemurkaan Surgawi. " kata nya dengan senyum bangga.
Xi Rong mencubit pipi nya dengan semangat.
"Selamat !!! Kau sebentar lagi akan menyusul ku yang sudah berada di tingkat 3 Qi Surgawi !" Kata Xi Rong dengan semangat.
"Tidak juga, kultivasi mu terlalu cepat berkembang. Aku merasa agak tidak percaya diri. " kata nya.
"Lihat saja nanti kau pasti mendahului ku, kultivasi ku ini bisa begitu cepat karena aku tinggal di dimensi Agung sedang kan kau di dimensi Bawah. Aku juga jauh lebih tua 2 tahun dari mu. " kata Xi Rong.
Mereka berdua pergi, dengan kekuatan Xi Rong sekarang semua nya menjadi lebih cepat dan lebih mudah.
Bisa di bilang kekuatan Xi Rong adalah kekuatan paling besar di dimensi ini, kedua phoenix itu juga menjadi lebih kuat.
Mereka semua sekarang berada di puncak Kemurkaan Dunia dan dalam waktu dekat akan naik ke kemurkaan Langit.
Tidak pernah ia bayang kan bahkan di mimpi nya untuk menjadi menjadi kuat seperti sekarang, banyak bergaul dengan Xi Rong dan Qian Bei membuat nya sekarang lebih sadar kalau ini baru lah awal.
Di dimensi Xi Rong tinggal, kekuatan mereka saat ini hanya setara dengan kekuatan semut dan prajurit rendahan.
Kini mereka sudah sampai di Sekte Qilin Api, mereka sudah membuat janji dengan Patriark Sekte Qilin Api, Huan Li.
"Kami sudah membuat janji dengan Patriark Huan Li, Xi Rong. "
"Oh nona Xi yang terhormat, mari ikuti aku untuk bertemu Patriark. " kata penjaga itu dengan hormat dan melakukan segala nya dengan berlebihan.
__ADS_1
Penjaga itu bahkan menghentikan pelayan untuk menyiapkan minum untuk Xi Rong,penjaga penjaga itu menanyakan apa kah Xi Rong ingin cemilan atau tidak.
Sedang kan ia di acuh kan sejak tadi hingga membuat nya meringis, ia bingung harus tertawa atau sedih dengan kondisi ini.
Xi Rong terlihat sangat terganggu dengan penjaga itu.
"Dalam waktu 3 menit jika penjaga itu tidak menutup mulut besar nya, aku khawatir ia tidak akan pernah berbicara lagi untuk selama nya. Di lihat dari dahi nya yang berkerut dan tangan nya yang mengepal. " Gumam nya dengan sangat pelan.
"Aku mendengar mu Zhang Wei Sayang !!" Teriak Xi Rong dari depan.
"He he kau meninggal kan ku sendirian di belakang dan memilih untuk berjalan bersama penjaga ini, apa kau menyukai nya ?" Goda nya pada Xi Rong.
Wajah penjaga itu memerah, untuk sekedar informasi, Xi Rong tidak jadi memanipulasi wajah nya.
"Suka apa nya ? Lupa kan saja ayo cepat pergi. " kata Xi Rong menarik tangan nya.
"Kau cepat lanjut kan untuk tunjuk kan jalan., jangan bersikap berlebihan dan terlalu dekat. Aku tidak suka orang asing mendekati ku. " Lanjut Xi Rong sambil menyeret nya.
Penjaga itu terlihat malu dengan pikiran nya sendiri sebelum memilih untuk melanjutkan perjalanan.
Penjaga membawa mereka ke sebuah gerbang besar dan mengetuk nya secara perlahan.
"Masuk lah !" Kata suara berwibawa dari dalam.
Xi Rong membuka pintu dan ia mengikuti nya, sebelum berjalan masuk ke dalam dia membisik kan sesuatu kepada penjaga itu yang membuat penjaga itu gemetar ketakutan.
"Jangan berpikir macam macam tentang Xi Rong atau bahkan jika Dewa menolong mu kau masih tidak akan selamat. " bisik nya dengan pelan sebelum berlari ke dalam.
Dia membungkuk kan tubuh nya untuk memberi salam ala kadarnya saja, Xi Rong juga melakukan hal yang sama.
"Selamat sore Tuan dan Nyonya Huan. " Kata nya.
"Silakan duduk di sana. " kata Huan Li yang berbinar binar melihat wajah Xi Rong.
Padahal yang terlihat hanya lah mata dan kening Xi Rong. Istri Huan Li, Huan Liu. Terus menerus menatap Xi Rong dengan tajam.
"Kami datang kemari untuk mendiskusi kan penyerangan Sekte Pedang Surgawi. " Kata Xi Rong dengan sangat dingin dan mendominasi.
"Aku harap kau dapat menjaga mata mu Patriark Huan atau aku yakin kan kau akan sangat menyesal telah melakukan nya. " kata Xi Rong mengeluar kan aura dingin dan mencekam.
Suhu ruangan turun drastis yang membuat penjaga penjaga ketakutan, Huan Liu istri Huan Li juga sedikit gemetar dan berusaha untuk menyembunyikan nya.
" Siapa sebenar nya kalian ?" tanya Huan Li.
"Perwakilan Dimensi Agung. " Kata Xi Rong dengan datar.
"Maaf kan kami karena kurang sopan terhadap perwakilan Dimensi Agung. " kata Huan Li yang langsung bangkit untuk memberi salam.
Xi Rong melambaikan tangan nya tanda untuk duduk, Huan Li segera menurut.
"Kami datang ke sini untuk mengajak mu bergandengan tangan menyerang Sekte Pedang Surgawi. Mereka bekerja sama dengan iblis, dan sekte sekte lain sudah memutus kan untuk ikut dalam perang ini. "kata nya.
"Benar kah ?! Aku tidak menyangka mereka ternyata berkomplot dengan Iblis, aku kira mereka hanya serakah saja. " jawab Huan Li tidak percaya.
Bonus : 1 / 2
__ADS_1