PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
230. Provokasi


__ADS_3

Hari hari berlalu ,tak terasa sudah hampir satu minggu berlalu sejak kedatangan nya ke Klan Zhu. Ejekan yang di layang kan beberapa murid Klan Zhu perlahan lahan memudar .


Dia tidak memikir kan ucapan ucapan mereka , lagi pula saat ini ia sibuk memikir kan strategi yang tidak mengorban kan banyak orang sehingga tidak memiliki waktu untuk meladeni nya.


Baru kali ini dia memikir kan sesuatu dengan sangat keras.


"Zhang Wei , ayo makan." kata Qing Yu dari luar.


"Baik tunggu sebentar." Jawab nya ,dia langsung mengganti pakaian nya.


"Kau sudah siap ?" tanya Qing Yu saat ia keluar dari kamar nya.


"Sudah ,kalau tidak apa kah aku akan keluar dalam keadaan tidak menggunakan pakaian ?"Canda nya.


"He he tidak apa apa sih." kata Qing Yu yang membuat nya merah padam.


Tiba tiba dia dan Qing Yu mendengar keributan dari halaman belakang yang sepi dan terpencil.


"Kenapa ayah lebih memilih dia di banding kan aku ?!" Teriak suara wanita yang sanga di kenal nya ,itu adalah suara Zhu Ling.


Wanita itu sudah mengejek nya selama berhari hari tanpa henti .


"Ini bukan hanya karena kau mengejek Zhang Wei ! Kau akan membawa masalah bagi diri mu sendiri !" kata suara laki laki paruh baya dengan marah yang tidak lain tidak bukan adalah ayah Zhu Ling,Zhu Ming.


Tidak lama Zhu Ming pun meninggal kan tempat itu , air mata milik Zhu Ling yang sedari tadi di tahan oleh gadis itu langsung tumpah.


"Kenapa ? Aku hanya ingin mengambil perhatian ayah. Sejak kedatangan nya ayah menjadi lebih perhatian dengan nya."kata Zhu Ling .


Dia mengajak Qing Yu untuk pergi meninggal kan Zhu Ling.


"Kau tidak berniat untuk membantu gadis itu ? " tanya Qing Yu.


"Tidak ada guna nya membantu gadis keras kepala seperti itu , dia pasti akan memiliki pemikiran sendiri dan tak ingin mendengar pendapat orang lain.Aku akan memikir kan cara lain untuk membantu nya." Kata nya.


"Lagi pula sebaik nya beri kan dia waktu untuk beradaptasi dengan keberadaan ku ,menurut perkiraan ku ia terlalu di tekan oleh orang tua nya. Memang sudah biasa hal ini terjadi di kalangan klan besar." Lanjut nya lagi sambil menghela nafas.


"Ya ,kadang kadang ambisi orang tua terlalu besar dan mengharap kan kalau anak nya sempurna tanpa memandang kalau mereka sendiri tidak sempurna." kata Qing Yu.


"Aku dulu di buang di jalanan bersama dengan kakak ku yang durhaka karena kami di kira tak bisa berkultivasi. Tapi aku kira itu semua akan baik baik saja sampai kami di bawa di pasar dan akhir nya di tinggal kan." kata Qing Yu.


"Lalu,bagai mana kau sekarang bisa berkultivasi ?" tanya nya.


"Itu semua karena pengorbanan guru yang rela mencarikan berbagai macam tanaman untuk kami.Kakak ku tidak mengetahui soal ini , aku saja nyaris tidak tahu tapi aku diam diam menguping pembicaraan guru dengan teman nya." kata Qing Yu.


"Aku saat itu gelap mata dan melupakan seluruh kebaikan guru. Perlahan lahan saat aku bertemu dengan mu, aku mulai mengingat satu persatu kebaikan guru." Lanjut Qing Yu.


"Kebaikan tidak akan pernah terlupakan , meski pun lupa itu hanya sebentar." Kata nya sambil merangkul tubuh Qing Yu.


Qing Yu ini umur nya sudah ratusan tahun tapi tubuh nya sangat pendek dan mungil seperti anak 18 tahun di tambah lagi dengan muka nya yang imut .


Mereka masuk ke aula tengah tempat orang berkumpul untuk makan atau mengumumkan sesuatu.


3 meja panjang tampak sangat rapi dan indah , dimeja itu sudah di sedia kan piring berisi nasi serta sayur dan daging.


Ada sebuah peraturan khusus yang menurut nya agak aneh di dalam klan , yaitu seluruh makanan di bagi rata tanpa ada pengecualian.


Bahkan ketua klan mendapat kan porsi yang sama , di dalam klan Zhu tidak terlalu mementing kan jabatan.


Jika ada orang yang terbukti salah maka ia akan di hukum menurut hukum yang ada bahkan jika itu ketua atau pun murid yang paling rendah .


Itu lah kenapa sikap sopan santun yang di miliki klan Zhu lebih baik di banding kan klan klan lain nya.


Setelah makan , ia di panggil ke ruangan yang berisi Zhu Ming serta asisten nya.


"Ada apa paman Ming ?" tanya nya.


"Kami sudah mengetahui tempat di simpan nya pangan ,itu berada di dekat markas klan Jiao." kata Zhu Ming


"Hmm begitu ya , maka kita akan membuat keributan yang menarik." kata nya menyeringai.


Zhang Wei kembali mengeluarkan 10 mayat yang berasal dari klan Zhong .


"Serah kan ini pada ku ,aku akan menyelesaikan nya. Paling lambat besok ini sudah selesai." kata nya dengan tenang.


"apa yang ingin kau lakukan ?" tanya Zhu Ming penasaran.

__ADS_1


"Paman lihat saja ,yang pasti beri kan peta pada ku.Aku tidak terlalu hafal daerah sini."


"Jika kau hafal aku justru akan bingung." kata Zhu Ming sambil tertawa.


"Ha ha ha."


Zhu Ming mengambil cat dan kertas sebelum mulai membentuk tanda x tempat di mana gudang makanan berada.


Di sekeliling nya ada lingkaran yang menjadi markas Klan Jiao.


Di depan markas rahasia klan Jiao ada sebuah kota yang di kendalikan oleh Zhong Du.


Dan terus berlanjut sampai ke tempat klan Zhu berada.


"Hati hati , jika bertemu dengan Zhong Du atau Jiao Chong maka guna kan ini." kata Zhu Ming memberikan nya bambu dengan sebuah tarikan di bagian bawah nya.


"Ini Tanda Pemanggil , siapa pun yang melihat ini dari klan yang melawan Klan Long akan datang membantu mu terutama aku." kata Zhu ming.


"Baik lah, aku akan mengingat nya." Dia menyimpan Tanda pemanggil di saku pakaian nya.


"Paman aku pergi dulu ,aku akan menyusun rencana. Tolong kasih tahu ibu untuk tidak khawatir dengan diri ku ,atau bilang saja aku sedang berjalan jalan membeli bakpao. Dia tahu kalau aku sangat menyukai bakpao." kata nya .


Zhu Liang dan Zhu Ling sepakat untuk menyuruh Zhang Wei memanggil mereka ayah dan ibu.


"Kenapa kau begitu mengkhawatirkan nya ?" tanya Zhu Ming.


"Karena....aku tidak ingin di sedih atau khawatir. Aku selalu menghargai ketulusan orang lain." kata nya tersenyum kecil.


Dia kembali.ke kamar nya dan menyusun rencana. Setelah itu langsung lah ia pergi ke kota Zhong.


Dengan kecepatan nya saat ini mencapai kota Zhong adalah hal yang mudah dan singkat ,setelah menempuh beberapa jam perjalanan .


Akhir nya tempat yang di tuju telah terlihat , kali ini menggunakan seragam Klan Zhong. Tidak ada yang berani menghalangi nya.


Dia berhenti sebentar dan melihat lihat kota yang terlihat lumayan baik ini.


Di setiap penjuru kota , ada tulisan tangan Zhong Du yang menceritakan betapa hebat nya dia.


Zhang Wei tiba tiba memikir kan sesuatu yang sangat licik saat melihat tulisan tangan Zhong Du ,langsung saja dia mencabut nya.


Sesampai nya di markas Klan Jiao ,dia langsung membunuh orang orang yang berjaga menggunakan pisau kecil milikklan Zhong.


Setelah membunuh orang orang klan Jiao menggunakan pisau kecil . Dia menaruh 20 orang milik Klan Zhong yang terlihat mati karena tertusuk pedang besar.


Dengan keahlian Zhang Wei , dia mengambil pedang besar milik klan Jiao sebelum menaruh nya di luka milik mayat klan Zhong.


"Sempurna ,sekarang tinggal beberapa langkah indah untuk menghias ini." Dia menuang kan minyak yang di berikan oleh Zhu Ming.


Sebelum menghidupkan api .


brusss


Api menyebar dengan sangat cepat bahkan lebih cepat di banding kan milik nya , dia langsung berlari keluar dan tidak lupa untuk menaruh mayat anggota klan Zhong yang di bunuh nya beberapa hari lalu.


Saat Zhang Wei dalan perjalanan pulang , berita sudah menyebar dan pintu kota Zhong sudah di tutup.


"Tidak ada pilihan lain." Dia menggunakan pedang besar nya dan melawan penjaga penjaga gerbang.


"Pedang Angin Barat : Tahap 2 !" Teriak nya .


"Kalian semua ,mati lah !"


Warga warga ketakutan melihat seseorang dengan berbaju merah yang tampak.tidak jelas membunuh penjaga kota mereka.


Tapi jika di perhatikan lebih jelas , baju merah yang Zhang Wei guna kan dengan milik klan Jiao itu berbeda.


Dia langsung memerintah kuda nya untuk pulang ke Klan Zhu.


Sesampai nya di klan Zhu ,tampak lah Zhu Ling yang sedang dalam keadaan khawatir.


"Wei'er , apa kau terluka ?"tanya Zhu Ling dengan khawatir.


Dia tersenyum pelan ,bahkan ketika diri nya dulu ,ibu nya tidak seperhatian ini.


"Aku tidak apa apa , lihat lah hanya terkena percikan darah." Jawab nya sambil turun dari kuda yang di bantu oleh Zhu Ling.

__ADS_1


Tuk


Kepala nya di ketuk pelan oleh Zhu Ling menggunakan kipas kayu milik wanita itu.


"Kau masih kecil tapi sudah berniat membohongi orang tua mu. Lain kali, kata kan denga jujur agar aku tidak khawatir." kata Ibu nya dengan wajah marah.


"Tapi...jika aku beritahu dulu maka ibu pasti tidak mengijinkan ku bukan ?" tanya nya mencari alasan.


"Siapa bilang ? jika kau bisa menjamin kepulangan mu maka aku pasti mengijinkan mu , apa lagi ini untuk kepentingan klan."kata Zhu Ling.


Sedang kan Zhu Hong hanya tersenyum kecil melihat kekhawatiran ibu nya. Lagi pula dari dulu ibu nya menginginkan anak yang tampan.


Bukan kah Zhang Wei sangat memenuhi kriteria itu.


Di sisi lain klan Jiao


Jiao Chong yang sedang bersantai santai terkejut saat mendengar teriakan dari anak buah nya.


"Kebakaran ! Tempat pangan kebakaran !" Jiao Chong langsung melompat keluar dengan wajah panik apa lagi saat melihat gudang pangan yang di percaya kan kepada nya terbakar.


"Cepat ambil air dan siram !! Cepat !! Tunggu apa lagi!" Bentak nya pada anak buah nya yang hanya diam dan melihat kobaran api dengan takjub.


Semua nya mengangguk saat di teriaki oleh Jiao Chong dan langsung mengambil air.


Setelah beberapa jam akhir nya semua api sudah berhasil di padam kan. Tapi itu tidak membuat nya bahagia sedikit pun saat melihat bahkan tidak menyisakan satu butir gandum.


"Siapa yang berjaga ?!" teriak nya dengan kalut.


"Semua nya mati di bunuh karena pisau kecil , ada beberapa orang menggunakan jubah hitam yang mati karena di duga di bunuh oleh orang orang kita." kata Asisten Jiao Chong.


"tunjuk kan jalan nya pada ku." Perintah nya sebelum melihat pisau dengan ukiran awan.


"Zhong Du !" Geram nya.


Dia dengan paksa mengoyak tudung hitam yang di gunakan ,dan di dalam nya ada mayat yang menggunakan seragam klan Zhong.


"Tuan ! Orang yang menghilang kemarin sudah di temukan dalam keadaan tewas ,dilihat ia seperti nya sudah meninggal beberapa hari." kata orang itu.


"Di saku baju nya juga di temukan surat." kata asisten nya sambil memberikan nya surat.


'Jangan bermain main dengan ku ! Kau pasti akan mendapat kan hukuman besar !' Begitu lah isi surat.


"Zhong Du !" Raung nya .


"Perintah kan pasukan untuk menyerang dengan kekuatan penuh ke klan Zhong. Aku tidak peduli dengan Tuan Long ,dia pasti memiliki.pemikiran yang sama dengan ku." Perintah nya.


Di tempat Zhang Wei , dia sedang berada di tengah tengah antara sesepuh sesepuh .


Satu adalah Yan Liu ,Ketua Klan Yan dari ras Phoenix api. Lalu ada Yin Lang , Ketua Klan Yin dari ras Phoenix Es.


Ada Kang Mei , Ketua Klan Kang dari ras Gagak Emas dan yang satu nya lagi adalah Zhu Ming sebagai perwakilan klan Zhu, ras Vermilion.


"Kami sangat berterima kasih pada mu saudara Zhu karena sudah sangat membantu dalam proses ini ." kata Kang Mei.


"Kalian tidak perlu berterima kasih pada ku ,tapi berterima kasih pada nya , dia yang mengerjakan ini semua." kata Zhu Ming sambil menunjuk diri nya.


Saat dia baru ingin menyangkal hal itu, Yan Yi dan Yin Yi berlari keluar dari dimensi milik nya.


"Kakek !!" Teriak Yan Yi dan Yin Yi yang memeluk masing masing kakek mereka.


"Hah ? Kenapa kalian tidak pernah menceritakan nya pada ku ?" tanya nya.


"He he he rahasia ." kata Yan Yi .


"Huft , aku kesal dengan kalian." Jawab nya sambil menghela nafas.


Ini kejutan yang besar bagi nya karena dia mengira kalau Yan Yi dan Yin Yi hanya lah. murid biasa di klan nya di lihat dari bakat mereka yang tidak terlalu menonjol.


"Menurut mu , apa kah Yin Yi bisa hidup seperti sekarang jika ia bukan cucu ketua ? Dengan gaya hidup nya saat ini ?" tanya Yan Yi.


"oh iya juga ." kata nya mengangguk angguk , Yin Yi tidak bisa melewat kan satu perhiasan pun.


Note : Besok baru bisa update double karena hari ini author ada banyak tugas. Mohon pengertian nya dan besok di perkirakan akan update 4.000 kata , masing masing chpater 2.000 kata.


Jangan lupa untuk vote dan kasih hadiah ke Cerita Pedang Jiwa Naga ,Terima Kasih banyak semua nya !

__ADS_1


__ADS_2