PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 161 - Diskusi


__ADS_3

"Aku ingin membuat sebuah pil yang dapat mempermudah seseorang untuk naik ke tingkat kemurkaan dunia, menurut mu aku harus mulai dari sekte mana ?" tanya nya.


"Hm, itu ide yang bagus tapi kau harus hati hati, karena sekte besar. memiliki pemikiran yang snahat sangat licik. Kau harus memulai dari sekte Harimau Petir. " kata Xi Rong sedang memikir kan yang terbaik.


"Sekte Harimau Petir ? Kenapa ?" tanya nya.


"Sekte itu memiliki reputasi yang baik, sehingga akan lebih meyakin kan dari pada sekte yang lain." kata Xi Rong.


"Kadang kadang, sekte yang memiliki reputasi baik belum tentu benar benar baik. Mereka hanya menyembunyikan nya, tidak seperti reputasi yang buruk, mereka lebih tidak menyembunyikan kebenaran sekte mereka. " kata nya sambil mengingat Kuil Api Surgawi.


"Hm, itu benar juga. Tapi ya sudah lah, dari pada yang lain, itu agak sulit. Lagi pula, Sekte Harimau Petir ini salah satu yang paling lemah dalam 10 sekte besar , tapi jika kau berhasil menunduk kan nya maka itu sudah kemajuan besar. Aku akan ikut dengan mu untuk membantu mu. " kata Xi Rong.


"Tidak perlu aku akak pergi ke sana sendirian, aku perlu mengamati alur perang dan memastikan siapa yang salah. " kata nya sambil tertawa ringan.


Dia tidak sabar dengan tantangan ini, kali ini ia benar benar lepas dari penjagaan siapa pun.


"Sudah lah, nanti saja baru membuat pil. Xi Rong kalau kau tidak keberatan, bantu aku untuk merinci kekuatan kekuatan besar di ibu kota. Aku ingin pergi bercocok tanam dulu. " kata nya.


"Bercocok tanam ? Apa maksud mu ?!" tanya Xi Rong.


"Aku kemarin sudah mengumpul kan biji dari Jambu Logam Biru, Apel Kristal Es, dan ini adalah Wortel Badai Ungu. Aku akan menanam nya, serta ginseng ginseng yang lain. " kata nya.


"Kita memiliki tanah yang luas di sana, bahkan bisa membentuk 3 atau 4 lapangan bola. " kata nya menunjuk halaman belakang rumah nya.


"Baik baik, aku tidak akan menghalangi mu untuk bercocok tanam. "Kata Xi Rong dengan pasrah sebelum kembali masuk ke dalam rumah.


"Nah ini adalah peralatan nya, aku akan menggali tanah dengan cangkul ini dan memasuki kan bibit bibit yang sudah ku pisah kan. " kata nya mengeluar kan cangkul dengan sekop.


Ia mencangkul tanah dan mulai menabur kan benih benih tanaman yang ingin di tanam nya lalu menyiram nya dengan air.


Xi Rong hanya menggeleng geleng kan kepala melihat kerja keras Zhang Wei yang mondar mandir untuk mengairi lahan nya.


Zhang Wei beberapa kali mondar mandir membawa ember kayu untuk menyiram lahan perkebunan nya.


1 jam kemudian, Zhang Wei sudah selesai melakukan tugas nya yang terakhir yaitu, papan nama setiap lahan.

__ADS_1


"Xi Rong, nanti jaga tanaman ku selama aku pergi. Jangan biar kan mereka layu !!" Teriak nya pada Xi Rong .


Xi Rong yang di atas hanya mengangguk dengan pasrah dan merutuki kebodohan Zhang Wei, sebenar nya ia memiliki elemen air yang lumayan baik.


Jadi ia bisa dengan mudah menyiram tanaman itu tanpa perlu mondar mandir seperti yang di lakukan oleh Zhang Wei.


Saat ini Zhang Wei sedang duduk di kamar nya dan mengelap keringat nya.


"Huh ini tidak mudah, aku ingin menghemat uang. Aku akan belajar dari kakek Qian untuk membuat dimensi dengan waktu yang lebih cepat seperti milik nya. Jadi kalau aku ingin bercocok tanam, tumbuhan ku akan lebih cepat tumbuh. Aku merasa umur ku seperti berkurang 1 tahun hanya karena menanam tumbuh tumbuhan itu."Gumam nya.


"Ini adalah waktu untuk membuat pil dan setelah itu berlatih. Eh, tapi kenapa tiba tiba perut ku sakit sekali ya ? " kata nya sambil memegang perut nya sebelum lari ke arah toilet yang menyatu dengan kamar nya.


Setelah beberapa saat ia keluar dengan wajah lega dan kembali duduk di hadapan kuali obat nya.


"Mari kita mulai, aku akan memulai dari Pil Ding Xiang dan setelah itu membuat pil Kemurkaan Dunia, setelah itu aku akan segera berlatih. "


Hidup nya terus terus begitu saja tanpa ada yang menarik hingga 1 bulan kemudian, dia sudah berhasil membuat 1.000 Pil Kemurkaan Dunia dan memegang 500.000 kristal roh tingkat rendah.


"Aku pergi dulu Xi Rong, jaga tanaman dan hewan hewan ku Xi Rong. " kata nya sambil melambaikan tangan.


Hewan yang ia maksud adalah ayam dan berbagai hewan ternak lain nya. Memang halaman rumah yang mereka miliki sangat sangat luas.


Itu hanya halaman depan belum lagi halaman belakang yang setara dengan 30 rumah warga dan juga rumah mereka bisa setara 10 atau bahkan 15 rumah warga biasa.


Jadi Zhang Wei yang merasa kesepian memilih untuk berternak, hitung hitung untuk menambah penghasilan.


Karena belakangan ini, hasil dari berternak dan bercocok tanam cukup untuk menutupi biaya pajak mereka.


Mereka juga memperkerjakan 5 orang untuk mengurus kebun dan 5 orang untuk mengurus hewan.


Jika untuk tanaman semua nya wanita dan untuk hewan adalah pria karena mengurus hewan membutuh kan lebih banyak tenaga.


"Jangan lupa, 3 hari lagi adalah waktu bagi 23 anak ayam untuk menetas. Rawat mereka dengan baik dan 12 hari lagi merupakan hari untuk gajian. Tunggu kabar baik dari ku. " kata nya sebelum menghilang dari pandangan Xi Rong.


Xi Rong hanya tersenyum tipis dengan perkataan Zhang Wei.

__ADS_1


"Ia bahkan lebih sayang pada ayam ayam nya daripada aku. Bahkan tanggal menetas pun ia ingat, aku rasa hidup seperti ini tidak terlalu buruk, sekitar 5 hari lagi aku harus melakukan pelatihan tertutup sebentar supaya aku bisa naik ke tingkat 1 Qi Surgawi. "kata Xi Rong.


Dia pergi berjalan kebelakang, untuk memanggil para pegawai nya yang sedang bercocok tanam.


"Kalian semua sudah berkumpul di sini, ada yang ingin ku katakan dengan kalian. " kata nya dengan tegas.


"Ya, nona."


"Aku ingin pergi sebentar lagi sekitar 1 atau 2 bulan lagi. Jadi aku akan membayar kan gaji kalian untuk 5 tahun ke depan. " kata Xi Rong mengeluar kan setumpuk koin emas.


Koin emas seperti ini sama sekali tidak berguna bagi nya, ada sekitar 30.000 koin emas di sini dan setiap orang memiliki gaji 50 koin emas setiap bulan nya.


"Aku akan mencari beberapa pekerja lagi dan beberapa hewan ternak lagi. " kata nya.


Dia membagikan setiap orang 3.000 koin emas sebelum meninggal kan mereka pergi keluar, Dia merasa belakangan ini mulai terpengaruh dengan kata kata Zhang Wei.


"Kita memiliki tanah yang luas, bukan kah akan sangat di sayang kan jika tanah nya di biar kan begitu saja. Dengan begini, kita membuka lapangan kerja bagi beberapa orang dan kita juga mendapat uang. Lagi pula koin emas kan bisa di tukar kan dengan Kristal Roh. " Setidak nya begitu lah yang di katakan oleh Tuan Muda Zhang Wei.


"Ayam sudah ada, sapi sudah ada. Apa lagi yang harus ku beli ? Ah burung, kambing,atau mungkin ular ? Kenapa tidak semua nya saja ?" gumam nya sambil tertawa dan pergi ke pasar hewan.


"Eh nona, kau datang lagi. Apa kali ini kau sendirian ? Kau ingin membeli apa ?" tanya seorang wanita gemuk yang merupakan pemilik toko.


"Burung, kambing, ular. Masing masing yang terbaik. " kata nya dengan singkat tidak menjawab pertanyaan wanita itu.


"Masing masing berapa yang kau ingin kan ?"


"20 burung, 5 kambing, 10 ular. Antar ke kastil ku dalam waktu 3 hari. " kata nya.


"baik itu masih masuk akan di banding kan dengan permintaan mu sebelum nya untuk menyuruh ku membawa sapi saat itu juga. Total nya 300 koin emas. "


"Ini uang nya, ingat untuk yang terbaik. " peringatan nya lagi sebelum berjalan keluar dari toko.


"Ah, aku lupa. Aku ingin membeli anak babi 3 dan induk nya 3 juga. Antar kan sekaligus ini uang nya. " kata nya meninggal kan uang 50 koin emas lagi.


Dia berjalan keluar dengan wajah yang berbinar binar.

__ADS_1


"Ah anak babi !! aku sangat menyukai mereka yang lucu dan imut !!" Teriak nya seperti orang gila.


Orang orang sekitar nya menatap nya dengan aneh tapi ia tidak peduli dengan tatapan itu. Tiba tiba mata nya tertuju pada seorang ibu ibu yang di usir oleh toko di sebelah nya ini.


__ADS_2