
Setelah malam yang panjang bagi mereka berdua, mereka jadi jarang bertemu sejak saat itu karena Zhang Wei sibuk untuk meramu obat.
Awal nya gagasan ini di tolak mentah mentah oleh Qian Xun.
Pada awal nya seperti ini,
"Senior, bagai mana jika ada yang terluka ?" Tanya Feng Taoran pada Qian Xun.
Saat ini mereka berlima, dia, Xi Rong, Feng Taoran dan Xue Fenghuang sedang membahas kelanjutan perang.
"Apa kah lebih baik di bawa masuk ke dalam istana ?"Tanya Xue Fenghuang dengan khawatir.
"Aku awal nya berpikir begitu juga karena kita tidak memiliki persediaan obat yang cukup, apa lagi orang yang baik di bidang obat juga tidak banyak. " Kata Qian Xun.
"Tidak apa apa, bagai mana jika dari sekarang aku meracik obat penyembuh untuk pertolongan pertama ?" Tanya nya menawar kan diri.
"Tapi, saudara Zhang itu akan sangat melelahkan. Di tambah lagi kami tidak pandai dalam meracik obat. " Kata Feng Taoran menolak gagasan yang di beri kan oleh nya.
"Yang di kata kan oleh Feng Taoran benar, kau akan kelelahan. " Kata Qian Xun setuju dengan pendapatan Feng Taoran.
"Tidak apa apa, aku bisa meminta Xi Rong dan yang lain untuk membantu ku. Jika kalian tidak keberatan untuk belajar maka itu lebih baik. " Ucap nya.
"Ah jadi kami bisa belajar ? Tapi aku dengar resep bagi alkemis sangat berharga bagai kan hidup nya sendiri. Aku tidak ingin membuat mu berada di keadaan sulit, Saudara Zhang. " Kata Feng Taoran dengan khawatir yang di angguki oleh Xue Fenghuang.
"Tidak apa apa, lagi pula hanya beberapa resep. Selama itu bisa menyelamat kan nyawa banyak orang maka aku tidak akan keberatan. Pertama tama kita akan mengumpul kan, buah persik cahaya, Ginseng giok merah,........ " Dia menjelaskan banyak hal yang di angguki oleh yang lain.
Mereka berpencar untuk mendapat kan hal yang dia minta, dia mendapat tugas untuk mengambil Buah Persik Cahaya dan Ginseng Giok Merah yang tumbuh dengan subur di dimensi Furong.
Saat ini, di dimensi Furong sedang sangat sepi karena seluruh penduduk nya pindah ke dalam dimensi Keabadian.
"Apa yang kau lakukan ?" Tanya suara dingin dari arah belakang nya.
"Binghua ! Kau tidak ikut pindah ke dimensi keabadian ?"Tanya nya.
"Tidak, itu adalah tempat yang panas. Kulit ku akan rusak jika berada di tempat itu dalam waktu yang lama. " Ucap Zhang Binghua dengan kesal.
"Hm, aku kira kau pindah juga. Pantas saja aku selama ini tidak melihat mu berada di sana. " Ucap nya sambil mengangguk ngangguk.
"Bagus lah kalau kau sudah tahu, kembali lagi ke pertanyaan awal ku, sedang apa kau di sini ?" Tanya Zhang Binghua tetap dengan nada datar dan dingin nya.
"Sedang memetik buah Persik cahaya tentu saja. Binghua, apa kah nada mu hanya itu itu saja ?" Tanya nya dengan frustrasi.
Berbicara dengan Zhang Binghua tampak seperti berbicara dengan patung yang di beri sisa jiwa. Sedang kan Zhang Huo berada di dimensi Taiyang.
"Boleh kan aku minta sebuah Persik Cahaya ?" Tanya Zhang Binghua tampak tertarik dengan buah Persik Cahaya.
"Ini, apa kau belum pernah memakan nya ?" Tanya nya.
"Belum, aku selalu sibuk belakangan ini. Kau harus tahu tentang itu, aku ini adalah seorang pertapa sejati. " Kata Zhang Binghua dengan sombong.
"Baik lah, baik lah. Kau yang pertapa sejati aku adalah pertapa palsu. " Ucap nya mengalah.
Dia sudah sangat hafal sekali dengan sifat Zhang Binghua yang satu ini, penuh dengan kepercayaan diri.
"Apa kau akan ikut dengan ku saat perang ?" Tanya nya.
"Apa kah tempat nya panas ?" Tanya Zhang Binghua.
"Tidak terlalu, harus nya. Dimensi Dewa sangat dingin menurut ku, bahkan aku harus menggunakan baju tebal. " Ucap nya.
"Ck, ketahanan mu dengan es sangat rendah. Aku tidak bisa percaya dengan kata kata mu sampai aku merasa kab nya sendiri. " Kata Zhang Binghua dengan sinis.
"Jika kau tidak percaya dengan ku, kenapa kau bertanya pada ku ?!" Teriak nya dengan kesal pada Zhang Binghua yang sedang berjalan pergi.
"Karena aku penasaran !" Teriak Zhang Binghua.
"Sialan kau, dasar mahkluk tidak jelas !" Teriak nya.
"Aku tidak perduli !" Teriak Zhang Binghua lagi dari kejauhan.
Dia hanya bisa mendengus kesal sebelum memanjat naik ke atas pohon dan memetik seluruh buah Persik cahaya.
__ADS_1
Dan dia terus mengulangi nya hingga membuat 2 cincin ruang penuh dengan buah Persik cahaya. Dia berjalan menuju arah selatan dimensi Furong.
Ginseng Giok Merah sangat menyukai tempat panas dan benar saja di sana sangat berlimpah. Ginseng Giok Merah berada satu tingkat lebih rendah di banding kan Ginseng Darah.
Dia mencabut dalam jumlah yang banyak, hitung hitung sekalian membersihkan rumput. Bagian Selatan sangat jarang di datangi oleh orang.
Sehingga rumput nya masih sangat lebat dan masih sangat alami, setelah di rasa cukup dia kembali ke Dimensi Keabadian.
Di sana, semua nya sudah menunggu nya.
"Karena kalian semua sudah siap, pertama tama kita akan menghancurkan Buah Persik Cahaya dan memeras nya. " Dia menjentik kan jari dan terbentuk lah tumpukan Buah Persik Cahaya.
Mereka melakukan tugas dengan baik sesuai dengan perintah nya dan mereka melakukan tugas dengan baik.
Perlahan lahan, tumpukan demi tumpukan obat pun terbentuk, ini membuat mereka kagum.
1 Tahun telah berlalu di dalam dimensi Keabadian, sudah ada lebih dari 10 ribu obat yang telah terbentuk.
Obat ini meski pun tidak memiliki kemampuan penyembuhan yang sangat sangat baik, tapi bisa di kata kan penyambung nyawa sebelum di obati lebih lanjut.
Ini juga bisa untuk menambah Qi untuk sementara, saat ini, Zhang Wei dan Xue Fenghuang sedang duduk berhadapan.
Sedang kan di sebelah nya ada Xi Rong yang duduk berhadapan dengan Feng Taoran.
"Kita akan membuat racun yang langsung melumpuh kan mereka. Ini akan sangat menguntungkan bagi pemanah bagian utara , bukan kah begitu ?" Tanya Zhang Wei.
"Hm, aku juga berpikir begitu. Tapi aku belakangan ini memiliki beberapa penemuan, aku membuat tabrakan antara sifat dari Ginseng Darah dan Ginseng Giok Merah. " Kata Xue Fenghuang dengan antusias.
"Apa kah itu tidak akan berbahaya ?" Tanya nya dengan khawatir.
Kedua herbal itu memiliki sifat yang sama sekali berbeda, takut nya akan menimbulkan beberapa hal yang tidak di ingin kan.
Dari yang dia dengar, Xue Fenghuang adalah ahli racun. Berbeda dengan nya yang lebih ke arah pengobatan maka Xue Fenghuang lebih ke arah racun.
"Tidak akan, percaya pada ku. Kau hanya perlu menambah kan beberapa tanaman penengah. " Dia mengikuti langkah langkah yang di ucap kan oleh Xue Fenghuang.
Lalu cairan di tangan nya berubah menjadi bening dan tak memiliki bau.
"Hmm ini sangat enak, ini adalah racun berkelas. Aku menyukai nya !" Kata Xue Fenghuang.
"Apa tubuh mu kebal racun sama seperti ku ?" Tanya nya.
"Kau kebal racun juga ? Bawaan lahir ? Aku dulu di racuni dalam jangka waktu yang lama, itu membuat darah ku juga beracun. Aku juga sering meminum racun yang membuat ku sepenuh nya tahan dengan racun. " Kata Xue Fenghuang dengan santai.
Tapi memikir kan ini saja membuat nya bergidik ngeri, dari tidak memiliki kekebalan dan meminum racun untuk membuat kekebalan adalah hal yang sangat menyakitkan.
Tidak banyak yang berhasil tapi jika berhasil maka itu pasti lah menjadi orang yang hebat dalam hal racun dan mudah mengetahui makanan atau minuman yang mengandung racun.
"Aku seharus nya bawaan lahir karena aku baru menyadari nya setelah umur ku cukup tua. " Ucap nya dengan canggung.
"Sebenar nya membentuk darah beracun tidak se mengerikan yang kau bayangkan , itu hanya perlu kesabaran. Lagi pula dulu aku bertemu dengan banyak orang yang ingin mencelakai ku, jadi aku tidak secara sengaja meminum racun. Tapi karena situasi yang memaksa diri ku. " Kata Xue Fenghuang sambil tersenyum pahit.
"Itu pasti menyakit kan, kau sangat hebat karena bisa bertahan dari semua itu. Aku tidak bisa membayang kan nya, kau harus lah memiliki bakat bawaan dalam hal ini. " Puji nya sambil mencicipi racun juga.
Rasa panas terasa menjalar di perut nya dan ini membuat nya menggeliat tidak nyaman tapi di sisi lain dia merasa menyukai sensasi ini.
"Memang, aku memiliki keberuntungan yang baik karena dapat hidup setelah berbagai situasi mengerikan itu. " Kata Xue Fenghuang dengan jujur.
2 Tahun berlalu di dalam dimensi dan kekuatan Zhang Wei telah berada di tingkat 5 Tahap Tertinggi yang di ikuti oleh 4 orang pilihan lain nya.
Ini seharus nya adalah saat nya untuk perang, saat ini dia telah menggunakan pakaian perang nya. Yang di ikuti oleh yang lain, dia menggunakan taktik kota kosong juga untuk meyakin kan musuh nya bahwa pintu utama tidak memiliki banyak penjagaan.
Hanya ada 1.000 penjaga di bawah dan pasukan iblis telah siap di depan dengan jumlah 10 kali lipat di banding kan jumlah pengawal yang tampak.
"Ha ha ha, tampak nya langit memberi ku jalan untuk menyerang Istana Iblis ! Aku tidak tahu kalau si tua Qian Xun telah buta sebanyak itu sampai sampai hanya menaruh 1.000 penjaga. " Kata Xuan Mu dengan penuh kebanggaan.
"Serang !" Teriak Xuan Mu.
Dia tersenyum miring di balik pakaian besi nya, dengan mudah pasukan iblis mendorong mundur penjaga yang di tempat kan oleh nya.
Pasukan nya dengan cepat mundur mundur dan pasukan iblis masuk ke tempat jebakan nya, dia menutup gerbang utama.
__ADS_1
"Tunggu ! Kenapa Gerbang pintu utama terbuka ?!" Tanya salah satu Jenderal Iblis yang telah menyadari keanehan.
"Sialan ! Kita masuk ke dalam jebakan mereka !" Umpat Xuan Mu melihat mereka yang sudah di kepung.
"Serang mereka ! Kalian sudah terlambat untuk mundur. " Ucap nya.
"Kau ! Kau lagi dan kau lagi ! Aku akan membunuh mu nanti !" Kata Xuan Mu dengan gerak sambil menatap nya.
"Lebih baik kau pikir kan nyawa pasukan mu dan tentu saja nyawa mu sendiri. " Ucap nya dengan nada mengejek sebelum ikut menembak kan panah.
Dengan tatapan nya yang tajam, tidak ada yang bisa berlari dari serangan panah beracun nya. Senyum manis terbentuk di wajah nya kalau melihat pasukan iblis yang kewalahan.
Sedang kan penjaga yang sudah terluka dari awal karena memancing musuh, mundur untuk mengobati mereka.
Ini semua sudah di pikir kan dengan baik baik oleh mereka.
"Kalau kalian berani, maka jangan menyerang diam diam ! Cepat turun dan kita akan beradu senjata !" Teriak Xuan Mu.
"Seseorang yang tidak memiliki seni dalam perang seperti mu tidak layak untuk mengatur ku. " Ucap nya dengan penuh kesombongan.
"Tuan, persiapan panah kita akan segera habis. "Lapor seorang bawahan nya.
Wajah senang nya tidak hilang ketika mendengar kabar itu karena dia sudah memperkirakan hal ini sebelum nya.
"Tidak apa apa, persiap kan pasukan berpedang untuk segera bersiap untuk maju. Aku juga akan segera turun. " Kata nya dengan tenang, dia mengeluarkan pedang Jiwa Naga milik nya.
"Baik tuan. " Kata penjaga itu dengan segera mengatur sesuai dengan perintah yang di beri kan nya.
Dia melihat tumpukan panah yang mulai berkurang.
"Sudah saat nya untuk perang yang sebenar nya. " Gumam nya, dia meloncat turun dari atas benteng.
Dia bisa melihat kalau Xuan Mu sedang kesulitan menahan panah.
"Apa kau sedang kesulitan ? Apa perlu untuk ku bantu ?" Tanya nya dengan sinis.
Dia melambai kan tangan nya, tanda untuk segera menyerang secara langsung dan menghentikan hujan panah.
"Kau ! Akhir nya turun, bagus bagus ! Aku pikir kau tidak punya nyali untuk turun dan berhadapan langsung dengan ku !" Kata Xuan Mu dengan geram.
"Tampak nya kekuatan mu mengalami peningkatan, berapa banyak korban yang kau guna kan untuk meningkat kan kultivasi mu sedemikian rupa ?" Ucap nya dengan penuh ejekan.
"Bukan urusan mu !" Teriak Xuan Mu dengan marah.
"Memang benar bukan urusan ku, tapi itu menyangkut nyawa banyak orang. Jadi bisa di bilang itu adalah urusan ku. " Ucap nya dengan tenang.
"Apa kau ingin menjadi pahlawan ?" Tanya Xuan Mu dengan sinis dan penuh dengan ejekan.
"Apa salah nya menjadi pahlawan ? apa kau iri dengan ku yang bisa menjadi pahlawan ?" Tanya nya tidak kalah sinis dari nada yang di guna kan oleh Xuan Mu.
"Iri dengan mu ? Apa kau mimpi ? Aku tidak mungkin iri dengan sampah seperti mu !" Kata Xuan Mu dengan marah dan tidak terima.
"Jika tidak benar, maka seharus nya kau tidak perlu marah bukan ?" Tanya nya dengan santai yang membuat Xuan Mu terjebak dalam permainan kata kata nya.
"Kau ! " Xuan Mu menunjuk nunjuk nya dengan marah.
"Aku ? Kenapa ? Aku tidak tahu kalau kau sangat banyak bicara di banding kan saat pertama kali bertemu. Apa kah ini adalah efek samping menggunakan darah orang lain ?" Tanya nya dengan penuh penghinaan.
"Zhang Wei ! Jika aku tidak membunuh mu hari ini maka aku tidak akan menjadi manusia !" Teriak Xuan Mu marah dan berjalan maju berniat untuk menyerang nya.
Dia dengan mudah menangkis itu, sekarang kekuatan nya setara dengan Xuan Mu, jadi sangat mudah untuk melawan nya.
"Bukan kah kau memang bukan seorang manusia ? Apa kau lupa kalau kau sekarang adalah itu iblis ?" Tanya nya.
"Aku tidak akan lembut seperti terakhir kali kita bertemu, kali ini aku akan membuat mu tertidur selama nya. " Ucap nya dengan tajam.
"Hmph, lakukan lah jika kau bisa. " Balas Xuan Mu sambil mendengus dingin.
Pedang di tangan Xuan Mu bergerak dengan kecepatan yang indah sampai sampai membuat nya tampak seperti ular berbisa.
Berbeda dengan pedang nya yang keras dan kaku sehingga lebih kuat di pertahanan. Mereka berdua bertarung dengan sengit.
__ADS_1