
"Tuan, aku tidak membunuh Qi Qiang !" Teriak petinggi itu dengan memohon.
"Jika bukan diri mu siapa ?! Aku sangat kecewa pada mu, aku pikir kau hanya iri karena Qi Qiang terpilih menjadi orang kepercayaan ku saja, tapi nyata nya kau tega untuk membunuh Qi Qiang ! Katakan, siapa yang menyuruh mu untuk ini ?!" Bentak Qi Yun sebelum kembali memuntah kan darah.
"Tuan, apa kau baik baik saja ?" Tanya petinggi akademi dengan panik.
"A.. argh sakit sekali !" Dia tertawa ringan.
"aku berpikir untuk melakukan ini 3 kali tapi ternyata tubuh mu memang sudah ada luka dalam sehingga racun yang ku berikan bereaksi 2 kali lipat lebih ganas. " Ucap nya sambil melepas kan baju wanita nya.
Di dalam ia sudah menggunakan baju besi yang sangat tebal. Dan dalam sekejap hiasan yang ada di wajah nya menghilang.
"Kau sudah mengenal ku ?" tanya nya sambil memegang pedang.
"Kau!! Kau, Zhang Wei ! Argh !" Teriak Qi Yun memegang dada.
Orang orang langsung mengepung nya dan suara pedang yang di keluar kan dari sarung nya pun terdengar.
"Sudah saat nya untuk menyusul murid murid mu yang berbakti bukan ? " tanya nya.
"Ja.. jadi kau yang membunuh Yang'er dan Lun'er adalah kau ? Kau juga membunuh Qi Liang dan Qi Qiang ?" tanya Qi Yun dengan lemas.
"Benar dan ini semua karena keserakahan mu atas barang yang bukan milik mu, mereka pasti sedang menunggu mu di neraka dan akan membuat perhitungan dengan mu. " kata nya.
"Bunuh lah aku, aku tidak layak lagi untuk hidup. Bagi ku Qi Qiang dan Qi Liang adalah sahabat untuk ku. Tapi mereka semua sudah mati karena keserakahan ku. " kata Qi Yun tanpa daya.
"Baik lah, aku kabul kan permintaan mu. " Ucap nya sebelum memukul kepala Qi Yun dengan kuat menggunakan pedang nya yang masih tersarung.
Tubuh Qi Yun hancur dann jatuh ke tanah. Orang orang Akademi Qi menatap nya dengan garang.
"Kenapa, kalian ingin ikut dengan nya ? Tidak masalah !" Dia mengeluarkan pedang nya dan mulai berputar dan menyerang orang di sekitar nya.
Ada seorang wanita berbadan besar yang menggunakan 2 pedang sekaligus. Dia berjalan mundur dan menahan serangan dari kedua pedang itu.
Dia mencari celah dan mematahkan kedua mata pedang milik wanita itu sebelum menendang nya.
Dia kembali meringankan tubuh nya dan naik ke sebuah batu besar, sebelum menebas orang yang berada di dekat nya.
Dia kembali meringankan tubuh dan naik ke atas atap, beberapa orang mengejar nya hingga ke atas.
Ia melempar kan tumpukan jerami yang ada di bagian atap Akademi Qi.
(Qi : dalam artian ini bukan energi yang biasa di kumpul kan untuk ber kultivasi melainkan marga milik Qi Yun yang merupakan pendiri nya. )
Dia memutar tubuh nya dan melempar tong biru yang ada di atap, ke arah musuh musuh nya sebelum kembali berlari.
Dia menggunakan Qi Api nya untuk membentuk bola api yang langsung ia lempar menuju tumpukan jerami.
__ADS_1
Orang orang yang tersisa merasa panik dan berusaha untuk mematikan api nya, tapi bukan nya mati, api malah menjadi semakin besar.
Dia menggunakan Ilmu Meringankan tubuh nya untuk meloncat keluar dan berdiri di atas pohon yang cukup tinggi.
"Kau jangan lari !" Teriak orang yang di belakang nya.
"Kau tidak akan bisa mengejar ku, lihat bagian bawah mu !" Teriak nya, sontak saja pria itu langsung melihat bagian bawah atap yang di injak nya.
Api telah merambat naik dan membakar nya hingga habis. Zhang Wei kembali ke gua nya dan terlihat Qi Ming dan istri nya yang terlihat gelisah.
"Zhang Wei !" Panggil mereka dengan semangat.
"Ada apa ? Apa kah sudah selesai ? Apa kau terluka ?" tanya Qi Ming sambil memutar mutar tubuh nya.
"Tidak ada yang terluka, aku berhasil membakar satu akademi tapi sayang nya tidak memiliki kesempatan untuk mengambil harta nya. " kata nya dengan menyesal.
"Tidak apa apa, harta bisa di cari yang penting kau selamat. Kalau begitu kami pulang dulu, selamat tinggal Zhang Wei ! Hitung kalau aku berhutang nyawa pada mu kali ini !" Teriak Qi Ming sebelum menghilang karena tertutup kabut.
"Huh, ini sudah lebih dari 2 hari atau mungkin sudah 1 minggu. Wanita wanita itu pasti telah mencemaskan ku. " kata nya.
Dia langsung menuju Dimensi Qilin Apin dengan kecepatan maksimal.
2 Jam kemudian, Zhang Wei sudah sampai di depan rumah yang di rindukan nya.
"Xi Rong, Qing Yu !" Panggil nya saat melihat dia wanita cantik itu sedang duduk di halaman dengan wajah muram.
"Zhang Wei ! Kau sudah pulang !" Teriak Xi Rong dengan semangat sebelum memeluk nya dengan erat.
Pletak
Dia mengelus kepala nya yang di pukul oleh Qing Yu.
"Dasar pembohong ! Kau bilang hanya 1 atau 2 hari, apa kau tahu betapa khawatir nya aku ?! Jika aku tidak di tahan oleh Xi Rong maka aku sudah menyusul mu dari kemarin !" Kata Qing Yu dengan marah sebelum berlari ke dalam rumah.
Xi Rong melepas kan pelukan nya dan menatap nya dengan serius.
"Qing Yu sudah menunggu mu dengan khawatir dari kemarin, bahkan ia belum makan dari kemarin. Coba kau bawa makanan untuk nya, aku takut dia akan mati kelaparan. " kata Xi Rong sambil mendorong nya untuk masuk ke dalam rumah.
"Baik lah akan aku coba untuk membujuk nya. "
"Dia sebenar nya wanita yang sangat baik, bahkan aku pernah berhutang nyawa dengan nya. Hanya saja dari kecil, dia pernah mengalami kesedihan yang luar biasa karena di tinggal oleh orang tua nya. Itu membuat nya mengalami sedikit trauma, setelah di temukan oleh guru semua nya menjadi baik akan tetapi pernah satu hari guru meninggal kan nya karena di tahan oleh penjahat di perjalanan yang akhir nya menunda kepulangan guru, trauma itu kembali muncul pada diri nya, dia panik dan menghancurkan seluruh barang yang ada di rumah guru. " Jelas Xi Rong dengan wajah sedih.
"Dia di tinggal oleh orang tua nya ?" tanya nya tidak percaya.
"Ya, orang tua nya meninggal kan dia dan kakak kembar nya di rumah bordil saat ia baru berumur 5 tahun. Bayang kan jika kau yang menjadi dia, apa kah kau tidak akan terbayang bayang oleh masa lalu ? Qing Yu tidak ingin di tinggal oleh orang yang ia sayang dan itu juga berlaku pada mu. Itu arti nya perasaan nya pada mu sangat tulus." kata Wang Xi Rong sambil menghela nafas.
"Baik lah aku mengerti, apa yang harus aku lakukan. Biar aku yang bawa makanan nya. " Dia mengambil nampan kayu yang sudah berisi makanan sebelum naik tangga menuju kamar Qing Yu.
__ADS_1
Dia mengetuk pelan pada kamar Qing Yu, dia mendengar isak tangis dari dalam.
"Qing Yu, apa kah aku boleh masuk ?" tanya nya dengan lembut.
"Hem." kata suara serak dari dalam.
Dia segera membuka pintu dan melihat Qing Yu sedang meringkuk dan menangis.
Zhang Wei menaruh nampan kayu yang di bawa nya di meja kayu kecil di samping kasur Qing Yu dan dia menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukan nya.
"Maaf kan aku, Si tua Qi Yun itu mencari masalah dengan ku. Jadi aku menyelesaikan nya terlebih dahulu. Maaf kan aku, Qing Yu. " kata nya dengan pelan.
Qing Yu mengangkat kepala nya dan menatap nya dengan tajam.
"Kenapa kau tak kata kan itu ?! Di mana si tua Qi Yun itu, biar aku patah kan leher nya !" Teriak Qing Yu dengan marah.
"Tenang lah, dia sudah mati. Aku memberi nya racun dan kau bisa tenang sekarang. Sekarang kau makan lah atau aku akan marah pada mu. " kata nya sambil menyuapi makanan ke dalam mulut Qing Yu.
Zhang Wei tidak akan menceritakan bagaimana pengalaman memalukan yang di alami nya kepada Qing Yu.
"Qing Yu, aku memutus kan untuk ber kultivasi tertutup selama 1 bulan, aku ingin fokus untuk melatih keahlian ku dalam pedang dan meringankan tubuh. Menurut mu, di mana aku sebaik nya berlatih ?" tanya nya.
"Sebaik nya kau berlatih di gunung atau gua, di dekat sini ada banyak gunung tinggal kau pilih saja. Kalau untuk ini aku tidak akan melarang mu, tapi apa tujuan mu untuk terus bertambah kuat ? Karena bahkan aku yang dulu nya salah satu iblis besar tidak memiliki tekad se besar diri mu. " kata Qing Yu penasaran.
"Tujuan ku ? Aku ingin menjadi pelindung untuk keluarga ku, sebentar lagi kalau bisa sebelum aku berulang tahun ke 19 tahun, aku ingin menemukan orang tua ku yang asli terlebih dahulu. Oh ya, apa kau memiliki ilmu meringankan tubuh yang baik ?" tanya nya.
"Ehm, ada. Ini, Ilmu Meringankan Tubuh yang sangat baik. "kata Qing Yu dengan santai menyerah kan nya sebuah buku.
"Ilmu Kaki Serigala Angin. " Sebut nya saat melihat judul yang ada di depan buku.
"Apa kau serius untuk memberiku ini ?" tanya nya.
"Ya, tapi sebagai ganti nya kau nanti harus memberi ku sebuah hadiah juga. Sudah sini kan makanan ku, aku akan makan sendiri !" kata Qing Yu sambil mengedip kan mata nya.
"Baik baik, aku akan memberikan mu dan semua nya hadiah sepulang dari latihan tertutup. Selamat tinggal Qing Yu. "
"Apa kamu sudah mau pergi ?" tanya Qing Yu tidak rela.
"Ya, semakin cepat semakin baik. Aku ingin segera menemui orang tua ku yang asli. " kata nya dengan binar di mata nya.
"Baik lah, hati hati. Jangan mencoba coba hal yang berbahaya. " Ucap Qing Yu sambil memeluk nya.
Dia tersenyum dan membalas pelukan Qing Yu, Zhang Wei hanya tertawa dalam hati melihat ketiga wanita yang sedang mengintip dari sela pintu.
Ia langsung menghilang dan muncul di belakang pintu, tepat saat mereka terkejut, ia membuka pintu nya yang membuat Xi Rong jatuh ke pelukan nya.
"Aish !" Desis Xi Rong menahan malu di ikuti kedua murid nya.
__ADS_1
Mereka bertiga bersiap untuk kembali ke kamar mereka masing masing, tapi ia kembali memanggil mereka.
"Aku akan pergi, kalian tidak boleh bertengkar. Nanti kalau aku sudah pulang aku akan membawakan kalian hadiah, jadi jaga diri kalian baik baik. Aku ingin melakukan latihan tertutup di gunung dekat sini yang aku yakin kalian sudah mendengar nya tadi. " Ucap nya sambil tersenyum penuh makna.