
Kalau begitu, bukan kah ia sangat beruntung untuk menikmati itu semua tanpa ada nya rasa beban.
Bahkan jika Old Gui bisa mendengar pikiran nya maka Old Gui akan kembali hidup dengan penuh ke iri an.
"Simpan itu untuk diri mu, jika kau beruntung untuk naik ke dimensi tinggi maka kau dapat menanam nya. Buah itu dapat membuat kulit menjadi jauh lebih halus dan menambah aura berwibawa, paling tidak itu lah yang pernah ku dengar saat berada di dimensi tinggi. " Suara Old Gui kembali terdengar.
"Old Gui, apa kau dulu pernah naik ke dimensi tinggi ?" tanya nya penasaran.
"Ya, tapi hanya 1 hari sebelum kembali lagi ke dimensi menengah. Di dimensi tinggi kau akan kesulitan jika tidak memiliki latar belakang yang baik atau bakat yang baik. " kata Old Gui sambil menghela nafas.
"Kenapa hanya 1 hari ? Apa kau menyinggung seseorang yang kuat ?" tanya nya.
"Hm, aku menyinggung seorang tuan muda sebuah sekte yang cukup mendominasi di desa tempat aku datang itu. Jadi untuk melarikan diri, aku perlu mengorbankan 1 tangan ku sebelum lari ke kembali ke dimensi ini, dimensi 3 Provinsi. " kata Old Gui.
"Kultivasi mu mendalam dan tidak berdasar seharus nya kau sudah bisa naik ke dimensi menengah sekarang. " kata Old Gui berusaha untuk menilai nya.
"Tentu saja aku akan segera pergi. " kata nya.
"Jangan terlalu senang dulu, kita adalah dimensi rendah yang paling lemah bahkan sangat sangat lemah hingga tidak menarik perhatian siapa pun. Jadi kemungkinan besar, pintu antar dimensi yang di miliki oleh Kekaisaran tidak mengantar mu langsung ke dimensi menengah melainkan ke dimensi rendah yang jauh lebih kuat. " kata Old Gui.
"Apa kita tidak bisa mengendalikan tujuan tempat kita akan datangi ?" tanya nya.
"Bisa saja tapi membutuh kan Ahli tingkat Kemurkaan Langit. Jika kau belum tahu maka di atas ranah bela diri, masih ada ranah bumi, ranah langit, kemurkaan dunia dan baru lah kemurkaan langit. " kata Old Gui menjelaskan.
"Tapi jangan sedih, bukan berarti menutup kesempatan untuk ke dimensi menengah. Masih ada kesempatan untuk itu, karena jika kau beruntung untuk mendarat di dimensi Angin Abadi, salah satu dari dimensi rendah yang paling kuat maka kau dapat langsung masuk ke pintu antar dimensi untuk kembali menyeberangi dimensi dengan hanya membayar beberapa batu roh yang ada di kotak tadi. " kata Old Gui.
"Apa kah kalau di sana pintu antar dimensi di buka untuk umum ?" tanya nya.
"Kira kira begitu, karena aku dulu juga berada di dimensi angin abadi dan aku mengumpul kan batu roh terlebih dahulu sebelum naik ke dimensi yang lebih tinggi. Usaha kan untuk tidak membuat keributan di sana di jaga oleh seorang ahli Kemurkaan Langit. " kata Old Gui.
"Baik, Terima kasih atas saran dan nasehat mu Old Gui. Aku akan segera naik ke dimensi yang lebih tinggi hanya dalam waktu kurang dari 3 hari lagi. " kata nya sambil tersenyum.
"Tentu saja, tidak ada guna nya di sini terlalu lama dengan bakat mu yang tinggi itu. Umur mu bahkan belum menyentuh 20 tahun tapi kau sudah jauh lebih kuat dari pada ahli tingkat ranah bela diri, jika aku tidak salah maka kau seharus nya sudah berada di tingkat ranah bumi. " kata Old Gui menebak dengan benar.
"Benar, kau tidak salah sama sekali. Dengan kultivasi ku saat ini, sangat sulit untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. "
__ADS_1
Old Gui pun setuju dengan ucapan nya dan membiarkan nya untuk membuka kotak selanjut nya.
"Jangan memberikan barang yang ada di sini ke pada Kaisar, beri lah barang barang milik keturunan ku. Karena ini semua adalah milik ku pribadi. " Peringatan Old Gui untuk yang kesekian kali nya.
Hingga ia mencapai kotak ke 8, ia menatap bingung isi nya karena terdapat 3 bola bulat yang aneh.
"Apa ini Old Gui ?" tanya nya.
"Kau mungkin belum tahu tapi ini adalah inti naga monster yang sangat baik untuk perkembangan kultivasi. " kata Old Gui yang membuat nya sedikit terkejut.
Inti Naga dapat membantu perkembangan pedang nya untuk mengembalikan kekuatan pedang nya seperti semula lagi.
"Terima kasih banyak atas ini old Gui. " kata nya sambil tersenyum lalu menyimpan inti naga itu.
Dia membuka kota terakhir yang berisi banyak buah buahan dan sayur sayuran.
"Itu Wortel Badai Ungu berumur 50 tahun, itu Apel Kristal Es berumur 50 tahun, itu Jambu Logam Biru berumur 50 tahun, 2 itu adalah Ginseng Giok Merah yang berumur 100 tahun. "
"Makan saja salah satu Ginseng Giok Merah yang akan membantu tingkat kultivasi mu melonjak cukup cepat . " kata Old Gui dengan tidak sabar.
Ia memberikan penghormatan terakhir sebelum berterima kasih dan pergi meninggal kan tempat itu.
Ia berjalan keluar menuju pintu batu persis seperti yang di katakan oleh Old Gui pada nya.
"Aku kira keluarga Gui berbeda dengan yang lain ternyata sama saja, sama sama menggunakan pintu batu seperti di istana. Aku bahkan bisa menerobos seluruh keamanan istana apa lagi hanya seorang keluarga Bangsawan. " kata nya dengan mudah menendang pintu batu dan mengubah nya menjadi beribu ribu keping kecil.
"Wah, koin emas saja bisa menjadi 10 gunung seperti ini, belum dengan emas emas batangan yang ada. Lalu , belum juga dengan berlian berlian yang ada di pinggir ruangan. " kata nya dengan bahagia.
Dia menyimpan seluruh harta yang ada di ruangan itu tanpa menyimpan sisa sedikit pun, bahkan kotak yang di gunakan untuk menyimpan perhiasan juga ia ambil.
Dia berjalan keluar dan melihat ke 5 prajurit sedang berdiri menunggu nya untuk keluar.
"Tuan Zhang, ini ada lebih dari 500 cincin penyimpanan yang ada di dalam karung ini. Kami tidak menyimpan sedikit pun. " kata yang paling kuat di antara mereka.
"Oh tidak ada menyimpan sedikit pun ya ? Tapi kenapa aku mencium aura Gui Yan yang pekat dari diri mu ?" tanya nya sambil menyeringai.
__ADS_1
"Tidak.. tidak ada tuan, mungkin karena aku tadi memegang tubuh Gui Yan karena tadi Gui Yan terus meraung raung. "kata prajurit itu dengan gelagapan.
"Oh, lalu bisa kah kau menjelaskan kenapa ada cincin ruang di saku celana mu ? Jika itu milik mu maka seharus nya kau menggunakan nya di jari bukan malah di sembunyi kan di saku celana. " kata nya menunjuk kan saku celana prajurit itu.
"Maaf kan aku tuan, aku sudah tidak jujur tolong jangan hukum keluarga ku, jika kau menghukum ku maka aku tidak akan keberatan. " kata orang itu langsung mengeluar kan 7 cincin ruang sambil bersujud di hadapan nya.
Teman teman nya yang lain menatap prajurit itu dengan tatapan tidak percaya saat ia mengeluar kan 7 cincin ruang.
"Katakan pada ku, jumlah nya ini tidak banyak, lalu kenapa kau berniat untuk mencuri nya ?" tanya nya mengangkat dagu orang itu supaya menatap mata nya.
"Ana.. anak ku satu satu nya yang perempuan mengalami penyakit aneh yang membuat nya selalu mengigil kedinginan saat malam hari dan kepanasan saat siang hari, saat siang hari kulit nya akan terbakar dan melepuh, aku tidak tahan dengan tangisan anak ku yang membuat hati ku sangat sakit. Aku ingin membawa nya ke toko obat Purnama tapi tidak memiliki uang yang cukup. " kata prajurit itu tidak dapat menahan tangis nya.
Tidak banyak yang mengetahui kalau ia adalah alkemis sekaligus tabib kecuali para alkemis toko obat Purnama dan orang orang terdekat nya..
"Bukan kah Toko Obat Purnama memiliki jasa untuk memberi pengobatan gratis ke orang yang tidak sanggup membayar ?" tanya nya sambil mengerut kan dahi.
"Ya, aku sudah mencoba. Tapi tabib dan alkemis mengatakan kalau mereka tidak dapat menyembuhkan anak ku. Aku pikir mereka tidak ingin menyembuh kan anak ku karena aku tidak memiliki uang. Sehingga aku berpikir jika aku memiliki uang yang cukup maka aku dapat menyembuhkan anak perempuan ku. "kata prajurit itu terisak tanpa henti.
"Dengar kan aku, jika toko obat Purnama mengatakan kalau mereka tidak dapat menyembuh kan maka itu adalah jawaban yang sebenar nya. Karena mereka tidak pernah membedakan sikap mereka, karena aku pemilik nya maka aku tahu betul apa yang kau maksud. Jika kau pikir itu di sengaja maka kau telah salah besar. " kata nya menepuk bahu prajurit itu.
"Tu.. tuan Zhang adalah pemilik Toko Obat Purnama ?!" tanya para prajurit dengan terkejut.
"Ya, ngomong ngomong siapa nama mu ?" tanya nya.
"Nangong Yui, dan anak ku bernama Nangong Ling. " kata Nangong Yui dengan penuh hormat.
"Besok kita akan ke rumah mu, aku akan melihat kondisi anak mu. Mungkin saja aku bisa menyembuh kan anak mu. " kata nya sambil tertawa.
"Benar kah ?! Terima kasih banyak tuan Zhang, aku rela di bunuh jika anak ku sembuh. " kata Nangong Yui menangis bahagia.
"Tidak perlu begitu, begitu banyak racun mematikan tapi setiap racun mematikan itu pasti memiliki penawar. Jadi jangan takut anak mu tidak akan sembuh, dan untuk kesalahan mu kali ini, aku tidak akan mempermasalahkan nya tapi aku tidak akan begitu lembut jika kau melakukan nya lagi. " kata nya dengan tegas.
"Baik lah, besok kita akan pergi ke rumah mu. Aku akan menunggu mu di Pos 7 , jam 5 pagi. " kata nya meninggal kan mereka semua.
Setiap prajurit di bagi tempat tidur nya dan Nangong Yui kebetulan tidur di Pos 7. Entah benar benar kebetulan atau Zhang Wei memang tahu kalau ia memang tidur di pos 7 .
__ADS_1
Di sisi lain, Zhang Wei yang sedang berjalan sambil menendang kerikil kerikil kecil di jalanan mengerut kan dahi nya bingung.