PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
279. Menyelesaikan Dendam Lama II


__ADS_3

Dengan kemampuan nya, iblis iblis penjaga itu jatuh ke tanah satu persatu dengan lemah dan tanpa daya.


"Aku sudah memberikan kesempatan untuk kalian, tapi kalian tidak menggunakan nya dengan baik. " Ucap nya dengan dingin.


Dia melangkah masuk ke dalam istana, istana ini sudah sangat berubah dengan yang terakhir di ingat nya.


"Keluar !" Teriak nya, beberapa iblis yang membawa tombak keluar dari tempat persembunyian mereka.


Tidak lama, keluar seorang pria dengan tubuh kekar dan rambut panjang. Pria itu menatap nya dengan tatapan waspada.


"Siapa kau ?" Tanya pria itu dengan suara rendah.


"Kau pengganti Qing Yu ?" Tanya nya dengan tatapan menyelidik.


"Bagai mana kau bisa tahu ?" Tanya pria itu tidak dapat menyembunyikan ekspresi terkejut nya.


"Tidak sulit untuk menebak nya, kau memiliki aura yang jahat berbeda dengan Qing Yu. " Ucap nya sembarangan.


"Kau bahkan jauh lebih lemah dari Qing Yu, biar kan aku menebak kultivasi mu saat ini. Petir Raja ? Petir Dewa ? Atau Tahap Suci ?" Tanya nya dengan senyum miring.


"Kau ?! Apa kau adalah Zhang Wei ?" Tanya pria itu tak bisa mempertahan kan ekspresi tenang nya.


"Ternyata nama ku sangat terkenal di kalangan iblis. " Ucap nya sambil terkekeh.


Sedang kan iblis itu yang sudah menebak dengan benar, merasa sangat terkejut meski pun dia sudah menduga kalau pemuda gila di depan nya ini adalah Zhang Wei.


"Untuk apa kau di sini ?" Tanya Ye Lu, akhir nya bisa mengendalikan diri.


Ye Lu merasa percaya diri karena kekuatan nya sekarang berada di Tahap awal Suci meski pun sudah di kurangi setengah.


Kekuatan Iblis dan Dewa memang di kurangi menjadi setengah di dimensi Rendah, Menengah, Tinggi dan Agung.


Mereka hanya bisa menggunakan kekuatan penuh mereka pada saat di dimensi Dewa.


"Aku di sini ? Ini adalah tempat tinggal ku. Bukan kah seharus nya aku yang bertanya seperti itu ? Apa kau di suruh Xu Rong untuk menjaga tempat ini ?"


"Kau masih tunduk dengan Xu Rong ? Padahal status mu sudah setara sekarang dengan Xu Rong. " Ucap nya memanas manasi.


"Aku tidak akan terpancing dengan kata kata mu. " Kata Ye Lu dengan datar.


"Apa kah aku terlihat sedang memancing mu ? Yang ku kata kan adalah kebenaran ? Tunduk dengan orang lain adalah hal yang paling ku benci. Tapi setiap orang berbeda, mungkin kau salah satu orang yang suka di perintah di bawah orang lain. " Ejek nya dengan senyum lebar.


"Diam !" Meja yang berisi cangkir hancur berkeping-keping hanya karena satu pukulan Ye Lu.


"Kenapa kau marah ? Apa kah ada yang salah dengan ucapan ku ? Kenapa kau tidak membalas nya dengan kata kata ? Apa kau sadar kalau kata kata ku memang benar dan kau tidak ingin menghadapi kenyataan ?" Tanya nya dengan sinis.

__ADS_1


"Jangan pikir aku tidak tahu kalau kau menyukai Yu'er ku, jika bukan karena dia bercerita kalau kau adalah teman baik nya maka sudah dari tadi aku membunuh mu. Apa menurut mu aku akan menghabis kan waktu dengan berbincang bincang santai dengan mu ?" Tanya nya lagi.


"Kau sebut apa tadi ?" Tanya Ye Lu dengan tangan yang mengepal erat.


"Yu'er ku ! Aku tidak akan membiarkan siapa pun menganggu atau merebut wanita ku, bahkan jika itu adalah langit sekali pun. Tidak ada yang boleh menganggu orang ku. " Kata nya dengan arogansi yang tinggi.


Petir menyambar dengan kuat, membuat orang orang di provinsi Gagak Emas ketakutan dan berlari ke dalam rumah mereka.


Saat ini seluruh iblis lain nya di suruh mundur oleh Ye Lu, iblis pria itu mengeluarkan pedang nya yang di aliri listrik.


Dia mendengus dingin menatap pedang yang bagus di lihat itu, itu hanya lah pedang hiasan. Bagus di lihat tapi tak ada guna nya.


Lebih baik pedang yang nyaman dan kuat, seperti Pedang Jiwa Naga.


"Qilin Bola Petir !" Raung Ye Lu.


Dia dengan santai menghindar dari serangan itu, karena pada dasar nya kekuatan Ye Lu tidak lah sebanding dengan kekuatan nya.


"Pedang Tanpa Tanding !" Teriak nya, gerakan pedang yang rumit terbentuk jelas di depan mata Ye Lu.


Gerakan itu sekilas membentuk kepala Naga yanga sangat indah, bahkan Ye Lu menjadi sedikit kagum dan itu membuat nya terlambat menangkis serangan Zhang Wei.


"Hanya begini saja kekuatan Iblis Nafsu yang terhormat ? Sungguh jauh dari perkiraan ku. " Ucap nya sambil menghela nafas.


"Kalau kau berani, maka ayo pergi ke dimensi Iblis dan dengan begitu kita akan bertanding !" Teriak Ye Lu.


"Dasar tak tahu malu ! Kau sudah berumur ratusan atau bahkan ribuan tahun sedang kan aku baru berumur 21 tahun. Kau bisa di kalah kan di sini, harus nya cukup untuk membuat mu malu. Tapi, kau bahkan lebih tak tahu malu lagi dengan mengajak ku ke dimensi Iblis. " Ucap nya dengan dingin.


Dia mempercepat gerakan pedang nya, dua pedang yang beradu di atas udara membuat pemandangan indah.


Banyak barang dalam istana yang hancur akibat pertarungan mereka, Iblis lain mundur dengan panik takut terkena imbas nya.


Tring


Tring Tringgg


Pedang beradu dengan kekuatan penuh di udara mencipta kan suara yang indah.


Prangg


Suara perang jatuh terdengar, udara terasa menjadi sangat dingin. Helaan nafas terdengar dari sudut sudut ruangan.


Pedang Ye Lu terbelah dua ke tanah dalam keadaan mengenas kan, sedang kan pedang Jiwa Naga milik nya masih baik baik saja.


Ye Lu terlempar mundur dan menghantam dinding dengan kuat sebelum memuntah kan darah.

__ADS_1


Brak


Pintu di buka paksa, dan tampak lah seorang pemuda tampan yang tidak lain tidak bukan adalah Zhang Luo.


"Kakak Luo, apa kau sudah menyelesaikan urusan mu ?" Tanya nya.


"Sudah, apa kau baik baik saja ? Apa ada yang terluka ?" Tanya Zhang Luo dengan khawatir.


"Tidak apa apa, aku baik baik saja. Kalau kau sudah maka ayo kita pergi. Sampah di sini sama sekali tak menyenangkan untuk di ajak bermain. " Ucap nya dengan penuh ejekan.


Dia pergi meninggal kan Zhang Luo yang ternganga.


"Kau ?! Jangan pergi ! " Teriak Ye Lu.


Langkah nya terhenti sebentar, senyuman tipis terbentuk di wajah nya yang tampan.


"Jika aku ingin pergi, maka tidak akan ada yang bisa menghalangi ku. Apa lagi kau , yang bahkan tak bisa mengalah kan ku. " Ucap nya tanpa menoleh sebelum melanjut kan langkah nya.


Zhang Luo terlihat sangat kagum dengan tindakan adik nya yang entah kenapa terlihat sederhana tapi sangat elegan.


Tanpa Zhang Luo sadari, Zhang Wei tidak melepas kan Ye Lu begitu saja. Istana itu sekarang sedang di telan oleh Api Phoenix yang sulit di padam kan.


"Kenapa kau melepas kan mereka begitu saja ?" Tanya Zhang Luo sedikit bingung.


"Siapa bilang aku melepas kan mereka begitu saja - Yang kuat akan bertahan, yang lemah........ bahkan tak perlu di sebut kan. "Ucap nya dengan seringai lebar.


"Kau tidak melepas kan mereka ? Apa maksud mu ?" Tanya nya.


"Tunggu lah, sebentar lagi berita itu akan menyebar ke seluruh negeri ini. " Ucap nya dengan santai.


2 Jam kemudian.


"Astaga, istana Kekaisaran kebakaran parah !" Ucap warga dengan panik sekaligus menghela nafas.


Kaisar yang baru terlalu kejam kepada mereka, jadi mereka tidak merasa kan rasa iba sedikit pun pada kebakaran yang menimpa Istana.


Mereka bahkan berharap kalau kebakaran bisa membunuh Kaisar, sehingga negeri mereka bisa kembali makmur seperti dulu lagi.


"Apa kah ini yang kau maksud ?" Tanya Zhang Luo ternganga.


Adik nya ini memang kejam dan cerdik, ingin membunuh orang tanpa mengotori tangan sendiri dan membuang tenaga.


"Jika bisa yang mudah, kenapa harus yang susah ? Aku sudah bilang, yang kuat akan bertahan sedang kan yang lemah bahkan tak perlu di sebut kan. " Jawab nya dengan tenang.


Rasa kagum pada Zhang Wei meningkat dengan pesat di dalam hati Zhang Luo.

__ADS_1


__ADS_2