
"Seperti nya tebakan ku benar, soal aku menaruh racun di luka mu itu hanya main main saja. Aku harap kau tidak memasukkan nya ke dalam hati. " Ucap nya sambil tertawa keras.
"Kau ! Zhang Wei ! " Teriak Qiu Ling murka.
"Oh ternyata kau ini penggemar berat ku ya ? Kau bahkan tahu nama ku. " Pancing nya.
Qiu Ling yang murka menyerang nya dengan membabi buta , ia menyeringai karena semua nya menjadi lebih muda.
Dalam sekejap , pedang nya sudah menebas leher Qiu Ling. Dia tertawa melihat darah yang mengalir dari pedang nya.
"Jing Long, ayo kita selesai kan urusan yang belum selesai tadi. " Ajak nya.
"Baik, aku ingin lihat sejauh mana kemampuan anak Zhang Li." Kata Jing Long masih dengan nada angkuh nya.
'Aku akan membuat mu menyesal sudah menggunakan nada itu di hadapan ku. 'Pikir nya dengan penuh tekad.
Dia langsung menyerang Jing Long dengan jurus terkuat nya, dia menatap ke arah ibu nya yang tidak dalam kesulitan dan senior Bing yang sudah merasa tenang karena satu musuh nya ia ambil.
"Bukan kah kau dulu tidak bisa ber kultivasi ? Kenapa tiba tiba menjadi kuat ? Apa kau memakan obat terlarang ?" tanya Jing Long.
"Aku memakan obat terlarang atau tidak bukan lah urusan mu. " Jawab nya dengan dingin dan secara diam diam, ia melepas kan cacing cacing kesayangan nya.
"Kau memiliki mulut yang tajam juga, aku sungguh kagum pada mu. Kultivasi mu saat ini sangat baik di banding kan anak yang di adopsi oleh orang tua mu, apa kau juga akan membela orang tua mu mati matian meski mereka sudah membuang mu ?" tanya Jing Long sambil menyeringai.
"Aku di buang atau tidak itu urusan ku dengan orang tua ku bukan urusan dengan sampah seperti mu. Jangan berpura pura baik, wajah mu itu sangat memuak kan untuk di lihat. "
"Oh ya? memang ku akui wajah ku kalah jauh dari mu, tapi kekuatan ku berada di atas mu. " Kata Jing Long tanpa malu.
"Kata kata mu membuat ku ingin tertawa, umur mu sudah lebih dari 150 tahun, sedang kan aku baru 18 tahun. Apa urat malu mu sudah putus ?" tanya nya yang menjadi bahan tertawaan para tetua dari Keluarga Bing dan Zhang yang sudah selesai.
"Tuan Muda, apa perlu aku bantu ?!" Tanya seorang tetua dari kejauhan.
"tidak perlu ! Aku bisa menangani nya. " Jawab nya.
"Pedang Angin Barat :Tahap 1!" Angin mendorong Jing Long ke belakang, tapi dengan mudah nya Jing Long menghindar.
Cressh
Baju nya terluka sedikit di sisi lain, ada seorang wanita yang sedang menahan geram melihat kekasih nya di lukai oleh seseorang.
"Sabar, sabar. Jika bukan karena aku ingin melatih nya maka sudah ku potong habis orang itu. " Umpat Qing Yu dari kejauhan dengan marah.
Kembali ke sisi Zhang Wei,
Keadaan mereka berdua sama sama tidak baik, Zhang Wei jatuh ke tanah dengan lemas karena menggunakan kekuatan nya hingga habis.
Sedang kan Jing Long sudah di lumpuh kan oleh racun nya dan sudah tak bisa berbicara lagi. Dia menutup garis darah nya, sebelum mengumpul kan seluruh tenaga yang tersisa.
__ADS_1
Dengan segenap tenaga, ia berdiri dengan pedang sebagai tumpuan nya. Zhang Wei mengangkat pedang nya dengan tinggi hingga akhir nya menusuk dada Jing Long hingga tembus.
Bing Yan, sudah selesai melawan Qiu Yin. Sedang kan Zhang Li sedang melawan Ma Xiu dengan Yu Mian yang sudah mati.
Saat Bing Yan ingin membantu Zhang Li menyelesaikan semua nya, Zhang Wei langsung tumbang.
Segera saja, Bing Yan langsung menangkap tubuh Zhang Wei yang seringan bulu. Para tetua langsung mendekat dan berusaha untuk menolong Zhang Wei.
"Kalian bawa dia ke dalam dulu, aku akan menolong Zhang Li. " Kata Bing Yan pada para tetua.
"Baik tuan Bing. " Jawab mereka dan langsung membawa tubuh Zhang Wei ke dalam tenda.
"Kau panggil tabib. " kata Salah satu tetua pada tetua yang lain.
Tidak lama tabib datang bersama Zhang Li dan Bing Yan. Kondisi mereka tidak terlalu buruk namun tidak baik juga.
"Bagai mana dengan keadaan anak ku ?" tanya Zhang Li.
"Dia baik baik saja nyonya, hanya saja ia terlalu kelelahan karena menggunakan kekuatan secara berlebihan. Hanya dengan istirahat, ia bisa memulihkan kesehatannya. Aku akan menulis bahan apa saja yang sebaik nya di minumkan pada nya. "Tabib itu mencatat berbagai macam bahan sebelum menyerah kan nya ke Zhang Li.
Zhang Li mengangguk tanda paham,sebelum menyuruh orang untuk kembali ke kediaman Zhang.
"Senior Bing, sebaik nya anda menginap di kediaman Keluarga Zhang. Sebagai balas budi serta hari juga sudah mulai gelap. "Kata Zhang Li yang sedang menggendong Zhang Wei.
"Ha ha ha kalau begitu aku tidak akan menolak niat baik dari nyonya Zhang. " Kata Bing Yan dengan santai.
"Nyonya besar, anda sudah pulang. Keadaan tuan semakin membaik, eh siapa ini nyonya besar ?" tanya Pria itu dengan penasaran.
"Ini anak ku, Zhang Wei !" Kata Zhang Li dengan lantang.
Wajah orang keluarga Zhang tidak baik , apa lagi pria gendut yang ada di sebelah Zhang Li. Berbeda dengan yang ikut perang, wajah mereka tampak sangat bangga saat Zhang Li mengumumkan itu.
"Nyonya besar, kenapa kau membawa pulang anak cacat itu lagi ?!"Tanya seseorang tetua.
"Apa kau bilang, jangan sembarang Zhang Ming !"Teriak salah satu tetua yang di bantu oleh Zhang Wei.
Sebenar nya anak angkat Zhang Li adalah cucu Zhang Ming, sehingga dari semua nya, Zhang Ming adalah yang paling tidak senang dengan kepulangan Zhang Wei.
"Memang nya kenapa kalau aku membawa anak ku kembali ? Apa kah salah ? Apa kah aku harus seumur hidup mengurusi anak orang ?" Tanya Zhang Li dengan lugas.
Mengangkat Zhang Long sebagai anak angkat atas desakan para pendukung Zhang Ming. Dengan alasan Zhang Ming adalah anak yang paling berbakat.
Berbakat sih iya, tapi kemalasan nya jauh lebih besar di banding kan bakat nya.
"Bagaimana kalau Zhang Wei bertarung dengan Zhang Long ?! Jika cucu ku kalah maka dia boleh pulang tapi jika tidak maka dia harus di usir ! Bagaimana ?!" Teriak Zhang Ming.
"Baik, tidak masalah. " Kata Zhang Li dengan dingin.
__ADS_1
Zhang Ming adalah tetua yang paling tua sehingga lebih di hormati dan memiliki banyak pengikut, apa lagi saat ini suami nya sedang dalam kondisi memulih kan diri.
Ia membaring kan tubuh anak nya ke kasur di sebelah suami nya.
"Siapa ini ?" tanya Suami nya, Zhang Xiulang.
"Anak kita, Zhang Wei. Ia sudah besar, lihat lah . Seperti nya ia tumbuh dengan baik. " kata Zhang Li dengan penuh haru.
"Apa kah segel nya sudah terbuka ?" tanya Zhang Xiulang dengan suara yang sangat pelan.
"Ya, seperti nya begitu. Dengan begitu ia pasti bisa mendapat kan kepercayaan dari para tetua lain di banding kan Zhang Long. " kata Zhang Li dengan bahagia.
"Bagai mana bisa kondisi nya begini ? apa yang terjadi pada nya ?" tanya Zhang Xiulang.
"Dia di lukai oleh Jing Long tadi, tadi si bodoh Wang Liu itu memutus kan untuk berkhianat. Hingga akhir nya senior Bing yang membantu. " Jawab nya sambil memainkan rambut anak nya.
"Benar kah ? Tapi bagai mana bisa kalian menang dengan hanya bantuan Senior Bing ?" tanya Zhang Xiulang dengan tertarik.
"Anak kita membunuh seluruh pasukan bantuan yang diberikan kaisar. Ia juga membantu para tetua dan murid, yang lebih hebat nya lagi, ia membunuh Jing Long dan Wang Liu dengan racun milik nya. " Jawab nya dengan menggebu-gebu.
"Itu bagus, besok pasti para tetua akan melakukan rapat. Zhang Wei pasti akan di pojok kan di sana, sebaik nya ia tidak usah ikut. " kata Zhang Xiulang.
"Tidak perlu cemas, ia akan baik baik saja. " Kata Zhang Li.
"Eunghh... Dimana aku ?" Gumam Zhang Wei yang baru membuka mata nya sedikit.
"Kau sudah bangun ?" tanya Zhang Li dengan antusias.
"Ibu ? " tanya nya langsung.
"Ya, ini ayah mu Zhang Wei, Zhang Xiulang. " kata Zhang Li.
"Kau cepat sekali bangun nya padahal, kata tabib kau akan bangun setelah istirahat 10 jam. " kata Zhang Li.
Ia hanya tersenyum pelan sebelum memutuskan untuk berdiri dan melihat jendela, seorang pria gendut sedang menulis nama nya dan menggantung nya.
"Ibu, siapa itu Zhang Long ?" tanya nya.
"Itu... " Zhang Li bingung ingin menjelaskan nya.
"Apa kah itu anak angkat ibu dan ayah ?" tanya nya.
"Hm, itu adalah orang nya. Ibu dan ayah sudah salah melakukan ini dan meninggal kan mu di dimensi bawah. " kata Zhang Xiulang dengan penuh rasa bersalah.
"Ha ha ha aku sudah tahu alasan kalian melakukan ini Kakek Qian sudah menjelaskan nya pada ku, sudah saat nya untuk menghajar orang tidak tahu malu yang mengambil posisi ku. " Kata nya dengan dingin.
"Seorang sampah di Ranah Bumi ingin banyak gaya di depan ku, bahkan jika itu dewa aku masih akan memusnah kan nya. " Umpat nya dengan marah.
__ADS_1