PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 135 - Kemenangan Langsung


__ADS_3

"Bangunlah, Ling'er. Ayah dapat mengerti bagaimana kondisi mu. Jika anak nya saja sekuat ini bagaimana dengan orang tua nya ? Mungkin ini di berikan oleh para dewa untuk mengingatkan kita masih ada langit di atas langit. Ini semua adalah takdir, kita tidak dapat menghindari takdir ini. " kata Kaisar Wei dengan pasrah.


"Aku harap ayahanda memberi hukuman pada Ling, karena membuat Kekaisaran di ambang kehancuran. Jika ayahanda tidak melakukan nya maka aku tidak akan bangkit. " kata Wei Ling tetap bersujud di hadapan Kaisar Wei.


"Baik lah, ayahanda akan menyuruh mu untuk membantu pengurus kerajaan memetik buah apel selama 1 bulan. " kata Kaisar Wei.


"Baik ayahanda, terima kasih atas kebaikan hati mu ayahanda. " kata Wei Ling langsung kembali duduk di sebelah Kaisar Wei.


"Kakak, Ling' er selalu berusaha untuk menghindari kehancuran Kekaisaran Wei. Dia telah melakukan banyak hal. Hanya saja mungkin keberuntungan tidak berpihak kepada kita. " bisik Wei Yi.


"Ya, aku tahu Yi. Takdir bukan lah sesuatu yang dapat kita hindari. Kita hanya bisa memikir kab untuk melindungi diri bukan menghindari takdir. " kata Kaisar Wei.


Dalam sekejap wajah Kaisar Wei tampak menua beberapa tahun dan saat ia melihat ke arah Liu Yan, betapa terkejut nya ia.


Liu Yan, di cabik cabik oleh seorang kontestan dari Kerajaan Vermilion yang kalau tidak salah nama nya adalah Tu Long.


Sedang kan, itu Zhang Wei menatap Kaisar Wei lalu pandangan mereka pun bertemu. Kaisar Wei segera mengalihkan pandangan nya.


Zhang Wei tidak memerdulikan itu melainkan terhadap wanita yang sudah dalam keadaan yang sangat buruk.


Jiwa Liu Yan sudah ja masuk kan ke dalam dimensi hukuman.


"Aku akan mengambil jiwa mu. Setelah itu aku akan menghancurkan Kuil Api Surgawi dan aku akan melumpuhkan kultivasi anak mu lalu menjual nya ke rumah bordil. " kata nya.


"Hal ini tidak akan membuat mu lupa, kalau suami dan anak mu, bahkan sekte mu hancur karena mulut berbisa mu. Mereka semua akan membenci mu hingga ke tulang tulang. " kata nya dengan kejam.


Dia menusuk jantung Liu Ming dengan tangan nya lalu, Liu Ming pun langsung muntah darah dan jatuh ke tanah.


Dia menarik jiwa Liu Ming dan melemparkan nya ke dimensi hukuman, ia bahkan mengatur untuk membuat ruangan terpisah untuk Liu Ming dan keluarga nya.


Liu Ming dan yang lain nya akan mendapat hukuman yang jauh lebih berat daripada jiwa jiwa yang ada dimensi hukuman.


"Kau tidak layak mati dengan mayat utuh. " kata nya langsung membakar mayat Liu Ming dan suami nya hingga tidak menyisakan debu sedikit pun.


"Kaisar, kau bisa kembali memulai pertandingan ini. " kata nya dengan langsung.


"Tidak perlu, kau dan tuan itu akan menjadi juara 1 dan 2."kata Kaisar canggung.


"Aku juara 1 dan nama ku bukan Yi Yang, tapi Zhang Wei !!!" kata nya dengan tegas.


Dia baru ingat sekarang kenapa dia merasa nama Cermin Abadi tidak terasa asing di telinga nya. Ternyata kakek Qian telah pernah menjelaskan kegunaan dari cermin abadi.


Di dunia ini, ada 10 Artefak tingkat dewa, awal nya milik dewa ada 5 dan milik iblis juga ada 5. Tapi perlahan lahan iblis mulai menguasai berbagai macam artefak milik dewa.


Cermin Abadi adalah salah satu artefak tingkat dewa milik iblis, Cermin ini bisa membuat orang yang mampu menggunakan nya menjadi abadi.


Cermin ini juga dapat membelok kan serangan dan dapat membuat pengguna nya menjadi bisa berpindah tempat atau dimensi dengan cepat.


Cermin ini seharus nya ada di Iblis Abbadon, iblis paling kuat yang merupakan mimpi buruk bagi seluruh dewa dan mahkluk hidup lain nya. Dia harus berbicara dengan Kaisar wei tentang cermin abadi ini.


"Kaisar, kalau begitu apakah aku boleh datang ke istana dan berbicara sedikit tentang cermin abadi ?" tanya nya.


"Tentu saja, aku tidak akan keberatan. " kata Kaisar dengan terpaksa lalu membisik kan beberapa kata kepada pelayan nya.

__ADS_1


"Tenang, aku tidak akan menyerang jika tidak ada yang memulai terlebih dahulu. " kata nya menenangkan Kaisar.


Dia sendiri tertawa melihat pikiran Kaisar wei yang di penuhi dengan ketakutan kalau ia akan menyerang istana.


Dia sendiri cukup senang dengan mendapat Cermin Abadi, karena jika dia berhasil memahami nya maka ia akan bisa pindah ke dimensi lain dengan cepat.


Dia menarik tubuh Liu Cheng lalu melemparkan nya pada Tu Long.


"Kaisar, aku ingin membawa nya. Apa kau keberatan ?" tanya nya, meskipun ia sudah tahu jawaban dari Kaisar.


"Ah ya, silakan. Aku tidak akan keberatan sama sekali karena ia sudah menyinggung Tuan Zhang." Kata Kaisar dengan penuh ketakutan.


Sedang kan, Li Fu Ren yang dari tadi hanya bisa diam berkeringat dingin mengingat sikap nya yang buruk terhadap Zhang Wei tadi nya.


"Se.. selanjut nya, Jiu Zhi Vs pangeran ke 5!!" kata Li Fu Ren.


"Lu Fu Ren !! Kau sungguh tidak adil pada ku !" Teriak nya marah, dia tadi nya berharap melawan pangeran ke 5 tapi nyata nya Li Fu Ren malah mengubah pasangan nya menjadi si ba*bi Liu itu !!


"Ad... ada apa tuan Zhang ?" Tanya Li Fu Ren gugup.


"Kau lihat ini !! Pasangan ku adalah pangeran ke 5 !!! Kenapa kau menukar nya ?!!" Teriak nya marah, dia menatap sengit ke arah Li Fu Ren.


"Kenapa, tuan Zhang tampak nya sangat marah ? Apa kah kau melakukan hal yang menyinggung nya ?" tanya Kaisar pada anak nya itu.


"eh.. tidak.. tidak ayahanda. " kata Wei Yan dengan ragu ragu.


"Jangan berbohong !!"


"Siapa yang mengambil barang mu ?! Jika kau berani katakan sekali lagi dengan lantang maka aku tidak keberatan untuk makan daging manusia malam ini !!" kata nya dengan kejam.


"Tuan Zhang, aku yakin hal ini bisa di bicarakan baik baik. " kata Kaisar Wei.


"Huh, dia sendiri yang menantang ku dan berusaha untuk menekan ku dengan aura nya. Padahal di pelelangan sudah di katakan siapa pun yang berhasil memberikan penawaran tertinggi akan mendapat barang nya, tidak peduli dengan status nya. "


"Aku sudah berhasil memberikan harga yang lebih tinggi dari nya, tapi dia malah mau marah marah dengan ku. Lalu mengancam akan menghabisi ku di kompetisi. " kata nya menjelaskan semua nya.


"Aku setuju dengan hal itu. " seorang kakek tua berdiri dari kursi penonton.


"Aku saksi dari hal itu, pangeran ke 5 sengaja menekan pemuda Zhang ini. " kata kakek tua itu. Ia langsung waspada saat merasakan aura kematian yang mengelilingi kakek itu.


"Itu adalah kakek Ning Er, tetua tertinggi Sekte Es Abadi !!"


"Kau benar!!" seru yang lain.


Dia mengerut kan dahi nya , kakek ini berada di tingkat ke 9 ranah bela diri tapi kekuatan nya mendekati tingkat 1 ranah bumi.


Tapi jika kakek itu bertarung melawan Tu Long, maka kemungkinan besar Tu Long masih akan menang karena kekuatan Tu Long sudah hampir mendekati tingkat 3 ranah bumi.


Dia sendiri akan mengalami banyak kesulitan jika bertarung melawan Tu Long. Dia hanya menghela nafas.


Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat dan dia memutuskan untuk memaafkan Wei Yan setelah pria itu berlutut di hadapan nya tanpa ia suruh.


Berikut adalah peringkat kompetisi :

__ADS_1


- Juara 1 : Zhang Wei


- Juara 2 : Tu Long


- Juara 3 : Ning Er


- Juara 4 : Jiu Zhi


- Juara 5 : Wei Yang


- Juara 6 : Wei Ling


- Juara 7 : Wei Yan


- Juara 8 : Tian Li


"Zhang Wei , ada yang mengikuti kita. " kata Tu Long lewat pesan mental.


"Sudah tahu. " balas nya lalu memutuskan sambungan pesan mental.


"Kaisar, apa kau bisa menjaga teman teman ku dulu ? Aku memiliki sedikit pekerjaan. " bisik nya di telinga Kaisar.


"Tentu saja, aku akan menjaga teman tuan Zhang dengan baik. Aku yakin keamanan teman tuan Zhang akan sangat baik. " kata Kaisar dengan gemetar.


"Baik lah, aku percaya dengan Kaisar. Aku harap Kaisar tidak menyia nyia kan kepercayaan ku. " kata nya dengan dingin.


Dia memberi kode pada Tu Long, lalu mereka membalik kan badan dan berjalan dengan santai seolah olah tidak ada apa apa.


Dia dan Tu Long terus berjalan hingga menuju sebuah lapangan kosong sepi dan sangat luas, tempat yang cocok untuk bertarung.


Wajah kedua nya langsung berubah menjadi dingin dan menghadap ke arah salah satu lorong.


"Keluar lah, aku tidak suka bermain petak umpet, itu memakan banyak waktu. " kata nya dengan dingin.


"Ah, ternyata kau mengetahui nya. Tidak apa apa, aku bisa membunuh mu di sini dan memindah kan jiwa ku ke dalam tubuh mu. " kata kakek Ning Er dengan percaya diri.


"He he, Ning Yang, Ning Yang, sungguh naif sekali diri mu. Jika aku tidak salah maka tujuan utama mu adalah diri ku kan ? Kau ingin mengambil Cermin Abadi kan ?" tanya nya.


Sedang kan Tu Long sedang melapisi tempat mereka akan bertarung diam diam tanpa pengetahuan Ning Yang.


"He he kau sudah tahu tujuan ku, maka beri lah tubuh mu !! "


"Kau pikir aku memiliki kekuatan yang sama dengan Kaisar kan ?" tanya nya sambil menyeringai.


"Tentu saja, aku tahu kalau tubuh mu itu masih muda. Aku telah lama tidak berpindah jiwa ke tubuh yang masih muda. " kata Ning Yang.


"He he, kau salah besar jika beranggapan begitu. Aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu bawahan Iblis Abbadon secepat ini. " kata nya sambil bertepuk tangan.


"A... apa yang kau katakan ?!" tanya Ning Yang.


"Kau ingin menggunakan Cermin Abadi untuk menarik perhatian Abbadon untuk menaik kan jabatan mu di depan mata Abbadon kan ? Karena Cermin Abadi adalah artefak dewa milik Abbadon yang tidak sengaja jatuh ke dunia manusia. " kata nya menyeringai dan wajah Ning Yang menjadi semakin buruk.


Bonus : 2 / 2

__ADS_1


__ADS_2