PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
119 . Latihan Ekstrem II


__ADS_3

Tapi itu semua ada bayaran nya , yaitu harus turun tangan sendiri untuk membimbing orang-orang yang mereka pilih dan salah satu nya adalah Zhang Wei.


"Huh, sebaik nya aku menemui teman teman anak ini dulu. Kalau tidak teman teman nya akan mencari nya. " kata nya menghela nafas.


Di sisi lain


Hu Yin yang sudah selesai menerobos ke tingkat 1 penempaan Qi langsung terkejut mendengar suara ledakan kecil di sampingnya.


Dia melihat tubuh guru nya yang terbaeing di lantai dengan wajah pucat. Dia dengan panik menggendong tubuh guru nya ke atas kasur guru nya.


Setelah memastikan guru nya aman, baru lah ia meninggal kan guru nya dan pergi mencari Fang lin.


"Ehm pelayan, di mana ruangan kak Fang Lin ?" tanya nya pada pelayan yang lewat.


"Ratu ?! Biar aku antar nona . " kata pelayan itu sedikit terkejut.


Tidak butuh lama, ia di antar ke ruangan dengan pintu yang megah. Saat ia ingin masuk, ia di tahan oleh penjaga.


"Nona, jangan masuk. Ratu sedang dalam rapat bersama petinggi petinggi kerajaan. Jika kau memilih masuk maka kami terpaksa untuk menyeret mu meskipun kau adalah orang yang di bawa oleh jenderal Zhang. " kata penjaga.


"Kak Fang Lin !! Cepat keluar !!" Teriak nya dengan sangat keras.


Penjaga yang melihat itu segera menutup mulut Hu Yin, dia yang tidak bisa berteriak mencoba untuk memberontak.


Tapi apa lah daya nya, tubuh nya kecil dan kultivasi nya pun masih sangat rendah. Tapi untung lah tidak lama Fang Lin keluar dengan wajah bingung.


"Yin'er ? Ada apa ?" tanya Fang Lin bingung.


"Kak, sesuatu terjadi pada guru. Ayo pergi !!" dia menarik tangan Fang Lin.


Fang Lin pun langsung terlihat panik juga dan langsung membatalkan acara rapat nya dengan petinggi kerajaan.


Karena menurut nya, kondisi Zhang Wei jauh lebih penting daripada apa pun. Bahkan ia lebih memilih meninggal kan kerajaan hancur dari pada membiarkan terjadi sesuatu pada Zhang Wei.


"Apa yang terjadi pada guru mu ?" tanya Fang Lin saat sudah melihat keadaan guru nya yang seperti hanya tertidur.


"Aku tidak tahu juga, saat itu kami sedang ber kultivasi dan tiba tiba aku mendengar bunyi ledakan yang membuat aku tidak fokus. Nah, saat aku membuka mata , guru sudah tergeletak di tanah. " cerita nya dengan wajah memerah hampir menangis.


"Ledakan ? Tapi kultivasi nya masih ada, detak jantung nya juga stabil. Dia seperti sedang tertidur nyenyak. Yin' er, coba kau panggil kakak kakak yang lain. Mungkin mereka mengetahui kondisi yang di alami oleh guru mu ini. "


"Pergi lah aku akan menjaga guru mu untuk sementara. " kata Fang Lin.

__ADS_1


Tanpa basa basi lagi ia langsung berlari menuju kamar kamar yang lain, dan tidak sampai 3 menit , dia sudah kembali lagi ke kamar dengan kakak kakak yang lain.


"Apa yang terjadi pada nya ?" tanya Tian Li.


Dia kembali menceritakan yang dia ketahui sama seperti Fang Lin, semua nya ikut bingung dengan kondisi mereka.


Hingga akhir nya saat mereka sedang merenung, sebuah cahaya yang sangat terang muncul tepat di sebelah tubuh Zhang Wei.


Tidak lama kemudian, cahaya itu meredup dan menampilkan satu sosok kakek tua yang sedang tersenyum ke arah mereka.


"Kalian tidak perlu khawatir dengan teman kalian ini, aku akan meminjam jiwa nya 5 jam . " kata kakek itu.


"Siapa kau ?! Kami tidak akan membiarkan kau mengambil jiwa teman kami !!" teriak Tian Li kesal.


" He he, kalau pun kalian tidak mau, kalian juga tidak akan bisa menolak. Lagi pula teman kalian sudah setuju untuk mengikuti ku sebentar, ia akan latihan di tempat ku untuk sementara. "


"Memang nya kau siapa ? berani berani nya untuk mengajari guru ku !!" teriak nya marah.


"Oh kau murid anak itu ? selera anak itu cukup baik ? Bakat mu lumayan untuk ras peri. " kata kakek itu dengan santai.


Sedang kan ia dan Fang Lin bingung dengan kata kata kakek itu, binatang ilahi langsung menegang mendengar ras peri.


"Kenapa wajah mu bingung seperti itu ? oh kau tidak tahu kalau kau bukan manusia ?" tanya kakek itu lagi.


Tian Li segera setuju dan membawa semua orang keluar, awal nya Hu Yin sempat menolak saat di ajak keluar.


Tapi karena di paksa oleh Tian Li akhir nya Hu Yin setuju dan hanya menyisakan Zhu Hong dan Jiu Zhi di ruangan itu.


"Siapa sebenar nya kau ?" tanya Zhu Hong.


"Kau tidak pantas untuk mengetahui nama ku, tapi satu hal yang pasti aku tidak akan menyakiti teman mu itu. Selamat tinggal !!" kata kakek itu langsung pergi.


"Siapa orang itu ? Ia dengan mudah menebak identitas milik Hu Yin. " kata nya bingung.


"Entah lah tapi aku bisa merasakan kalau dia adalah orang yang berbahaya, kalau di lihat dari aura yang di miliki nya. Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik pada Zhang Wei. " kata Jiu Zhi pasrah.


Ia ingin menolak tapi setelah di fikir fikir lagi maka apa yang di katakan Jiu Zhi benar, mereka tidak memiliki pilihan lain selain pasrah.


Di tempat Zhang Wei dan Dewa Rendah Hati


3 jam sudah berlalu

__ADS_1


"Apa kau sudah selesai ?" tanya kakek .


"Huh aku belum menyelesaikan nya , masih ada satu tumpuk balok lagi. " kata nya sambil menunjuk tumpukan batu itu.


"Kalau begitu aku akan mencatat rekor terbaik mu saat ini. Kau akan berlatih satu hari sekali untuk mengangkat batu seperti ini. Selanjut nya kau akan mencoba untuk melatih kekuatan mental mu. "


"Kekuatan mental ? Apa itu ?"


"Kau bisa melakukan apa saja dengan kehendak yang kuat, kekuatan mental bisa di miliki jika kau memiliki mental bertarung yang kuat. Dengan begitu kau bisa membuat orang merasakan serangan dengan pikiran mu. "


"Kau bisa melihat nya, aku akan mencontohkan nya kepada mu. Aku ingin merobohkan 3 pohon di depan ku. " Lalu tidak lama 3 pohon langsung tumbang dan tidak ada bekas pedang sedikit pun.


"Wah, itu sangat menakjubkan !!" kata nya senang.


"Tentu saja, kau bisa melakukan nya jika kau berlatih dengan giat. Kekuatan mental memiliki berbagai macam tingkatan : mulai dari tingkat prajurit, jenderal, raja, kaisar, dan dunia. Semua nya di bagi menjadi 3 tingkatan. "


"Kakek sendiri sudah berada di tingkat apa ?" tanya nya.


"Hm itu rahasia, nanti setelah kau tumbuh jauh lebih kuat. Kau akan tahu semua nya. "


"Kakek, apa aku bisa berlatih lebih lama di sini ? Dengan begitu aku lebih yakin sanggup untuk menjaga teman teman ku. " mohon nya.


"Bisa saja kalau kau mau, kau ingin berapa lama ?" tanya kakek itu.


"Aku ingin 15 tahun, apa kah boleh ?" tanya nya.


"Itu jauh lebih baik , jadi aku tidak perlu mengajar mu secara terburu buru. " kata kakek itu senang.


"Kakek, apa kah wajah ku akan berkeriput jika aku hidup 15 tahun di sini ?" tanya nya penasaran.


"Tentu saja tidak, bahkan jika kau ingin tinggal 1.000 tahun di sini, kau tidak akan menua karena yang berada di sini hanya lah jiwa mu bukan tubuh mu. Jadi kalau kau kembali lagi ke dunia nyata, kau akan tetap menggunakan tubuh yang sama saat kau pergi. "


"Oh seperti itu, tapi jika aku tinggal 15 tahun berarti sama dengan 15 jam kan ? teman teman ku pasti khawatir. "


"Tidak apa apa nanti aku yang mengurus nya, yang penting kau fokus saja latihan. " kata kakek itu sambil mengelus kepala nya.


"Terima kasih kakek, meski pun aku tidak tahu tujuan mu membawa ku kemari tapi aku masih sangat berterima kasih pada mu. Kalau tidak mungkin aku akan sulit untuk naik ke tingkat selanjut nya. Aku akan berusaha tumbuh menjadi sekuat mungkin, sehingga aku bisa membantu mu meskipun itu tidak mungkin. " kata nya setengah bercanda.


"Bukan tidak mungkin kau membantu ku di masa depan nanti. Aku hanya berharap kau terus menumbuhkan sifat rendah hati dan bersedia menolong ku, jika aku berada di dalam kesulitan di masa depan nanti. " kata dewa rendah hati dengan penuh kasih sayang.


"Kakek, aku tidak yakin ini adalah rumah mu. Bukan kah ini terlalu sederhana untuk tempat tinggal seorang dewa ?" tanya nya.

__ADS_1


"Tempat tinggal tidak mencerminkan status seseorang. Ini memang rumah ku yang sebenar nya dan aku tinggal di pondok sejak lama. "kata kakek itu seolah olah menerawang masa lalu.


Bonus like : 2 / 2


__ADS_2