
"Apa yang kalian lakukan ?!Cepat serang wanita wanita sialan itu !" Teriak Anak Huan Li sambil meraung raung.
"Aku tidak tahu apa yang ada di otak anak ini. " Gumam Qing Yu sambil menggeleng geleng kan kepala.
Tiba tiba, jendela kedai itu di hancur kan dan muncul lah seorang gadis cantik yang tidak sendirian. Gadis cantik itu memasang wajah dingin sambil menyeret seorang pria tua itu.
"Huan Li, lain kali ajari anak mu dengan benar atau aku yang akan memberi nya pelajaran !" Bentak Xi Rong dengan marah.
"Eh, tunggu, Huan Yi ku !! Apa yang terjadi pada mu ?!" Teriak Huan Li terkejut saat melihat mata anak nya yang berlumuran darah.
"Ayah, bunuh gadis gadis itu untuk ku ! Dia membuat mata ku menjadi buta !" Teriak Huan Yi dengan penuh kemenangan karena merasa berkuasa karena ayah nya sudah datang.
Wajah Huan Li menjadi pucat saat melihat orang yang di singgung anak nya, di tambah lagi melihat kemarahan yang di pancarkan oleh keempat gadis itu.
"Apa yang kalian lakukan pada nya ?" Tanya Xi Rong penasaran.
"Aku menusuk mata nya kakak, ia berani berani nya berteriak pada teman teman nya untuk menikmati kami. Memang nya kami makanan ? Dia layak untuk mati. " Jawab Nangong Ling dengan dingin, sifat nya sangat mirip dengan Zhang Wei.
"Bagus, kau sudah melakukan hal yang benar Ling'er. Huan Li, sebaik nya kau bawa pergi anak mu yang gila itu. Kami hanya ingin makan dengan tenang di sini tapi ia menganggu kami, jangan membuat singa betina di samping ku marah atau kalian akan menyesal seumur hidup. " Peringat Xi Rong.
"Siapa yang kau sebut singa betina ?! Sebut kan dengan jelas!" Teriak Qing Yu tidak terima.
"Aku tidak menyebut kan nama tapi kalau kau merasa ya sudah. " Jawab Xi Rong santai.
Huan Li mengepal kan tangan dan Xi Rong sudah bersiap untuk melindungi Hu Yin dan Nangong Ling.
Tapi tidak di sangka sangka, ternyata Huan Li justru menampar pipi anak nya, Huan Yi.
__ADS_1
"Kau mengecewakan ku, mulai sekarang kau bukan lah anak ku lagi ! Nona Xi, maaf kan atas kelalaian ku, aku selama ini menutup mata atas seluruh perbuatan nya dengan harapan kalau ia akan berubah. Tapi bukan nya berubah, justru semakin menjadi jadi. Aku tidak membutuh kan anak seperti ini, mohon maaf kan aku sekali lagi." kata Huan Li menunduk kan kepala nya.
"Baik, tidak masalah. " Kata Qing Yu sambil menjilat bibir nya, dia menatap Huan Yi seolah olah adalah mangsa nya.
"Kau, mulai sekarang tidak boleh menggunakan marga Huan lagi ! Kau hanya akan membuat malu leluhur leluhur mu !" Bentak Huan Li sebelum meninggal kan tempat itu dengan wajah yang memerah.
Entah karena malu atau marah, tidak ada yang tahu pasti apa yang pria tua itu rasakan. Orang orang yang berada di kedai itu langsung memindah kan tatapan mereka.
Di sisi lain, Zhang Wei yang berhasil memenangkan lomba lari masuk ke dalam 50 besar.
"Kalian pulang lah, dan besok kita libur. Lusa kita akan pergi ke sebuah dimensi kecil yang di buat oleh leluhur untuk berburu monster dan mengumpul kan poin, poin yang paling banyak akan menjadi pemenang. " Kata Old Qi dengan suara yang menggelegar.
"Apa kalian mengerti dengan pengumuman ku ?!" Tanya Old Qi.
"Tidak tuan ! Kami mengerti !" Teriak semua dan Qi Yang terus menerus menatap Zhang Wei dengan tajam seolah olah melihat musuh bebuyutan nya.
Mereka semua mengangguk dan akhir nya di bubar kan. Dia pulang dan mandi, tubuh nya di penuhi oleh keringat.
"Hadiah nya belum di katakan, aku hanya bisa berharap kalau hadiah nya tidak mengecewakan dengan perjuangan yang sebesar ini. " Ucap nya dengan sedih.
2 Hari setelah ini, ini adalah hari untuk ia pergi berburu, ia menggunakan baju biru muda dan membawa beberapa baju ganti.
Untuk makanan, ia sudah menyiapkan banyak sekali yang mungkin cukup untuk 1 bulan. Ia membawa sebuah senjata yang belum pernah ia gunakan.
Busur Yin Yang, busur ini memiliki warna hitam dan putih yang sama rata dan memiliki kekuatan yang cukup baik, dan juga di lengkapi oleh 100 anak panah.
Dia menaruh busur Yin Yang di bahu nya dan berjalan dengan santai, sesampai nya di arena dia berjalan mendekati Qing Yu.
__ADS_1
"Selamat pagi. " Ujar nya.
"Ya, katakan apa mau mu ? Aku yakin ada yang kau ingin kan. " Jawab Qing Yu tanpa menoleh.
"Aku..... aku penasaran dengan hadiah yang akan aku dapat kan nanti jika aku berhasil juara 1." kata nya.
"Ha ha kau belum tentu juara 1 , Zhang Wei. " kata Qing Yu.
"Tentu saja, tidak ada yang pasti di dunia ini. Aku hanya bersiap siap. "
"Jika kau berhasil juara 1 maka kau akan mendapat kan 1.000 kristal roh tingkat menengah dan beberapa sumber daya lain nya, itu masih menjadi rahasia. "
"Baik lah, terima kasih. Sebentar lagi perburuan akan di mulai. " Ucap nya mengingat kan Qing Yu sambil tersenyum manis.
Qing Yu yang baru saja menatap wajah Zhang Wei langsung terdiam sampai sampai tidak sadar kalau Zhang Wei sudah pergi dari hadapan nya
"Apa yang terjadi pada ku ? Sudah sangat lama aku tidak merasakan ini, apa lagi sejak pria itu mati. " Ucap nya sambil menghela nafas berat.
Di tempat Zhang Wei, sudah ada Old Qi yang membagi kan mereka masing masing liontin giok.
"Ini adalah alat yang di gunakan untuk menghitung poin kalian, setiap monster memiliki poin yang berbeda tergantung tingkat kekuatan mereka. Jika kalian dalam bahaya maka hancur kan liontin ini, jika kalian tidak bisa menghancurkan nya maka dimensi akan mengeluarkan kalian dengan paksa. " Jelas Old Qi.
"Dilarang untuk saling membunuh, jika ketahuan saling membunuh maka kalian akan langsung di lempar keluar. Karena ini bukan lah aturan yang kami para juri buat melainkan yang di buat oleh leluhur kalian ! Apa kalian mengerti ?!" Tanya Old Qi.
"Ya kami mengerti !"
"Bagus, tunggu , aku akan membuka pintu antar dimensi di sini !" Old Qi melakukan segel formasi beberapa kali sampai menunjuk kan sebuah lingkaran cahaya.
__ADS_1
Perlahan lahan lingkaran cahaya berubah menjadi pintu antar dimensi. Semua orang berbaris untuk masuk ke dalam dimensi.