PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
292. Jalan Jalan


__ADS_3

Zhang Wei yang menggendong Zhang Yunqi menikmati pemandangan malam ibukota sedang menonton pertunjukan menyembur kan api.


Zhang Yunqi tampak sangat bersemangat dan terus menerus bertepuk tangan, dan tak terasa pertunjukan itu sudah selesai.


"Apa kau ingin memberi kan nya uang ?" Tanya nya dengan lembut.


"Ya, aku ingin. Tapi uang yang paman beri kan pada ku sudah habis untuk aku beli makan. " Kata Zhang Yunqi dengan wajah malu.


Memang, Yunqi telah beberapa kali meminta untuk di beli kan makanan dan dia tidak keberatan sedikit pun.


Hanya saja dia berkali kali mengingat kan untuk tidak terlalu banyak memakan makanan manis atau gigi gadis cantik itu akan rusak.


"Tidak apa apa, ini uang nya. Kau yang berikan ?" Tanya nya sambil menyerahkan sekantung perak.


Itu cukup untuk membuat yang memberikan atraksi hidup dengan tenang selama beberapa tahun terakhir.


"He em, aku yang akan memberi kan nya. " Kata Zhang Yunqi, dia mengangguk dan berjalan masuk membelah kerumunan.


Setelah dekat, Zhang Yunqi pun menaruh kantung uang itu di dalam mangkuk yang di sedia kan oleh pemain atraksi itu.


"Ah Terima kasih nona kecil dan tuan !" Kata pemain atraksi itu langsung membungkuk hormat kepada mereka berdua.


Dia hanya tersenyum tipis menanggapi itu dan berjalan pergi, baru saja akan melangkah pergi, dia mendengar sesuatu yang tidak menyenangkan di telinga nya.


"Wah ! Ternyata kau mendapat banyak uang malam ini, kau tentu saja tidak akan keberatan kan jika aku mengambil ini ?" Tanya seorang pria kasar di belakang nya sambil mengangkat kantung uang yang di berikan nya.


"Ja.. jangan ! Itu untuk biaya pengobatan ibu ku !" Kata pemuda tadi dengan tatapan memohon.


"Hmph ! Untuk apa hidup ibu mu di pertahan kan ?! Lebih baik wanita tua itu mati saja !" Kata pria kasar itu.


Orang orang di sekitar mereka tidak membantu pemuda itu dan hanya menatap seolah olah pria kasar dan pemuda itu adalah tontonan yang menarik.


Dia tetap tenang dan diam di posisi awal nya, pemuda itu terus menerus memohon kepada pria kasar bahkan ingin memberikan perlawanan.


Tapi sayang nya pria kasar itu adalah seorang kultivator meski pun tidak kuat, sedang kan pemuda itu hanya manusia biasa.


"Woh ! Anak muda, kau tampak nya memiliki banyak uang. Beri kan seluruh harta mu dengan anak itu, dan aku akan membiar kan mu pergi. " Kata pria kasar itu memanggil nya.


"Kau mengajak ku berbicara ? Pergi lah. Aku beri kau waktu 3 detik, jika kau pergi sekarang maka aku akan mengampuni mu. " Ucap nya dengan halus tanpa berbalik.


"Hmph, bocah tak tahu mati ! Kau bahkan tidak tahu posisi mu. " Kata pria kasar itu mendengus dingin mendengar kata kata nya.


"1....... " Pria kasar itu melangkah maju dan bersiap untuk menyerang nya.


"2..... 3 !" Tubuh pria kasar itu terbelah dua, darah memuncrat kemana mana. Dia menutup mata Zhang Yunqi agar tidak melihat pemandangan menjijikan itu.


"Aku sudah memberi tahu mu untuk segera pergi. " Ucap nya dengan nada jijik, dia mengaitkan kaki nya pada kantung perak tadi dan melempar nya pada pemuda tadi yang masih terpanah dengan aksi nya.


"Terima kasih tuan muda ! Terima kasih banyak !" Kata pemuda itu bersujud di belakang nya.


Dia hanya mengangguk dan berjalan pergi, setelah menjauh baru lah dia melepas kan tutupan mata Zhang Yunqi.


Gadis kecil itu sangat tenang dari tadi dan tak melakukan apa pun meski pun telah mencium bau amis darah.


"Yunqi, apa kau baik baik saja ?" Tanya nya dengan sedikit khawatir.


"Paman, kenapa kau menutup mata ku ? Bukan kah baik kalau aku melatih mental ku sejak dini ?" Tanya Zhang Yunqi dengan wajah serius.


Ini membuat nya tak bisa berkata kata, jika dia tidak melihat sendiri maka dia tak akan percaya kalau kata kata ini berasal dari seorang anak berusia 1,5 tahun.

__ADS_1


"Lagi pula untuk menjadi kultivator aku harus tidak takut dengan darah dan dengan begitu aku bisa bertahan. Apa kau mau aku seperti orang orang sekte yang memiliki kultivasi tinggi tapi penakut ? Lagi pula,bukan kah paman sudah membunuh banyak orang sejak usia muda ?" Tanya Zhang Yunqi.


"Kau..... tahu dari mana kau soal ini ?" Tanya nya dengan terkejut. Dia sangat terkejut dengan kata kata yang di keluar kan oleh Zhang Yunqi.


Monster apa yang berada di gendongan nya ini, dia harus bertanya pada Zhang Luo dan Nangong Ling nanti.


"He he aku tahu ini dari ayah, kata ayah dulu, paman sangat hebat dan sudah bisa melindungi ayah dan kakek di usia muda. " Kata Zhang Yunqi dengan bersemangat.


"Ayah bilang, paman dulu sangat lemah sehingga harus di lindungi oleh ayah dan kakek setiap saat. Tapi suatu ketika, paman tiba tiba menjadi kuat dan bisa melindungi ayah dan kakek bahkan memenang kan banyak kompetisi. " Kata Zhang Yunqi.


"Ehm , jangan membahas nya lagi. " Ucap nya dengan malu, dia sangat malu sekaligus merindukan masa di mana dia masih menjadi 'sampah'


Dia seperti anak harimau yang mencari perlindungan ke induk nya setiap saat, tapi sekarang dia adalah harimau dewasa dan dia merasa kesepian.


Dia ingat saat saat di mana Zhang Rui serta antek antek nya yang bagai kan iblis yang selalu menganggu nya.


Sekarang, dia yang kembali menganggu Zhang Rui. Pria itu akan mendapat kan balasan yang setimpal dari Ye Rongrong dan Fan Liu Jing.


Kedua anak itu tidak di ajar kan sebagai orang yang lemah lembut dan penuh belas kasih tapi tidak juga menjadi orang yang haus darah seperti nya.


Mereka lebih ke arah, jika menurut mereka, mereka benar maka mereka boleh membela diri. Mereka tidak akan menindas yang lemah dan tunduk pada yang kuat seperti Zhang Rui.


Zhang Yunqi tertidur di dalam gendongan nya dan dia pun memutus kan untuk pulang dan membiar kan gadis kecil ini tertidur dengan nyaman.


Sesampai nya di rumah, Nangong Ling dan Zhang Luo langsung menyiapkan tempat tidur putri nya. Dia menjatuh kan tubuh mungil itu dengan sangat hati hati.


Dia baru merasa kan keanehan dari tubuh Zhang Yunqi, gadis kecil itu baru berumur 1,5 tahun tapi sudah memiliki tubuh seperti anak 2 atau 3 tahun bahkan memiliki rambut yang cukup panjang.


Padahal, jika anak kecil biasa nya tidak memiliki rambut alias botak. Tapi setelah Nangong Ling menyelimuti tubuh Zhang Yunqi, baru lah ia tersadar dari lamunan nya.


"Kakak, apa yang kau cerita kan pada Yunqi ?" Tanya nya dengan wajah muram.


"Tidak ada, aku hanya menceritakan sejarah diri mu dan ayah serta Nangong Ling. Dan beberapa orang lain nya, belakangan ini Yunqi juga cukup dekat dengan Ye Rongrong dan Fan Liu Jing. " Kata Zhang Luo tanpa rasa bersalah.


"Zhang Yunqi, gadis kecil itu sangat ceria sekali bahkan melebihi diri mu kak. Itu sangat berbeda dengan mu, kakak ipar. " Ucap nya dengan ekspresi lelah.


Tapi tanpa di sangka sangka, Zhang Luo dan Nangong Ling memasang wajah terkejut.


"Ceria ? Sangat ceria ?! Dia bahkan lebih pendiam dari ku. " Kata Nangong Ling tidak percaya.


"Apa ? Dia sangat ceria. Apa kalian tahu ? Dia berlari berkeliling ibu kota bersama ku layak nya anak biasa yang ceria. " Ucap nya.


"Adik Wei, apa kau tahu ? Meski pun Yunqi sudah bisa bicara dan membaca dengan lancar di umur nya yang masih sangat kecil, tapi dia biasa nya tidak berbicara lebih dari 100 kata ke orang yang berbeda. " Kata Zhang Luo dengan wajah serius.


"Benar kah ? Tapi aku yakin, dia paling tidak mengatakan seribu kata saat bersama ku. " Kata nya masih tidak percaya.


"Sudah ku bilang, dia menyukai mu. Bahkan aku merasa seperti orang tua tiri. " Kata Zhang Luo dengan lesu dan menghela nafas seolah olah sangat tersakiti.


Bagai mana tidak tersakiti, putri nya yang di kenal sangat pendiam bagai kan gundukan es yang bergerak berbicara sangat banyak dan murah senyum kepada orang lain.


Bahkan jika mendengar cerita Zhang Wei sifat Zhang Yunqi mirip seperti matahari yang cerah dan gembira sangat tidak mirip ketika bersama nya.


Dia merasa tersakiti sebagai ayah kandung Yunqi yang asli.


"Sabar lah, mungkin kau belum menjadi ayah yang baik. " Ucap Zhang Wei sambil menepuk belum bahu Zhang Luo.


Zhang Wei yang mendapat kan tatapan tajam dari Zhang Luo setelah mengatakan kata kata itu hanya bisa terkekeh ringan.


"Sudah lah, apa kau sudah makan Zhang Wei ?" Tanya Nangong Ling menengahi.

__ADS_1


"Belum." Ucap nya dengan jujur.


"Kalau begitu, kalian berdua tunggu di sini dan aku akan membuat kan makanan untuk kalian. " Kata Nangong Ling dan langsung berlari ke dapur.


Nangong Ling pergi dan meninggal kan udara canggung di antara nya dan Zhang Luo.


"Kakak, kenapa Yunqi bisa secerdas itu di usia nya yang masih sangat muda ? Bukan kah ini mencurigakan ?" Tanya nya mencair kan suasana canggung di antara mereka.


"Aku awal nya juga bingung, sama seperti mu. Nangong Ling juga berpikir seperti itu dan curiga dengan Yunqi, tapi kami tidak menemukan apa pun. Kami membaca seluruh buku dan ada kemungkinan yang membuat seseorang yang di berkati Surga untuk mendapat kan kecerdasan tinggi sejak lahir, di tambah lagi Yunqi memiliki tubuh Yin Yang Surgawi sehingga itu tidak mencurigakan lagi. " Kata Zhang Luo.


"Ya, aku memang pernah mendengar soal soal itu. Sungguh kebetulan yang sangat mengejut kan kalau Yunqi memiliki kecerdasan tinggi sejak lahir, itu harus di latih sebaik mungkin sehingga tidak sia sia. " Ucap nya dengan wajah serius.


"Kau benar, aku bahkan berniat untuk memasuk kab Yunqi ke sebuah sekte yang menghasil kan banyak sarjana atau pegawai sipil yang terkenal di sekitar sini. " Kata Zhang Luo dengan santai.


"Maksud mu, Sekte Kecerdasan Emas ?" Tanya nya dengan wajah terkejut.


"Kau tahu juga soal itu ? " Tanya Zhang Luo dengan santai.


"Hm, apa kah kau yakin akan memasuk kan Yunqi ke sana ? Aku dengar persaingan di sana sangat kejam. Kau harus melatih kultivasi nya dulu atau dia akan di tindas oleh orang lain dan itu sangat berbahaya, apa lagi dengan kecantikan nya, aku takut akan terjadi hal yang tidak di ingin kan. " Kata Zhang Wei dengan khawatir.


Melihat reaksi adik nya yang sangat lucu, Zhang Luo tertawa ringan sebelum menepuk bahu adik nya dengan pelan.


"Kau tenang saja, aku tidak akan se ceroboh itu masuk kan Yunqi ke kandang harimau tanpa persiapan. Dia harus menjadi Naga yang bisa mengalah kan harimau dengan mudah, bukan kah begitu ?" Tanya Zhang Luo dengan tatapan yang tak bisa di arti kan.


"Hei ! Ayo kemari ! Makanan sudah siap !" Panggil Nangong Ling dari ruang makan.


"ya !" Jawab mereka bersamaan dan pergi menuju ruang makan bersama sama.


"Wah daging kecap ! Lalu ada tahu serta sayur sawi !" Ucap nya dengan bersemangat saat melihat menu menu yang terhidang di meja makan.


Dan itu tidak berporsi sedikit karena mereka semua meski pun tubuh mereka kecil tapi jumlah makan mereka melebihi orang biasa.


"Kau memang tahu porsi makan ku Nangong Ling. " Ucap nya dengan bersemangat.


"Tentu saja, siapa lagi jika bukan kau yang memakan 10 mangkuk mie dalam waktu setengah jam ?" Sindir Nangong Ling.


"Ha ha ha jangan mengungkit hal itu lagi, apa kau tidak ingat bagai mana aku berakhir setelah itu ?" Tanya nya sambil meringis.


Hari itu, dia sangat bersemangat makan mie dan akhir nya memakan 10 mangkuk mie dalam waktu yang sangat singkat .


Itu berakhir dengan buruk, dia kembali dan memuntah kn mie dengan cara yang sangat buruk. Itu cukup untuk membuat nya tidak ingin makan mie lagi selama beberapa bulan.


"Tentu saja aku ingat, tapi aku rasa itu lah yang paling baik. Aku sudah mengingat kan untuk tidak makan terlalu cepat, tapi kau sebagai guru yang tidak berbakti, kau tidak mendengar kan kata kata murid mu ini. " Kata Nangong Ling dengan sinis.


"Bisa kah kau berhenti membicarakan itu ? Aku benar benar tidak ingin mengingat itu jika aku bisa. " Ucap nya dengan penuh permohonan, bukan apa, dia muntah sampai seluruh tubuh nya terasa lemas.


Bahkan memerlukan bantuan beberapa orang untuk mengangkut nya kembali ke kamar dan beristirahat.


Selama beberapa minggu, dia di rawat dan terguling di kamar nya. Itu benar benar kenangan buruk yang harus ia lupa kan sesegera mungkin.


Dia menghabis kan makanan nya dengan kecepatan sedang sebelum akhir nya kembali membuka suara.


"Terima kasih atas makanan nya, aku kembali dulu. Ucap nya dengan senyum.


Dia berjalan menjauh setelah mendapat balasan dari sepasang suami istri itu, pelayan pelayan di rumah nya segera memberes kan piring bekas makanan nya.


Bukan nya apa, sepasang suami istri itu bermesraan tanpa henti dan tak memandang tempat. Bahkan ketika makan pun tidak terkecuali.


Ini membuat nya sedikit tidak nyaman dan berusaha kabur dari situasi canggung tersebut.

__ADS_1


__ADS_2