PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
247. Shifu


__ADS_3

Di kedalaman Sungai Es Abadi,


Zhang Wei,Qilin Es dan Ju Jiangniang masih ada didasar sungai.


"Apasti kah kalian masih akan di sini sampai mati ?" Sindir Qilin Es.


"Untuk mu , naik lah ke atas punggung ku. " kata Qilin Es itu.


Zhang wei memilih naik dan Ju Jiangniang mengikuti dari samping, dia memeluk tubuh Qilin yang masih kecil itu dengan erat.


"Siapa nama mu ?" tanya nya sambil mengelus bagian kepala Qilin Es.


"Tidak tahu, aku belum memiliki nama. " kata Qilin Es tidak peduli.


"Kalau begitu, bukan kah nama Zhang Binghua, bukan kah cocok dengan kepribadian mu ?" tanya nya.


"Bagus, itu nama yang bagus. " kata Qilin Es sambil menganggur angguk.


"Tapi marga keluarga ku adalah Bing, kenapa sekarang menjadi Zhang ?" tanya Zhang Binghua dengan bingung.


"Karena kau milik ku, marga ku Zhang. Kau juga harus sama bukan ? Apa kah kau tidak setuju ? Aku bisa mengubah nya. " kata nya dengan rasa bersalah.


"Tidak apa apa, itu nama yang bagus. Nanti aku lebih memilih untuk tinggal di dalam dimensi mu." kata Zhang Binghua yang membuat jya terkejut.


"Kau mengetahui soal itu ?" tanya nya terkejut.


"Tentu saja, aku sudah mengikuti mu selama bertahun tahun. Sebenar nya aku sudah bisa menetas dari awal kau mengambil ku, tapi karena kurang nya elemen es membuat ku tak bisa menetas dan terkurung selama bertahun tahun di dalam cangkang itu. " kata Zhang Binghua sambil mengerucut kan bibir nya.


"Kau memiliki dimensi ?" tanya Ju Jiangniang dengan terkejut.


"Ya memiliki dimensi yang cukup luas untuk menampung satu sekte ini. " kata nya dengan tenang.


Ju Jiangniang tampak terdiam saat mendengar hal itu, dan tampak tergoncang juga.


"Aku bahkan baru bisa membuat dimensi yang bisa masuk 2 orang dan ayah ku bisa menampung 10 orang. Lalu kau mengatakan kalau kau memiliki dimensi yang bisa menampung satu sekte ini ?" tanya Ju Jiangniang yang hampir pingsan.


Dia pun mengangguk, dan dalam hati melanjut kan.


'Sebenar nya seratus sekte ini saja muat di dalam dimensi ku. ' Pikir nya yang membuat nya tertawa dalam hati.


"Kau memang benar benar jenius, tapi apa kah ini benar benar buatan mu ?"tanya Ju Jiangniang yang membuat nya bingung.


"Memang nya selain membuat sendiri bisa dengan cara apa lagi ?"tanya nya balik.


"Jadi, kadang kadang ada orang yang membuat dimensi dengan cara membeli dimensi orang lain. Dimensi bisa di keluar kan dengan cara di taruh di satu barang, biasa nya itu dijual denavn harga yang sangat mahal di pelelangan. "


"Hanya saja selalu ada efek buruk dari setiap tindakan, dimensi itu tidak bisa di kembang kan lagi. Lagi pula setiap manusia hanya bisa memiliki satu dimensi yang aktif. " kata Ju Jiangniang.


'Satu ?? Tapi kata Qian Bei aku bisa menguasai 10 dimensi atau bahkan lebih. Apa kah ini arti nya kekuatan ku berbeda dengan kultivator lain ?' Pikir nya bertanya nya.


"Hei, ini sudah dekat dengan daratan. Lebih baik mulai lah berenang sendiri. " kata Zhang Binghua sebelum memilih untuk langsung masuk dimensi.

__ADS_1


Dia mengangguk dengan pasrah dan memilih untuk melanjut kan renang nya menuju daratan. Sesampai nya di daratan, Ju Lingling terlihat sudah menunggu dengan khawatir di temani oleh seorang pria bertubuh kekar.


"Tetua Jiangniang, akhir nya anda kembali lagi. " kata Ju Lingling dengan formal.


"Ya, tadi kami menemui sedikit masalah. Aku tidak tahu apa penyebab, kenapa monster monster itu menjadi ganas. " kata Ju Jiangniang.


"Nona, seperti nya tuan muda Xie akan melapor pada ayah nya kalau ia gagal. Dan kemungkinan akan membuat beberapa masalah yang tidak perlu lagi. " kata Ju Lingling.


"Aku takut, Walikota Xie juga tidak bisa menolong anak nya. Posisi nya sendiri sedang dalam bahaya, lebih baik tidak mendekati pihak kekaisaran bukan ?" kata Ju Jiangniang sambil menyeringai dan mengeluar kan surat lalu menyerah kan nya ke arah Ju Lingling dan Ju Lixing.


"Astaga, jika memang benar maka si tua Ju xun itu juga akan kena. " kata Ju Lixing sambil tertawa ringan.


"Memang, tapi kita akan bermain secara perlahan. Aku tidak suka yang terburu buru. " kata Ju Jiangniang.


"Emh, kalian sedang membahas apa ?" tanya nya akhir nya membuka mulut.


Semua nya langsung terkejut karena tadi lupa dengan keberadaan Zhang Wei.


"Tidak apa apa. Lixing, umumkan kalau aku akan mengambil Zhang Wei sebagai murid ku. Lingling, urus yang menjadi murid baru. " Perintah Ju Jiangniang.


"Baik nona, akan segera kami laksanakan. " kata dua orang itu dengan kompak.


Pluk


Ju Jiangniang menaruh tangan nya di bahu Zhang Wei laku merangkul nya.


"Ayo pergi ke paviliun ku dan melakukan upacara seadanya. Aku selalu malas untuk melakukan hal yang repot. " kata Ju Jiangniang menarik nya.


Zhang Wei bersujud 3 kali di hadapan tetua Jiangniang.


"Bagus, mulai sekarang kau murid ku ! Pergi lah istirahat, aku sudah menyiapkan kamar mu di lantai dua. " kata Jiangniang dengan bahagia.


"Baik, shifu. " kata nya menundukkan sebelum naik ke lantai dua paviliun putih yang di lihat nya tadi.


Ju Jiangniang menyesap teh hangat nya dengan gaya yang anggun seolah olah sedang menunggu kedatangan seseorang.


Sesuai dengan harapan nya, orang yang di tunggu tunggu oleh nya datang dengan wajah marah.


"Jiangniang, apa yang kau pikir kan ?! Kenapa kau mengangkat orang itu menjadi murid ?!" Teriak Ju xun.


"Kenapa ? Itu keputusan ku. Lagi pula ini aturan yang di beri kan oleh Sekte utama. Tuan muda Xie itu tidak mampu untuk menjadi murid ku, jangan mempermalukan Sekte Utama. " kata nya dengan dingin.


"Tahu apa kau tentang sekte utama ?! Dari semua nya hanya aku yang pernah bertemu dengan orang dari sekte utama ! Jangan berpikir seolah olah kau adalah orang sekte utama !" kata Ju Xun.


"Aku hanya memperingatkan mu, jika kau berani mengambil Tuan muda Xie ke dalam sekte maka aku tidak akan segan untuk melapor kan mu ke sekte utama. " kata Ju Jiangniang dengan nada penuh ancaman.


"Kau !" Ju Xun menepuk meja hingga hancur yang membuat pemuda yang hampir tidur di lantai dua kembali sadar dan memilih untuk turun ke bawah.


"Ada apa Shifu ?" tanya pemuda itu yang tidak lain tidak bukan adalah Zhang Wei.


"Aih, A-wei kemari lah, duduk lah di sini. " kata Ju Jiangniang dengan halus.

__ADS_1


(notes : penambahan A- di depan nama seseorang merupakan panggilan sayang dari seseorang yang bukan keluarga. )


"Jadi ini murid yang kau kata kan itu ? Aku lihat kalau dia ini bahkan tidak memiliki latar belakang yang baik." kata Ju xun.


Ju Jiangniang sudah siap untuk menyerang Ju Xun balik agar murid baru nya ini tidak kepikiran dengan kata kata Ju Xun.


"Apa kau kira kau lebih kaya dari ku ? Apa kah latar belakang penting untuk dunia persilatan ? Tanpa bakat, latar belakang hanya lah sumpah. " kata nya dengan dingin.


"Kau anak sialan !" Teriak Ju xun sambil menunjuk nunjuk Zhang Wei.


"Apa kah sikap mu pantas untuk menjadi ketua ? Aku lihat kau lebih mirip seperti preman pasar. Aku dengar kau memaksa guru ku untuk mengambil anak walikota Xie sebagai murid, apa kah kau semakin itu sampai sampai harus mengemis di bawah kaki seorang walikota ?" tanya nya tanpa henti yang membuat Ju Xun muntah darah karena marah.


"Kau ! Lihat saja kau! Aku akan melihat, sampai kapan kau bertahan ?!" Teriak Ju xun sebelum memilih untuk pergi.


"Aku tidak takut dengan ancaman mu !" Balas nya.


"Shifu takut kau akan sedih karena mendengar ucapan Ju Xun. Tapi ternyata kekhawatiran ku tak berdasar melihat mu menjawab nya. " kata Ju Jiangniang.


"Shifu, jelas jelas kau bisa membunuh si tua bangka itu dengan mudah. Apa kau sedang menunggu sesuatu ?" tanya nya langsung.


"Bagai mana kau bisa begitu yakin kalau shifu mu ini bisa mengalah kan Ju xun ?" tanya Ju Jiangniang dengan tenang.


"Karena kekuatan mu berada di tahap suci tingkat 1 dan Ju xun berada di tahap Petir Dewa tingkat 7. Aku mungkin tidak bisa membunuh nya, tapi lolos dari cengkeraman nya adalah hal yang mudah. " kata nya.


"Kau memang hebat, kau bahkan mengetahui kultivasi ku dengan jelas. Apa kau masih ingin menyembunyi kan kultivasi mu sampai sekarang ? Bukan kah tak adil jika kau tahu kultivasi ku tapi aku tidak mengetahui kultivasi mu ?" Kata Ju Jiangniang.


"Shifu, aku hanya berada di tahap Petir Kaisar tingkat 2. Tidak ada yang harus di bangga kan, lagi pula dengan ini akan membantu ku melawan musuh. "Jawab nya dengan tenang.


"Pemikiran mu sangat tajam, aku sungguh kagum dengan mu. Besok aku akan mengajar kan mu sebuah serangan penting, Formasi Teratai Salju. Beristirahat lah, aku akan pergi menemui Lingling dan Lixing. " kata Ju Jiangniang.


"Baik Shifu, hati hati. " Ucap nya sebelum pergi memasuki kamar nya.


Dia membaringkan tubuh nya yang kelelahan, tapi baru saja memejamkan mata sebentar, sudah ada yang menganggur nya lagi.


Shiut


Sebuah anak panah di tujukan ke arah nya,dia menghindar dengan cepat. Dia melihat orang berpakaian baju hitam berlari di atas atap paviliun.


Zhang Wei langsung menggunakan ilmu meringankan tubuh nya dan meloncat ke atas atap, untuk mengejar pria berbaju hitam.


Dia terus mengejar hingga akhir nya di bawa ke hutan hutan lebat, hutan ini di penuhi oleh salju. Dia mendarat dengan hati hati dan mengangkat seruling Kematian nya.


Lalu sesuai dengan perkiraan nya keluar 10 orang dari sela sela pohon dan mulai mengepung nya. Dia memainkan seruling nya dengan anggun.


Kenapa Zhang wei tidak menggunakan pedang untuk membunuh orang orang ini ? Karena dia sedang merasa malas untuk berlumuran darah.


Alunan seruling itu membuat orang orang yang ingin melawan jatuh ke tanah dalam posisi berlutut, mereka menjerit kesakitan.


Ada yang berguling guling di tanah tanpa daya, ada yang mengalir kan darah dari telinga. Satu kesamaan dari mereka semua, semua nya menjerit penuh kesakitan.


Bonus like 115 k : 2/2

__ADS_1


__ADS_2