
"Apa ?!! 3 piring !!" ucap Fang Lin terkejut.
"Tentu saja, itu kan ajaran ku. " kata nya bangga.
"Ya, aku baru ingat kalau kau meskipun tubuh kecil tapi perut kolam. " ejek Fang Lin kesal.
"He he Terima kasih atas pujian mu Fang Lin. " kata nya tanpa malu.
Sedang kan binatang ilahi yang di belakang hanya menunduk kan kepala karena malu. Fang Lin menepuk tangan nya dan 5 pelayan datang dengan terburu buru.
"Siap kan makan untuk 50 orang, siap kan semua nya di meja makan !" Perintah Fang Lin.
Pelayan iu terkejut karena di minta untuk menyiapkan makanan sebanyak itu. Tapi dengan cepat menerima permintaan itu.
"hemm, Apa kami boleh masuk ratu ?" tanya nya.
"Ya tentu saja, Jenderal silakan masuk. " kata Fang Lin mengikuti gaya nya.
Lalu mereka berdua langsung tertawa puas sedang kan Li Xiu hanya cemberut dan langsung tidak mood untuk makan.
'Huh, meskipun tubuh nya lebih indah dari ku tapi setidak nya wajah ku lebih indah dari wajah nya. ' Gumam Li Xiu dalam hati.
Zhang Wei masuk sambil merangkul tubuh kecil Hu Yin. Lalu dia membawa nya menuju paviliun lotus dan menuju ke arah arena pelatihan.
"Tuan !!" panggil prajurit lotus dan beruang angin serempak.
"Ya, aku ingin memperkenalkan, ini adalah murid pertama ku. Nama nya adalah Hu Yin, Hu Yin, mereka akan menjadi kakak seperguruan mu. " kata nya.
"Salam kenal kakak kakak semua, aku Hu Yin. "kata Hu Yin dengan datar.
Hu Yin masih belum bisa sepenuh nya merubah sikap tertutup nya, dia sendiri dapat memaklumi itu karena dia sendiri juga mirip dengan Hu Yin.
"Salam kenal juga. " kata prajurit lotus dengan kaku karena sikap datar Hu Yin.
"Beruang angin, Apa mereka berlatih dengan giat dan tidak malas malasan ?" Tanya nya yang membuat prajurit lotus gemetaran.
"Mereka berlatih dengan keras tuan, yang paling tinggi adalah tingkat 7 penempaan pondasi dari tim wanita tuan, dia menggunakan tongkat sebagai senjata nya. "kata beruang angin dengan serius menjelaskan.
"Hmm tongkat ya ? sangat baik !! Ini adalah Tongkat Batu Cahaya. Ini akan sangat baik untuk perkembangan nya. " kata nya sambil mengeluarkan tongkat yang tampak indah.
Dia memberikan tongkat itu pada beruang angin dan beruang angin memberikan nya pada seorang wanita yang tidak lain adalah Lan Wan.
"Kau adalah yang kemarin ku bawa latihan kan ?" tanya nya dengan pelan.
__ADS_1
"Ya tuan, aku memiliki kesempatan langka untuk berlatih secara langsung dengan tuan. " Kata Lan Wan menunduk kan kepala nya.
"Bangun lah, aku akan pergi dulu jadi lanjut kan latihan kalian. Aku akan melihat setiap 3 bulan siapa yang kultivasi nya paling tinggi akan mendapat hadiah dari ku. Tapi ingat, jika aku mendapat laporan yang tidak mengenak kan maka aku tidak akan segan untuk menghukum kalian semua. " kata nya tegas.
"Ya tuan !!" ucap mereka serempak.
Dia pun berjalan menuju tempat latihan pribadi nya sambil menggandeng tangan kecil Hu Yin. Sesampai nya di tempat latihan pribadi nya, dia mengambil pedang tipis yang di sedia kan oleh Fang Lin.
"Ambil ini, aku akan mengajari mu gerakan pertama untuk Seni Pedang Cahaya sedang kan nanti kita akan belajar menyimpan Qi. Ayo perhatikan aku !" Kata nya menjelaskan.
"Baik, guru !!" Jawab Hu Yin semangat.
"Lihat pertama tama maju kan kaki kanan mu 1 langkah dan angkat tangan mu, jangan lupa untuk genggam pedang mu dengan kuat. Gerakan pertama ini akan membutuhkan ketahanan dari kaki mu. " kata nya menjelaskan.
Hu Yin mengikuti nya dengan sangat serius, dia terus menerangkan bagai mana cara memahami dan melakukan gerakan yang pertama.
Dia menatap kagum pada perkembangan gerakan Hu Yin yang sudah tidak terlalu kaku hanya kurang tenaga saja.
"Gerakan ini di gunakan untuk serangan bukan untuk menahan sehingga kau harus bergerak cepat dan lincah. " Kata nya memberikan masukan.
Waktu berlalu dengan sangat cepat, Hu Yin sudah dapat memahami setidak nya 20 persen gerakan pertama dari Seni Pedang Cahaya.
Sudah 2 jam sejak mereka berlatih dan sekarang sudah waktu nya untuk makan siang, makanan juga telah di siap kan oleh Fang Lin.
"Terima kasih guru. " kata Hu Yin berusaha tersenyum.
"Ya, biasakan diri mu. Nanti kita akan belajar selama 10 jam penuh atau bahkan lebih. " kata nya.
"Ya, aku akan mengikuti guru saja. Karena aku tahu guru melakukan nya juga untuk masa depan ku. " kata Hu Yin dengan gembira.
Dia mengelus rambut Hu Yin dengan lembut lalu berkata,
"Ayo kita keluar dan makan. Kakak mu, Fang Lin sudah menyiapkan banyak makanan enak untuk mu. Lalu jangan lupa untuk makan banyak. " kata nya mengingatkan.
"Iya guru, aku tidak akan lupa kalau soal itu. "
"Bagus !! Ayo pergi !!" Panggil nya.
Mereka berdua pergi ke ruang makan yang sudah ada Tian Li yang duduk sambil memakan beberapa buah buahan.
Fang Lin terlihat sedang menyiapkan dan merapikan berbagai makanan yang ada di meja dan tentu nya di bantu oleh pelayan pelayan nya.
"Hai semua nya, di mana yang lain ?" tanya nya pelan.
__ADS_1
"Heh seperti tidak tahu saja, tentu saja Zhu Hong dan Long Nie sedang mesra mesraan. Li Xiu sedang menangis di pojokan, kalau Jiu Zhi ? tentu saja tidur selesai makan 2 orang. " kata Tian Li malas.
"Hah !! Makan orang !!" teriak Fang Lin terkejut.
"tentu saja, ular mana yang tidak makan daging. Tapi beda nya Jiu Zhi adalah ular yang pemilih, ia suka makan kalau orang tersebut memiliki banyak aura negatif. " kata Tian Li menjelaskan.
"Jadi, aku tidak akan di makan oleh nya kan ??" Tanya Fang Lin ingin menangis.
"Ehmm kurasa ada kemungkinan untuk itu. Aku lihat lihat kau memiliki aura negatif yang cukup tebal, mungkin dia akan memakan mu malam ini." Kata Tian Li membohongi Fang Lin.
"Apa ?!! Lalu bagai mana ini ?! " kata Fang Lin panik.
"Hentikan, dia tidak akan memakan mu. Kalau dia ingin memakan diri mu maka sudah lama sejak dia memakan mu. " Kata nya jengah.
Sedang kan Hu Yin menikmati setiap tontonan yang di berikan.
"Aku dan Hu Yin akan memanggil Jiu Zhi, Fang Lin kau panggil lah Li Xiu di kamar nya. Tian Li panggil lah Long Nie dan Zhu Hong. "
"Tidak mau !!! Kau saja dengan Hu Yin yang pergi ke kamar pasangan itu !! Aku akan kena marah lagi kalau aku yang datang. " kata Tian Li menolak dengan kuat.
"Lalu ? kau ingin membangun kan Jiu Zhi ?" tanya nya lagi.
"Tidak juga. " Kata Tian Li tertawa kecil.
Tian Li saat ini bingung, karena memanggil kedua orang itu sama saja memanggil bencana untuk diri nya sendiri.
"Huh, ya sudah lah. Yin'er, kau temanilah kakak mu itu untuk memanggil kakak Long. Aku akan pergi sendirian ke kamar Jiu Zhi. " kata nya menghela nafas pasrah.
"Baik baik, ayo ikut kakak Yin' er. " kata Tian Li semangat menggandeng Hu Yin.
Dia berjalan menuju kamar Jiu Zhi dan mengetuk pintu nya, saat di ketuk tidak ada yang menjawab sehingga ia langsung masuk.
"Pantas saja di ketuk tidak ada suara, ternyata ini penyebab nya. " kata nya kesal saat melihat ada penyumpal telinga di telinga Jiu Zhi.
Dia pergi ke kamar mandi lalu mengambil 1 ember air dingin dan langsung menyiramkan nya ke wajah Jiu Zhi.
"ahh !!! Air !! Air !! Tolong aku !! Aku tenggelam !!" teriak Jiu Zhi terkejut.
"Heh, rasakan itu. Siapa suruh kau menyumpal telinga mu ? Enak saja. " kata nya.
"Hei !! Sialan kau !! Apa kau tidak bisa membangunkan ku dengan cara yang baik ?!" teriak Jiu Zhi marah.
"Biar kan saja, siapa suruh kau menutup telinga mu ?!!" balas nya teriak.
__ADS_1