
"Kalau kalian berbicara tentang kekuatan, selalu ada kekuatan yang lebih besar dari kalian. Dunia ini luas, kecuali kalian bersedia untuk menjadi singa di antara domba bukan nya memilih untuk bertarung dan menjadi pemimpin singa. " Lanjut Xi Rong.
"Kekuatan tak pernah ada kata cukup, karena yang menentukan besar kecil nya kekuatan adalah kalian sendiri. " Kata Qing Yu sambil tersenyum ringan.
Ia tertegun dan menyadari kalau apa yang di kata kan oleh kedua wanita ini adalah kebenaran. Takdir tak bisa di lawan dan kekuatan tak pernah ada kata cukup.
Di sisi lain, Zhang Wei tidak mengetahui kalau ada rahasia besar di dalam pedang yang di bawa nya ini.
Han Long Chun sedang terduduk di batu yang ada di dimensi Pedang Jiwa Naga. Dimensi ini di buat oleh Han Feng untuk tempat tinggal nya.
"Apa kah kau akan mengingat itu ? Atau aku hanya di bohongi oleh pria tua itu ?" Dia bertanya tanya dan menatap wajah Zhang Wei dengan kalut.
Di danau depan tempat ia duduk ini, ada wajah Zhang Wei dan lain nya yang sedang berada di dunia nyata.
"Aku sangat sangat merindukan nya, sikap nya sama sama bodoh. Sama sama rela mengorbankan diri demi orang lain dan tidak menghargai nyawa sendiri. " Dengus Han Long Chun.
"Seandai nya jika dia tidak memiliki sifat ini maka aku tidak akan dengan mudah percaya dengan kata kata orang tua itu. " Sekali lagi ia kembali menghela nafas.
Di tempat Zhang Wei,
Dia sedang membersihkan wajah Long Nie yang di kotori oleh darah milik Long Yao dan pengikut nya.
"Ayo lanjut kan pesta nya, maaf kan aku karena tadi melempar kan meja. " kata nya.
"Aku malah ingin berterima kasih pada mu karena telah melindungi kami. Jika tidak, aku takut, akan ada dari kami yang terluka parah atau bahkan meninggal. " kata Zhu Hong dengan serius.
"Haish, kata kata apa itu ? sangat mengerikan ! Jangan membahas kematian pada saat hari yang membahagiakan seperti ini. " Ucap nya sambil diam diam memusnah kan mayat Long Yao.
"Eh kemana mayat Long Yao dan yang lain nya ?" tanya Li Xiu yang pertama sadar akan kehilangan patung Besi Long Yao.
"Dia ?He he sudah menemukan tempat harta karun nya. " Canda nya.
Mereka pun tertawa dan melupakan permasalahan tadi. Mereka melanjut kan pesta mereka dengan gembira, tanpa di bebani apa pun.
"Tuan, ini adalah minuman yang Anda pesan. " kata salah satu pelayan yang mengantar kan nya arak.
Pelayan itu tampak berkeringat dingin dan ketakutan, serta gugup.
__ADS_1
"Ayo bersulang untuk pernikahan kalian !" Teriak nya.
"Baik lah !" Jawab mereka.
"Biar kan aku yang meminum lebih dahulu sebagai wali dari Long Nie. " Goda nya.
Dia meminum arak terlebih dahulu, dan langsung terkejut karena di arak tersebut ada racun mematikan yang belum pernah di lihat oleh nya.
"Jangan meminum nya ! " Teriak nya.
"Ada apa ?!"tanya Zhu Hong.
" Di arak ini sudah ada racun, jika ada yang tidak percaya maka kalian bisa mencoba nya. " kata nya dengan ekspresi yang mengerikan.
"Benar kah ?! Siapa yang berani berani nya mencampur kan racun ini ?!"Tanya Zhu Liang dengan marah.
"Long Nie..... seperti nya kita kembali mendapat kan tamu yang tak di undang. " Tawa nya ringan saat melihat ada seorang pria yang tertutup jubah jatuh dari atas atap.
"Anak muda... Kau memiliki kemampuan yang baik !" kata orang dalam jubah hitam itu.
"Ah terima kasih tapi aku sudah mengetahui itu. Lagi pula, aku lihat umur mu jauh di atas ku , jadi bisa ku simpul kan kalau kau kakak nya Long Nie, Long Xin. Kau memiliki umur yang jauh lebih tua dari ku tapi kekuatan mu tidak beda jauh dengan ku. " Ejek nya.
Itu adalah sebuah kenyataan, kekuatan Long Xin saat ini hanya berada di tingkat 9 Petir Surgawi,
Umur Long Nie sendiri sudah 112 tahun dan selisih Long Nie dengan Long Xin adalah 24 tahun. Jadi bisa di tebak kalau umur Long Xin adalah 136 tahun.
Perbedaan umur Long Nie dengan Zhu Hong juga sedikit jauh, Zhu Hong berumur 125 tahun, beda 13 tahun.
"Kau sungguh tak bisa di beri wajah, aku melihat kemampuan dan bakat mu yang baik jadi aku berjiat untuk membawa mu menjadi pengawal ku. " kata Long Xin berusaha untuk menyelamat kan harga diri pria itu.
"Yang ingin kau beri wajah jelek mu itu siapa ? Bahkan katak pun tak ingin di beri wajah jelek mu itu. Apa kau ingin menukar wajah mu dengan milik ku ? Maaf saja tapi aku tidak menerima itu. Lagi pula jika menjadi bawahan mu, kau bisa memberi ku gaji berapa setiap bulan nya ?" tanya nya dengan berani.
Yang membuat orang orang di belakang nya tertawa terbahak bahak, biasa nya jika sudah di ambil oleh Klan Naga.
Maka orang orang akan sangat senang bahkan tanpa memikir kan gaji, mungkin Zhang Wei adalah yang pertama.
"Arogan sekali ! Aku bisa membayar mu 1 kristal roh tingkat tinggi setiap bulan nya !!" Kata Long Xin dengan sombong.
__ADS_1
"1 Kristal roh tingkat tinggi ?!!" Tanya nya terkejut.
"ya, kau terkejut kan dengan harga yang ku kata kan ?"tanya Long Xin dengan sombong.
"Kau.. kau ! Puihh ! Bahkan 1 kristal roh tingkat tinggi tidak cukup untuk membeli kebutuhan ku selama sebulan ! Belum lagi tempat tinggal, makanan, biaya untuk perawatan kulit ku. " Dengus nya.
"Kau terlalu merendah kan ku. Bahkan, satu helai rambut ku jauh lebih berharga dari pada nyawa mu. "
"Kau! kau, bagai mana bisa kau membandingkan nyawa ku dengan rambut mu ?!" Teriak Long Xin mengamuk.
"Sama sama bernyawa, bukti nya rambut bisa tumbuh setelah di gunting lagi. " Jawab nya dengan santai.
Sebelum mulai menyerang Long Xin.
"Kalian mundur dulu, biar kita usir si ulat bulu satu ini. " Kata nya.
Dia mengeluar kan sebuah cambuk yang sudah sangat lama tak si guna kan nya.
"Aku beri kau keringanan. Jika kau bisa menahan 3 serangan ku, maka kau akan ku anggap menang. " Kata Long Xin.
"Baik lah tidak masalah dengan itu, tapi apa yang akan kau beri kan jika aku menang ?" tanya nya.
"Aku akan memberikan mu cincin ruang ku seluruh nya dan jika kau kalah aku ingin kau menjadi bawahan ku. " kata Long Xin dengan percaya diri.
"Baik, tidak masalah. " Kata nya.
"Besi Ilahi !" Teriak Long Xin yang berubah menjadi setengah Naga.
Ia menghindar dengan mudah dari serangan yang cukup mematikan itu.
"Hanya ini kekuatan mu ? Menyedihkan !" Pancing nya.
"Besi Ilahi : Tahap 7 !" Raung Long Xin dan hebat nya, dia masih bisa menghindar.
Puluhan panah besi menyerang Zhang Wei dengan sangat rapat, setelah sampai di dekat Long Nie, panah panah itu hancur tanpa sisa.
"Kalian ! Lihat lah ini ! Besi Ilahi : Tahap 12 !!" Raung Long Xin.
__ADS_1