
Dia menghela nafas pasrah dan dengan gugup menginggit kuku kuku jari nya. Dia tidak menyangka kalau angka keberuntungan nya sangat rendah.
"Jangan sedih, selalu ada berkah di tengah bencana dan juga sebalik nya. Dengar kan aku, jika kau nanti menyinggung orang orang yang kuat maka itu sudah menjadi nasib mu. Jangan menjadi pengecut, tantang lah mereka seperti seorang pahlawan. " kata kakek Qian dengan ringan.
Ia menangis di dalam hati nya, Kakek Qian dengan mudah nya mengatakan itu. Tapi nanti bagaimana ia akan menjalan kan nya.
"Sudah lah, sini kan topeng mu. " kata Kakek Qian mengulur kan tangan nya.
Dan dengan bodoh nya ia memberi kan topeng nya pada kakek Qian.
Krekk
Topeng nya hancur berkeping-keping hanya karena tersentuh oleh tangan keriput kakek Qian.
"Nah, dengan begini kan lebih baik. Kau akan menarik iblis gila itu. " kata kakek Qian dengan bangga.
"Jangan bilang iblis nafsu ? " kata nya dengan penuh teror.
"Hm tidak salah, karena nanti nya musuh mu adalah Lust. " kata kakek Qian.
"Huh ya sudah lah, mau merengek juga percuma. Sudah lah aku ingin tidur, besok aku ingin membantu orang. " kata nya langsung menggulingkan tubuh nya.
"Besok aku ingin ikut, aku akan menyamar sebagai anak muda yang kau bisa bilang adalah teman mu." kata kakek Qian berubah menjadi pemuda yang tampan.
"Kakek Qian -" ucapan nya terpotong.
"Hentikan, jangan panggil aku kakek lagi, panggil aku saudara Qian. " kata Qian Bei dengan suara yang jauh lebih halus dari pada sebelum nya.
"Hah ? Kenapa suara mu juga bisa berubah kakek Qian ? Aku yakin umur mu pasti jauh lebih tua dari ku, tapi kenapa penampilan mu hampir sama dengan ku ?" tanya nya sambil mengernyit kan alis nya bingung.
"Shtt, sudah ku bilang, panggil aku saudara Qian. Aku memiliki kemampuan untuk mengubah penampilan ku, ini semua karena kekuatan mental yang aku miliki. " kata Qian Bei dengan bangga.
"Berarti kalau aku melatih kekuatan mental ku dengan giat maka aku bisa mengubah penampilan ku menjadi lebih biasa ?" tanya nya.
"Tidak bisa , khusus untuk mu. Kau tidak bisa melakukan nya. " kata kakek Qian dengan penuh penekanan.
"Ya ya ya baik lah, terserah diri mu saja. " kata nya menghela nafas pasrah, berusaha untuk menerima apa yang terjadi pada nya.
Keesokan hari nya ia bangun dan bersiap untuk sarapan, hari ini murid nya, Hu Yin akan datang untuk memberi nya kejutan.
"Saudara Qian, ayo cepat !! Aku sudah sangat lapar !" kata nya dengan canggung.
"Tunggu, apa kah penampilan ku sudah sempurna ?" tanya Qian Bei.
"Hentikan itu semua, atau aku akan memanggil mu kakek Qian lagi. Aku sudah sangat lapar hingga rasa nya ingin memakan orang. " kata nya dengan wajah kesal.
"Hm, ayo cepat ! Kenapa kau masih duduk di situ kalau kau sudah sangat lapar ?" tanya Qian Bei tanpa rasa bersalah.
"Sialan, aku sudah menunggu lebih dari 30 menit. Lalu dengan mudah nya ia meninggal kan ku seperti itu. Huft, sabar sabar orang tua, aku harus berbakti dengan orang yang lebih tua. " gumam nya sambil mengelus dada.
"Cepat lah ! Apa kau salah satu spesies siput ?!" kata Qian Bei dari depan.
Sesampai nya di meja makan, ia duduk dengan wajah di tekuk. Karena belum ada siapa pun di meja makan.
"Pelayan, panggil kan kaisar mu dan Tu Long !!"Perintah nya.
"Tapi tuan Zhang, mereka berdua sedang tidur karena mabuk berat. " kata pelayan.
"Bagus, sangat bagus !! Lihat apa yang bisa ku lakukan untuk membuat mereka bangun tepat waktu ?! " Dia menepuk tangan dengan kesal.
"Sebenar nya dia itu kaisar atau bukan sih ? Kaisar tapi bangun nya siang terus, aku saja yang bukan kaisar bukan raja tapi selalu bangun jam 5 pagi. " kata nya mendengus kesal.
"Maaf memotong ucapan mu Tuan Zhang, tapi kaisar memang memiliki aturan sendiri untuk tidak di bangun kan di bawah jam 10 pagi. " kata pelayan itu dengan takut takut.
"Oh ada peraturan begitu ? Dan kalian masih menganggap nya sebagai kaisar ?! Sungguh menyedih kan. " kata nya mempercepat langkah nya.
__ADS_1
Sesampai nya di ruang kerja Kaisar Wei , ia mengambil satu ember air bersih dan menyiram kab nya ke wajah kedua orang ini.
"Cepat bangun kalian berdua ! Kalian sudah berjanji untuk sarapan jam 7 pagi hari ini !!" kata nya menarik telinga kedua orang itu.
"Awhh, lepas kan lepas kan. Ya ya kami bangun !!" kata Tu Long langsung lari ke kamar mandi.
"Huh, yang satu ini sungguh tidak tahu mati. Dia yang berjanji ia yang telat juga. " kata nya sambil menutup hidung kaisar Wei.
"Hmm, hmm. A.. aku tidak bisa bernafas !!" Raung Kaisar Wei.
"Bangun cepat, atau aku akan membuat mu kehilangan hidung. " kata nya dengan ganas .
"Baik baik lah !!" Kata Kaisar ikut melesat menuju kamar mandi.
Tindakan nya tadi cukup untuk menarik banyak perhatian kasim mau pun pelayan, di sisi lain Qian Bei sudah mulai makan terlebih dahulu.
3 jam kemudian mereka sudah makan dengan kenyang, kaisar Wei dan Tu Long sempat bertanya tentang Qian Bei tapi ia dengan pintar membuat sebuah alasan.
"Saudara Qian, apa kau yakin aku tidak boleh menggunakan topeng ?" tanya nya dengan memelas.
"Tidak boleh, atau aku akan melempar kan mu ke neraka. " kata Qian Bei dengan kejam.
"Memang nya kau memiliki hak untuk memasuk kan ku ke neraka atau surga ?"
"Tentu, aku lupa memberi tahu mu. Selain aku menjadi seorang Dewa, aku juga merupakan salah satu dari 3 Hakim Akhirat. " kata Qian Bei dengan bangga.
"Ya, lihat lah di depan sudah ada pria yang menunggu. " kata nya berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Nangong Yui, maaf karena aku terlalu siang. " kata nya menunduk untuk meminta atas kesalahan nya.
"Tidak perlu sungkan Tuan Zhang, tuan Zhang ingin datang kerumah ku saja sudah merupakan keajaiban bagi-" ucapan Nangong Yui terpotong saat melihat wajah tampan Zhang Wei dan milik Qian Bei.
"Ehm, menurut mu di antara kami siapa yang lebih tampan ?" tanya Qian Bei dengan penuh percaya diri.
Dia menutup wajah nya malu mendengar jawaban yang di beri kan oleh Nangong Yui.
"Ayo pergi ke tempat anak mu, semakin cepat bertemu maka semakin baik. " kata nya.
"Ah, ya baik. " kata Nangong Yui langsung memimpin jalan.
Di perjalanan banyak sekali orang yang terpesona dengan wajah mereka berdua.
"Wah yang menggunakan baju ungu itu sangat tampan dan menawan !! Jika aku menikah dengan nya maka aku bersedia untuk segera mati !!" kata seorang nenek nenek sambil menjatuh kan sayur yang baru di beli nya.
Untuk memperjelas, yang menggunakan baju ungu tidak lain adalah diri nya karena Qian Bei menggunakan baju berwarna biru.
"Yang Biru tidak kalah tampan !! Tapi kenapa harus memilih ? Kenapa tidak semua nya saja ?!" Kata seorang gadis muda yang cukup cantik.
Banyak sekali pria yang menatap mereka berdua dengan tatapan bermusuhan, tapi melihat Nangong Yui adalah prajurit kerajaan, tidak ada yang berani untuk menganggu mereka.
" Saudara Qian, apa kau tidak terganggu dengan suasana canggung ini ?" tanya nya saat melihat Qian Bei tetap tenang.
"Hm, udara di sini di penuhi dengan ke iri an, aku tidak menjamin kalau iblis satu itu tidak akan datang kemari setelah mencium aura yang di penuhi rasa iri seperti ini. " kata Qian Bei dengan tenang.
"Iri ? Envy ?" tanya nya penasaran.
"Betul, dengan berada dan menghasut orang orang untuk menjadi lebih iri maka dia akan menjadi lebih kuat. Jadi lebih baik untuk menghindari aku akan menyegel aura ini supaya tidak merembes keluar. " kata Qian Bei lalu mengibas kan tangan di udara.
"Jika dia benar benar datang ? Apa kau sanggup untuk melawan nya saudara Qian ?" tanya nya.
"Envy ? Aku sebanding dengan diri nya, dulu lawan ku adalah abbadon tapi lama kelamaan aku mulai melemah dan hanya sebanding dengan Envy. " kata Qian Bei dengan lelah.
"Kenapa kau bisa melemah saudara Qian ? Apa karena kehilangan artefak Dewa ?" tanya nya dah mulai lagi keluar sikap penasaran nya.
"Tidak perlu tahu , pokok nya jadi lah lebih dan lebih kuat. Karena nanti kekuatan mu dapat melebihi ku. " kata Qian Bei sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Aku tidak yakin mampu melakukan itu. " kata nya dengan pesimis.
"Percaya pada ku, karena kekuatan mu akan membuat sejarah baru untuk dunia persilatan. " kata Qian Bei memberi semangat.
"Baik lah, aku akan terus berusaha. Meskipun aku tidak tahu pasti apa yang harus ku lakukan nantinya. " kata nya sambil tertawa.
Tidak lama kemudian, seorang wanita cantik dan lugu berlari mendekati mereka dengan wajah yang memerah.
"Tuan, aku ingin meminta kalian untuk datang ke rumah ku. Aku tinggal di Keluarga Bangsawan Liu, aku ingin kalian berdua tinggal bersama ku. Kau akan memberi kalian gaji yang lebih tinggi di banding kan dengan menjadi prajurit Kekaisaran. " kata wanita itu berusaha menarik tangan mereka.
Mata nya memancar kan sinar dingin, wanita ini memiliki niat terselubung di balik wajah nya yang lugu.
"Yin ' er ku !! " Seorang pria dengan menggunakan baju ukiran Wang.
Maka seharus nya pria ini merupakan anak atau cucu dari menteri Pertahanan Wang Bei.
"Kalian hanya lah prajurit Kekaisaran tapi berani berani nya merebut Yin' er ku !!" kata pria bermarga Wang itu dengan cemburu dan iri.
"Jika kau merasa iri maka salah kan kehidupan sebelum ini, kau mabuk mabukan terus terusan bermain wanita hingga sekarang terlahir dengan wajah buruk rupa. " kata Qian Bei dengan santai.
"Memang nya begitu ?" tanya nya.
"Hm, orang yang baik di kehidupan masa lalu biasa nya akan di beri pilihan, hidup bahagia dengan wajah biasa saja atau dengan wajah cantik tapi hidup dengan penuh konflik. Kalau yang berbuat sangat baik maka, mereka akan mendapat kan kedua nya. Begitu pula kebalikan nya. " kata Qian Bei menjelaskan.
"Jangan berpura pura menjadi Dewa !! Pengawal rusak wajah kedua orang ini hingga menjadi buruk rupa !!" kata pria bermarga Wang dengan marah sambil mencekal Liu Yin.
"Tunggu !! Jangan lakukan itu !!" Teriak Liu Yi sambil meronta ronta.
Pengawal pria bermarga Wang itu maju dan mengambil pisau dan menyeringai ke arah mereka, karena para pengawal itu juga di liputi dengN rasa iri yang sangat kuat.
"Wang Yu Ling, kau sudah datang kemari kenapa tidak repot repot untuk menunjuk kan diri ?" tanya Qian Bei dengan senyum mempesona.
"Siapa kau ? Kenapa kau berhasil menemukan ku ?" tanya seorang wanita dengan sebuah tanduk.
"Kau melupakan ku Wang Yu Ling ? Padahal aku lah yang memutuskan salah satu tanduk milik mu." kata Qian Bei dengan santai.
"Qian Bei !!" kata Wang Yu Ling dengan marah tapi tidak juga bergerak maju.
"Tunggu saja ! Perang iblis dan Dewa akan datang dalam waktu 10 tahun lagi !!" kata Wang Yu Ling dengan penuh dendam lalu menghilang dari hadapan semua orang.
Orang orang yang di pengaruhi oleh rasa iri langsung pingsan termasuk dengan pengawal dan pria bermarga Wang itu.
"Saudara Qian, apa kan itu iblis Iri ?"tanya nya dengan sedikit gemetar.
"Hebat untuk mu karena tidak pingsan, aura yang di berikan oleh Wang Yu Ling, dapat membuat seorang Kemurkaan surga pingsan dalam sekejap. " kata Qian Bei dengan bangga.
"Kenapa tidak mengejar nya saudara Qian ?" tanya nya.
"Karena.... Aku tidak tahu dia lari kemana. " kata Qian Bei tertawa lantang.
Dia cemberut dan berjalan mendekati Nangong Yui. Setelah beberapa saat dan berhasil menyadarkan Nangong Yui, mereka langsung melihat kondisi putri nya.
"Hm, bakat nya sungguh di berkati oleh surga. Dia akan menjadi sangat berbakat, Zhang Wei, sebaik nya kau mengangkat nya menjadi murid. " kata Qian Bei.
Ayah dan Ibu Nangong Ling menatap mereka dengan penuh harap, setelah melihat Qian Bei berhasil membuat kulit putri mereka tidak melepuh lagi.
"Aku bisa menyembuhkan penyakit putri kalian, dengan sebuah syarat. " kata Qian Bei.
"Aku ingin putri kalian menjadi pelayan dia. " kata Qian Bei sambil menunjuk nya.
"Eh, ini.... Biar kan kami berdiskusi sebentar. " kata Nangong Yui dengan sulit.
Di sisi lain dia menatap Qian Bei meminta penjelasan.
"Dengan memiliki pelayan seperti dia maka kau akan menjadi lebih aman. Kedua, ia akan menjadi gadis cantik. Bakat nya 100 kali lebih tinggi dari pada murid mu yang sebelum nya. " kata Qian Bei dengan santai
__ADS_1