PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
200. Mencoba untuk ikhlas


__ADS_3

Seminggu kemudian,


Mereka sudah kembali ceria dan mulai melupakan kesedihan mereka atas kepergian Qian Bei. Namun tetap saja mereka datang dan mendoa kan Qian Bei setiap hari.


"Zhang Wei, bagai mana dengan keputusan mu ?" tanya Qing Yu.


"Apa ?" tanya nya dengan mulut penuh.


"Kau mau menerima ku sebagai kekasih atau tidak ? Aku tidak masalah meski pun menjadi yang kedua atau yang ketiga. " kata Qing Yu dengan semangat.


Dia pun tersedak mendengar kata kata Qing Yu.


"Apa ?! Zhang Wei, aku juga mencintai mu ! Aku juga tidak masalah jika kau memiliki kekasih yang lain !" Teriak Xi Rong yang membuat Qing Yu menatap tajam ke arah Xi Rong.


"Zhang Wei, kakek Qian ingin kita bersama. " kata Xi Rong.


"Aku juga sudah di restui oleh Guru. " Ketus Qing Yu.


Akhir nya karena pusing,


"Kalian berdua..... aku terima menjadi kekasih ku, aku tidak ingin mengecewakan kakek Qian. Nah untuk urutan satu atau dua, kalian diskusi kan sendiri. " Ucap nya pasrah.


"Kita akan melakukan gunting, batu, kertas. Yang menang akan menjadi yang pertama. " kata Qing Yu mengusul kan.


"Baik, siapa takut ?!" Tantang Xi Rong.


Gunting...


Batu.....


Kertas.....


Xi Rong menunjuk kan gunting dan Qing Yu menunjuk kan Batu, Qing Yu tersenyum penuh kemenangan.


"Ah, ini curang ! Kau telat dan menunggu ku !" Protes Xi Rong tidak terima.


"Apa nya yang telat ? Kau saja yang tidak beruntung. " Ledek Qing Yu.

__ADS_1


Mereka berdua tetap tidak ada yang ingin mengalah membuat nya menggeleng geleng kan kepala.


"Henti kan ! Sesuai dengan perjanjian pertama arti nya Qing Yu yang menang. " Kata nya yang sedang duduk di tangga.


"Tapi.... "


"Tidak ada tapi tapian. " Kata Qing Yu dengan semangat sebelum berlari memeluk nya dengan erat.


Qing Yu bergelayut manja di tangan kanan nya dan Xi Rong di sebelah kiri nya.


"Bisa kah kalian bertindak seperti biasa saja, aku merasa sedikit tidak nyaman. Lalu nanti aku akan pergi ke Dimensi Qilin Api. " Ucap nya yang mengejut kan 2 wanita di samping nya.


Sedang kan kedua murid nya sudah sejak tadi masuk ke kamar mereka masing masing.


"Bukan kah semua urusan mu sudah selesai ?"tanya Qing Yu heran.


"Kau melupakan sesuatu. " kata nya sambil tersenyum penuh makna.


"Ah iya tukang mie manusia itu ! Aku baru ingat, apa kau benar benar akan ke sana hanya demi dia ?" tanya Qing Yu.


Dia mengelus tangan nya, seluruh bulu yang ada tangan nya berdiri.


"Aku tidak pernah se dekat itu dengan wanita, ini membuat jantung ku berdetak lebih cepat dari pada biasa nya. Padahal detak jantung yang terlalu cepat tidak terlalu baik bagi kesehatan, aku akan mencari tahu penyebab nya. Karena aku tidak mau mati muda. " Gumam nya dengan polos.


Dia memegang jantung nya yang masih berdetak dengan cepat. Dalam sekejap ia sampai di pintu dimensi dan segera menuju Dimensi Qilin Api.


Sesampai nya di Dimensi Qilin Api, betapa terkejut nya ia melihat wajah nya di pasang di seluruh jalan.


Siapa pun yang berhasil menangkap nya akan mendapat kan uang dan menjadi murid pribadi Old Qi.


"Ha ha ha ini menjadi sedikit menarik, aku akan melihat bagai mana ekspresi mu kakek tua ketika melihat kematian murid mu. " dia tersenyum jahat dan menggunakan jubah nya.


Dia menemui tukang mie yang duduk termenung di tempat dia berjualan dulu.


"Paman, ini aku. Aku yang akan membantu mu berbicara pada putra mu. Apa kau masih di paksa untuk mencari uang ?" tanya nya dengan pelan pelan.


"Ah tuan muda, sebaik nya kau pergi. Jangan perduli kan aku, kau sedang menjadi buronan. Aku takut kau tidak akan membebaskan diri. " kata Paman itu dengan panik.

__ADS_1


"Shhhtt, tenang lah jika mereka memang berhasil menangkap ku maka aku akan melepas kan diri. " ucap nya.


"Tuan muda, sejujur nya, Tuan Qi sudah bekerja sama dengan ku. Aku tidak ada pilihan lain. " kata paman itu dengan muka menderita.


"Oh benar kah ? arti nya ada orang yang di dekat sini ?" tanya nya.


"Sebaik nya tuan pergi, mereka masih belum menyadari keberadaan mu. "


"Qi Yang, apa kau masih akan menyamar jadi paman penjual mie yang menyedihkan ? Aku bahkan sudah bosan bermain main dengan mu. " Pria di depan nya tertawa dan berubah menjadi wujud asli nya, Qi Yang.


"Kau sudah tahu tapi tidak ingin pergi, jika aku berhasil menangkap mu maka aku akan lebih di perhati kan oleh guru. " kata Qi Yang tertawa.


"Oh ya ? Kau ingin membuat mu memperhatikan mu ? Aku bisa membantu mu. " Ucap nya dengan senyum miring.


"Jangan banyak bicara ! Penjaga serang dia !" Tiba tiba puluhan orang mengepung dia.


Dia masih santai melain kan hanya mengambil satu batang kayu dari patahan kayu yang ada di kedai mie.


"Kenapa tidak di luar saja ? Bukan kah di sini begitu menyesak kan ?" Pancing nya.


"Baik, biar aku menghajar wajah mu. "


"Aku menanti itu. " Jawab nya.


"Kau !" Sesampai nya di luar mereka langsung menyerang nya, dia menggunakan Qi untuk melapisi batang kayu sehingga terasa lebih kuat dari pedang.


"Pukulan Bintang Hitam : Tahap 2 !" Dia memukul mereka dengan kuat hingga beberapa terpental ke belakang yang menyebabkan mereka mengalami pendarahan yang cukup serius.


"Kalian begitu pengecut ! Bahkan tidak bisa menyentuh ujung pakaian ku. " Ejek nya.


Wajah Qi Yang menahan malu karena di bicara kan oleh orang orang yang menonton mereka dari jauh.


" Kau !! Lihat saja ! Dasar kalian tidak berguna !! Aku sudah membayar kalian mahal mahal tapi kalian malah mempermalukan ku !" Teriak Qi Yang untuk melampias kan rasa malu nya.


"Percuma kau berteriak teriak pada mereka, mereka sudah bertemu dengan penjaga neraka. Tenang, kau tidak akan bertemu dengan mereka secepat itu. Aku masih membutuh kan mu. " Ucap nya sebelum memukul pundak Qi Yang.


Qi Yang pun jatuh pingsan dan dia membawa Iq Yang ke sebuah gunung yang tidak jauh dari tempat kedai mie yang ia datangi tadi

__ADS_1


__ADS_2