
Pil spiritual di bagi menjadi Biasa,tinggi, dan mendalam. Sedang kan tanaman obat obat an memiliki tingkat yang sama dengan Pil Spiritual miliki.
"Ayah akan sadar dalam waktu 3 hari, aku harap kalian memberikan makan kepada nya secara teratur dan aku akan pergi selama satu hari. "kata nya dengan datar.
Dia lega melihat warna kulit ayah nya yang semakin lama semakin baik, nanti dia akan berterima kasih ke Jiu Zhi.
Dia akan pergi untuk membalas dendam ayah nya, sudah lama tangan nya tidak bersimbah darah lagi.
Saat ini, ia memiliki jutaan koin emas di tambah puluhan juta koin perak di cincin penyimpanan nya. Jadi ia tidak perlu takut untuk kekurangan uang.
"Tunggu saja kalian Sekte Awan Darah !! tidak ada dari kalian yang akan selamat !! berani meracuni ayah ku maka kalian harus mati di tangan ku. " Gumam nya pelan tapi penuh penekanan.
Dia berjalan melewati hutan untuk jalan yang lebih cepat, jika melewati desa maka akan memerlukan waktu 2 hari penuh. Sedang kan kalau melewati hutan hanya memerlukan kira kira satu jam penuh.
Satu jam kemudian, Zhang Wei sampai di depan sebuah bangunan besar yang di dominasi dengan warna merah darah. Terdapat banyak penjaga di gerbang depan yang menggunakan pakaian hitam serta pedang di punggung mereka.
"Sima Yue !! Keluar !!" Teriak nya dengan marah.
Tentu saja teriakan marah nya membuat seluruh Sekte Awan Darah menjadi gempar.
Mereka segera berlari ke arah teriakan untuk melihat apa yang terjadi dan siapa yang berani menganggu kedamaian Sekte Awan Darah.
Di tempat ruangan Kepala Sekte, Ling Yun.
"Saudari Sima, siapa yang memanggil mu dengan cara itu ? meski pun kau hanya lah seorang tetua di sekte awan darah tapi semua orang tahu kalau kita adalah sahabat. " kata Ling Yun.
"Entah lah aku juga tidak tahu, saudari Ling. Aku akan keluar melihat apa yang terjadi di depan. " kata Sima Yue.
"Aku akan ikut dengan mu. " kata Ling Yun dengan cepat lalu mereka berdua pergi ke depan gerbang.
Dia tempat Zhang Wei saat ini, seluruh penjaga dan murid mengepung nya yang saat ini sedang memegang Pedang nya.
"Siapa kau ? kenapa kau membuat keributan di sekte awan darah? Tetua Sima bukan lah orang yang dapat kau temui dengan mudah, status nya sangat spesial di Sekte Awan Darah. " kata salah satu orang di sana dengan sinis.
Zhang Wei tidak menjawab pertanyaan itu dan malah mengatakan sesuatu yang membuat seluruh orang di sana mengerut kan dahi mereka.
"Hmm jumlah kalian lumayan banyak ya? Kira kira 17 ribu. Seharus nya kalian semua hanya lah murid di sini dan bukan tetua, jadi aku akan mengampuni kalian. Aku akan memberikan waktu 3 nafas. " kata nya dengan dingin.
"Humph !! kau kira kami takut dengan ancaman mu. " kata salah satu sambil tertawa meremehkan.
Yang lain nya ikut tertawa dan mengambil ancang ancang untuk menyerang nya.
__ADS_1
"Satu nafas..... dua nafas........ tiga nafas !! karena kalian sungguh sayang pada tetua Sima kalian, maka pergi lah ke neraka !!" kata nya lalu mengangkat pedang nya.
Sedang kan di dalam sekte para tetua lain nya, mengingat kan pada Sima Yue dan Ling Yun.
"salam kepala sekte Ling dan Tetua Sima. " kata para tetua itu.
"Bagai mana keadaan di luar ? apa lah sangat parah ?" tanya Sima Yue.
"Tetua Sima dan kepala sekte Ling tidak perlu khawatir karena yang datang hanya lah satu orang gila. Aku yakin mereka adalah salah satu anggota keluarga Zhang lagi. " kata salah satu tetua.
Memang ada beberapa anggota keluarga Zhang yang datang untuk menantang Sima Yue, tapi semua nya telah di tangkap dan di siksa di penjara bawah tanah.
Kepala klan Zhang juga telah memberi tahu hal ini pada Zhang Wei sebelum pergi.
"Oh hanya semut dari klan Zhang, aku kira sekte besar, Ha ha ha aku terlalu khawatir pada diri ku sendiri. " kata Sima Yue sambil tertawa kecil.
"Itu benar Tetua Sima, biar kan lah orang gila itu menjadi pelatihan bagi murid sekte awan darah. Ha ha ha, lagi pula siapa yang akan berani menyinggung Tetua Sima dan Kepala sekte Ling. "Jilat seorang tetua.
Mereka pun tidak jadi keluar dan malah bersantai santai, karena gedung yang besar, suara dari pembantaian Zhang Wei tidak di dengar oleh para tetua.
Sekitar 13 anggota Klan Zhang yang di penjara oleh Sekte Awan Darah. Kepala klan Zhang juga berpesan pada Zhang Wei untuk menyelamatkan mereka kalau mereka masih hidup.
Di tempat Zhang Wei, ratusan orang telah terbunuh dengan cepat. Bahkan dengan itu ia hanya perlu menggunakan salah satu tangan nya.
Kali ini ia tidak menggunakan jurus seperti biasa melainkan hanya murni menggunakan kekuatan pedang. Musuh musuh nya Zhang Wei ingin kagum dengan gerakan pedang nya yang indah.
Tapi sayang nya mereka tidak memiliki waktu untuk melakukan hal itu semua atau kepala mereka akan terlepas dari tempat semula nya. Dia dengan santai menggerak kan tangan nya untuk melawan musuh.
Meski pun terlihat sederhana, setidak nya tiap kali ia mengayun kan pedang nya pasti ada kepala yang terlepas dari tempat nya. Orang orang yang semula sangat bersemangat untuk melawan perlahan lahan mulai ragu untuk menyerang.
" Kami menyerah !! Hentikan !!" teriak salah satu dari mereka dengan putus asa.
"Kalau kalian menyerah, ya sudah. Duduk diam dan tunggu giliran mu untuk di penggal. " kata nya datar.
"Hentikan !! kau hanya menindas kami yang jauh lebih lemah dari mu !!" teriak orang itu lagi.
"Ha ha ha menindas yang lemah ya ? bukan kah kalian sama ? Jika aku tidak kuat maka yang di bunuh bukan lah kalian. Sudah hukum kalau yang kuat akan menang, lagi pula aku telah memberi kan kesempatan kepada kalian tadi tapi kalian tidak menghargai nya. "
Mendengar kata kata nya, orang orang di sana langsung menggertakkan gigi mereka karena tidak dapat menolak apa yang di katakan oleh Zhang Wei. Karena apa yang di katakan nya adalah kenyataan.
Jika dia lemah, maka dia akan di bunuh hari ini bukan dia yang membunuh seluruh orang ini. Dia tidak memperdulikan itu dan terus maju menyerang.
__ADS_1
"Teman teman !! serang pria ini bersamaan !!" teriak salah satu dengan semangat untuk memberi semangat pada yang lain.
Sedang kan dia hanya menaik kan salah satu sudut bibir nya, tapi tidak berkomentar sedikit pun.
15 menit kemudian, hanya tersisa ratusan orang yang dengan keadaan luka sangat parah dan sudah tidak bisa bergerak lagi.
Gerbang depan Sekte Awan Darah berubah menjadi kolam darah. Gunung mayat pun terbentuk di sebelah kolam darah.
Sedang kan kondisi Zhang Wei sendiri masih sangat baik tanpa terluka sedikit pun bahkan baju nya pun masih sangat baik hanya terciprat sedikit darah.
Di tempat para tetua dan kepala sekte Ling, saat ini mereka bingung karena tidak ada murid yang akan pergi melapor ke pada mereka.
"Pergi kemana murid ku ? biasa nya dia adalah yang pertama dalam melapor jika berhasil mengalah kan orang dari klan Zhang. " kata Sima Yue bingung.
"Itu benar, ini sangat aneh. Bagai mana kalau aku dan tetua liu pergi untuk melihat keadaan di depan. " kata salah satu tetua dengan rambut yang seluruh nya putih.
"Pergi lah dan lihat apa yang terjadi di luar. tidak mungkin mereka tidak bisa menangani orang dari klan Zhang belaka. " kata kepala sekte Ling.
Sebenar nya mereka tidak salah kalau lawan mereka berasal dari klan Zhang, tapi masalah nya lawan mereka adalah seseorang yang bisa menghancurkan banyak sekte di 3 provinsi kecuali 10 sekte paling besar di provinsi gagal emas.
Zhang Wei akhir nya selesai membunuh lebih dari 17 ribu orang, tangan nya yang putih dan sehalus giok pun berubah menjadi merah. Bahkan lengan baju nya pun sedikit berubah warna karena itu.
Saat dia akan berjalan masuk dia bertemu dengan dua orang tua yang terkejut melihat kondisi gerbang depan sekte mereka di tambah dengan melihat pedang dan tangan nya yang bersimbah darah.
"Ah ternyata kalian akhir nya keluar sendiri. aku pikir, aku harus berjalan masuk untuk mencari kalian. Sungguh sebuah kehormatan, aku merasa seperti tamu penting. " kata nya santai pada kedua orang tua di depan nya ini.
"Si.. siapa ka.. kau ??!!" tanya orang tua itu dengan gemetaran.
"Aku ? aku adalah dewa kematian bagi kalian, jadi percuma seberapa kuat kau melawan ku, karena aku masih akan membunuh kalian semua. "
"Kenapa kau ingin menghancurkan sekte kami ? kenapa kau membunuh seluruh murid sekte kami ?" tanya tetua itu emosi karena salah satu orang yang terbunuh adalah anak nya.
"Aku sudah memperingati mereka untuk kabur, tapi mereka malah meremehkan ku. lagi pula bukan kah kalian yang menggertak klan ku duluan ? jika kalian tidak membantu si sampah Sima Yue itu maka kalian akan hidup. Jadi salah kan kematian kalian dengan Sima Yue. " kata nya lalu menebas kedua orang itu dengan mudah.
Karena pada pasal nya kedua orang itu bukan lah musuh yang sebanding dengan kekuatan nya yang sekarang.
Dia tidak mempunyai alasan untuk memaaf kan anggota sekte awan darah. Mereka berani menganggu keluarga nya maka dia akan mengejar orang itu bahkan jika yang menganggu keluarga nya adalah Dewa. Dia akan membunuh siapa pun yang menganggu keluarga nya dengan kejam, hingga membuat mereka menyesal telah hidup.
...----------------...
Jangan lupa buat like, comment dan vote. satu like kalian sangat berarti bagi pengembangan cerita ini, Terima kasih.
__ADS_1