
Jika sebelum nya ia sangat panik memikir kan bagaimana cara nya untuk menghadapi Kekaisaran Wei, sekarang ia tidak memiliki beban lagi. Kakek Qian juga menceritakan sedikit tentang orang tua nya, bagaimana ia mencari nya nanti.
Beberapa jam kemudian, dia mengelus perut nya yang tampak membuncit karena makan terlalu banyak.
"Terima kasih Fang Lin, aku masuk kamar dulu. Aku akan melatih Hu Yin dulu !" kata nya sambil menggandeng tangan Hu Yin.
"Tentu saja, selamat tinggal !" kata Fang Lin.
Dia berjalan dan membawa Fang Lin ke kamar nya , mereka berbincang bincang satu sama lain.
"Yin'er, guru akan melatih dan meningkat kan kultivasi mu dulu. Setelah itu guru akan melakukan latihan tertutup selama 3 hari. Aku harap kultivasi mu tidak mengecewakan ku saat aku keluar dari latihan tertutup. " kata nya saat mereka berdua sudah ada di ruang latihan yang terhubung dengan kamar nya.
"Tentu saja aku tidak akan mengecewakan guru, aku akan menjadi seorang penempaan tulang dalam waktu 1 minggu. " kata Hu Yin semangat.
"Bagus, aku akan membuka jalan untuk mu naik langsung ke puncak penempaan Qi jadi manfaatkan itu dengan baik. " kata nya.
"Hm, terima kasih banyak guru !" kata Hu Yin.
Dia menyuruh Hu Yin untuk duduk di tanah dengan punggung yang tegap, setelah itu ia mulai memberi Hu Yin, Qi yang telah di haluskan nya dan tentu saja dengan bantuan kekuatan mental nya.
Dia sebelum nya memakan 15 pil Rubah Laut dan menghaluskan Qi yang ada di dalam pil itu, sehingga dapat dengan mudah di cerna oleh Hu Yin.
Tidak semua orang yang mempunyai kekuatan mental dapat melakukan ini, dia sendiri mengetahui ini setelah di beritahu oleh kakek Qian.
Dia mengangkat tangan nya dan memposisikan tangan nya tepat di atas kepala Hu Yin, dan terlihat lah benang benang yang sangat tipis keluar dari tangan nya.
Benang itu berwarna merah redup dan berjumlah banyak, itu tidak lain adalah benang Qi yang telah di haluskan nya.
Karena kekuatan nya yang lebih ke arah api, membuat warna Qi nya menjadi merah tapi jika di masa depan ia mempraktikkan seni bela diri dengan elemen es maka ia akan mempunyai 3 warna Qi.
Tangan Logam Terbakar membuat nya mempunyai 2 warna Qi yaitu warna merah dan warna abu abu.
Dia dapat melihat kekuatan Hu Yin yang terus menerus tumbuh dan menjadi lebih kuat dari sebelum nya.
__ADS_1
Sebentar lagi seharus nya Hu Yin akan menerobos ke tingkat 3 penempaan Qi, waktu berlalu dengan sangat cepat.
Dan tanpa terasa sudah sekitar 7 jam, Zhang Wei memberikan Qi yang di haluskan nya pada Hu Yin dan hal di luar perkiraan nya pun terjadi.
Yaitu, Hu Yin berhasil menerobos ke tingkat 1 penempaan tulang dengan bantuan Qi nya, itu juga mungkin karena di dorong oleh bakat Hu Yin yang tinggi.
"Selamat Yin'er, kau telah menjadi kultivator tingkat 1 penempaan tulang, jangan cepat puas dulu karena perjalanan mu baru lah di mulai. " kata nya memberi kan nasehat.
"Tentu saja, aku sering membaca di perpustakaan dan mengetahui kalau kekuatan ku saat ini bukan lah apa apa, di tambah lagi dengan ada nya kultivator tingkat ranah langit. "kata Hu Yin.
"Ranah langit ? Kau tahu dari mana soal itu ?" Dia terkejut saat Hu Yin mengatakan itu karena menurut kakek Qian hanya dia yang mengetahui tentang ranah langit di dimensi 3 provinsi.
"Aku membaca nya dari buku tua yang ada di rak nomor 7 bagian kiri paling bawah yang ada di perpustakaan kerajaan. " kata Hu Yin.
"Oh, baik lah. Gunakan sumber daya yang ku berikan sebelum nya. Aku akan melakukan pelatihan tertutup dulu. " kata nya meninggalkan Hu Yin.
Dia pergi berjalan menuju Tempat Latihan Pedang yang ada di Kerajaan Vermilion, terlihat banyak sekali orang yang sedang berlatih di sana.
Dia tidak memperdulikan itu dan mengambil pedang kayu dari sana, lalu membawa nya pulang ke hutan dekat kerajaan.
Tapi jika ia mengatakan itu maka teman teman nya akan khawatir dengan keadaan nya dan itu juga akan mempengaruhi peningkatan kultivasi Hu Yin.
Dia berniat untuk melihat sejauh mana pemahaman nya terhadap pedang dan sejauh apa perkembangan daya tahan fisik nya.
Dia akan mengandalkan pedang kayu untuk bertahan hidup, tanpa menggunakan Qi nya sedikit pun.
Menurut nya ini akan sangat membantu perkembangan kemampuan pedang dan kekuatan fisik nya.
Dia berjalan dengan cepat hingga akhir nya sampai di depan hutan, dia langsung masuk ke dalam hutan tanpa memperdulikan orang lain lagi.
"Kemana musuh musuh ku ? Kenapa hutan ini sangat sepi ?"tanya nya bingung.
Lalu musuh yang di tunggu tunggu pun datang akhir nya, dia mengerut kan dahi nya saat melihat monster yang ada di belakang nya.
__ADS_1
Dia membalik kan tubuh dan mengamati tubuh monster itu dengan fokus tapi tetap gagal untuk mengetahui jenis monster yang sekarang ada di depan nya ini.
"Aku tidak peduli kau termasuk jenis apa, tapi kultivasi mu terlalu buruk untuk menjadi mainan ku. " kata nya langsung dengan mudah membela tubuh monster itu.
Saat tubuh monster itu terbelah, muncul lah sebuah batu kecil berwarna hitam yang mengandung Qi.
"Apa kah ini adalah inti monster yang di katakan oleh kakek Qian ? Berarti ini adalah monster yang kata kakek Qian kebanyakan ada di dimensi menengah ?" gumam nya bertanya tanya.
Dia mengambil inti monster itu dan menyimpan nya di dalam cincin ruang, dia menahan nafas saat ada ratusan monster serupa yang sedang menatap nya dengan tatapan marah.
"Huh, ini akan menjadi pertarungan yang sulit. " kata nya sambil menghela nafa berat.
Jika menggunakan Qi nya maka dia dapat dengan mudah mengalahkan ratusan monster itu tapi saat ini ia hanya dapat mengandalkan pedang kayu nya.
Dia meregangkan sedikit tubuh nya sebelum maju dan menyerang monster paling depan, dalam waktu singkat ia sudah berhasil masuk ke tengah tengah monster itu.
Dia memutar tubuh nya dan loncat ke atas saat melihat ada monster yang bersiap untuk mengigit kaki nya.
Dia langsung turun lagi ke bawah dan menginjak kepala monster yang akan mengigit kaki nya tadi. Dia mendengus dingin saat melihat banyak monster yang mati, tapi menurut nya jumlah monster yang hidup tidak berkurang sedikit pun.
"Huh, apa yang telah ku lakukan hingga mendapat kesialan seperti ini. Apa kah aku harus menggunakan Qi ku ? ah, tidak justru di keadaan seperti ini lah aku bisa berkembang dengan baik. Jika aku bahkan tidak bisa melawan monster monster busuk ini maka ranah bumi hanya lah nama untuk ku. " kata nya menyemangati diri sendiri.
Tanpa di sadari nya orang tua sedang menatap nya dengan geli dari jauh, yang tidak lain tidak bukan adalah Kakek Qian.
Kakek Qian berdiri di balik pepohonan sambil mengelus janggutnya, dia tertawa kecil melihat kesulitan dan semangat yang di miliki Zhang Wei.
"Karena kau bilang tidak ada teman bermain maka aku memberi kan 1.000 monster spiritual untuk nya, lagi pula ini tidak akan membunuh nya. " kata kakek Qian.
Kembali ke arah keadaan yang Zhang Wei alami sekarang, Zhang Wei menahan nafas nya saat melihat ratusan monster sedang berlari menuju diri nya.
"Aku tidak akan menyerah !! Dasar monster jelek !!" raung nya.
Sebelum meloncat dan menginjak beberapa monster, langsung saja monster yang di injak nya menjadi rata dengan tanah.
__ADS_1
Dia sedikit sedih karena tubuh nya yang kurus dan tidak berotot sama sekali, bahkan berat nya hanya 67 kg dengan tinggi 189 cm.
Dia sungguh iri dengan orang orang yang memiliki banyak otot pada tubuh mereka.