PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 158 - Obat Wabah


__ADS_3

Keesokan Hari nya,


Zhang Wei dan Xi Rong sedang duduk di halaman rumah mereka. Mereka duduk berhadap hadapan.


Di tengah mereka, ada kuali obat serta beberapa macam tanaman yang akan di guna kan.


" Menurut mu, apa kah akan cocok dengan menggunakan bunga Yangganju yang memiliki kemampuan untuk menghilang kan racun serta Ginseng Giok Merah dan Ginseng Darah ?" tanya Xi Rong sambil memikir kan.


"Tidak, itu tidak akan menjadi hal baik. Bunga Yangganju tanpa bunga Bai He akan menimbulkan ledakan yang keras di tambah lagi dengan Ginseng Darah yang juga memiliki sifat seperti itu. " kata nya sambil menggeleng geleng kan kepala.


Tiba tiba ia memiliki ide untuk pembuatan obat yang akan di jual oleh nya, menurut nya sekarang ia masih kekurangan Kristal Roh Tingkat Rendah.


"Kemari kan kertas, kuas, dan tinta hitam itu. " Perintah nya dan Xi Rong langsung menurut.


"Ginseng Giok Merah, Ginseng Darah, Bunga Bai He, bunga Xun Yi Cao, dan Bunga Ding Xiang, inti monster tingkat menengah. " Gumam nya sambil menulis.


Berikut adalah rincian dari racikan yang sudah di tentu kan oleh Zhang Wei :


Ginseng Giok Merah, 20 gram


Ginseng Darah, 7 gram


Bunga Bai He, 8 gram


Bunga Xun Yi Cao, 12 gram


Bunga Ding Xiang, 25 gram.


"Apa kau yakin ini akan berhasil? Bunga Ding Xiang akan sangat sulit di olah dan memiliki sifat yang sangat memberontak. " Kata Xi Rong dengan ragu ragu.


" Justru itu, aku memilih untuk mengambil resiko ini. Ginseng memiliki sifat yang sama dan bunga Ding Xiang memiliki tekanan yang lebih kuat sehingga menutupi yang lain. " Kata nya dengan bangga.


"Ya ya aku akan ikut saja dengan mu, aku akan menjauh karena aku tidak ingin kulit ku kotor karena ledakan. " kata Xi Rong lalu berjalan mundur beberapa meter dan duduk di bawah pohon.


"Baik, aku akan mulai memasuk kan obat ke dalam kuali obat ku. " katanya langsung memasuk kan bubuk bubuk bunga yang telah di tumbuk nya.


"Kenapa kau tidak memanas kan kuali obat mu terlebih dahulu ?" Tanya Xi Rong bingung.


"Pokok nya kau ikut saja, aku menjadi tidak fokus jika kau mengajak ku untuk berbicara. " balas nya tanpa menoleh.


Wang Xi Rong yang melihat itu langsung menutup mulut nya dan memandang nya dengan serius.

__ADS_1


Setelah memasuk kan seluruh bahan, baru lah ia menutup kuali obat nya. Tapi tidak seperti biasa nya, kali ini ia memegang tutup kuali obat nya dengan kencang.


Dan tidak lama terdengar lah bunyi ledakan yang cukup besar berasal dari dalam kuali obat nya, bunyi ledakan itu terdengar beberapa kali sebelum akhir nya berhenti.


Setelah itu berhenti baru lah ia mulai menghidupkan api dan mengolah bahan bahan tersebut.


"Ah ini adalah hal baik. Xi Rong , aku akan selesai sekitar 45 menit lagi, jadi tolong ambil seseorang yang terkena wabah mu untuk di uji coba. " kata nya tanpa menoleh karena ingin fokus dengan obat nya.


"Baik aku akan membawa kan mu 3 orang untuk di uji coba. Aku akan membuat pelindung di sekitar sini sehingga kau dapat membuat obat dengan tenang dan tanpa gangguan. " kata Xi Rong.


Menjadi tingkat 2 kemurkaan dunia pada umur 18 tahun mungkin memang impian bagi banyak orang tapi tidak dengan nya.


Ia masih belum puas dengan perkembangan nya, ia ingin menjadi lebih kuat dan berguna untuk melindungi orang terdekat nya.


"Aku harus fokus dengan pil pil ini atau nanti para pil ini akan memiliki tingkat kemurnian yang sangat rendah. " katanya sambil menghela nafas.


Ia melepas kan api yang lebih besar dan kembali terdengar ledakan ledakan kecil, dia kembali memegang tutupan.


Kali ini, ia sedikit gugup karena baru kali ini ia mengolah bubuk bunga Ding Xiang yang sangat mendominasi.


47 menit kemudian, Xi Rong sudah kembali dengan 3 orang yang jari nya sudah menghitam. Dia membuka tutup kuali obat nya dan dengan senyum pahit menatap ke dalam kuali obat nya .


"Huft, akhir nya selesai. Xi Rong ikat tangan mereka untuk mencegah hal yang tidak di ingin kan terjadi. " kata nya sambil meminum air putih.


Dia berjalan mengambil 3 pil untuk ke 3 orang tersebut, awal nya ke 3 orang tersebut tampak memberontak.


Tapi dengan paksa ia memasuk kan obat itu ke dalam mulut mereka dan dengan terpaksa mereka menelan pil tersebut.


"Apa susah nya meminum obat ? Aku juga tidak berniat untuk meracuni kalian. Lagi pula tidak ada guna nya dan menghabis kan waktu ku. " kata nya dengan kesal.


Lalu 3 orang itu tidak lama membuka mulut mereka dan jari mereka yang sebelum nya sudah membusuk menjadi lebih baik.


"Obat yang kau buat membuat kami dapat berbicara lagi, terima kasih banyak. Kami akan menyebar kan kebaikan mu. " kata salah satu dari mereka langsung berlutut di hadapan nya.


"Kalian harus meminum satu pil lagi, jadi aku akan memberi kalian gratis. Tapi ada syarat nya, aku ingin kalian besok menyebar kan berita ini dan menyuruh mereka yang ingin sembuh ke tempat ini. " kata nya sambil tertawa.


"Baik tuan, sekarang kami akan kembali. "kata 3 orang itu dengan hormat.


"Baik, katakan ini akan di lelang dan hanya akan ada 150 pil. " kata nya dengan dingin lalu membalik kan badan.


Xi Rong mengikuti langkah nya yang kembali ke arah kuali obat.

__ADS_1


"Apa kau akan benar benar membiar kan mereka mati ? Orang yang tidak sanggup membayar obat ?" tanya Xi Rong.


"Aku tidak yakin banyak orang yang tidak mampu, karena restoran itu adalah restoran mewah. Paling tidak mereka akan memegang ratusan batu roh tingkat menengah. Jadi menurut perkiraan ku, hanya 3 orang itu yang merupakan rakyat tidak mampu karena mereka berdiri tepat di pintu masuk restoran kemarin. " kata nya sambil tertawa.


"Bagai mana kau bisa hafal semua nya ?" tanya Xi Rong dengan wajah terkejut.


"Coba lah untuk memperhatikan hal hal sepele di sekitar mu, barang kali kau akan membutuhkan nya. " kata nya tanpa menoleh lalu kembali membuat obat.


Dia membuat Pil hingga sore dan ia makan sebelum kembali ke kamar nya untuk berlatih lagi.


Perang Darah yang merupakan salah satu tugas nya harus di selesai kan dalam waktu 1 tahun paling lama.


Atau dia dan Xi Rong akan mendapat hukuman dari Qian Bei. Mereka harus menengahi Perang darah tersebut dan untuk melakukan itu mereka membutuh kan kekuatan.


Dia mengambil Ginseng Darah 100 tahun yang di beri kan oleh Para Dewa dan memakan nya dengan lahap.


Tiba tiba Qi di Dantian nya yang semula tenang tanpa ada gerakan langsung meluap tinggi saat ia memakan ginseng itu.


Sebenarnya ia kurang suka dengan ginseng ginseng an hanya saja, Ginseng memiliki manfaat yang baik untuk kultivasi nya.


Rasa ginseng yang sangat pahit membuat dahi nya berkerut dan mata nya terpejam, ia segera memindah kan kesadaran nya menuju Dantian nya berada.


Dan di sini lah ia berada, tempat pusat kultivasi dan kekuatan. Tanpa Dantian maka, tidak ada beda nya dengan manusia biasa.


Dantian adalah akar kehidupan bagi kultivator, kalau menurut pengetahuan, banyak orang yang bunuh diri setelah Dantian nya di hancur kan oleh musuh nya.


Dantian sebenar nya bisa di tumbuh kan, atau di buat lagi. Hanya saja sangat rumit untuk melakukan nya.


Dantian dapat di tumbuh kan lagi dengan 3 macam : Seni Bela Diri, Artefak, dan yang terakhir adalah tanaman tanaman.


Jika menggunakan tanaman, itu hanya memiliki 1 dari 1.000.000 kesempatan , di tambah lagi, tanaman yang di butuh kan sangat sulit di cari.


Untuk Seni Bela Diri, membutuh kan bantuan dari kekuatan yang sangat tinggi. Lalu ada kemungkinan gagal dan jiwa yang ingin membuat Dantian dengan yang membantu akan hancur.


Lagi pula Seni Bela Diri seperti itu sangat sedikit di dunia ini bahkan ttidak mencapai 10. Untuk Artefak, salah satu artefak Dewa dapat melakukan nya.


Artefak ini bernama Akar Jiwa Kehidupan, bentuk nya seperti mangkuk. Ini juga salah satu artefak yang hilang.


Iblis sangat ingin menggunakan Artefak Akar Jiwa Abadi, karena jika mereka menggunakan nya maka mereka akan memiliki 2 Dantian.


Meski pun pertumbuhan kultivasi mereka menjadi lebih lambat, tapi kekuatan mereka menjadi 2 kali lipat. 2 Dantian arti nya sama seperti ada 2 orang.

__ADS_1


__ADS_2