PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 150 - Konstitusi Tubuh Yin Yang Surgawi II


__ADS_3

" Lalu, kenapa tidak menjadikan nya murid ku saja ?" tanya nya.


"Kalau kau mau ya lakukan saja, aku yakin orang tua nya pasti membiar kan nya mengingat reputasi mu yang baik di sini. " kata Kakek Qian.


"Hm, Hu Yin sudah mencapai tingkat 3 penempaan Tulang. " kata nya.


"Ya, aku akan merawat Nangong Ling untuk sementara, karena kebetulan aku memiliki Seni Bela diri yang tepat untuk nya. " kata Qian Bei.


Saat ia ingin menanggapi itu, orang tua Nangong Ling keluar dengan wajah yang tak bisa di baca.


"Tuan Zhang, kami bersedia untuk menjadikan Ling'er sebagai pelayan kalian selama kalian dapat menyembuhkan penyakit nya. " kata ibu Nangong Ling.


"Hem, itu tidak jadi. Aku ingin mengangkat nya menjadi murid pribadi ku, kalau kalian tidak keberatan. " kata nya.


"Oh, begitu. Tidak masalah, tuan Zhang. Kami malah bersyukur anak kami dapat menarik minat Tuan Zhang yang terhormat. " kata Nangong Yui dengan cepat.


Akhir nya mereka setuju dan upacara untuk pengangkatan menjadi murid pribadi nya di laksanakan dengan lancar.


Sekarang mereka sedang dalam perjalanan ppulang Nangong Ling hanya diam sedari tadi berjalan di belakang mereka.


"Nangong Ling, jangan begitu canggung. Aku ingin memberi tahu, kau nanti akan belajar bersama saudara Qian. " kata nya memulai pembicaraan.


"Ah baik lah, tuan. " kata Nangong Ling dengan kaku.


"Jangan panggil aku tuan, kau dapat memanggil ku kakak atau yang lain nya. Sedang kan untuk saudara Qian.... "Dia berpikir keras untuk Qian Bei.


Dia bingung mau menyuruh Nangong Ling memanggil apa untuk Qian Bei yang umur nya tidak tentu.


"Panggil aku kakak Qian, adik Ling kau akan ikut dengan ku untuk sementara dan nanti kita akan bertemu dengan guru mu lagi. " kata Qian Bei dengan lembut.


"Baik kakak Qian, Kakak Zhang. " kata Nangong Ling mulai membiasakan diri.


"Ayo pulang ke istana, aku akan memperkenalkan mu ke kakak seperguruan mu, meskipun umur mu lebih tua 3 tahun tapi dia telah lebih dulu menjadi murid ku. " kata nya menjelaskan.


"Baik kakak Zhang. " kata Nangong Ling dengan anggun.


Mereka berjalan mendekati istana, dan tidak ada yang menahan mereka saat mereka ingin masuk istana.


"Yin' er!" Panggil nya.


"Guru !!" Hu Yin langsung berlari memeluk nya dan menatap Nangong Ling dengan tatapan bingung.


"Yin'er , mulai sekarang ia akan menjadi saudari seperguruan mu. " kata nya sambil tersenyum.


"Ah, halo. Nama ku Hu Yin, kau bisa memanggil ku Yin'er. " kata Hu Yin dengan ceria , awal nya ia pikir Hu Yin akan marah karena ia mengambil murid baru.


"Na.. nama ku Nangong Ling, terserah kau mau memanggil ku apa. " kata Nangong Ling dengan malu malu.


"Aku akan memanggil mu Ling'er !!" kata Hu Yin lalu memeluk tubuh Nangong Ling.


"Yin' er, guru akan pergi besok jadi kau yang baik baik ya dengan paman Tu !" perintah nya.


"Baik guru, aku akan berlatih giat dengan paman Tu. Paman Tu sering memberi ku banyak makanan termasuk bakpao !!" Cerita Hu Yin dengan gembira.


"Guru, aku juga akan kembali menuju Provinsi Vermilion lusa, sekarang bolak balik antar provinsi menjadi mudah karena jalan yang baru di buat. Naik kuda juga hanya memerlukan 3 jam. " kata Hu Yin menceritakan pengalaman nya.


"Bagaimana menurut mu ? Apa kau senang naik kuda ?" tanya nya.


"Tentu !! Naik kuda sekarang termasuk hobi baru ku, kuda yang ku naiki kemarin juga sangat cantik dan penurut !!" kata Hu Yin bahagia.


Mereka terus berbincang hingga malam hari nya dan Zhang Wei dengan Qian Bei telah masuk ke dalam kamar.


"Saudara Qian, aku yakin kau sudah pernah merasakan pintu antar dimensi kan ? Jadi tolong beri aku gambaran, bagai mana rasa nya nanti ?" tanya nya dengan memelas

__ADS_1


"Rasa nya ? Ya seperti itu lah, tidak ada yang berbeda dengan berjalan biasa. Tubuh mu di bawa melewati ruang dan waktu yang pasti nya akan membuat kepala mu sedikit pusing, tapi aku yakin nanti kau akan kembali seperti biasa nya. " kata Qian Bei dengan santai.


"Kalau kau nanti keluar dari pintu antar dimensi maka kau harus membayar 100 koin emas pada penjaga nya dan jangan membuat onar karena yang menjaga nya, jauh lebih kuat dari mu. Wanita yang ku bilang akan bertemu dengan mu di gerbang kota. " kata Qian Bei memberi nya gambaran.


"Kota apa ? Nama nya siapa ? Orang nya seperti apa ? Jadi nanti aku bisa mencari nya, kalau dia ternyata tidak menemukan ku. " kata Zhang Wei.


"Kota Daun Biru, dan kau tidak perlu khawatir soal tidak menemukan nya karena aku yakin dia akan menemukan mu. Kau sudah pernah bertemu dengan nya, dan soal nama nya, kau bisa menayakan nya sendiri pada nya nanti. " kata Qian Bei.


"Apa kah ia memang tinggal di dimensi itu ? Apa kah ia adalah salah satu yang dari 4 orang yang kau sebut kan waktu itu ?" Tanya nya.


"He em, ia memang salah satu orang yang para Dewa pilih, tapi soal tempat tinggal, ia tidak tinggal di situ. Karena dimensi yang ia tinggal berada lebih tinggi daripada milik orang tua mu, atau lebih mudah menyebut nya, ia memiliki asal yang sama dengan murid mu. " kata Qian Bei.


"Ras Peri ?! Bakat nya pasti sangat tinggi, karena aku dengar, Ras peri memiliki kemampuan untuk mengendalikan kehidupan dan elemen tanah yang baik. " kata nya dengan semangat.


"Tidak juga, dia memiliki kemampuan yang jauh lebih luar biasa dari pada Ras peri biasa. " kata Qian Bei tidak terima.


"Tentu saja ia berbeda dengan Ras peri biasa, jika ia sama maka berarti seluruh Ras peri sanggup untuk mengimbangi iblis besar. " kata nya sambil tertawa.


"Wah, baru hari ini kau pintar. Selama ini kan kau bodoh terus. " Sindir Qian Bei dengan halus.


"Kau baru tahu aku pintar ? Bukan nya aku memang sudah pintar sejak lama ?" tanya nya mengabaikan sindiran Qian Bei.


"Huh, aku tidak habis pikir dengan apa yang ada di otak mu. " kata Qian Bei dengan pura pura tersakiti.


Mereka pun tertawa dan tidur bersama dengan tenang, keesokan hari nya, Zhang Wei menyiapkan seluruh kebutuhan nya untuk dunia yang sama sekali baru untuk nya.


"Selamat Tinggal Zhang Wei !!" Kata teman dan keluarga nya dengan serempak.


Ia akan menyebut kan satu persatu, siapa saja yang datang untuk melihat kepergian nya ke dimensi menengah.


Mulai dari, Bai Yi Ren, Bai Long Zhi, Bai Tian Chen,Bai Luo Yi, Chu Bai, para pasukan Lotus, Fang Lin, Tu Long, Long Nie, Zhu Hong, Jiu Zhi, Tian Li, Li Xiu, Yap Xin , Kaisar Wei, Wei Ling, Qian Bei, Hu Yin, Nangong Ling, Zhang Ming, Zhang Yui, Zhang Luo.


"Selamat tinggal semua nya, aku akan segera kembali dan membawa kalian ke tempat yang lebih baik. " kata nya sambil tersenyum.


"Jangan lupakan aku !!" kata Fang Lin sambil mengelap air mata nya.


"Tentu saja, bagaimana mungkin aku bisa melewat kan bakpao gratis ?" kata nya sambil bercanda.


"Zhang Wei, kau akan segera bertemu dengan orang tua mu. Tapi jangan lupakan kami !!" kata Zhang Yui mengelap air mata nya.


"Tentu saja aku tidak akan melupakan ayah dan kakak. " kata nya memeluk kedua orang itu.


"He em, maaf menganggu kalian bertiga, aku ingin meluruskan kalau Zhang Wei pergi bukan untuk bertemu dengan orang tua nya melain kan harus menjalan kan tugas nya terlebih dahulu. " kata Qian Bei tanpa rasa bersalah.


"Sebenar nya itu mirip mirip saja, oh ya saudara Qian, kau harus menepati janji mu yang soal kejutan untuk ku itu ya ? Janji ?" kata nya sambil mengulur kan jari kelingking nya.


"Ini terlihat seperti anak anak, tapi kalau untuk mu aku tidak akan menolak, " kata Qian Bei sambil tertawa.


"He he, kau bilang kan kau memang masih muda." kata nya tertawa.


"Masih muda bukan berarti masih anak anak. " kata Qian Bei dengan sabar.


"Ya ya ya kau harus menjadi lebih sabar, rawat murid ku dengan baik. kalau tidak aku sebagai guru nya akan marah pada mu. " kata nya memasang wajah galak.


"Kau sungguh menggemaskan, tidak salah kalau mengatakan kau adalah makhluk paling indah yang pernah ku temui bahkan seumur hidup ku. " kata Qian Bei mencubit pipi nya dengan sangat kuat.


"Lepas kan, aku tidak ingin menjadi jelek hanya karena kau menarik narik pipi ku. " kata nya lalu berjongkok untuk menyamakan tinggi nya dengan Hu Yin.


"Yin'er, jangan nakal saat bersama dengan paman Tu. Guru akan mengecek kultivasi mu nanti saat guru sudah pulang.


"Tentu saja guru, aku yakin aku tidak akan nakal." Kata Hu Yin sambil tertawa.


Dia pun melambai kan tangan dan menatap untuk terakhir kali nya pada teman teman nya sebelum memasuki pintu antar dimensi.

__ADS_1


Dia merasa tubuh nya tersedot dan berputar putar, ia terus berputar putar tanpa henti di lubang tanpa ujung.


Dia merasa tubuh nya terdorong atau tertekan tekan oleh sebuah tekanan yang tidak di ketahui nya.


Di sisi lain, Qian Bei menepuk dahi nya pelan dan berjalan mondar mandir dengan gelisah.


"Aku sungguh ceroboh, aku lupa memperingati nya untuk menggunakan Qi nya untuk melindungi tubuh nya. Dengan tubuh nya yang masih sangat lemah, ada kemungkinan untuk tubuh nya hancur berkeping-keping saat melintasi ruang dan waktu. " kata Qian Bei dengan sedih.


Zhang Wei yang sedang berjuang berusaha untuk menahan tekanan, akhir nya melindungi tubuh nya sendiri menggunakan Qi.


Ia ingin mengumpat pada Qian Bei yang tidak mengingat kan nya untuk menggunakan Qi, baju nya robek di mana mana.


Kaki kanan nya terluka, seperti terkena goresan pisau kecil, baju nya yang sebelum nya indah dengan berbagai ukiran menjadi robek.


"Sungguh bagus sekali, sekarang jika aku menyamar menjadi pengemis sekali pun, semua orang akan langsung mempercayai ku. " gumam nya dengan sulit.


Kesadaran nya mulai menggelap, lalu hal yang tidak terduga langsung terjadi.


Bangh


Tubuh nya terlempar ke sebuah cahaya yang terang, ia tersungkur di sebuah tanah atau lebih tepat nya di hadapan seorang pria tua.


"Oh dari dimensi bawah ? Tingkat 2 ranah bumi ?"tanya pria tua itu.


"Dimensi 3 provinsi, dimensi tingkat rendah. Kultivasi tingkat 2 ranah bumi. " kata nya.


"100 koin emas. " kata pria tua itu dengan dingin.


"Kalau kau ingin berganti baju, kami menyediakan kotak kota kayu untuk melakukan nya. " kata pria tua itu menunjuk kotak kotak kayu yang bisa muat hanya 1 orang.


"Terima kasih. " kata nya menunduk lalu segera pergi untuk mengganti baju.


Bukan apa, ia terlalu malu. Ia tidak menggunakan topeng, membuat wanita wanita mau muda mau tua menatap nya dengan lapar.


Dia memasuki kota kayu itu dan mengganti pakaian dengan pakaian yang lebih rapi.


"Aku sungguh malu sekali di tatap seperti itu, ini semua karena kakek Qian. Dia menghancurkan topeng kesayangan ku !" kata nya.


"Nah kalau begini kan lebih rapi, aku penasaran dengan wanita yang di katakan oleh kakek Qian. Kata nya aku mengenal wanita itu , tapi siapa ya ?" tanya nya.


Dia berjalan keluar setelah merapikan rambut nya yang ikut berantakan karena tekanan yang di berikan oleh pintu antar dimensi.


Dia berjalan keluar dan orang orang menatap nya dengan terpesona, hingga akhir nya ia di henti kab oleh seorang gadis kecil.


"Kakak tampan, boleh kah aku meminta tanda tangan mu ?" tanya gadis kecil itu dengan wajah yang memerah.


"Hm, tapi aku hanya lah pengelana biasa. Apa kau yakin gadis kecil ?" tanya nya dengan ragu.


"Tentu saja, tanda tangan di topi ku ini tolong. " kata gadis itu dengan memelas.


"Baik lah, hanya untuk mu saja gadis kecil. " kata nya dengan tenang saat melihat banyak gadis lain yang mendekati nya berniat untuk meminta tanda tangan nya juga.


"Nah sudah, apa kah bagus ?"tanya nya.


"Terimakasih kakak tampan !! Muahh !" Gadis itu mencium pipi nya dan langsung berlari ke pada orang tua nya lagi dengan malu malu.


"Beruntung sekali gadis itu !!" kata seorang wanita paruh baya, iri dengan gadis kecil yang mengecup pipi nya itu.


"Kau benar, itu adalah keberuntungan yang di berkati oleh surga !!"


"Surga tampak nya sangat menyayangi gadis kecil itu hingga mendapat kesempatan untuk mengecup pipi seorang malaikat tampan !!" kata wanita.


Dia terus berjalan dan tidak mengambil hati apa saja yang di katakan oleh para wanita wanita yang sekarang berada di belakang nya.

__ADS_1


Saat ini, ia sudah berada di depan kota Hijau Daun. Dia membalik kan tubuh nya untuk mencari orang yang di maksud kan oleh kakek Qian.


"Ternyata kau sudah tumbuh menjadi lebih dan lebih tampan. Lihat lah berapa banyak yang mengejar mu ? Kau sungguh berubah jauh sejak kita bertemu terakhir kali. " kata suara wanita yang berada di belakang nya.


__ADS_2