PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
117. Misteri II


__ADS_3

"Nah kalau begitu ya sudah, ayo cepat. " panggil kakek itu dengan cepat.


Dia dengan cepat mengikuti kakek itu karena takut kalau masa latihan nya akan di tambah, karena itu akan membuat nya semakin lama untuk bertemu dengan teman nya.


Setelah berjalan sangat lama, ia semakin lama menjadi semakin mengantuk bahkan beberapa kali ia sudah memejamkan mata.


Tapi setiap kali ia hampir tertidur kakek di depan nya ini selalu memanggil nya dan mengingatkan nya apa akibat jika diri nya tertidur.


"Kakek , apa kah masih lama menuju tempat yang kau katakan ?" tanya nya yang ke 2 kali.


"Belum, masih lama. Kau harus menguatkan tekad mu agar kau tidak lagi tertidur atau mengantuk. " kata kakek itu dengan dingin.


'Benar juga apa yang di katakan kakek itu. Aku harus pulang dengan itu aku tidak boleh tertidur !!' Tekad nya dalam hati.


Ia membuka mata nya lebar lebar dan menepis segela pemikiran tentang tidur dan mengisi fikiran nya dengan kegiatan yang akan dia lakukan nanti bersama teman teman nya.


Perlahan lahan tapi pasti, dia merasa kalau tubuh nya kembali segar, tidak seperti sebelum nya yang mengantuk dan tidak semangat.


3 jam kemudian


Sebenar nya ada satu hal yang tidak di katakan oleh kakek itu, yaitu sebenar nya kakek itu sengaja membawa Zhang Wei berputar putar di tempat yang sama.


Ia ingin melihat, seberapa kuat tekad yang di miliki oleh Zhang Wei demi teman teman nya. Lalu hasil nya sangat sangat memuaskan nya sekali.


'Dia akan melawan berbagai macam musuh yang kuat nanti nya dan dengan begini, kekuatan mental nya akan berkembang pesat. Kakak yang lain pasti sangat senang dan dengan ini alam semesta akan memiliki kesempatan. ' gumam nya dalam hati.


Dia langsung saja membuka ilusi yang dia buat dan menarik tangan Zhang Wei menuju sebuah pintu kayu.


"Kakek, apa kah ini tempat yang kau maksud ?" tanya Zhang Wei.


"Hem, biar aku yang masuk. Kau tidak akan sanggup menahan berbagai macam barang barang yang ada di sana. " kata kakek itu menunjuk pintu kayu yang berwarna merah.


Ada 4 pintu dari semua nya dan warna warna nya pun semua berbeda. Dia menunggu dengan tenang sampai kakek itu keluar lagi membawa satu karung besar di punggung nya.


"Sini aku yang bantu bawa kakek. " kata nya.


"Tentu saja kau yang bawa, ini kan barang mu. " kata kakek itu melemparkan karung ke punggung nya.


Dia dengan cepat menangkap karung itu, tapi saat karung itu ada di tubuh nya, dia merasa ada yang aneh.


Yaitu, berat karung yang tidak manusiawi !! Dia beberapa kali hampir jatuh karena beban yang di bawa nya.


Ini adalah barang yang paling berat, yang pernah di bawa nya dalam seumur hidup nya. Karena lebih mudah mengangkat 30 orang sekaligus dari pada mengangkat karung ini.


"Kak.... kakek, apa isi karung yang ku bawa ini ?" tanya nya dengan nafas yang putus putus.

__ADS_1


"Tentu saja buah yang ku katakan. Bawa lah itu sampai ke pondok tadi, dan kau akan berlatih di sana selama 5 tahun. " kata kakek itu langsung berjalan dengan cepat meninggal kan nya di belakang.


Dia dengan susah payah mengangkat karung buah itu dan berusaha untuk tidak ketinggalan jejak dari kakek itu.


Karena ia sendiri sudah lupa jalan pulang menuju pondok itu dan tanpa ia sadari kakek itu tertawa tawa di depan sana melihat kesulitan yang di alami oleh Zhang Wei.


" he he maaf kan kakek nak, dengan ini kau akan berkembang. " kata kakek itu usil.


"Berat karung itu sama dengan 500 ton, dan dengan seberat itu kau bisa mengangkat satu desa." kata kakek itu terkikik.


Sedang kan dia, sudah dalam keadaan yang cukup mengenaskan. Mulai dari keringat yang mengalir dari kepala hingga ujung kaki dan baju nya yang sudah berantakan.


"Huh, mimpi apa aku semalam ? Seperti nya keberuntungan ku sangat lah buruk !!" gumam nya kesal.


"Hei, Cepat lah sedikit !! Atau aku akan meninggalkan mu !!!" Teriak kakek itu.


Setelah 3 jam lagi, dia akhir nya sampai di pondok kakek itu dengan kaki yang penuh luka karena beberapa kali terjatuh.


"Ambil ini dan cuci kaki mu !" perintah kakek itu sambil memberikan satu ember air bersih.


Dia dengan cepat mengambil air itu dan tidak lupa untuk berterima kasih. Dia dengan telaten membersihkan luka nya.


Meski pun tampak tenang, di dalam hati ia merutuki kesialan nya yang tidak memiliki ujung. Mulai dari melawan kera hingga bertemu dengan dewa gila.


"Aku tidak gila !" Teriak kakek itu.


"Tentu saja, aku ini dewa. Apa yang aku tidak bisa ? Cepat lah kita harus berlatih. "kata kakek itu tidak sabaran.


"Kakek, kau ini dewa apa ? " tanya nya penasaran.


"Tentu saja aku dewa rendah hati. " kata kakek itu bangga.


"Rendah hati ? Memang nya ada ? Bukan kah masing masing dewa memegang satu elemen sebagai kekuasan nya ?" tanya nga bingung.


Wajah banggan Dewa Rendah Hati langsung hilang dan memasang wajah seakan akan ingin memakan nya.


"Tentu saja ada !! Jika dewa seperti yang kau gambar kan maka aku bisa mengatakan kalau kau tidak salah, tapi tidak benar juga. Karena itu hanya lah dewa rendahan. " kata kakek itu bangga.


"Oh seperti itu ya ? kenapa kalau di dunia manusia, dewa dewa rendahan yang kau maksud itu lebih terkenal ? Lagi pula aku belum pernah mendengar ada dewa rendah hati. "


"Itu karena, aku yang menumbuhkan sifat rendah hati dalam hati mereka untuk membantu manusia !! Dan kalian manusia, malah memuja mereka. Kalian bahkan tidak mengenali aku !!" kata kakek itu kesal.


"Sabar kakek, kau bilang kau dewa rendah hati. Maka kau harus sabar. " kata nya dengan bijak.


" Diam ! Aku bukan si sabar yang selalu sabar dengan orang lain. Aku rendah Hati !!" kata kakek itu dengan emosi.

__ADS_1


"Ya ya dan kata mu kita akan segera memulai pelajaran tapi kau malah terus berteriak di sana. " kata nya tanpa rasa bersalah pada kakek itu.


"Ya!! Cepat buka karung itu dan ambil satu isi nya."


Dia menuruti perintah itu dan mengambil satu buah dari dalam nya. Menurut nya buah itu berbentuk sangat aneh karena sedikit mirip dengan kepala singa.


Mulai dari bentuk nya yang bergerigi dan itu membuat nya seperti membentuk surai singa. Lalu tangkai nya yang tampak seperti hidung singa.


"Makan itu, itu adalah Buah Persik Singa Abadi. Satu pohon hanya menghasil kan 10 buah setiap 350 tahun nya. Jadi makan yang benar, jangan sampai jatuh jatuh. "


"Pantas saja bentuk nya seperti singa, karena nama nya saja singa. " kata nya dengan bodoh.


"Justru karena bentu buah yang seperti singa baru di beri nama Buah Persik Singa Abadi , bodoh !!" kata kakek itu kesal.


Sedang kan dia hanya memasang wajah datar karena kesal di katai bodoh oleh kakek tua di depan nya ini.


' Siapa suruh tidak menjelaskan nya terlebih dahulu ?!! Sekarang aku salah dan aku yang di katai bodoh !! Aku sekarang tidak yakin kalau dia adalah dewa !!' gumam nya dalam hati.


"Berhenti lah mengumpat !!" teriak kakek itu.


Dia baru ingat kalau kakek tua di depan nya ini. mampu membaca fikiran nya.


Dia mengambil satu buah dan menggigit nya dengan gigitan kecil untuk mencoba rasa dari buah itu.


"Hmm manis. " kata nya dan bersiap siap untuk mengambil gigitan yang lebih besar.


"Hentikan !! Jangan terlalu rakus ! Taruh dulu buah mu dan rasakan Qi yang mengalir ke tubuh mu !!" Perintah kakek itu sambil mengambil buah yang ada di tangan nya.


Dia hanya menghela nafas pasrah, padahal rasa Buah Persik Singa Abadi tadi sangat lah enak. Tiba tiba aliran Qi deras menghantam tubuh nya dengan sangat kuat.


"Hmm ? bagai mana ini ? Kakek, kenapa Qi ku menjadi aneh seperti ini ?" tanya nya sambil mengerut kan dahi.


Tapi saat ia mengangkat kepala nya, ia tidak dapat melihat keberadaan kakek itu. Dia pun menjadi bingung dan memutuskan untuk perlahan lahan mengendalikan aliran Qi yang deras itu menuju dantian nya.


"Sialan, ini sangat deras. Apa kah ini efek dari Buah Persik Singa Abadi ? Jika benar maka untung lah aku tidak makan lebih banyak. Atau kalau tidak tubuh ku akan meledak. " gumam nya sambil mengelus dada nya senang.


Dengan sedikit kesulitan dan sedikit rasa sakit, dia akhir nya berhasil menuntun aliran Qi itu menuju dantian nya.


Dantian nya dengan cepat melahap seluruh Qi yang dia masuk kan itu, dia menghela nafas lega saat melihat aliran Qi yang mulai terkendali.


Kalau dia salah satu langkah tadi maka akan banyak kemungkinan buruk yang akan menunggu nya.


Paling tidak luka dalam dan yang paling parah adalah kematian karena meledak.


Prak prok

__ADS_1


Dewa Rendah Hati terlihat turun dari atas pohon sambil bertepuk tangan ke arah nya, sedang kan dia hanya mendengus kesal.


"Hebat, lumayan lumayan. Aku cukup puas dengan hasil ini. Makan lagi satu gigit dan atur Qi mu lalu makan lagi, atur lagi terus saja seperti sampai Buah Persik Singa Abadi habis. " kata Dewa Rendah Hati.


__ADS_2