PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 137 - Pengikut Abbadon II


__ADS_3

"Kau benar !! Dengan begini pengikut iblis selesai uang dapat !! Hore kita akan berpesta bakpao daging !!" kata nya dengan semangat.


"Kau benar, aku pernah membeli bakpao di Provinsi Vermilion dan memakan nya. Rasa nya sangat enak, aku bahkan bisa memakan 10 sekaligus. " kata Tu Long.


"Ah apa yang kau maksud toko kue bibi Mei ?" tanya nya.


"Benar !!"


"Aku pernah mendengar itu, tapi belum pernah mencoba nya. Aku akan membeli banyak nanti untuk di bawa ke dimensi menengah. Berapa harga bakpao nya ?"


"3 Bakpao 1 koin emas, harga nya termasuk lumayan mahal sehingga tidak terlalu banyak yang bisa membeli bakpao nya. " kata Tu Long.


"Ngomong ngomong soal makanan, aku lupa untuk melihat proses pembangunan toko ku !!" kata nya sambil menepuk dahi.


" Kau membangun sebuah toko ?"


"Ya, nama nya toko obat purnama." kata nya.


"Ah itu, mereka sudah datang. " kata nya.


"Biar aku saja yang melawan mereka, aku sudah terlalu lama mengasingkan diri di hutan dan tidak berolah raga. " kata Tu Long.


"Silakan, jangan terlalu banyak menghabis kan tenaga mu karena nanti perjalanan kita masih panjang. Kau selesai kan rombongan ini dan aku akan menyelesaikan rombongan di belakang mereka. Bagaimana ? Apa kau setuju ?" tanya nya.


"Tentu, kenapa tidak ? Ayo kita mulai !! Lagi pula mereka lah yang memulai untuk menganggu kita bukan ?"


"Ya, selamat tinggal Long ' Er !" kata nya dengan gaya ibu ibu yang akan meninggal kan anak nya ke pasar, lalu menghilang.


"Ha, rasa nya aku ingin muntah. Tapi ya sudah lah, ibu ku saja tidak pernah se perhatian itu dengan ku. Ibu selalu perhatian dengan kakak dan adik karena lebih berbakat dari ku. " Kehidupan, yang di jalani oleh Tu Long dapat terbilang sulit.


Ayah nya memiliki banyak selir dan ibu nya adalah istri resmi, tapi agar tidak kalah saing dengan selir selir ayah nya, ibu nya memperhatikan anak nya yang berbakat saja.


Karena jika anak nya berhasil menarik perhatian dan kekaguman suami nya maka ia juga akan selalu di sayang oleh suami nya.


Oleh karena itu, Tu Long memilih untuk berpetualang, dari pada setiap hari mendengar ocehan ibu nya dan membanding banding kan diri nya dengan yang lain.


Dia menyukai hidup yang bebas bukan hidup yang terkekang oleh berbagai perintah dari ibu nya hanya untuk tahta atau pun status.


Itu juga menjadi penyebab kenapa Tu Long sering membunuh, hidup di alam liar membuat nya harus menjadi lebih kejam.


Jika tidak dia akan di mangsa oleh hewan lain, dia berkembang dengan usaha sendiri bukan seperti saudara saudara nya yang lain, ber kultivasi dengan sumber daya klan.


"Huh sudah lah, yang penting aku bertemu dengan leluhur. Aku harus menjalan kan tugas ku !! Tunggu aku !!" kata nya lalu langsung melompat.


Di sisi lain, Zhang Wei bertemu dengan 1 rombongan yang berisi sangat banyak orang, ternyata itu gabungan 3 rombongan.


"Berarti hanya tersisa satu rombongan yang berisi Ning Er. Ah itu memang lawan yang paling baik, hidangan yang paling baik memang paling enak di sajikan paling akhir. " kata nya dengan gembira.

__ADS_1


"Hei, hentikan jalan kalian !!" panggil nya.


"Zhang Wei !! Cepat serang dia !! Dia adalah tujuan kita !!" Teriak seorang tetua.


"Hoho sungguh buru buru, kenapa kalian begitu terburu buru ? Apa kalian tidak senang bertemu dengan ku ?" tanya nya.


Lalu seorang tetua yang menggunakan tongkat maju dari dalam barisan.


"Tentu saja kami senang, sekte memberi harga 50.000 keping emas untuk kepala mu. Kau seharus nya beruntung karena di beri angka segitu. " kata kakek itu dengan sombong.


"Hanya 50.000 koin emas ?! Ini sebuah penghinaan besar !!" Teriak nya marah , bagi nya menawar kan ratusan juta koin emas saja masih tidak sebanding dengan kepala nya.


"Kenapa kau tidak senang ? Harus nya kau bangga mendapat harga itu !!" Kata kakek itu.


"Ha ha, bahkan jika seorang dewa ingin menjual seluruh harta nya untuk kepala ku, itu masih tidak cukup. "kata nya.


"Sialan!! Mati lah untuk ku !!" Kata kakek itu dengan marah.


"Tongkat Tujuh Langkah : Tahap 2 !!" Kata kakek itu ingin menyerang nya.


"Kau tidak layak untuk ku, tapi karena aku bosan, tidak ada salah nya bermain main dengan mu. " kata nya memancing kemarahan kakek itu.


Dia dengan mudah menghindari berbagai serangan yang di berikan ke arah nya , lalu tidak lama ia melihat Tu Long sedang berjalan ke arah nya.


"Ah teman ku sudah datang, aku sudah bosan dengan kalian. Kalian bahkan tidak dapat mengenai ujung baju ku. " kata nya langsung mengeluarkan pedang Api Phoenix.


Dia memutar tubuh nya dan dia langsung mengaktifkan salah satu kegunaan Pedang Api Phoenix yang baru ia ketahui.


Pedang itu bisa mengeluarkan api bewarna oranye, api ini jauh lebih panas daripada jurus yang pernah di gunakan nya.


"Pedang Angin Barat : Tahap 1 !!" Angin mendorong api dari pedang menjadi lebih menyebar ke satu orang ke orang yang lain nya.


"Ah !! Panas, cepat padam kan api ini !!" Raung mereka, dia diam diam mengambil beberapa cincin ruang yang menurut nya menarik lalu menyimpan nya.


Dia mundur 30 meter karena tahu api itu akan membunuh semua orang, jadi dia akan mundur dan menonton.


Api itu membakar orang dengan sangat cepat, bahkan setelah ia mundur, ia masih merasakan hawa panas dari api.


"Api Phoenix !!" Seru Tu Long dari belakang.


"Ya, ini semua dari pedang yang kubeli kemarin. Aku akan mengambil waktu untuk memahami kegunaan dari pedang ini. " bisik nya.


"Ngomong ngomong, bagaimana kau bisa tahu kalau ini adalah api Phoenix ?" tanya nya.


"Hanya api Phoenix yang berwarna oranye dan memancarkan hawa panas yang seperti ini, karena jika itu adalah gagak emas, maka api nya berwarna kuning ke emas emasan dan hawa panas nya sangat menindas. Api naga memiliki karakter yang berbeda juga. " Jelas Tu Long.


"Seperti nya setelah ini aku harus banyak banyak bertanya pada mu Tu Long. " Canda nya.

__ADS_1


"Tidak masalah, aku adalah orang yang suka bercerita. Hanya saja selama ini tidak banyak orang yang bisa ku ajak cerita. " kata Tu Long sedih.


"Sudah kau tidak perlu sedih, aku akan mentraktir mu makan bakpao hangat di tambah lagi dengan arak. " kata nya sambil memeluk tubuh kekar Tu Long.


"He he sudah lah, lihat mereka sudah berubah menjadi abu. Cepat padam kan api nya !" Perintah Tu Long.


Dia segera menuruti itu dan menarik kembali api nya ke dalam pedang dan tidak lama suara derap kaki pun terdengar.


"Hai Ning Er, aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu lagi secepat ini. " kata nya dengan polos.


"Di mana kakek ku ?!" Bentak Ning Er.


"Entah lah tapi dia mungkin sudah bertemu dengan Raja Kematian, atau juga sedang berkeliling dunia. " kata nya sambil mengangkat bahu.


"Ayah sebaik nya kita langsung saja, aku akan menghadapi pria ini dan ayah menghadapi teman nya. " kata Ning Er terburu buru.


"Tunggu dulu Ning Er, sebaik nya kita bersabar terlebih dahulu. Mungkin saja ia menggunakan kakek mu menjadi sandera. " Kata ayah Ning Er dengan bijak.


"Berapa jumlah yang kau berikan untuk harga kepala nya ?" tanya Tu long.


"50.000 koin emas, apa kau tertarik teman muda ? Aku bisa memberi mu banyak sumber daya !" kata ayah Ning Er berusaha untuk membujuk Tu Long.


"Hah hanya 50.000 , apakah harta mu hanya segitu saja ?" pancing Tu Long.


"Harta Sekte Es Abadi kami ada sekitar puluhan juta koin emas !! Untuk saat ini aku membawa 100.000 koin emas, bagaimana kau tertarik untuk bergabung dengan kami ?" tanya ayah Ning Er sambil menyeringai.


Tu Long berjalan maju dan mendekat kan bibir nya di telinga ayah Ning Er dan berbisik dengan dingin.


"Aku lebih tertarik untuk merampok mu dengan Zhang Wei dari pada bergabung dengan mu. "kata Tu Long lalu kembali berjalan mundur sambil menyeringai.


"Kerja bagus teman !!" kata nya lalu bertepuk tangan.


Wajah ayah Ning Er dan yang lain nya berubah menjadi sangat buruk dan menahan malu.


"Kenapa kau tidak senang ? Harta mu terlalu kecil untuk sebuah pengikut Iblis besar Abbadon. Seorang iblis yang sangat terkenal, karena kehadiran nya selalu meninggal kan begitu banyak kekacauan dan kehancuran. " kata nya sambil berjalan mengelilingi Ning Er dan ayah nya.


"Kalian pasti tidak percaya kalau aku mengetahui identitas kalian, tapi aku juga mengetahui kalau Kuil Api Surgawi juga sama dengan kalian. Si bodoh Ning Yang itu sudah merasakan bagaimana rasa nya di siksa oleh ku, bahkan jika mereka menyesal, mereka tidak akan di biar kan lolos oleh ku. " bisik nya di telinga Ning Er.


"Kenapa kau memilih untuk mengikuti dewa ? Bukan kah mereka sudah melemah, kami ingin menjadi abadi, bukan mengikuti seorang pecundang yang tidak akan memberi kami keuntungan sedikit pun. " kata Ning Er.


"He he kalian terlalu naif kalau begitu, apa kalian berpikir iblis akan memberikan kalian keabadian ? Mereka saja belum bisa di katakan abadi, dan kalian berharap untuk menjadi abadi ! Sunnguh mimpi indah yang tidak akan terpenuhi. " ejek nya.


"Jangan mencoba untuk merubah pemikiran kami !! Para dewa telah kalah ! Iblis akan menguasai dunia pada akhir nya, ha ha ha !!" Teriak Ning Er dengan gila.


"Kau pada akhir nya tidak mengerti apa yang terjadi, kau tahu dewa kalah tapi tidak mengetahui kalau dewa tidak akan pernah mati. Selalu ada pahlawan yang hadir di buat oleh dewa. " kata nya.


"Dewa akan mati !! Kami para iblis memiliki cara untuk menghilang kan keabadian para dewa !! Yaitu dengan cara menggunakan seluruh Artefak Dewa !!"Raung Ning Er.

__ADS_1


__ADS_2