
Tiba tiba ia merasa kan gelombang kejut yang menghantam tubuh nya, dia yang terkejut tidak sempat melawan.
Dan segera saja ia merasa kesadaran nya atau jiwa nya terlempar ke dalam sebuah dimensi, ia mencubit pipi nya sendiri saat melihat ayah , kakak angkat nya, guru nya, menodong kan pisau ke arah nya.
"Ayah, kakak, guru, apa yang kalian lakukan ?!" Teriak nya.
Tapi ke empat orang itu tidak menjawab dan terus maju sambil menodong kan pisau ke arah nya.
Tiba tiba sebuah bisikan terdengar di telinga nya dan sebuah pisau muncul di tangan nya.
"Bunuh mereka dengan begitu kau akan selamat dan kau bisa keluar dari sini, kau juga bisa mendapat kan harta yang tak terkira. " Ucap bisikan itu.
Ia menyeringai mendengar kata kata itu sebelum melepas kan pisau nya, pisau itu langsung meluncur ke lantai.
Dia membuka kedua tangan nya seolah olah bersiap untuk menerima serangan dari orang orang terdekat nya ini.
"Lebih baik mati dari pada membunuh mereka, mereka lah alasan ku untuk bertambah kuat, jika mereka mati maka untuk apa aku hidup ?" Tanya nya sambil tertawa lantang.
Dia menutup mata nya saat keempat orang itu mendekati nya, dia menarik nafas.
Creshhh
__ADS_1
Dia jatuh berlutut dan ternyata dia sudah kembali ke dunia nyata, di hadapan nya bukan lagi Naga Emas melainkan pria tua dengan topi jerami sehingga ia tidak bisa melihat wajah nya.
"Kau adalah orang pertama yang berhasil lolos di menara ribuan harta karun, jangan kata kan apa pun tentang menara ini pada siapa pun, termasuk teman dewa mu itu. Kalau kau berani menceritakan nya maka jangan harap masih bisa melihat matahari terbit. " Ucap pria tua itu dengan dingin sebelum meninggal kan nya sendiri dengan Cincin Ruang Emas.
Ia belum pernah melihat cincin ruang ini, begitu indah, betapa terkejut nya ia saat melihat sumber daya yang begitu banyak ada di dalam cincin ruang itu.
Bahkan sumber daya itu mungkin bisa di bagi untuk sebuah Kekaisaran. Dia menunduk kan kepala ke arah pintu utama Menara Ribuan Harta Karun.
"Terima kasih senior atas hadiah nya, aku pergi dulu. " ucap nya sebelum keluar dari menara ribuan harta.
Saat ia keluar dari pintu pertama ia masuk ke Menara Ribuan harta karun, ia langsung tersedot keluar.
Orang orang langsung menatap nya dengan aneh, Qing Yu langsung berlari mendekati nya.
"Aku baik baik saja, maaf kan aku karena menyusah kan kalian untuk menunggu ku. Kalau boleh tahu, apa kah aku tidak masuk ke dalam 20 besar ?" tanya nya.
"Kau berhasil mendapat kan juara 1!" Kata Old Qi dengan semangat.
"Benar kah ?" Tanya nya terkejut.
"Ya, kau berhasil melakukan itu. Apa kau mendapat kan masalah di dalam dimensi ?" Selidik Old Qi.
__ADS_1
"Tidak ada, hanya saja aku menemui hambatan kecil. Sekali lagi mohon maaf kan aku. Apa kah pertandingan selanjut nya akan di mulai sekarang ?" tanya nya.
"Tentu saja. " kata Qing Yu.
Dia merasa lega karena Qing Yu tidak bertanya apa yang di temui nya selama di dalam dimensi monster.
Di sisi lain, menara ribuan harta karun menunjuk kan 2 orang, pria dan wanita.
"Bagai mana menurut mu ? Apa kah dia berbakat ayah ?" tanya wanita itu.
"Kau menyukai nya ?" tanya pria tua itu dengan datar.
"Emh, aku menyukai nya ! Bagai mana menurut mu ayah ?" tanya wanita itu dengan semangat.
"Dia lumayan berbakat, tapi paling penting adalah sifat nya yang sangat memuaskan ku. Jika kau berhasil mencapai target yang ku berikan maka kau boleh menikah dengan nya, itu juga dengan syarat kalau ia setuju. Kau tidak boleh memaksa nya. " kata pria tua itu sambil mengelus kepala wanita itu.
"Ayah !! Itu masih sangat lama, yang ada dia menua dan mati !" Kata wanita itu cemberut.
"Dia tidak akan menua dan mati, bahkan ada kemungkinan kalau ia akan naik ke immortal. " Ucap pria tua itu dengan tenang.
"Benar kah ?! Kenapa kau tidak bilang dari tadi ?! Cepat pulang, aku tidak bisa membuang waktu sedikit pun !" Teriak wanita itu dengan penuh harapan sambil menyeret ayah nya pulang ke menara Ribuan Harta Karun.
__ADS_1
Di tempat Zhang Wei