
Tatapan Zhang Wei tertuju pada sebuah bangunan tinggi yang bahkan menembus awan. Ini benar benar menakjubkan.
Bangunan itu tampak memancar kan aura Agung yang sangat pekat. Bahkan dari radius 2 mil, dia masih merasa kan aura itu.
Semakin dia mendekat, semakin besar bangunan itu. Zhang Huo juga perlahan lahan menurun kan kecepatan nya dan mulai terbang ke bawah.
Setelah beberapa menit yang terasa sangat panjang, dia bisa melihat begitu banyak tanaman herbal yang berharga tumbuh seperti rumput liar di halaman Istana Dewa.
Ini tampak seperti gambaran Surga, semua nya terlihat suci dan terasa nyaman. Dia tidak merasa kan aura negatif sama sekali di sini.
Dia baru lah benar benar mendarat, Zhang Huo tampak nya juga kagum dengan istana Dewa jika di lihat dari ringkikan nya yang terdengar antusias.
"Zhang Huo, kau masuk dulu ke dalam dimensi dan nanti di sana akan ada yang mengajak mu berbicara. " Kata nya dengan senyum manis.
Zhang Huo ragu ragu sejenak sebelum mengangguk setuju, dia memegang kepala kuda terbang itu sebelum menghilang ke dalam dimensi Furong.
Dia melangkah masuk dengan langkah tegap dan di tahan oleh penjaga, dia tidak banyak bicara dan menunjuk kan telapak tangan nya.
Di sana, ada gambar Naga Biru. Penjaga langsung menunduk bahkan berlutut untuk meminta maaf.
"Maaf kan kami karena tidak mengenal tamu terhormat. " Kata penjaga itu dengan sopan.
"Tidak apa apa, itu wajar untuk kalian tidak tahu. Ini adalah kunjungan pertama ku kemari, tolong bantu aku untuk menunjuk kan jalan menuju ruangan Senior Qian. " Ucap nya dengan ramah.
Dia sadar, bahkan Dewa biasa tidak mendapat perlakuan seperti ini. Perlakuan seperti ini paling paling hanya 7 Dewa besar di tambah Qing Yu dan Fen Shengqi yang setara dengan 7 Dewa Besar.
"Baik tamu terhormat, silakan ikuti langkah ku. " Kata salah satu dengan sopan dan langsung melangkah keluar barisan.
Dia mengangguk dan mengikuti langkah penjaga itu dengan langkah yang anggun. Dia diam diam mengagumi bangunan yang indah.
Di pinggir jalan setapak di penuhi oleh tanaman liar yang merupakan berbagai tanaman herbal, seperti Ginseng darah dan lain lain yang sudah berumur sangat tua.
Dia berjongkok sejenak dan memetik salah satu nya dengan hati hati. Lalu dia terkejut ketika memandang nya.
"Tamu terhormat, belakangan ini para penjaga dan pelayan di istana sedang sibuk dan tidak dapat memotong rumput rumput liar ini. Mohon maaf kan kami atas ketidak nyamanan yang di rasa kan oleh tamu terhormat. " Kata penjaga itu menunduk dalam.
Dia rasa nya ingin muntah darah ketika mendengar itu, di tangan nya adalah Ginseng darah berumur 1.000 tahun.
Kadang kadang, tanaman seperti ini memang bisa tumbuh lebih cepat di banding kan umur yang di sebut kan.
Jadi misal nya di sebut 1.000 tahun sebenar nya jika di tanam di tempat yang tepat dan subur, maka itu bisa jadi hanya tumbuh dalam waktu 1 sampai 3 tahun.
Tidak usah jauh jauh, contoh nya dimensi Furong yang subur dan luas. Itu adalah surga bagi tanaman herbal.
"Tidak perlu di buang, akan menjadi pemborosan jika di buang. Lebih baik menyuruh orang untuk memotong nya dengan hati hati dan memasuk kan nya ke dalam cincin ruang ini. " Ucap nya dengan buru buru mengeluarkan sebuah cincin ruang.
"Tapi, tamu terhormat tanaman pengangguran ini tidak memiliki fungsi apa pun. " Kata penjaga itu masih bingung.
"Sudah, pokok nya kalian cabut saja hati hati. Aku akan menggunakan nya untuk hal besar. " Ucap nya dengan tidak sabar.
Dengan tanaman sebanyak ini maka kemajuan orang orang yang di bawa oleh Qian Xun ke dalam dimensi Keabadian akan berada di tingkat yang berbeda.
"Baik tamu yang terhormat. " Kata penjaga itu setuju meski pun hati nya masih bertanya tanya.
"Ayo lanjut jalan lagi. " Ucap nya.
Mata nya terus meneliti di sekitar nya dan melihat kalau ternyata ada Semak Beri beracun yang langka.
"Apa kah itu termasuk tanaman pengangguran juga ?" Tanya nya.
"Hm, itu adalah tanaman penganggu yang akan di potong seminggu sekali. Itu sangat sulit karena memiliki batang yang tajam dan beracun. " Kata penjaga itu sambil menghela nafas.
Dia hampir muntah darah mendengar kan informasi ini, jika dia bisa tinggal sedikit lama di sini maka bisa di pasti kan kalau kemampuan medis nya akan meningkat jauh.
Dia berniat untuk 'memungut' semua benda benda yang tidak di anggap penting ini sebelum perang. Karena jika perang, bisa di pasti kan tanaman tanaman berharga ini akan rusak.
Zhang Wei melangkah maju dan memetik satu buah berry beracun yang sudah tumbuh dengan sempurna. Jika di biar kan beberapa saat maka mungkin manfaat nya akan berkurang.
__ADS_1
Berry beracun ini sangat penting untuk pertumbuhan kekebalan racun nya dan akan meningkat kan kultivasi nya meski pun tidak banyak.
Ketika tangan nya menyentuh buah berry beracun, batang yang memiliki duri berniat untuk melilit nya, dia diam saja dan dari tangan nya keluar percikan api.
Batang buah berry itu langsung mundur dan menciut, semak berry beracun itu tidak memberikan perlawanan lagi ketika dia memetik nya.
"Hati hati tuan ! Itu beracun dan tidak memiliki penawar nya !" Teriak penjaga itu dengan panik, tapi terlambat Zhang Wei telah mengunyah berry beracun itu.
Lalu dengan mulut yang di penuhi berry beracun yang berwarna ungu tua, Zhang Wei pun tersenyum lebar.
"Apa nya yang tidak memiliki penawar ? Buah ini aku memiliki penawar nya. " Ucap nya dengan sombong.
Ucapan nya tidak bisa di bilang membual tapi tidak bisa juga di bilang benar benar, karena dia tidak pernah meracik penawar untuk Semak Berry beracun.
Tapi dia yakin, racun ini bisa di sembuh kan jika dia berusaha sedikit saja. Tidak ada racun yang tidak memiliki jalan keluar.
Di sisi lain, seorang wanita muda dengan gaun yang megah menatap Zhang Wei dari kejauhan dengan terkagum kagum.
Wanita muda itu meremat gaun mewah nya ketika melihat senyum Zhang Wei yang tampak seperti bunga mekar.
Suara Zhang Wei yang begitu menyegar kan bagai kan angin sore yang menyejukkan , itu berlaku sama. Hati nya terasa sejuk ketika mendengar suara Zhang Wei.
Zhang Wei di ibarat kan seperti bunga lotus yang baru mekar, tampak sangat indah, halus, lemah lembut dan anggun.
Dia menyadari kalau dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pemuda itu dan berniat untuk mengambil pemuda itu apa pun konsekuensi nya .
Gadis itu berlari ke dalam rumah nya yang besar dan berada di sebelah istana, itu adalah rumah Dewa Kebahagiaan.
Lawan dari Dewa Kebahagiaan, mereka sama sama senior dalam urusan itu dan sudah menjadi musuh selama berabad-abad.
Tapi jika iblis kesedihan merupakan iblis yang paling senior dan paling tua maka iblis kebahagiaan bukan lah yang paling tua.
Karena yang paling tua adalah Qian Bei dan Qian Xun, karena Qian Bei telah meninggal maka menyisakan Qian Xun sendirian.
Gadis tadi merupakan putri Dewa Kebahagiaan.
"Ada apa putri ku ?" Tanya Dewa Kebahagiaan dengan sabar.
"Ayah, aku ingin menikahi seseorang !" Teriak gadis itu dengan bersemangat, ini membuat Dewa Kebahagiaan terkejut.
"Siapa yang ingin kau nikahi putri ku ?"tanya Dewa Kebahagiaan masih berusaha untuk tetap tenang.
"Seorang pria yang baru datang pertama kali kemari, ayah dia sedang berjalan masuk ke dalam istana. Aku yakin, itu bukan lah orang dari 7 Dewa Besar dan jika begitu selama kita meminta pada Dewa Besar Qian maka dia pasti memberikan aku Pemuda itu. " kata gadis itu dengan bersemangat.
"Kita tidak bisa memaksa nya, meski pun dia bukan 7 Dewa Besar kita tidak bisa memaksa seseorang. " Kata Dewa Kebahagiaan sambil menghela nafas melihat kelakuan putri nya yang egois.
Padahal dia tidak pernah mengajar kan hal itu, mungkin karena dia terlalu memanjakan putri nya.
"Ayah, dengan status kita aku yakin dia tidak akan menolak. Selain 7 Dewa besar, tidak ada yang melebihi kita dalam hal status. " Kata gadis itu masih sama semangat nya.
"Akan ayah usaha kan, ayo kita pergi ke dalam istana dan bertemu dengan Dewa Besar Qian untuk melihat pria yang kau ucap kan. " Kata Dewa Kebahagiaan dengan keputusan akhir.
Jika dia tidak mengatakan ini maka putri nya akan menganggu nya terus sepanjang hari bahkan mungkin sampai keinginan nya kesampaian.
Di tempat Zhang Wei , pemuda itu sedang duduk di dalam ruangan bersama dengan Qian Xun. Ini adalah ruang kerja Qian Xun, terlihat sangat sederhana tapi terasa menyenangkan.
Sama seperti pondok kayu milik Qian Bei yang hampir hancur tapi terasa sangat menyenangkan hati dan memberi kan banyak ketenangan.
"Zhang Wei, aku tidak menyangka kalau kau akan datang secepat ini. " Kata Qian Xun dengan senyum di wajah tua nya.
Beberapa minggu tidak bertemu, wajah Qian Xun tampak menua selama 10 tahun dan lingkar hitam di dekat mata pria tua itu menunjuk kan betapa gelisah nya pria tua di hadapan nya ini untuk sementara waktu.
"Senior Qian, kau seperti nya tidur tidak nyenyak belakangan ini. Apa kah ada sesuatu yang menganggu mu ?" Tanya nya dengan khawatir.
"Ha ha ha seperti nya aku memang tidak bisa menyembunyikan apa pun soal kondisi tubuh dengan mu. Kau benar, belakangan ini aku tidur tidak nyenyak karena perang ini, aku takut ini akan memakan banyak korban jiwa. " Kata Qian Xun dengan wajah sedih.
"Tenang lah senior Qian, semua pasti akan baik baik saja. Apa lagi dengan kekompakan kami, kami pasti bisa memenang kan pertarungan dengan korban jiwa dalam jumlah sedikit. " Kata nya dengan tekad yang kaut melintas di mata nya.
__ADS_1
Dia tidak berani menjanjikan perang tanpa korban jiwa karena tidak ada perang seperti itu apa lagi perang dengan skala besar seperti ini.
Dia yakin Qian Xun pasti mengerti dengan maksud ucapan nya.
"Aku yakin kepada kalian semua, lagi pula belakangan ini kau tidak mengecewakan sama sekali justru membuat ku terkejut dengan berbagai fakta baru tentang mu. " Kata Qian Xun dengan wajah puas.
Wajah sedih pria tua itu langsung berubah menjadi wajah di penuhi rasa bangga.
Tok tok tok
Dia mengernyit kan dahi, setahu nya Qian Xun telah berpesan untuk tidak menganggu percakapan mereka.
"Masuk." Kata Qian Xun dengan kerutan di dahi nya.
"Tuan, maaf kan aku karena menganggu mu. Tuan Rong Yan serta putri nya, Rong Shu ingin bertemu dengan anda. Ini berkaitan dengan putri nya yang akan menikah. " Kata asisten Qian Xun dengan wajah rasa bersalah.
Wajah Qian Xun menjadi lebih baik setelah mendengar kabar itu.
"Persilakan Saudara Rong dan keponakan Rong untuk masuk. Kebetulan, mereka belum pernah bertemu dengan Zhang Wei. " Kata Qian Xun.
Tidak lama masuk lah pria tua dengan wajah garang di temani oleh seorang gadis muda, mereka langsung berlutut di depan Qian Xun.
Dia merasa agak risih karena melihat tatapan yang di beri kan gadis itu, seolah olah mengatakan kalau dia adalah milik gadis itu.
Tatapan gadis itu tampak seperti ingin memakan nya, seolah olah dia adalah makanan lezat.
"Berdiri lah Saudara Rong, aku dengar anak mu akan segera menikah. Dengan siapa ? Di mana calon nya ?" Tanya Qian Xun dengan ramah.
"Ayah, ini adalah pemuda yang ku maksud. Pria tampan, kau harus menikah dengan ku ! Aku tidak peduli dengan tanggapan mu, aku harus menikah dengan mu. " Kata gadis itu, dia melempar kan tatapan jijik nya pada gadis itu.
Dia sebenar nya mengagumi ketidak tahu malu an gadis itu yang berada di tingkat Dewa. Dia yakin tidak ada yang bisa menandingin gadis ini dalam hal itu.
"Aku tidak mau menikah dengan mu. " Ucap nya tanpa repot repot menyembunyikan rasa jijik di mata nya.
"Kau ! Kau tidak boleh menolak, paman Qian kau harus memberikan pria itu kepada ku. " Kata Rong Shu dengan manja.
Wajah Qian Xun berubah canggung melihat kejadian ini.
"Tuan Qian, maaf kan sikap putri ku yang kurang sopan santun. " Kata Rong Yang buru buru bersujud.
Wajah Rong Yan langsung pucat pasi melihat kelakuan putri nya yang sama sekali tidak bermartabat.
"Gadis Rong, aku tidak bisa membantu mu dalam hal ini. Lagi pula aku tidak bisa memaksa Zhang Wei untuk menerima mu, kau harus berusaha sendiri. Zhang Wei, bagai mana menurut mu ?" Tanya Qian Xun dengan canggung.
"Seperti kata kata ku tadi. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.
"Paman Qian, kenapa begitu ?! Aku ingin menikahi nya !" Teriak Rong Shu.
"Rong Shu ! Jangan ucapan mu, di depan mu adalah Dewa Besar Agung bukan ayah mu !" Teriak Rong Yan buru buru karena ketakutan.
"Kau ingin tahu bukan kenapa aku tidak bisa memaksa nya bukan ? Bagai mana jika aku bilang karena status nya setara dengan ku ?" Tanya Qian Xun dengan senyum pahit.
"Senior Qian, kau memandang aku terlalu tinggi. " Ucap nya dengan malu malu.
Wajah Rong Yan yang sudah pucat tampak lebih pucat membuat nya tampak seperti selembar kertas.
"4 orang pilihan, ketua 4 orang pilihan ! Sang Dewa Keindahan, Zhang Wei !" Kata Rong Yan dengan buru buru memberi salam pada Zhang Wei dan menarik putri nya untuk ikut memberikan salam.
"Bangun lah paman Rong, apa kah itu julukan ku ketika di sini ?" Tanya nya dengan penasaran.
"Y ya, Dewa Keindahan selalu terkenal dengan keindahan yang di miliki nya dan aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu di sini. Mohon maaf kan aku karena tidak mengenali mu. " Kata Rong Yan langsung kembali bersujud.
"Tidak perlu terlalu formal paman Rong, kita semua adalah satu keluarga yang akan melawan iblis jahat. " Ucap nya dengan santai.
Julukan Dewa Keindahan telah melekat di nama Zhang Wei, belakangan itu terkenal tapi tidak ada yang pernah benar benar melihat langsung wajah Zhang Wei.
Ini semua karena Dewa Belas Kasih, melihat lukisan gambar Zhang Wei di ruangan utama Istana Dewa Dan dari situ lah berbagai rumor mulai menyebar luas bagai kan api yang di beri kan minyak.
__ADS_1
Perlahan lahan kabar yang asli pun menghilang dan menyisakan kabar yang di penuhi dengan imajinasi.