
"Oh, hasil dari korupsi juga ? Bagus, sungguh bagus sekali. Untuk kalian semua aku memiliki hadiah untuk kalian semua yang ada di sini !!" Teriak nya dan lapisan merah aneh mengelilingi kawasan yang ia tempati.
Semua orang langsung mengeluar kan tangisan yang sangat menyedih kan, dan berguling guling di tanah.
"Kalian tidak layak untuk mati dengan cepat, kalian harus merasakan berbagai macam penyiksaan. " kata Zhang Wei dengan kejam.
"Me... memang nya k.. kau si.. siapa ?! Ka... kau bukan Dewa melain kan hanya lah manusia biasa yang tidak layak untuk memerintah kami !!" Teriak Gui Yan dengan sedih.
"Paling tidak aku adalah perwakilan dewa, kalian bahkan tidak layak untuk menyebut nama mereka." kata nya menginjak dada Gui Yan, yang membuat Gui Yan memuntah kan seteguk darah.
Dia menoleh ke belakang yaitu 5 prajurit dari Kekaisaran Wei yang di perintah kan oleh Kaisar untuk mengikuti nya.
"Nanti, ambil seluruh harta, perhiasan, cincin ruang mereka karena penyiksaan ini akan terus berlangsung hingga 1 jam ke depan, nanti setelah itu mereka akan pingsan dan kultivasi mereka akan lumpuh. " kata nya berjalan meninggal kan mereka .
Dia berjalan masuk menuju gedung dan tersenyum tipis, dia terus berjalan hingga menuju sebuah kamar.
Dia menunduk kan kepala nya ke bawah meja dan tampak lah anak laki laki yang sedang mengigil ketakutan.
"Kalau aku tidak salah maka kau seharus nya adalah anak Gui Yan yang baru kan ? Umur mu baru 3 tahun, tapi jiwa pengecut sudah ada di dalam diri mu. Sungguh menyedih kan untuk Gui Yan memiliki anak pengecut seperti mu. "
"Jika aku menjadi diri mu, karena ayah mu sudah terbukti salah maka aku akan ikut ke depan dan menanggung penderitaan bersama sama. Tapi nyata nya kau justru bersembunyi di sini, dan kau pikir aku tidak merasakan kehadiran mu ? Tempat ini telah di penuhi oleh aura kematian jadi tidak sulit untuk merasakan aura kehidupan. " kata nya sambil mengelus pipi anak laki laki itu tapi segera di tepis oleh anak laki laki itu.
"Jangan sentuh aku ! Aku ingin membunuh mu !" kata anak laki laki itu dengan marah dan berusaha untuk mencakar wajah nya.
"Oh, kau sungguh kejam. Wajah adalah aset penting diri ku, aku harus membunuh mu. Karena sejak kecil aku mengetahui untuk mencabut rumput hingga ke akar akar nya, " kata nya sambil mencekik anak laki laki itu.
"Kau tidak membunuh ibu ku, bagai mana jika ia memiliki anak lagi yang akan membalas dendam pada mu ?" tanya anak laki laki itu berusaha untuk menakut nakuti nya.
"Sayang nya, bahkan jika ibu mu menikah dengan seorang dewa. Anak nya tetap tidak akan memiliki bakat kultivasi, karena seluruh akar jiwa kultivasi nya sudah rusak. " kata nya dengan dingin.
"Kau !! Kau binatang !!" Teriak anak laki laki itu dengan marah.
"Jika aku adalah binatang maka kau apa ? kotoran nya ? Sungguh menyedih kan, untuk mu aku akan memberi kan pengecualian. " dia mencekik hingga anak laki laki itu menghembuskan nafas terakhir nya.
Dia membakar tubuh anak itu dan mengambil kaca yang pinggiran nya terbuat dari emas, dan berniat untuk memajang nya di toko Obat Purnama.
Dia mengambil seluruh barang yang menurut nya berharga seperti cadangan emas, kursi, meja dan yang lain nya.
Dia akan menyerah kan ini semua untuk Kekaisaran dan meminta sedikit untuk perkembangan Provinsi Phoenix.
Sekarang karena ke 3 provinsi berteman baik, setiap pagar antar provinsi di hancur kan dan di buat lah jalan yang lebih mudah supaya dapat berkunjung dari 1 provinsi ke 1 provinsi yang lain nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, ia mengumpul kan emas emas yang ada di setiap kamar sebelum lanjut menuju ruang penyimpanan harta.
"Ada sekitar 5 kilogram atau bahkan 7 kilogram emas, yang berarti hampir berharga sekitar 300.000 koin emas. " gumam nya.
Tidak hanya mendapat emas ia juga mendapat beberapa keping logam di tambah lagi dengan beberapa keping baru Api Neraka.
"Di sini ada 5 senjata tingkat menengah dan 1 senjata tingkat tinggi. Jika di jadikan uang maka akan seharga 15.000 koin emas kira kira ?" tanya nya dengan bingung.
Dia terus berjalan dan sampai lah di ruangan kayu yang sangat tidak menarik perhatian dengan pintu yang rusak parah.
"Sungguh menarik, mereka menyimpan logam, berlian, emas, uang, senjata di ruangan ini. Ini pasti di buat supaya tidak menarik perhatian orang orang karena biasa nya orang lain akan menyimpan harta di tempat yang sangat tertutup. "kata nya sambil tertawa dan dengan santai membuka pintu kayu itu.
Saat berjalan masuk, dahi nya menjadi sedikit mengerut sebelum tersenyum pahit.
"Aku kira ini akan menjadi misi yang mudah dan tidak membuang tenaga, tapi sayang nya dengan begitu banyak jebakan yang di pasang di sini aku akan membutuhkan waktu untuk sampai ke tujuan. " kata nya sambil tersenyum pahit.
Ada lebih dari 100 jebakan yang di pasang, jika ia salah maka jebakan jebakan itu akan membuat kesulitan yang berlebihan untuk nya.
"Ini pasti di buat oleh leluhur keluarga Gui, karena kata nya Keluarga Gui dulu adalah keluarga yang jauh lebih kuat daripada keluarga Kekaisaran. " kata nya mengamati jebakan jebakan yang ada..
Dia melompat ke kanan dan ke kiri lalu berjalan lurus tanpa miring sedikit pun sebelum berhenti untuk mengamati jebakan selanjut nya.
1,5 jam selanjut nya, dia sudah sampai di sebuah gua yang gelap hanya mengandalkan pencahayaan dari kristal kristal yang ada di sana.
"Karena aku menyukai merah maka aku akan mulai dari kotak yang berwarna merah. " kata nya lalu mengambil kotak merah.
Dia membuka nya dengan perlahan lahan dan akhir nya dia terkejut karena di dalam nya terdapat 50 batang emas.
"Ini sangat banyak, jika aku tidak salah maka setiap batang ini berjumlah 1 kg. " kata nya dengan bangga.
"Kau bukan salah satu keturunan ku !" kata suara serak.
"Siapa kau ?!" tanya nya dengan waspada.
"Seharus nya aku yang bertanya begitu, selama ini aku menunggu keturunan ku untuk datang dan mengambil harta yang ku tinggal kan. Tapi nyata nya, bahkan sampai mereka di hancur kan, tidak ada yang layak untuk mengambil harta peninggalan ku. " kata suara serak itu.
"Bukan kah ini adalah harta penyimpanan milik keluarga Gui ?" tanya nya.
"Tentu saja bukan ! Ini adalah milik ku pribadi, meskipun kau sudah menghancurkan dan memusnah kan keturunan ku, kau masih layak untuk mengambil harta peninggalan ku. " kata suara serak itu.
"Hm tapi aku tidak bisa, kalau begitu aku akan mengembalikan nya. " kata nya dengan tidak senang lalu mengembalikan emas ke dalam kotak merah.
__ADS_1
"Aku tahu kau menghukum mereka karena kasus korupsi kan ? Jadi ya sudah lah. Aku tidak ingin nanti harta ku di biar kan membusuk di sini. Cepat ambil lah !" kata suara serak itu dengan tidak sabaran.
"Tapi aku tidak suka berhutang budi pada siapa pun. " kata nya tetap pada pendirian nya.
"Siapa yang berhutang budi ?! Aku sudah mati dan ini hanya lah pecahan jiwa ku !! Aku sudah tidak memerlukan harta harta ini lagi ! Dengan begini jiwa ku dapat terlelap dengan tenang !" Teriak suara serak itu dengan marah.
"Ya sudah, kalau begitu aku akan menyimpan nya." kata nya lalu mengambil kembali emas emas itu dan menyimpan nya ke dalam cincin ruang.
Dia melanjut kan ke kotak paling kecil yaitu kotak biru, dia membuka dengan hati hati, karena itu sangat berat.
Di buka nya dan tampak lah kristal ungu yang mirip dengan milik nya, ini tidak lain adalah Kristal Roh Tingkat Rendah seperti yang di berikan oleh Kakek Qian.
Dia menghitung Kristal Roh tingkat rendah dan total nya adalah 250.000 kristal Roh tingkat rendah.
"Aku akan mulai dari kotak hijau saja. " kata nya, kotak hijau ini jauh lebih ringan dari kedua kotak yang lain.
Di dalam nya terlihat lah 5 benih pohon yang mengeluar kan cahaya yang sangat ilahi dan terang.
Cahaya itu terasa hangat dan nyaman bagi nya, entah kenapa ia merasa familiar dengan aura dari benih pohon ini.
"Old Gui, benih apa ini ?" tanya nya.
"Old Gui ? Tidak buruk. Itu benih Pohon Persik Cahaya Kehidupan. Pohon ini hanya bisa di tanam di dimensi yang memiliki Qi yang sangat tinggi dan membutuh kan waktu 150 tahun untuk berbuah. "
"Tunggu, apa kah buah nya berbentuk seperti buah persik biasa tapi berwarna putih dan mengeluar kan cahaya yang sangat hangat ?" tanya nya dengan langsung.
"Kira kira, tapi bagaimana kau bisa tahu ?! Aku yakin pohon Persik Cahaya Kehidupan tidak dapat tumbuh di dimensi kecil seperti ini. " kata Old Gui bingung.
"Karena aku pernah membaca buku itu saja, di dalam buku dongeng kau tidak perlu terkejut sampai begitu nya Old Gui. " kata nya sambil tertawa.
Old Gui tampak curiga dengan sikap nya tapi memilih untuk mendiam kan nya, Zhang Wei menghela nafas saat merasa Old Gui sudah tidak curiga lagi.
Dia dulu saat berada di dimensi milik kakek Qian, selalu makan sebuah buah yang menurut nya rasa nya itu sangat enak.
Buah itu tidak lain adalah Pohon Persik Cahaya Kehidupan, kata kakek Qian itu dapat membuat kulit nya menjadi lebih baik dan tenaga terisi kembali.
Karena jumlah nya yang sangat banyak, ia bisa memakan tiap hari bersama kakek Qian saat sedang beristirahat.
Jangan jangan buah buahan atau sayur sayuran yang sering di makan nya di dimensi kakek Qian adalah bahan langka yang ada di dunia ini ?
Kalau begitu, bukan kah ia sangat beruntung untuk menikmati itu semua tanpa ada nya rasa beban.
__ADS_1
Bonus : 1 / 2