PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
284. Musuh Lain


__ADS_3

"Cih, aku tidak ketakutan. Siapa bilang aku ketakutan ?" Tanya nya dengan wajah yang menahan malu.


Dia begitu malu jika mengingat masa lalu nya saat pertama kali bertemu Tu Long, untung Han Long Chun bersedia keluar dan membantu nya.


Dia tidak tahu kalau misal nya tidak di bantu oleh Han Long Chun saat itu.


"Ha ha ha aku tahu kau malu, untung leluhur membantu mu. Jika tidak, aku tidak akan bisa bertemu saudara sejati seperti mu. " Kata Tu Long sambil merangkul bahu nya.


Hati nya menghangat saat mendengar kata kata Tu Long, bisa di bilang Tu Long adalah salah satu teman paling dekat dan baik.


"Ayo jalan lagi, kita bisa mencari musuh lagi. " Kata Tu Long sambil menyeret nya.


Dia hanya mengangguk dengan pasrah, sedang kan beberapa wanita yang seperti nya sekelompok menatap mereka berdua dengan tatapan lapar.


"Seperti nya tidak perlu menunggu nanti, sekarang juga sudah ada musuh baru. " Bisik nya pada Tu Long yang di angguki oleh Naga Tanah itu.


"Hei, anak muda. Wajah kalian sangat bagus, bagai mana jika kalian menyerah kan kepala kalian dengan mudah ? Dengan begitu kematian kalian tidak akan menyakit kan. " Kata salah satu wanita sambil membawa cambuk listrik di tangan kiri nya.


"Lagi pula, kami Kelompok Kecantikan Petir, tidak suka untuk melukai keindahan seperti kalian. Apa lagi diri mu, kau adalah keindahan langka yang sangat sulit di cari. " Kata yang lain sambil menunjuk diri nya.


Tiba tiba seluruh tubuh nya merinding dan berkeringat dingin, melawan orang orang seperti ini membuat nya ragu.


Dia mengenggam tangan Tu Long dengan erat, tampak nya Naga itu juga sedikit gemetar.


"Bagai mana kalau kami tidak mau ?" Tanya Tu long memberanikan diri.


"Kalian tidak memiliki pilihan, kami tetap akan mengambil kepala kalian. " Kata wanita lain yang terlihat seperti ketua nya dengan arogan.


Dia mengernyit kan dahi nya, tidak menyangka kalau memang benar benar ada orang orang gila seperti ini.


"Kau harus hati hati, mereka semua berada di tahap Suci dan yang satu itu adalah Tahap Ilahi awal. Serah kan itu pada ku dan kau urus sisa nya. " Bisik nya pada Tu Long yang di setujui oleh pemuda itu.


Tu Long mengangguk setuju sebelum mengepal kan tangan.


"kami tidak akan menyerah dengan mudah !"


"Kalau kalian memiliki kekuatan maka serang kami !" Ucap nya dengan tenang.


"Ck...... Kalian terlalu melebih lebih kan kekuatan kalian. " Kata Ketua perkumpulan ini dengan dingin sebelum mengangkat cambuk listrik nya.


Kreekk


Retakan halus terbentuk di tanah saat cambuk listrik itu menghantam tanah, dia tidak bisa tidak terkejut melihat itu.


Tapi dengan segera dia mengeluarkan pedang nya, padahal darah bandit bandit tadi bahkan belum sepenuh nya kering dan sekarang sudah akan berdarah lagi.


"Apa kah menurut mu aku akan takut dengan cambuk mu ?" Cibir nya melihat wanita itu yang berniat pamer.


"Hmph , hanya anak ayam yang tidak takut dengan induk harimau !" Kata Wanita itu dengan dingin sebelum maju dan mendorong cambuk nya ke arah Zhang Wei.


Dengan sigap, Zhang Wei menghindari serangan itu. Kalau tidak bisa bisa tubuh nya terbelah dua karena cambuk listrik itu.


Dia mundur 3 langkah sebelum menyambut langsung serangan itu dengan pedang nya. Wanita itu tampak sedikit terkejut karena pedang nya tidak patah.

__ADS_1


Dia menyeringai, ini bukan pedang biasa. Pedang ini adalah pedang tingkat legenda dulu nya, meski pun itu sudah sedikit rusak, itu masih tidak bisa di banding kan dengan senjata tingkat 9 milik wanita itu.


Dia tidak khawatir dengan Tu Long karena rasa Naga terkenal akan kulit mereka yang setara dengan senjata tingkat 9.


Lagi pula yang di lawan Tu Long hanya lah anak buah wanita di depan nya ini, cambuk mereka meski pun sekilas terlihat sama tapi memiliki kualitas yang berbeda.


"Apa kau terkejut karena pedang ku sanggup menahan cambuk mu ?" Tanya nya mengalihkan perhatian wanita itu.


"Ya aku sedikit terkejut, tapi tenang saja aku tidak akan kalah dengan mu !" Kata Wanita itu dengan jujur.


Dia mendengus dingin mendengar ke keras kepalaan wanita di depan nya ini, dia maju dan melilit cambuk listrik itu di pedang nya.


Wanita itu tampan terkejut dan dengan cepat melangkah mundur, senyum tipis tampak di sudut bibir nya.


"Pedang Tanpa Tanding !" Tubuh nya terasa sakit, dia belum beristirahat tadi dan Qi nya belum benar benar kembali.


Jadi bisa di bilang ini menggunakan kekuatan dengan paksa. Tubuh nya terasa sangat sakit dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.


Otot otot tubuh nya terasa di tarik sampai ke maksimal, dantian nya terasa sangat kosong sehingga kekeringan pun melanda tempat penampungan Qi itu.


Dia menggertak kab gigi nya sebelum maju dan menyerang titik lemah wanita di depan nya ini. Bekas cambukan terlihat di mana mana.


Wanita itu terpukul mundur tapi segera di bantu yang lain, tubuh nya gemetaran karena sakit. Dia masih bertahan, saat ini tidak ada yang bisa menolong nya.


Sangat berbahaya untuk memanggil Zhang Luo dan Nangong Ling untuk membantu, dia tidak ingin Zhang Yunqi kehilangan orang tua di umur yang terbilang masih sangat muda.


Memikir kan hal itu membuat nya sedikit bersemangat, dia masih ingin melihat perkembangan bocah ingusan itu.


"Baik lah, aku akan menggunakan nya. " Ucap nya dengan mata penuh tekad.


Wanita di depan nya mendengus mendengar kata kata nya.


"Bocah, ku akui ketram mu sangat baik untuk di usia muda. Tapi, ini masih kurang untuk membuat ku mundur. " Kata wanita itu meremehkan nya.


Dia tidak menjawab dan hanya tersenyum , rasa sakit menghilang dari tubuh nya. Energi asing memasuki tubuh nya dengan kecepatan tinggi.


Energi ini membuat nya menjadi lebih bersemangat bahkan lebih kuat di banding kan kekuatan asli nya.


"Rasa kan ini ! " dia mengangkat pedang nya dengan penuh tenaga sebelum menghantam nya ke punggung wanita itu.


Wanita itu terpukul ke depan dan memuntah kan darah sambil berlutut di tanah, bawahan nya yang lain langsung mendekat.


Tu Long yang melihat ini menghela nafas lega.


"Aku sudah bilang, jangan berpuas diri terlebih dahulu. " Ucap nya dengan dingin.


"Kau ! Mati di bawah tangan ketua kami adalah berkah ! Kau memang tidak tahu terima kasih !" Teriak salah satu anak buah wanita itu.


"Hmph, kalian terlalu mengagungkan ketua kalian. Jika kalian mampu, maka kemari lah dan serang aku !" Teriak nya memancing kemarahan wanita wanita itu.


"Ketua, tenang saja. kami akan membalas kan dendam mu. " Kata salah satu.


"Henti kan, kalian bukan lawan mereka. " Kata ktua itu sambil memuntah kan darah.

__ADS_1


"Ketua tenang saja , kami ada banyak sedang kan mereka hanya berdua. " Kata yang lain dengan percaya diri.


"Kalau kalian begitu yakin, kenapa kalian tidak segera menyerang ku ?" Tanya nya dengan menantang.


Kekuatan garis darah nya tidak bisa bertahan lama, jadi dia harus memanfaat kan nya dengan sebaik mungkin.


Kebetulan garis darah nya sudah lama tidak di gunakan sehingga ketika di aktifkan mengeluarkan kekuatan lebih.


"Pedang Tanpa Tanding !" Tangan nya dengan ringan membuat gerakan memutar dan berbalik menyerang wanita wanita itu dengan kejam.


Beberapa meringis karena senjata mereka terbelah dua, dari sini lah dia baru tahu kalau senjata mereka hanya senjata tingkat 7.


Itu bahkan tak bisa di banding kan dengan Seruling Kematian nya, Meski pun jarang di gunakan, seruling kematian terus menerus bertambah kuat seiring bertambah nya orang yang di bunuh oleh nya.


Di sisi lain, Xi Rong yang melatih murid nya di dalam dimensi menghela nafas ketika berjalan ke sudut Dimensi Api Qilin.


Di sini, sedang di kejut kan karena ada nya gua misterius yang muncul di tengah kota. Mau tak muau dia harus ikut dan melihat apa yang terjadi.


Langkah nya terus menerus maju dengan cepat sampai akhir nya kembali menemukan jalan buntu. Begitu banyak lorong di sini membuat nya pusing dan merasa putus asa.


Tatapan nya tertuju pada sudut ruangan, sudah ratusan lorong ia jalani dan dia tidak menemukan sedikit pun orang atau jalan keluar.


"Apa mungkin ini adalah ilusi ?" Tanya nya dengan raut wajah serius, dia pun mengumpul kan kekuatan untuk memastikan dugaan nya.


Lalu bola Qi sudah terbentuk cukup besar di tangan nya, dia melempar bola itu ke sudut ruangan yang terlihat paling rapuh di banding kan yang lain.


Sesuai dugaan nya, ruangan ini perlahan lahan mulai hancur dan roboh. Demi menghindari bebatuan, dia berlari menuju ruangan yang tampak di balik pecahan batu.


Sesampai nya di sana, dia melihat ada sebuah air terjun yang di depan nya ada sebuah peti. Dia mengerut kan dahi saat melihat tanda yang ada di peti.


Dia pun melangkah maju dengan waspada , takut ada jebakan. Di atas peti emas yang terlihat sangat indah tersebut terukir lah 4 lambang.


Harimau Putih


Kura Kura Hitam


Phoenix Api


Naga Biru !!


Ini adalah tanda nya, dia memiliki tanda kura kura hitam. Lalu dia pun menempel kan tangan nya sambil menyalurkan Qi ke dalam peti itu.


Xi Rong mengerut kan dahi nya karena peti tersebut tidak menunjuk kan tanda apa pun.


Ini membuat nya sedikit ragu, apa lagi setelah 10 menit menunggu , tidak ada reaksi apa pun.


Xi Ron berjalan mundur beberapa langkah dengan ekspresi sedikit kecewa.


"Apa kah aku salah kira ? Apa kah itu lambang lain ? Tempat apa ini ? Kenapa tempat ini memiliki ketahanan yang luar biasa ? Peti ini sudah pasti sudah lama berada di sini, tapi tidak terlihat kotor atau berdebu sedikit pun. Bahkan peti ini tidak hancur ketika aku menyalurkan Qi. " Gumam nya dengan pelan.


Tapi, setelah itu baru lah ia menyadari kalau peti itu mengeluarkan cahaya putih yang sangat terang. Ini membuat nya terpaksa melindungi mata nya dari cahaya putih itu.


Peti perlahan lahan terbuka, cahaya putih perlahan lahan memudar. Xi Rong berjalan dengan pelan dan ketika melihat isi nya, dia langsung terkejut bukan main.

__ADS_1


__ADS_2