PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
171. Menyelesaikan Masalah Tanpa Hambatan II


__ADS_3

" Kalian belum menjawab pertanyaan ku bukan ?" tanya nya.


"Kami memilih untuk tinggal di dimensi yang terhubung dengan jiwa mu saja. " Kata Lin Yi.


" Baik lah tidak masalah, ayo masuk. Kita harus pergi, aku masih memiliki banyak urusan untuk di tuntas kan. " kata nya menunjuk pintu yang terbuat dari Qi.


Pintu itu tiba tiba muncul di hadapan mereka semua. Kedua phoenix itu masuk ke dalam pintu Qi tanpa rasa ragu sedikit pun.


Tiba tiba suara Lan Yi yang ceria terdengar di dalam pikiran nya.


" Wah tempat ini sungguh penuh dengan Qi !!" Teriak Lan Yi.


"Jangan seperti orang kampungan. " Balas Lin Yi dengan dingin.


"Ya ini sedikit spesial. Hentikan pertengkaran kalian atau aku terpaksa untuk membuat dimensi lagi. " kata nya menengahi pertengkaran yang tidak ada habis nya itu.


Jika tidak segera di hentikan maka pertengkaran mereka akan terus berlanjut.


"Zhang Wei, kau bisa membuat dimensi lagi ?" tanya Lan Yi dengan antusias.


"Ya bisa, jika untuk sekarang akan sangat sulit bagi ku atau bahkan memakan beberapa tahun umur ku. Tapi jika aku berada di tahap yang lebih tinggi maka aku bisa membuat hingga 10 dimensi, kira kira. Seluruh dimensi itu nanti nya akan terhubung dengan jiwa ku. " kata nya menimbang nimbang.


"Aku ingin membawa saudara saudara ku untuk tinggal di sini juga karena mereka selalu di tekan oleh ras naga ilahi. Mereka terlalu mendominasi hewan berbakat lain nya. " Balas Lan Yi.


"Ras naga ilahi lagi ? seperti nya banyak hewan yang berhubungan buruk dengan ras naga ilahi. " Canda nya.


"Tentu saja, dengan sikap mendominasi mereka. Hampir seluruh hewan yang membenci nya . " kata Lin Yi.


Dia menghela nafas berat dan memutuskan untuk menyelesaikan ras naga Ilahi nanti, ia membutuh kan 100 inti naga ilahi.


Inti naga Ilahi berbeda dengan inti naga monster, jika inti naga monster dapat di ambil tanpa melukai pemilik nya maka inti naga ilahi bisa di ambil jika pemilik nya meninggal.


Jadi ia harus membunuh sekitar 100 naga ilahi untuk mendapat kan 100 Inti Naga Ilahi. Ia menggunakan tudung hitam nya dan terbang menuju Sekte Awan Ungu.


Sesampai nya di sana, ia langsung menuju ruang Patriark yang sudah di ketahui nya .


"Siapa kau ?!" Tanya patriark dengan waspada.


"Aku ingin menawar kan beberapa keuntungan pada mu, sebagai imbalan nya kau harus menarik diri dari perang darah ini. " kata nya mengeluar kan lebih banyak pil.


"Di sini ada pil Kemurkaan Dunia, Pil Rubah Laut, Pil Giok Bulan, Pil Penambah Qi menengah." Jelas nya menunjuk satu persatu botol.


Pil Penambah Qi menengah adalah resep yang di modifikasi sehingga Qi yang di timbul kan menjadi lebih banyak dan halus.


"Aku dengar, hubungan mu dengan beberapa alkemis mau pun toko obat terputus dan hanya menyisakan beberapa. Sekte Pedang Surgawi juga menghentikan distribusi Pil nya kepada mu karena kasus yang melibat kan mu baru baru ini. "


"Sekte pedang Surgawi memutus kan hubungan untuk sementara karena takut nama mereka juga akan terseret. " kata kata nya membuat tangan An Ming mengepal kan tangan.


"Nah dengan ini aku ingin bekerja sama dengan mu. Aku sudah bekerja sama dengan Sekte Harimau Petir. Kau pasti sudah mendengar kabar penarikan diri mereka. Untuk manfaat kau bisa mencium aroma dari masing masing pil, pasti kan untuk tidak membuka tutupan nya terlalu lama atau khasiat nya akan berkurang jauh. "Peringat nya.


An Ming mengikuti kata kata nya dan membuka tutup botol giok pil dengan perlahan lahan dan menghirup nya sebentar sebelum menutup nya lagi.

__ADS_1


"Pil ini kemungkinan besar bisa membantu mengisi ulang Qi milik Kultivator. " kata An Ming menebak dengan benar.


"Ya kau benar, itu pil penambah Qi Menengah. Aku memberikan mu 500 pil untuk awal dan jika kau membutuh kan nya lagi, maka kau bisa membeli nya langsung. Lalu, periksalah ini. " perintah nya sambil memberikan botol pil Rubah Laut.


Ia mengisi 200 Pil Rubah Laut, hitung hitung sebagai ganti rugi rusak nya citra baik milik Sekte Awan Ungu.


Dia belakangan ini menjadi lebih dewasa, menurut nya kesalahan milik Sekte Awan Ungu tidak terlalu besar.


Lagi pula ia hanya memiliki dendam dengan si An Hao itu dan sekarang An Hao sudah di usir. Ia hampir tidak memiliki masalah sama sekali dengan Sekte Awan Ungu sekarang.


Meski pun begitu ada hal yang harus di korban kan yaitu citra baik Sekte Awan Ungu.


"Kau sudah mengetahui seluruh kegunaan dari pil pil yang ada di sini, jadi bagai mana pendapat mu ? Kau kemungkinan akan di buang oleh Sekte Pedang Surgawi dan akan di tolak oleh Sekte Qilin Api. Mari bergandengan tangan dengan Sekte Harimau petir. " kata nya.


"Baik lah, aku tidak memiliki pilihan lain. " Balas An Ming dengan senyum pahit .


"Kau benar, aku akan di buang oleh kedua belah pihak. Aku akan bekerja sama dengan mu. " kata An Ming Lagi.


"Aku ingin kau menjadi kuat tanpa bocor sedikit pun keluar atau kau akan mendapat kan akibat nya, Sekte Harimau Petir yang sebelum nya berada di bawah mu kemungkinan besar sudah berada jauh di atas mu. " balas nya lagi.


"Ingat untuk bergandengan tangan dengan Sekte Harimau Petir, segera lah untuk menarik diri dari perang atau kau akan menyesal." Peringat nya lagi sebelum pergi dari sana.


Ia tidak langsung pulang, matahari sudah mulai gelap. Muncul sebuah rumor yang menjadi perbincangan utama para warga saat ini.


"Apa kau tahu ada seorang Dewi yang datang ke dimensi kita ?!" Kata seseorang dengan antusias.


"Benar kah ? Di mana dia ?" Tanya yang lain dengan tidak semangat.


Ia membuka tudung hitam nya dan mengikuti pandangan para warga itu menuju seorang wanita cantik yang di kenal nya.


Itu tidak lain adalah Wang Xi Rong, ia berjalan mendekati Xi Rong yang duduk sendirian. Ada banyak orang yang mengantri di hadapan Xi Rong.


Tiba tiba, sebuah teriakan terdengar dari arah belakang nya, ia terkejut dengan suara besar tersebut.


"Buka jalan ! Tuan muda ke tiga Sekte Pedang Surgawi ingin melamar pujaan hati nya !!" Teriak pengawal sambil mengangkat tandu.


Tandu tersebut di turun kan dan menampakkan pria jelek dan gendut yang di temani dengan 2 wanita kurang pakaian.


"Sayang ku, aku ingin melamar mu untuk menjadi istri ke 23 ku, Yun Lian. " kata pria gendut itu pada Xi Rong.


Xi Rong hanya menatap dengan jijik dan tidak menghiraukan pria itu, ia tertawa kecil dan maju ke depan.


"Sayang ku kau harus menikah dengan ku, keluarga mu akan sangat senang jika kau menikah dengan ku. "


"Keluarga ku ? ha ha pikiran mu terlalu jauh, jika ayah ku datang kemari maka ia bisa menghancurkan dimensi ini dengan mudah. Salam kenal, aku dari dimensi Agung. " kata Xi Rong dengan santai.


Dimensi di bagi menjadi :


Dimensi tingkat rendah.


Dimensi Tingkat Menengah.

__ADS_1


Dimensi Tingkat Tinggi.


Dimensi Agung.


Dimensi Dewa.


"Ha ha nona jangan berbohong, jika kau di dengar oleh penduduk asli dimensi Agung maka kau akan di musnah kan. Lebih baik kau tidak menjadi pembohong melainkan menjadi penghangat ranjang ku. " kata Yun Lian tanpa rasa malu.


"Lepas kan aku, kau tidak layak menyentuh ku. " suara pria terdengar dari belakang Yun Lian dan keluar lah pria tampan yang tidak lain adalah Zhang Wei.


"Dasar tidak tahu malu. " Cemooh nya pada Yun Lian.


Wajah Yun Lian memerah dan tampak ingin menyerang nya. Dia menahan tangan berlemak Yun Lian.


"Pergi lah atau kau akan menyesal, Yun Lian. " kata nya.


"Kau ! Pengawal, bantu aku menyelesaikan hama ini !" Perintah Yun Lian.


"Kau sebut aku apa ? Hama ? Kalau begitu kau adalah kotoran. Yang harus di buang dan di hancur kan. Aku sudah memberikan mu kesempatan untuk pergi tapi kau tidak memanfaat kan nya dengan baik. " Dia dengan santai mengambil sumpit dan melempar ke arah Yun Lian.


Yun Lian jatuh ke belakang dan kesulitan untuk bangun karena tubuh berlemak nya.


"Menyedihkan, bahkan untuk berdiri pun kau sulit. " kata nya sambil menangkap pedang dari pengawal Yun Lian.


Dia mematahkan pedang itu dengan mudah dan mendengus dingin.


"Kalian semua , merasa seolah olah adalah yang paling hebat. " Dia memukul semua pengawal Yun Lian hingga babak belur sebelum mencabut nyawa mereka.


Kalau kata Xi Rong, cabut lah rumput hingga ke akar akar nya atau itu akan membuat mu kesulitan di kemudian hari.


Dia menginjak dada Yun Lian dengan kuat, kedua wanita kurang pakaian yang di bawa oleh Yun Lian berteriak ketakutan dan berniat untuk lari.


Tapi sayang nya, Xi Rong sudah menaruh sumpit nya dan memilih untuk ikut bertarung yang arti nya adalah kesialan bagi kedua wanita itu.


Bagi nya wanita wanita seperti itu tidak di perlu kan di dunia ini, mereka hanya merendah kan derajat wanita.


Jika di lihat dari sisi ini maka, Xi Rong terlihat seperti orang yang di pengaruhi dan di kendalikan oleh Lucifer (Pride).


"Kalian sudah datang, kenapa repot repot untuk pergi ?" tanya Xi Rong.


"Mohon lepas kan kami, kami tidak ada hubungan nya dengan Yun Lian. Kami hanya di bayar. " kata Wanita itu segera bersujud di hadapan Xi Rong.


"Melihat kalian seperti ini membuat ku semakin berniat untuk memusnah kan kalian. Kalian bahkan tidak memiliki harga diri sama sekali dan langsung berubah pihak, kalian bahkan dengan mudah nya bersujud. Jika aku berada di posisi mu maka aku akan lebih memilih untuk mati dalam kondisi terhormat dari pada mati tanpa harga diri. "kata Xi Rong.


"Kau bisa berbicara begitu karena kau belum pernah di kondisi hidup dan mati !!" Kata kedua wanita itu dengan emosi.


"Siapa bilang aku belum pernah ?! Jawab !! Aku sudah lebih dari 10 kali berada di jurang hidup dan mati !! Ini dunia Kultivator yang kejam ! Siapa yang kuat, berbakat dan memiliki dukungan bisa bertahan hidup. Yang lemah akan mati dan menjadi batu loncatan bagi yang ber bakat. " Kata Xi Rong dengan kejam.


Xi Rong yang terbiasa hidup keras dan sudah merasa kan kejam nya dunia Kultivator.


Bonus : 2 / 2

__ADS_1


__ADS_2