
"Aku awal nya juga begitu, tapi kami sudah memastikan hal ini. " Jawab nya lagi.
"Baik lah kami akan bersiap untuk menyerang Sekte Pedang Surgawi. Kalau kami boleh tahu, kapan tuan dan Nyonya akan mulai penyerangan ke Sekte Pedang Surgawi ?" Tanya Huan Li dengan ragu ragu.
"1 Minggu lagi dari hari ini, jadi persiap kan diri kalian. " balas nya.
"eh.. baik lah. " kata Huan Li yang menatap istri nya.
"Kami akan pergi dulu, kau harus mempersiapkan semua nya dengan baik. " kata Xi Rong sebelum menyeret nya untuk keluar.
Dia dengan paksa melepas kan tarikan Xi Rong pada tangan nya sebelum meninggal kan Xi Rong sendirian.
Ia merasa harga diri nya akan hilang jika di lihat banyak orang, ia di seret begitu oleh Xi Rong. Sekaligus untuk mengerjai Xi Rong juga.
Xi Rong yang terkejut melihat tindakan nya, tampak nya sadar dengan kesalahan yang di perbuat nya sehingga langsung mengejar Zhang Wei.
"Zhang Wei!! Tunggu!! Maaf kan aku ! " Teriak Xi Rong.
"Tidak mau, aku mara pada mu. " Balas nya lagi dan mempercepat terbang nya.
Besok adalah hari ulang tahun Xi Rong, ia ingin memberi kejutan tengah malam ini.
"Zhang Wei, maaf kan aku! " kata Xi Rong dengan mata yang memerah.
"Tidak. Aku tidak mau memaafkan mu. " kata nya mempercepat langkah nya masuk ke penginapan.
"Bibi, aku ingin mengambil kamar sebelah nya. " Kata nya pada pemilik penginapan sambil menyerah kan beberapa keping Kristal Roh.
"Ini kunci untuk mu, tinggal lah di kamar sebelah." kata nya dengan dingin.
Brukk
Ia menutup pintu kencang di hadapan Xi Rong dan terdengar lah isak tangis dari depan pintu nya..
Ia merasa tidak tahan dan sedikit kelewatan pada Xi Rong, tapi tidak ada cara lain. Jika tidak ia tidak akan bisa membeli kan hadiah untuk Xi Rong.
Ia melompat lewat jendela dan langsung menuju ke arah pasar, ia masuk ke toko perhiasan. Ada banyak kalung dan gelang atau cincin.
__ADS_1
"Bibi, aku ingin gelang sepasang ini. " kata nya menunjuk gelang indah dengan ukiran naga, gelang itu terbuat dari Giok.
"Aku ingin antingan emas yang sangat indah ini. " kata nya menunjuk anting yang berbentuk kupu kupu.
"Aku ingin kalung ini juga dan cincin ini. "
"Tuan, semua nya 2 Kristal Roh tingkat menengah. " Ia membayar semua nya.
2 jam kemudian
Total nya ada 2 gelang, 2 kalung, 1 cincin, 1 antingan, 12 set baju yang di pilih nya dengan cermat.
Tentu nya tidak dari 1 toko saja, baju baju itu sangat indah , bahkan ia iri dengan keindahan baju baju tersebut.
Sayang nya baju itu hanya di desain untuk perempuan bukan untuk laki laki.
Ia memutus kan untuk membeli kan Sepatu baru untuk Xi Rong, meski pun Xi Rong lebih kaya dari nya tapi sepatu milik nya masih jauh lebih bagus dari pada sepatu milik Xi Rong.
"Paman, aku ingin kau menunjuk kan sepatu yang menurut mu paling indah di toko ini. " kata nya.
"Aku ingin ini, ini , ini..... dan ini yang terakhir. " kata nya setelah menunjuk beberapa sepatu.
Ia membungkus hampir seluruh sepatu yang di bawa kan, ia terlalu sulit memilih jika di hadap kan dengan berbagai benda menarik seperti itu.
Ia membeli beberapa tusuk konde sebelum pulang ke penginapan nya, ia masih bisa mendengar isak tangis dari depan pintu nya.
Hingga beberapa jam kemudian, ia membuka pintu dengan perlahan lahan dan melihat Xi Rong yang di penuhi dengan air mata.
Wanita cantik itu ketiduran tepat di depan pintu nya, ia mengangkat tubuh Xi Rong yang seringan kapas ke dalam kamar nya.
Xi Rong tampak nya merasa tidak nyaman dan memutus kan untuk membuka mata nya.
"Zhang Wei!! " Panggil Xi Rong dan memeluk nya dengan erat.
"Maaf kan aku. " kata Xi Rong dengan tangisan.
Ia menurun kan Xi Rong perlahan lahan ke kasus nya dan menatap Xi Rong dengan senyuman manis.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun selamat ulang tahun Xi Rong! Selamat ulang tahun. " kata nya memeluk tubuh Xi Rong.
Dia mengecup kedua pipi Xi Rong.
"Kau sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri, mana mungkin aku marah hanya karena hal sepele seperti itu? " Canda nya.
Xi Rong yang sudah sangat memerah pipi nya di cium oleh Zhang Wei, langsung kembali ke dunia nyata saat Zhang Wei mengatakan kalau ia hanya di anggap sebagai kakak.
Ia berusaha menelan rasa kecewa yang tiba tiba melanda hati nya, ia merasa lidah nya menjadi pahit.
Dia tersenyum yang di paksa kan.
" Apa kau tidak senang ? Maaf kan aku Xi Rong karena sudah membohongi mu. " kata Zhang Wei memasang wajah menggemaskan nya.
Hal ini membuat nya begitu gemas dan melupakan segala kekecewaan nya.
"Kakak Xi, tutup mata mu, tunggu sampai aku menyuruh mu membuka mata mu, baru lah kau membuka nya. Jangan mengintip. " kata Zhang Wei.
Ia hanya tersenyum dan mengangguk, ia menutup mata nya menggunakan tangan nya. Setelah beberapa saat ia mendengar suara barang barang hingga akhir nya suara Zhang Wei kembali terdengar di telinga nya.
"Buka mata mu kakak Xi !"
" Baiklah. " kata nya dan betapa terkejut nya ia melihat sebuah kue yang sangat indah di kelilingi oleh berbagai kotak kota hadiah.
Mata nya yang indah mengalirkan bulir bulir air mata saat melihat ini.
"Terima kasih... Aku sudah melupakan perasaan ini. Aku selalu merayakan ulang tahun ku dengan ayah angkat ku, dia adalah penjaga yang sangat setia, ia sudah ku anggap seperti ayah ku sendiri. Terima kasih karena sudah merayakan ini. " kata nya sambil terisak.
Zhang Wei yang melihat nya terisak merengkuh tubuh kecil nya. Saat di peluk tangisan nya semakin menjadi jadi.
"Terima kasih,Terima kasih banyak. " Gumam nya tanpa henti.
"Hentikan diri mu untuk mengatakan maaf terus atau aku akan sangat marah. " Canda Zhang Wei sambil mengelus punggung nya dengan halus.
Ia berusaha menghentikan tangisan nya, ia tersenyum malu.
Bonus 2 / 2
__ADS_1