
Di tempat Qi Yun
"Tuan !! Tuan, ada hal penting !" Kata orang kepercayaan nya dengan panik.
"Apa ? Kau harus nya mengetuk pintu terlebih dahulu. " kata Qi Yun dengan kesal.
"Maaf kan aku tuan tapi kristal Jiwa milik Qi Liang hancur dan tidak memiliki cahaya lagi, kami sedang mengirim pasukan untuk melihat apa yang terjadi di Bukit Hua. "
"Apa ?! Bagai mana dengan Kitab Formasi yang dia pegang ?!" Bentak Qi Yun dengan marah.
"Aku juga -"Ucapan orang kepercayaan Qi Yun terpotong karena masuk nya orang lain lagi.
"Tuan, kami sudah berhasil menemukan jasad mereka. "
"Apa ?!"
"Tuan Muda Qi Lun juga mati dengan keadaan yang mengenaskan. Kitab Formasi yang di bawa Qi Liang juga hilang. " kata orang baru itu.
"Arghh ! KALIAN KELUAR !!" Teriak Qi Yun dengan sangat marah dan menghancurkan seluruh barang yang ada di sana.
Di sisi lain, Zhang Wei sedang mencabuti satu persatu gambar yang di tempel oleh Qi Yun.
"Aku akan melihat sejauh mana kau akan bertindak. Aku yakin kau sudah menyadari kalau murid mu mati. Bukan kah ini seru ? Aku ingin mengirim kepala Qi Yang nanti. " kata nya.
Dia tersenyum penuh makna sebelum kembali menuju gua nya. Dia tidak akan membunuh pasangan yang tertutup oleh lapisan Qi itu.
"Qi Yang, hidup mu sudah tidak di butuh kan lagi jadi mati lah. " Dia menyeringai.
"Kenapa kau membunuh ku ?! Bukan kah aku sudah memberi mu informasi?!" tanya Qi Yang panik.
"Apa kau tahu kalau permasalahan ini sebenar nya berawal dari keserakahan mu ?"
"I.. itu. "
"Sudah lah, aku ingin membuat kejutan yang berharga untuk guru mu. " Dia mengangkat pedang nya dan menebas Qi Yang.
"Aku dari awal tidak menganggu mu tapi kau yang menjerumuskan diri ka dalam neraka. " kata nya.
Dia membungkus tubuh Qi Yang ke sebuah kain besar sebelum menuju Akademi Qi yang merupakan tempat Qi Yun atau Old Qi tinggal.
Sesampai nya di sana, dia menatap takjub le bangunan megah itu.
"Tunjuk kan identitas mu jika ingin masuk ke dalam Akademi Qi. " kata penjaga dengan wajah datar.
"Tidak perlu, aku hanya ingin menitip kan ini pada Qi Yun. Jangan membuka nya terlebih dahulu atau kepala mu akan terlepas, cepat sampai kan pada Qi Yun !" Kata nya dengan tegas dari balik tudung.
Penjaga itu merasa sedikit terintimidasi sebelum mengangguk dan berlari ke dalam. Dia langsung kabur saat melihat orang itu sudah masuk.
Dia saat ini masih belum bisa melawan Qi Yun secara langsung kecuali menggunakan Jiwa Naga, tapi ia tidak ingin menggunakan itu kecuali dalam keadaan yang sangat memaksa.
Dia akan mempersiapkan banyak rencana untuk meminimalisir kegagalan. Lamunan nya langsung buyar saat melihat Qi Ming yang sudah berdiri di mulut gua.
"Tuan Zhang, bisa kah aku dan istri ku meminta mu untuk melakukan sesuatu ?" tanya Qi Ming dengan hati hati.
"Aku ingin kau membunuh guruku. Aku baru tahu kalau ternyata keluarga istri ku di bantai oleh guru karena keserakahan nya, istri ku di paksa untuk menikahi ku. Aku mohon pada mu, tuan Zhang. " Qi Ming berlutut di hadapan nya, dia mengerut kan dahi bingung.
"Kau serius ? Kau menyuruh ku untuk membunuh guru mu ?" tanya nya saat melihat keseriusan yang ada di mata Qi Ming.
"Aku benar benar yakin, dia bukan guru ku yang dulu lagi. Dia sekarang di penuhi dengan rasa serakah yang besar. " kata Qi Ming sambil menghela nafas.
Di tempat Qi Yun, saat ini ia sedang berusaha menenangkan diri karena kematian murid nya, dia mengepal kan tangan dan bersumpah untuk mencabik cabik pembunuh murid nya.
Tok tok
"Masuk." Jawab nya dengan dingin.
"Tuan aku membawa kan ini, aku tidak tahu ini dari siapa tapi ia mengancamku , kalau aku membuka dan melihat isi nya maka ia akan membunuh ku. " kata penjaga itu ketakutan.
"Siapa itu ?! Berani sekali mengancam orang orang ku, sini berikan pada ku barang itu !" Dia tidak dapat menahan kemarahan nya lagi.
Dia membuka kain itu dengan penuh emosi dan menemukan surat.
__ADS_1
'Hadiah besar untuk mu. ' Paling tidak begitu lah isi surat nya dan betapa terkejut nya ia saat melihat isi yang ada di dalam kain tersebut.
"Ahh ! Yang ' er, apa yang terjadi pada mu ?!" Dia menjerit histeris saat melihat keadaan murid nya yang sangat mengenaskan, lebih mengenaskan di banding kan Qi Lun.
"Kau ! Qi Qiang ! Seret penjaga ini keluar dari ruangan ku dan cari tahu siapa yang si temui nya !" Teriak nya dengan marah hingga terdengar ke seluruh bagian akademi.
Di sisi lain, Zhang Wei sedang berdiri di tempat kosmetik, tempat ini di dominasi oleh wanita. Dia tidak memikir kan rencana lain selain rencana gila ini.
Dia akan menyamar jadi wanita cantik, dia sendiri yakin dengan penampilan nya. Karena pada dasar nya wajah nya sangat sempurna maka dia bisa menjadi pria dan wanita sekaligus.
Dia akan mendekati Qi Yun, karena kata Qi Ming pria tua itu sangat menyukai wanita cantik dan menggoda.
Dia membeli beberapa bedak dan pemerah bibir serta beberapa barang lain nya.
(Author akan post di instagram kalau sudah menemukan foto yang tepat untuk ilustrasi Zhang Wei menyamar menjadi perempuan. Ha ha ha )
Dia membawa itu dengan kain yang di ikat kan di pundak nya, sesampai nya di gua, ia di bantu oleh Istri Qi Ming berdandan.
"Kau memiliki wajah yang cocok untuk laki laki mau pun perempuan. " Puji Istri Qi Ming.
"Aku setuju. " kata Qi Ming yang terpesona dengan kecantikan Zhang Wei setelah di beri hiasan wajah.
Dia menatap ngeri melihat Istri Qi Ming yang mengeluarkan busa berbentuk bulat.
"Apa aku perlu menggunakan ini ? Kenapa tidak menyuruh orang lain saja ? Aku jadi tidak yakin. "Ucap nya.
"Kau harus menggunakan ini saudara Zhang atau nanti si tua Qi Yun itu tidak akan tertarik, lagi pula di mana lagi menemukan gadis secantik diri mu. " kata Qi Ming sambil mengeluarkan kaca, dia menatap kagum dengan wajah nya.
"Ini seperti bukan diri ku, lalu bagaimana dengan suara ku ?" Ucap nya cemas.
"Kau hanya perlu membuat nya sedikit lebih lembut. "kata Istri Qi Ming.
"Begini ?" tanya nya dengan suara lembut.
Qi Ming tidak bisa menahan tawa nya dan bertepuk tangan.
"Itu sudah bagus, ini tanggal 3,guru akan pergi menuju rumah bordil di dekat sini dengan diam diam. Aku dan istri ku akan berpura pura menjadi penjahat dan aku yakin dia pasti menolong mu. " kata Qi Ming.
"Baik, kita pasti bisa !" Kata mereka dengan serempak.
Dia menarik nafas dan berlatih menggunakan suara wanita untuk nanti malam.
Malam hari nya, mereka sudah sampai di dekat rumah bordil, Qi Ming dan istri nya menggunakan penutup wajah.
Dia menggunakan baju yang cukup terbuka yang menunjuk kan kaki nya yang panjang dan dada yang menonjol.
Dia sebenar nya tidak ingin melakukan ini hanya saja tidak ada pilihan lain, semoga saja berjalan lancar atau dia terpaksa menggunakan Jiwa Naga.
Sesampai nya di sana, mereka bisa melihat ada seorang ahli tingkat tinggi yang sedang terbang menuju tempat mereka berada.
"Sini adik kecil ! Biar aku bawa kau !" Kata Qi Ming memulai aksi nya.
Dia mundur ke belakang dengan gemetar dan terduduk lemas.
"Tolong.. jangan ! Tolong aku siapa pun itu !" Kata nya dengan lirih, Qi Ming menarik baju nya hingga sedikit turun, dia mendelik ke arah Qi Ming dan Qi Ming hanya tertawa tanpa suara.
'Sialan, rencana apa apaan ini ?!' Teriak nya dalam hati.
"Kalian lepas kan dia !" Teriak Qi Yun yang baru datang.
Qi Yun menatap nya dengan penuh nafsu, dia hampir saja muntah di tempat melihat ekspresi si tua itu.
"Kalian pergi !" Teriak Qi Yun.
"Te... Terima kasih tuan. " Ucap nya dengan hati hati.
"Ah tidak apa apa, bagaimana kalau mulai sekarang kau menjadi pelayan ku ?" tanya Qi Yun.
"Baik tuan -" Dia pura pura pingsan dan Qi Yu yang melihat itu mengambil kesempatan untuk memeluk nya dengan erat dan membawa nya ke akademi Qi.
"Kau sangat cantik, aku tidak akan melepaskan mu. Istirahat lah dengan baik. " Kata Qi Yun lalu pergi.
__ADS_1
Saat memastikan Qi Yun benar benar pergi, dia langsung,
Hoeek
Hueek
Dia muntah sejadi jadi nya dan memasang wajah jijik, pada busa yang sudah di pegang oleh Qi Ming.
"Demi Dewa, Demi Langit dan Bumi, aku tidak mau melakukan ini lagi di masa depan !" Ucap nya dengan frustrasi.
"Seandai nya aku sedikit kuat, maka sudah dapat di pastikan tidak akan mengambil tindakan ini, aku akan menyiapkan racun nya besok, racun itu jika 3 kali di minum maka akan membuat si tua itu menderita. Aku juga sudah menaruh 11 cacing cacing mengerikan itu. " gumam nya.
Dia mengeluar kan Arak dengan racun yang banyak ke dalam nya, racun itu tidak hanya satu melainkan sangat banyak.
Dia mengeluar kan masakan yang sudah di siapkan dan memasuk kan nya racun. Dia menaruh nya di nampan kayu.
Keesokan hari nya.
Tok tok
"Masuk." kata suara dingin dari dalam,dia menarik nafas sebelum masuk.
"Tuan sebagai rasa Terima kasih ku, aku memasak kan mu ini. " Kata nya.
"Oh terima kasih, aku akan mencoba nya. " Dengan semangat Qi Yun mencoba nya.
"Emh ini sangat enak. "
"A-" dia langsung berhenti saat salah menggunakan suara.
"Ada apa ?" tanya Qi Yun curiga.
"Ehm ehem tidak apa apa, tenggorokan ku sedikit kering. "
1 Jam kemudian, Qi Yun sudah selesai makan dan dia kabur ke kamar nya. Di ruang kerja Qi Yun, pria tua itu sedang muntah darah hitam, di samping nya ada Qi Qiang.
"Tuan, apa kah ini kerjaan wanita itu ? Dia orang baru dan tidak tahu asal usul nya, tapi tuan langsung makan makanan yang di beri kan nya. " kata Qi Qiang khawatir.
"Apa kau pikir aku sebodoh itu tidak bisa membedakan mana makanan beracun atau tidak ? Sudah lah, ini semua karena luka dalam ku waktu semasa muda. " kata Qi Yun dengan santai.
"Tapi -" Ucapan Qi Qian di potong oleh tatapan tajam Qi Yun.
Di tempat Zhang Wei, dia sudah berkeringat dingin dan berniat untuk melumpuh kan akademi ini perlahan lahan.
Dia melihat Qi Qiang keluar dari ruangan , dia langsung mengendap ngendap dan membekap mulut Qi Qiang, kekuatan nya seimbang.
Dia memasuk kan pil yang di buat nya khusus dan memukul bahu Qi Qiang dengan kuat. Qi Qiang jatuh ke tanah tanpa daya.
Dia membunuh Qi Qiang dengan kuat, dia memasuk kan nya ke dalam kain dan menaruh nya di depan pintu ruang kerja Qi Yun.
Dia menyeringai dan masuk ke kamar nya untuk menghapus jejak.
"Semua nya berkumpul di lapangan !" Teriak Qi Yun.
Dia buru buru keluar dan berkumpul di lapangan dan berdiri di samping Qi Yun.
"Kata kan pada ku, siapa yang berani berani nya membunuh Qi Qiang ?! Siapa yang pergi ke ruangan ku ?"
"A.. aku pergi saat memberi mu makan tadi lalu kembali ke kamar ku dan tidur. Kau percaya pada ku kan ?" tanya nya dengan wajah yang ketakutan.
Qi Yun mengelus kepala nya dan menenangkan nya.
"Tentu saja aku percaya pada mu, kau saja tidak mampu melawan penjahat yang ingin melukai mu kemarin mana mungkin kau bisa melukai Qi Qiang. " kata Qi Yun dengan lembut.
"Aku senang kau tidak menyalah kan ku. " kata nya dengan pelan.
Akhir nya salah satu petinggi, di hukum gantung karena di kira sebagai pelaku nya. Petinggi ini satu-satunya orang yang memiliki dendam yang sangat besar dengan Qi Qiang.
Dia tertawa ringan melihat kebodohan Qi Yun, kau tidak bisa mengejar masa lalu maka jangan sampai menyesal.
Qi Yun menghukum petinggi itu hanya atas dasar petinggi itu memiliki dendam yang besar terhadap Qi Qiang.
__ADS_1