PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
256. Menyelesaikan


__ADS_3

Zhang Wei menjalani kehidupan nya sebagai murid inti dengan baik. Sudah 1 bulan sejak dia naik ke murid inti.


Nama Zhu Tianjin semakin menyebar bahkan sampai ke ibukota. Obat obat langka yang misterius terus menerus muncul dari Asosiasi Matahari Bintang.


Penghasilan Asosiasi Matahari Bintang meningkat pesat membuat nya di angkat menjadi salah satu pemegang saham Asosiasi Matahari Bintang.


Uang terus menerus mengalir pada diri nya setiap bulan nya. Kadang dia menukar nya dengan pil atau informasi, kristal roh tidak terlalu penting untuk nya.


Bahkan karena dia merasa dimensi Furong terlalu panas untuk Zhang Binghua. Dia akan membentuk satu dimensi lagi khusus untuk Zhang Binghua.


Menurut Kakek Qian, tubuh nya ini bisa menciptakan 10 dimensi sekaligus. Saat ini Zhang Wei sedang duduk di ruangan pribadi nya yang ada di Asosiasi Matahari Bintang Cabang Chang Xue.


"Maaf membuat mu menunggu lama." kata seorang wanita cantik.


"Ya tidak apa apa. Mana berani aku protes terhadap putri atasan." Canda nya.


"Ha ha ha , sudah lah. Aku ingin membahas informasi yang kau tanya kan soal shifu mu." kata Qiu Lin.


"Oh iya, aku sudah lupa soal itu." kata nya sambil menepuk pelan dahi nya.


"Ini agak sulit di cari, aku rasa identitas guru mu tidak sederhana sama sekali. Dia kemungkinan besar adalah putri ketua sekte Embun Salju Pusat. " kata Qiu Lin dengan wajah serius.


"Sudah ku duga, dengan kekuatan nya , shifu ku itu bisa menghancurkan Ju Xun dengan mudah." kata nya sambil mengangguk ngangguk.


"Ju Xun dan wali kota Xie melakukan beberapa hal kotor, mulai dari menculik gadis gadis desa untuk di jual kepada keluarga bangsawan di jadikan pelayan. Mereka juga melakukan korupsi uang penghasilan , yang kemungkinan besar berkaitan dengan kedatangan shifu mu. Tapi masih ada satu kemungkinan lagi dari kemungkinan sebelum nya." kata Qiu Lin dengan serius.


"Apa yang satu lagi ?" tanya nya ikut serius.


"Alasan yang terakhir adalah....... Kau !!!! Selama ini tidak pernah ada tetua yang bersedia mengangkat murid dari nilai terbaik. Itu adalah alasan yang paling masuk akal menurut ku." kata Qiu Lin dengan berapi api.


"Huft itu lebih tidak mungkin, aku dan dia tidak saling mengenal sebelum nya." kata nya sambil menghela nafas.


"Kau benar, kalian tidak saling mengenal. Kira kira alasan apa lagi ya yang bisa menjelaskan kedatangan nya ?" Gumam Qiu Lin bingung , merasa kalau ucapan Zhang Wei cukup masuk akal.


Sampai saat ini Shifu nya atau siapa pun itu masih belum mengetahui hubungan nya dengan Asosiasi Matahari Bintang.


Shifu nya hanya mengetahui hubungan nya sebagai pendongeng yang terkenal di Keindahan Musim Semi.


"Apa kah Kaisar terlihat curiga dengan identitas ku ?" tanya nya.


"Curiga itu pasti, karena kau datang tiba tiba. Tapi bisa aku pastikan , selama kau selalu menutup rapat rahasia ini. Maka tidak akan ada yang tahu, bagi mereka Zhu Tianjin dan Zhang Wei adalah orang yang berbeda."


"Oh ya, aku dengar ayah ku bilang kalau Kaisar menaruh beberapa penjaga di dekat mu. Dia bilang sebagai balasan dari kebaikan mu karena telah menolong orang orang yang berada di utara." kata Qiu Lin.


"Entah untuk melindungi atau mencari tahu identitas ku. Bahkan mungkin untuk mengendalikan ku, aku tidak tertarik dengan politik istana." kata nya sambil tersenyum pahit.


"Kau bisa tenang , lagi pula yang di suruh adalah pasukan Asosiasi kami , jadi aku bisa menyuruh mereka untuk tetap diam. " kata Qiu Lin menyemangati Zhang Wei.


"Terima kasih." Ucap nya sambil tersenyum tipis.


"Tentu saja, identitas misterius mu juga yang menaik kan penghasilan kami." Canda Qiu Lin.


Dia tertawa ringan mendengar candaan Qiu Lin. Tapi setelah itu wajah Qiu Lin berubah kembali menjadi serius.


"Oh ya satu lagi sebelum kau pergi, lusa ayah akan datang ke sini. Dia ingin bertemu dengan mu. Datang lah pagi pagi lusa !" kata Qiu Lin.


"Baik lah , tidak masalah untuk bertemu pedagang terbesar di Dimensi ini." kata nya sebelum melambaikan tangan.


"Selamat tinggal !!" Teriak Qiu Lin pada Zhang Wei yang telah menjauh.


Qiu Lin menghela nafas , ekspresi ceria nya langsung menghilang di gantian tatapan kosong dan keputus asaan.


Selama ini dia merasa sangat kesepian , jiwa nya begitu hampa. Sejak kedatangan Zhang Wei baru lah dia merasa kesepian nya menghilang.


Tanpa dapat di tahan, dia menyukai Zhang Wei. Tapi dia sendiri sadar diri dengan begitu banyak wanita cantik di sekeliling Zhang Wei , wajah nya bahkan tidak dapat di banding kan.


Belum lagi Zhang Wei yang terlihat hanya menganggap nya sebagai teman , ini membuat hati nya menjadi semakin sakit dari hari ke hari.


Dia sudah berusaha untuk mendekati beberapa laki laki yang di saran kan oleh ayah nya , tapi semua nya tidak ada yang membuat nya nyaman.

__ADS_1


Semua nya hanya bisa membanggakan diri dan menunjuk kan kelebihan mereka , berbeda dengan Zhang Wei yang rendah hati dan tanpa kebohongan.


Di tengah kesedihan nya ini , sebuah suara menganggu nya.


"Kau ingin mendapat kan pria itu bukan ?" tanya suara seorang pria.


"Siapa kau ?!" Teriak nya pada pria berjubah hitam di depan nya.


"Siapa aku tidak penting ,tapi satu yang pasti , aku bisa membantu mu mendapat kan pria yang kau sukai itu !" kata pria bertudung hitam itu sambil tertawa dengan cara yang mengerikan.


"Tidak ! Aku tidak memerlukan bantuan mu !" Teriak nya .


"Benarkah ? Apa kau sanggup untuk melihat anak mereka nanti ? Apa kau sanggup melihat nya bahagia bersama wanita lain ?" Tanya pria bertudung hitam itu dengan sinis.


"Tidak apa apa jika itu membuat nya bahagia ! Kau pergi lah dan jangan ganggu aku !" Teriak Qiu Lin ketakutan karena pria bertudung hitam itu terus berjalan mendekati nya.


"Baik lah, aku akan datang lagi 3 hari dan mengajak mu lagi untuk menghancurkan ketiga wanita nya. " kata pria bertudung hitam itu tertawa lantang sebelum berubah menjadi asap hitam.


Qiu Lin terduduk ke tanah dengan ekspresi wajah yang ketakutan, sisa sisa air mata masih terlihat jelas di wajah nya.


"Sebenar nya siapa orang itu ? Kenapa begitu mengerikan ?" Tanya nya sambil memeluk lutut nya dengan erat.


Seumur hidup, belum pernah dia merasakan ketakutan yang begitu mendalam. Kata kata pria bertudung hitam itu terus menerus menghantui pikiran nya.


' Apa kah kau sanggup untuk melihat nya bahagia dengan orang lain ?'


'Apa kah kau siap untuk di tinggal kan oleh nya ?'


Pertanyaan pertanyaan itu terus menerus berputar di otak nya. Ini membuat nya ketakutan dan kalut.


Aura bangsawan dan Aura mendominasi yang keluar dari tubuh nya menghilang dan di gantikan oleh aura menyedihkan.


Di tempat Zhang Wei , saat ini dia tidak langsung pulang ke Sekte Embun Salju Cabang Chang Xue.


Melainkan pergi ke bagian utara kota Chang Xue, dia kembali membagikan uang hingga akhir nya dia memilih untuk berjalan ke lorong kecil yang berada di dekat sana.


"Ha ha ha , murid senior Qian Bei memang tidak pernah mengecewakan bahkan bisa menyadari keberadaan ku." kata seorang pria tua dengan suara yang melengking.


Pria tua ini menggunakan pakaian hitam dengan topi yang sangat tinggi.


"Kau seharusnya Hantu kematian bukan ? Bawahan Dewa Kehancuran ?" Tanya nya sambil mengerutkan dahi nya.


"Ha ha ha, murid senior Qian Bei memang berpengetahuan luas. Aku bahkan sampai terkejut mendengar kata kata mu." kata pria tua itu tertawa dengan senang.


"Kemana dua bawahan mu itu ? Apa kah mereka sudah berkhianat ? Lebih baik jangan tertawa , suara mu tidak baik untuk kesehatan telinga ku." kata nya mengejek Hantu kematian.


"Humph ! Kau kira aku tidak berani membunuh mu ? Kami Klan Iblis akan memenangkan pertarungan, jika kau menyerahkan cermin Abadi maka aku akan melepaskan mu." Kata Hantu Kematian dengan sombong.


"Aku ingin melihat bagaimana cara kau mengambil nya , apa kah perlu untuk aku menghancurkan nya ?" tanya nya sambil menyeringai.


"Jangan Coba coba untuk melakukan itu ! Jika tidak maka aku akan membuat mu menyesal telah hidup." kata Hantu Kematian menggeram dengan marah.


Dia tertawa dengan ringan sebelum kembali menjawab kata kata Hantu Kematian.


"Jangan besar mulut, jika kau berani maka langsung serang aku !" Teriak nya dengan kencang.


"Baik kalau kau tidak ingin menyerah, maka jangan salah kan aku jika aku tidak berhenti." kata Hantu Kematian dengan kejam.


Dia mengeluarkan pedang nya dan menegaskan Hantu Kematian , meski pun terlihat tenang Hantu Kematian memikirkan kalau pedang yang di gunakan Zhang Wei ini sangat familiar bagi nya.


Zhang Wei memanfaatkan kesempatan itu dan menggunakan garis darah nya.


"Pedang Angin Barat : Tahap 7 !" Teriak nya.


Hantu Kematian menghindari serangan nya dan melemparkan 3 jarum emas menuju diri nya. Dia menghindar dengan ilmu meringankan tubuh nya.


"Serangan Kematian : Tahap 3!" Hantu Kematian melompat ke arah nya dan berniat untuk mencakar nya.


Untung lah karena melatih Kaki Serigala Angin, tubuh nya menjadi berhasil menghindari serangan mematikan hantu kematian.

__ADS_1


"Pukulan Bintang Hitam !" Meski pun terlihat sangat terburu buru, tapi dia memiliki rencana sendiri.


Hantu Kematian dengan mudah menghindari serangan nya , sebelum kembali menyerang nya dengan ranting pohon.


Dia terus mundur demi menghindari serangan serangan yang di lempar kan Hantu Kematian pada nya. Melihat ini ,Hantu Kematian menjadi semakin percaya diri dan terus maju untuk mendorong Zhang Wei.


"Formasi Lotus Es !" Teriak nya, lotus es yang telah di siapkan nya dari tadi terbentuk dan mengurung Hantu Kematian.


"Kau ! Dasar sialan !" Teriak Hantu kematian dengan geram karena telah di jebak oleh Zhag Wei.


"Aku tidak tahu kalau kau akan terjebak dengan jurus murahan ini." kata nya sambil menaik kan bahu tanda tak peduli.


"Dasar licik !" Teriak Hantu Kematian meronta ronta berharap bisa lepas dari formasi milik Zhang Wei.


Zhang Wei tidak memerdulikan itu dan mengendalikan bunga lotus raksasa itu untuk pergi ke Sekte Embun Salju.


Dia langsung pergi menuju paviliun Murong agar tidak menarik banyak perhatian. Sesampai nya di sana Ju Jiangniang terlihat terkejut dengan kedatangan nya sambil membawa satu makhluk lagi.


Pria tua tak tahu malu yang terus menerus melemparkan umpatan pada nya ini tidak dapat di sebut sebagai manusia lagi.


"Siapa ini Zhang Wei ?" tanya Ju Jiangniang sambil berjalan mendekati Hantu Kematian yang berada di sebelah nya.


"Jangan mendekati nya, panggil Qing Yu. Aku akan pergi ke dimensi untuk sementara waktu." kata nya meminta izin pada Ju Jiangniang.


"Tapi....."


"Sudah pokok nya tolong panggilkan Qing Yu." kata nya tanpa mau di bantah.


Ju Jiangniang mengangguk dan langsung masuk ke dalam rumah untuk mencari Qing Yu tidak lama kemudian keluar lah Qing Yu dengan baju tidur.


"Ah ,bukan kah ini si pengkhianat yang bahkan tidak punya pendirian ?" Tanya Hantu Kematian sambil mengejek Qing Yu.


"Diam !" Teriak nya sambil memukul kepala hantu kematian dengan kuat.


"Bukan kah ini Hantu Kematian ? Apakah dia menganggu mu ?" tanya Qing Yu.


"Kita akan menginterogasi nya di dalam dimensi. Setelah tidak berguna lagi maka bunuh saja dia ." kata nya dengan kejam.


"Puih ! Kalian tidak akan mendapat kan apa pun dari ku." kata Hantu Kematian setelah masuk ke dalam dimensi.


"Pak tua, mulut mu masih sama dengan yang dulu ya ? Aku akan melihat , apa kah pria rakus seperti mu memilih hidup atau setia." Kata Qing Yu sambil menyeringai.


Hantu Kematian di ikat dengan rantai sebelum di pukul oleh Qing Yu, Qing Yu memukul dengan tenaga yang terbilang kuat tapi tidak akan membuat seseorang mati.


Di sisi lain, Zhang Wei memaksa Hantu Kematian untuk meminum racun yang membuat nya merasakan 3 kali lipat siksaan yang di berikan oleh Qing Yu.


Hantu Kematian terus menerus mengumpat sambil meraung kesakitan.


1 jam kemudian


"Ah kau membosankan sekali, aku akan membuat mu lebih cepat menyerah." kata nya dengan senyum miring.


Dia mengambil jepitan kayu yang suka di gunakan untuk menjepit pakaian yang di jemur. Lalu dia mulai menjepit nya di telinga Hantu Kematian.


Sekitar 5 jepitan di setiap telinga mendarat di telinga Hantu Kematian. Lalu tidak berhenti di situ, Zhang Wei menjepit jari jari milik Hantu kematian.


"Ah ! Sialan ! Apa ini yang kau pasang ?! Kenapa begitu menyakitkan ?!" Teriak Hantu Kematian.


"Sudah lah menyerah saja maka aku akan melepaskan ini dari tubuh mu, satu kebenaran akan di lepaskan satu jepitan. Jadi berikan sebanyak yang kau bisa." kata nya.


"Baik lah baik lah, aku akan mengatakan nya. Aku kemari di suruh oleh Dewa Kehancuran." kata Hantu Kematian dengan kesal.


"Kami berdua juga tahu kau di utus oleh Dewa Kehancuran." kata nya dengan dingin.


"A..aku di sini di suruh untuk mengambil cermin abadi dari diri mu." kata hantu kematian dengan kesakitan.


Dia mengangguk dan melepaskan satu jepitan di jari kaki hantu kematian.


(Note : Hantu kematian akan di post di instagram aktor @kc.pjn_writter. Jangan lupa untuk vote dan memberikan hadiah untuk cerita pedang jiwa naga. Terima kasih )

__ADS_1


__ADS_2