PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
263. Dimensi Api Hitam


__ADS_3

"Pisau Angin Tornado : Tahap 2 !" Sebuah tornado kecil yang terbuat dari pisau pisau angin terbentuk di sebelah iblis pria itu.


Dia mengeluarkan pedang nya guna untuk menangis serangan yang cukup berbahaya itu.


"Pedang Angin Barat : Tahap 7 !" Raung nya , lalu dia maju ke depan dan menghantam pusaran pisau angin yang ada di depan nya.


Serangan angin dan angin benar benar menakjubkan , iblis yang berada di belakang menutup wajah mereka karena pasir yang berterbangan ke arah mereka.


"Tunggu sebentar ! Apa hubungan mu dengan Dewa Rendah Hati ?!" Teriak iblis pria yang paling depan.


"Ah ternyata kau mengenal jurus yang ku gunakan ya ? Sangat menarik. Aku jadi penasaran, sebenar nya kau siapa ?" tanya nya.


"Aku adalah tangan kanan Iblis Kerakusan !" kata iblis pria itu dengan bangga.


"Yu Tong ?" Tanya nya.


"Kau benar , aku adalah Yu Tong si perut ember !! Apa kau sekarang takut aku memakan mu ?" tanya Yu Tong dengan bangga.


"Ha ha ha , aku takut kau memakan ku ? Sungguh lucu ! Kau sangat hebat dalam membuat lelucon. " kata nya tertawa terbahak bahak.


Yu Tong menatap nya dengan tatapan aneh dan bingung.


' Apa kah orang ini gila ? Sudah tahu identitas ku sebenar nya tapi masih terus tertawa ?' Pikir Yu Tong dalam hati dengan bingung.


'"Kembali ke pertanyaan awal ku, apa hubungan mu dengan Dewa Rendah Hati ?" tanya Yu Tong sambil menodongkan pedang ke leher Zhang Wei.


"Hubungan ku dengan Dewa Rendah Hati ? ......... tidak ada." kata nya setengah berbohong.


Sebenar nya tidak bisa di kata kan bohong, karena sekarang Dewa Rendah Hati adalah Abbadon bukan lagi Qian Bei.


Jadi dia bisa di kata kan jujur karena dia memang tidak memiliki hubungan apa pun dengan Abbadon.


"Benar kah ? Kenapa kau bisa menggunakan jurus yang di buat nya secara pribadi ?" tanya Yu Tong dengan tatapan menyelidiki nya.


" Di buat secara pribadi ?" tanya nya terkejut sambil menatap pedang nya.


"Ya, aku dengar dari tuan ku kalau seni bela diri ini di buat oleh sang Dewa Rendah Hati dengan sepenuh hati nya." kata Yu Tong.


"Kalau begitu, mari kita coba sekuat apa serangan yang di buat sepenuh hati itu." Tantang nya sambil tersenyum miring.


Dia membunuh semua nya termasuk Yu Tong, saat ini pedang nya menembus tubuh Yu Tong.


Tangan nya di lumuri oleh darah hitam khas Iblis.


"Apa kah perlu sampai mengotori tangan mu seperti itu untuk makhluk rendahan seperti itu ?" tanya seorang pria yang terdengar sangat berwibawa dari belakang nya.


Dia langsung berbalik dan mengangkat pedang nya, dia menatap dengan waspada ke arah pria paruh baya yang sekarang berada di hadapan nya ini.


Pada pasal nya, dia tidak mengetahui keberadaan pria paruh baya ini. Hal ini lah yang membuat nya waspada.


"Kau pasti bertanya tanya tentang diri ku, aku adalah Qian Xun. Pembimbing mu selanjutnya, adik ku sudah menjalan kan tugas nya dengan baik." kata pria paruh baya itu sambil melempar kan pelat pengenal yang bertuliskan Qian Bei.


"Senior Qian, maaf kan atas ketidak sopanan ku." kata nya langsung menunduk di depan Qian Xun.


Bagai mana pun umur Qian Xun jauh berada di atas nya, pria paruh baya ini benar benar tak bisa di tebak.


Pakaian nya sangat lusuh seperti pengemis di temani oleh sebuah tongkat kayu panjang di tangan kanan nya.


"Apa kau berniat untuk membawa ku ke pemakaman adik ku ?" tanya Qian Xun.


"Eh ? Tentu , tentu saja. Itu berada di halaman belakang rumah ku yang berada di dimensi menengah, Dimensi Qilin Api." kata nya.


"Aku tahu itu." kata Qian Xun.


Dia mengangguk, sangat mudah untuk seseorang seperti Qian Xun untuk mencari tahu keberadaan rumah nya.


Zhang Wei berjalan memasuki pintu antar dimensi yang di ikuti oleh Qian Xun di belakang nya.


Lalu setelah sampai di dimensi Api Qilin , mereka langsung pergi ke rumah nya yang lama. Dia menatap rumah ini dengan penuh kasih sayang.


"Kau merawat rumah mu dengan baik , belum lagi dengan di tengah hutan rimbun. Udara di sini sangat bersih dan sejuk. Sangat menyenangkan untuk di tinggali, ini adalah tempat pemakaman yang benar benar baik." Komentar Qian Xun sambil melihat ke sekeliling dengan penuh minat.


Dia melihat banyak orang yang masih bekerja karena di gaji oleh Wang Xirong untuk 10 tahun ke depan.


"Ini sebenar nya bukan aku yang merawat nya tapi Wang Xirong. Aku yakin , senior Qian pasti sudah pernah mendengar nama nya." Kata nya sambil tersenyum tipis.


"Tentu saja sudah, aku bahkan sudah mendapat seluruh informasi kalian." kata Qian Xun dengan santai.

__ADS_1


Dia melangkah ke dalam lagi, banyak petani petani yang memanfaatkan lahan ini untuk menjual hasil panen mereka ke pasar.


Mereka tak perlu menyewa dan mereka di gaji, benar benar keuntungan besar untuk mendapat kan hal seperti itu.


"Nah ini adalah tempat kakek Qian ." kata nya sambil menghela nafas.


Xirong selalu berpesan untuk merapikan rumput rumput di sekitar sini, awal nya dia tidak yakin kalau itu akan benar benar di bersih kan.


Tapi ternyata semua nya memang di bersih kan dalam jarak 5 meter , tidak ada rumput yang panjang. Hanya rumput hijau yang pendek pendek, ini membuat halaman belakang ini terlihat lebih baik.


Dia melihat Qian Xun berlutut di depan kuburan Qian Bei, karena tidak mau menganggu, dia berjalan ke arah depan.


"Siapa yang merupakan pemimpin di sini ?" tanya nya.


Lalu keluar lah bibi yang dari awal sudah mengurus rumah nya, dia lah yang mengurus semua nya sehingga terkoordinasi dengan baik.


"Saya tuan." kata bibi itu.


"Ini ada uang tambahan untuk kalian, gunakan semua nya dengan baik. Bagi dengan rata , jika sampai aku mendengar ada yang mengambil lebih maka aku akan menghukum mereka." kata nya dengan tegas sambil menyerah kan sekantung kain yang berisi beberapa ratus kristal roh tingkat menengah.


Bibi itu menerima dengan enggan sebelum menyatakan keberatan nya.


"Tuan, kami semua telah di bayar oleh nona Xirong. Kami akan merasa bersalah karena menerima uang lagi." kata bibi itu yang di angguki oleh yang lain nya.


"Sudah, kalian terima saja. Aku juga masih belum tahu akan kembali kapan. Jadi pesan ku hanya satu, tolong selalu bersih kan makam yang berada di halaman belakang." pinta nya.


"Baik lah tuan, itu adalah kewajiban kami." kata bibi itu berusaha untuk menyembunyikan wajah bahagia nya karena mendapat uang lebih.


Dia mendengar kalau anak bibi itu terkena kelainan sehingga sulit bicara hingga sudah besar , sulit berjalan juga dan masih suka mengompol.


Persis seperti anak bayi, padahal umur anak bibi itu jauh lebih tua dari nya. Oleh karena itu ia tahu kalau bibi itu adalah seorang pekerja keras.


Demi anak nya , wanita tua itu bersedia untuk bekerja hingga malam agar bisa memanggil tabib dan menyewa orang untuk menjaga anak nya selama ia bekerja.


Bekerja di rumah nya , biasa nya sampai jam 4 sore. Lalu kata nya ,bibi itu lanjut berjualan bakpao di halaman rumah nya.


Zhang Wei sebenar nya berniat untuk membantu , tapi dia sadar kalau itu akan sia sia. Dia belum pernah mendengar kasus seperti ini.


Dia duduk di tengah tengah hamparan bunga yang memiliki banyak jenis , dia bisa melihat serombongan lebah yang mendekati bunga dengan senang.


Kicauan burung terdengar di mana pun ia berada , ini membuat hati nya yang berantakan langsung tenang dan nyaman.


Dengan Qing Yu dan Ju Jiangniang maka akan menjadi 6 orang , itu akan terasa sangat sepi karena rumah ini sangat luas.


Dia berniat untuk menikahi mereka bertiga setelah perang, dia tidak ingin ketiga orang itu bergantung pada nya.


Padahal dia belum tentu selamat dari perang ini ,jika dia meninggal di peperangan dalam keadaan sudah menikah maka itu akan menimbulkan banyak kekecewaan bagi wanita nya.


"Hei, apa yang kau lakukan di sini ?" tanya Qian Xun, dia langsung membalik kan tubuh nya.


"Senior sudah ? Setelah ini ,tujuan kita kemana ?" tanya nya pada Qian Xun yang terlihat lebih segar dari sebelum melihat makam Qian Bei.


"Kita akan pergi ke Gua Kematian tempat aku berlatih." kata Qian Xun.


"Di mana tempat itu persis nya ?" tanya nya kebingungan.


"Kemari lah dan pegang tangan ku." kata Qian Xun, dia langsung memegang nya.


Dan dalam sekejap pemandangan di depan nya telah berubah menjadi hutan yang tandus dan terlihat sepi.


"Berlatih lah di sini , di sini sangat baik untuk elemen api mu. Di sini banyak monster mematikan, 1 hari di sini sama dengan 3 hari di tempat biasa." kata Qian Xun.


"Kalau begitu, bukan kah waktu latihan ku semakin sedikit sebelum perang ?" tanya nya tidak mengerti.


"Coba lah dan kau tak akan menyesal, aku akan menjemput mu ketika tanda tanda perang telah muncul." kata Qian Xun.


"Aku harus berapa lama di dimensi ini ?!" Teriak nya pada Qian Xun yang telah berjalan menjauh.


"Selama yang kau bisa ! " Teriak Qian Xun dari kejauhan sebelum benar benar menghilang dari pandangan nya.


Di sisi lain, Qian Xun bertemu dengan gadis cantik berwajah lukisan yang telah mengeluarkan nya dari Gua Kematian.


Meski pun nama nya gua tapi tempat ini bukan gua melainkan hutan tandus.


"Kenapa kau membiarkan nya tinggal di dalam sana ? Padahal dia sangat lemah untuk ukuran umur nya ?" tanya gadis berwajah lukisan itu dengan nada sinis.


"Dia akan berkembang dengan baik di sini. Jangan menganggu nya , biar kan dia berkembang dengan baik di sini." kata Qian Xun sambil menghela nafas.

__ADS_1


"Oh ya kenapa kau sendirian di sini ?" tanya Qian Xun , wanita berwajah seperti lukisan itu langsung mendengus.


"Kau tahu sendiri betapa posesif nya kekasih pria manis itu. Aku bahkan merasa jijik melihat nya." kata wanita berwajah lukisan itu merasa ingin muntah.


"Ha ha ha , soal itu ya. Memang sudah takdir nya untuk itu, lagi pula mereka pasangan yang serasi." kata Qian Xun tak dapat menahan tawa.


"Serasi apa nya ? " Dengus wanita muda itu dengan kesal setengah mati.


"Sudah lah , ayo pergi !" kata Qian Xun sambil tertawa puas.


Di sisi yang lain lagi , Wang Xirong yang sedang duduk di keliling oleh Qi. Di belakang nya ada Dewi Kesabaran yang terus menerus mengirim kan Qi pada Wang Xirong.


Byur


Wang Xirong memuntah kan darah segar , wajah nya pucat , dan tubuh nya gemetar. Dewi Kesabaran menatap Wang Xirong dengan tatapan iba.


"Berhenti mencoba, ayo lakukan nanti setelah kau menjadi lebih kuat." Bujuk Dewi Kesabaran.


"Aku tidak mau, ayo kita coba lagi." kata Wang Xirong dengan keras kepala.


Di tempat Zhang Wei, pria itu sedang duduk dengan kebingungan. Dia masih berusaha untuk mencerna kata kata Qian Xun.


"Kata nya banyak monster mengerikan ? Tapi aku tidak merasa kan jejak kehidupan sedikit pun di sini." Gumam nya dengan pelan.


"Apa sebaik nya aku masuk ke dalam hutan ya ?" Ucap nya bertanya tanya.


setelah beberapa waktu mengira ngira, akhir nya dia memutuskan untuk melangkah ke dalam hutan yang tandus.


Dia membawa pedang nya dan mengenggam nya dengan erat , dia maju secara perlahan ke arah depan , takut kalau monster tiba tiba menyerang diri nya.


Setelah beberapa waktu kemudian , dia mulai merasa bosan karena tidak menemukan apa pun. Padahal dia sudah berjalan sekitar 200 meter dari tempat awal nya tadi.


Krek


Dia terkejut karena tidak sadar menginjak sesuatu tapi dia tidak terlalu bingung, seperti nya itu adalah ranting pohon.


Tapi , kenapa terasa berbeda ? Dia menoleh ke bawah dan betapa terkejut nya ia, melihat kalau yang di injak nya bukan lah ranting melainkan tulang belulang manusia.


"Aih , ini benar benar..........mengejutkan." kata nya.


Grrrr


Suara raungan terdengar , dia menatap sekitar nya dengan waspada. Tapi tidak ada monster yang bisa di lihat oleh nya .


Tapi ketika ia menoleh ke atas , betapa terkejut nya ia melihat dua laba laba raksasa yang menatap nya dengan lapar dari atas pohon.


Ini membuat nya terkejut bahkan gemetar, dia merasa geli menjalar di seluruh tubuh nya karena melihat bulu bulu di sekitar kaki laba laba.


Tapi dia tidak memiliki waktu untuk itu, dia langsung berlari ke dalam hutan untuk menjauhi kedua laba laba raksasa itu, dengan harapan mereka tidak akan mengejar nya lagi.


Tapi ternyata itu semua percuma, kedua laba laba raksasa yang mengerikan itu terus mengejar nya dan menatap nya dengan lapar.


Zhang Wei berhenti berlari dan memantap kan hati nya , binatang berbulu tebal itu langsung turun dari pohon dan melangkah ke depan dengan kedelapan kaki nya.


Setelah di lihat dari jarak 5 meter, ternyata laba laba raksasa itu jauh lebih besar di banding kan yang di bayang kan nya.


Ini membuat nya agak gemetar dan melangkah mundur, laba laba itu langsung menerjang tubuh Zhang Wei.


Dia berguling di tanah yang kering demi menghindari tusukan tusukan yang di gunakan oleh laba laba itu.


Laba laba satu menyerang nya menggunakan kaki sedang kan yang satu lagi menyerang menggunakan capit nya.


Slesshh


Suara terputus membuat nya bergidik ngeri karena dia telah berhasil memotong salah satu kaki laba laba pertama.


Laba laba itu menatap nya dengan penuh kemarahan sebelum kembali maju sambil membuat jaring untuk menangkap nya.


"Pukulan Bintang Hitam : Tahap 2 !"


"Kaki Angin Serigala !" Dia menggabungkan kekuatan dan kecepatan untuk memukul salah satu laba laba raksasa.


Tangan nya mengepal membentuk tinju sebelum meninju perut laba laba kedua, laba laba itu terdorong mundur.


Tapi tidak sesuai dengan perkiraan nya, laba laba itu hanya mundur tiga langkah. Ini membuat nya frustrasi , dia telah menyerang dengan kekuatan penuh.


"Formasi Lotus Es !" Dua lotus es terbentuk dan berusaha untuk menangkap kedua laba laba raksasa tersebut.

__ADS_1


Kedua laba laba itu tidak menyerah , malah semakin agresif dan melempar kan jaring laba laba ke arah Zhang Wei dengan ganas dan kecepatan tinggi.


__ADS_2