PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 148 - Nangong Ling dan Nangong Yui


__ADS_3

Di sisi lain, Zhang Wei yang sedang berjalan sambil menendang kerikil kerikil kecil di jalanan mengerut kan dahi nya bingung.


Dia merasa cukup familiar dengan gejala gejala yang di berikan oleh Nangong Yui terhadap penyakit yang di derita oleh anak perempuan nya, Nangong Ling.


Tapi apa itu ya ? Dia melupakan nya. Seperti nya ia harus mengajak Tu Long besok untuk membantu nya.


"Huh sudah lah, urusan ku sudah selesai. Untuk menghemat uang, aku akan membeli banyak makanan untuk simpanan. Jika aku beruntung maka aku dapat langsung ke dimensi menengah. " kata nya.


"Kakek Qian aku harap kau dapat membantu ku untuk langsung menuju dimensi menengah, aku tahu kau mendengar ku. Aku juga yakin kekuatan mu cukup untuk mengendalikan pintu antar dimensi. " kata nya dengan memelas.


Tidak lama seorang pria tua datang, itu tidak lain adalah kakek Qian. Dia langsung memberi hormat pada kakek Qian.


"Hei bangun lah, aku nanti akan mengantar mu ke dimensi menengah. Dimensi Qilin Api, di sana akan ada seorang wanita yang menunggu mu. Mulai sekarang dia yang akan membantu mu dan mulai menjelaskan misi yang harus kau lakukan. " kata kakek Qian.


"Baik kakek Qian, aku akan pergi 2 hari lagi. Apa kau ingin menampakkan diri atau membantuku dari bayang bayang ?" tanya nya.


"Tidak ada salah nya, tapi sebaik nya untuk menyembunyikan status ku. Kau dapat mengatakan pada teman teman mu, kalau kau tidak sengaja bertemu dengan ku dan berniat untuk membantu mu. " kata kakek Qian dengan bangga.


"Hm, kakek Qian, para iblis ingin mengumpulkan 10 artefak dewa, Apa kau sudah mengetahui ini ?" tanya nya.


"Tentu saja, untuk saat ini kau simpan saja dulu Cermin Abadi. Nanti wanita yang menunggu mu itu akan membantu mu menjelaskan rencana para dewa. Kau juga mengenal nya, jadi jangan takut kau akan canggung dengan nya. Sikap wanita itu juga fleksibel tapi terkadang kadang menjadi sangat dingin. " kata kakek Qian.


"Orang yang aku kenal ? Siapa ? " tanya nya.


"Nanti kau akan tahu, cepat bawa aku istirahat atau nanti pinggang ku akan patah karena terlalu lama berdiri. " kata kakek Qian.


"Halah, kau saja masih bisa melakukan perjalanan lebih dari 100 mil. "Dengus nya.


"Itu hanya perumpamaan !! Aku kan sudah tua, butuh banyak istirahat. " kata kakek Qian menahan untuk tidak memukul kepala Zhang Wei dengan tongkat nya.


"Memang nya kau asli tua ? Kata mu kau abadi ? Atau kau tua hanya karena berada di dimensi terlalu lama ? Terus kata mu kau tidak dapat keluar dari dimensi itu ?" tanya nya dengan tatapan curiga.


"Itu rahasia, untuk saat ini tidak ada guna nya kau mengetahui nya. Kau juga seperti nya baru bertemu dengan orang yang kuat, " kata kakek Qian dengan jahil.


"Lumayan, aku tidak bisa menentukan kekuatan nya karena ia hanya tersisa jiwa untuk menyimpan harta nya. " kata nya pada kakek Qian sambil menunjuk kan harta harta yang di dapat kan nya dari Old Gui.


"Ini ? Ini pantas di sebut harta ? Sungguh menyedih kan ! Pohon Persik Cahaya Kehidupan, tumbuh seperti tanaman liar di dimensi ku !! Lebih dari 5 juta pohon Persik cahaya kehidupan di dimensi ku !" kata kakek Qian mendengus kesal.

__ADS_1


"Aku memberi mu sedikit batu roh karena aku tidak lagi memiliki batu roh tingkat rendah ! Lalu itu juga akan membuat mu berjuang sendiri nanti."


"Ya ya aku tahu maksud mu kakek Qian, aku kan tidak mengeluh pada mu sama sekali. Aku hanya meminta mu untuk menolong ku ke dimensi menengah." kata nya.


"Hm, tanpa kau minta juga aku sudah akan membantu mu. Aku kan Dewa rendah hati yang selalu menolong orang. " kata kakek Qian dengan bangga.


"Ngomong ngomong, ada alasan lain kenapa aku melempar kan mu ke dimensi Qilin Api, di sana sedang ada perang darah. Aku harap kau dapat menghentikan nya nanti. " kata kakek Qian sambil tertawa.


"Perang darah ? Perang sungguhan ? Aku belum pernah melihat nya langsung. Sungguh menarik sekali, aku penasaran untuk melihat nya langsung." kata Zhang Wei dengan antusias.


"jangan terlalu senang dulu, meskipun dimensi Qilin Api adalah salah satu dimensi menengah yang terlemah, kau di sana akan tidak berbeda dengan seekor semut. " kata kakek Qian.


"Bahkan dengan kultivasi ku saat ini ? Tapi kata binatang ilahi ku, anak angkat orang tua ku berada di ranah bumi di umur nya yang ke 30 tahun ?" tanya nya bingung.


"Ah anak itu adalah anak tanpa bakat. Orang orang memberi nya gelar jenius karena status yang di miliki oleh orang tua mu seandai nya tidak di ambil orang tua mu maka ia akan menjadi sampah. Lagi pula kultivasi nya sekarang berada di Kemurkaan Dunia tingkat 8 di umur nya ke 30 an tahun. " kata kakek Qian dengan bosan.


"Kemurkaan dunia ?! Itu sangat jauh dengan kultivasi ku sekarang ! Apa mungkin aku bisa mengejar nya ?" tanya nya dengan sedih.


"Jika kau bahkan tidak dapat mencapai tahap kemurkaan dunia belaka dalam umur 20 tahun maka kau tidak pantas untuk membantu misi para Dewa. " kata kakek Qian dengan dingin.


"Bagus, berapa umur mu sekarang ?" tanya kakek Qian.


"17 tahun, tinggal waktu 2,5 bulan lagi sebelum aku 18 tahun. Aku berharap dengan waktu itu aku dapat mencapai tingkat ranah langit. " kata nya dengan penuh harapan.


"Itu tidak menutup kemungkinan selama kau terus berlatih, sekarang kau memiliki uang yang cukup banyak untuk tinggal di dimensi menengah, jadi tidak perlu khawatir lagi dengan uang. Kau juga tidak perlu lagi khawatir dengan teman teman dan keluarga mu. " kata kakek Qian mengerti kesulitan nya selama ini.


"Kau benar kakek Qian, aku tidak akan mengecewakan mu. Aku akan ber kultivasi dengan sangat baik. Jika orang lain berlatih 10 jam setiap hari nya maka aku akan berlatih 20 jam setiap hari nya. " kata nya dengan bangga.


"Tidak buruk, tidak buruk. Tidur 4 jam sudah lebih dari cukup untuk tubuh mu ini. " kata kakek Qian sambil menekan nekan tangan nya.


"Apa kakek Qian akan menghampiri ku kalau aku berulang tahun untuk yang ke 18 ? Jika iya maka aku akan menyiapkan tempat untuk merayakan nya bersama kakek Qian. "


"Aku akan datang kalau kau berhasil mencapai tingkat 1 ranah langit tepat di hari ulang tahun mu." kata kakek Qian.


Dia membalas dengan semangat dan mereka berdua berjalan menuju istana, tanpa terasa mereka sudah berada di istana.


Zhang Wei mengatakan seperti yang di perintah kan oleh Kakek Qian pada Kaisar Wei. Saat ini ia sedang berguling guling di kasur kakek Qian.

__ADS_1


"Kau tampak nya sangat gelisah, ada apa ?" tanya kakek Qian bingung.


"Aku ingin membantu seseorang dengan gejala, ia kedinginan saat malam hari dan kepanasan hingga kulit nya melepuh di siang hari. " kata nya menyebut kan gejala milik Nangong Ling anak Nangong Yui.


"Oh itu, kau tidak perlu khawatir. Itu tidak akan dapat di hilang kan. Itu malah menjadi berkah tersendiri untuk anak perempuan itu. " kata kakek Qian sambil tertawa lantang.


"Berkah tersendiri ?" tanya nya sambil mengernyit kan alis.


"Itu adalah tubuh khusus ! Konstitusi Tubuh Yin Yang Surgawi !!! Konstitusi ini berbeda dengan yang lain nya, kekuatan nya sangat baik serta bakat nya pun sama. " kata kakek Qian dengan serius.


"Konstitusi Tubuh Yin Yang Surgawi ? Coba jelas kan lebih banyak tentang ini. " kata nya.


"Pemilik nya akan memiliki kekuatan langit dan bumi, mengendalikan air dan api sekaligus ! Tapi harus menggunakan teknik kultivasi yang tepat atau kalau tidak akan mengancam nyawa nya. Seharus nya pemilik nya akan memiliki wajah yang di berkati oleh surga sama seperti diri mu. Hanya saja aku takut tidak akan ada yang mampu menandingi wajah mu yang sangat sangat menawan. " ringis kakek Qian.


"Tunggu sebentar !!" kata nya langsung dalam posisi duduk.


"Kakek bilang ada 4 orang kan yang di pilih untuk menjalan kan misi yang di buat oleh para Dewa ?!" kata nya.


"Betul, memang nya ada apa ?" tanya kakek Qian bingung dengan sikap nya yang berubah tiba tiba.


"Jangan bilang kalau bakat bawaan ku adalah wajah ku yang indah ini ?! Kata mu aku adalah yang memiliki bakat bawaan ku adalah yang paling rendah ? "kata nya dengan wajah tertekan.


"Tapi memang begitu lah kenyataan nya. " kata Kakek Qian sambil tersenyum pahit.


"Huhuhu kalian para Dewa sungguh kejam, meskipun bakat kultivasi ku sangat tinggi, tapi bukan berarti bakat bawaan ku begini. " kata nya merengek seperti anak kecil.


"apa salah nya ? Banyak orang yang mendambakan untuk mempunyai wajah yang sangat menawan supaya dapat menarik perhatian banyak orang. " kata kakek Qian tanpa rasa bersalah.


"Aku ingin kau melepas topeng jelek itu nanti saat sudah naik ke dimensi menengah atau aku akan marah dengan mu. " kata Kakek Qian berusaha untuk mengancamnya.


"Ya, menjadi dambaan banyak orang. Aku akan melihat apa kah mereka akan senang jika merasakan bagaimana rasa nya di kejar kejar oleh semua orang termasuk pria. Aku sudah 3 kali di kejar oleh wanita jadi jadi an. " kata nya merinding.


"Itu adalah bencana di tengah berkah. Jadi jangan terus mengeluh, pokok nya ikuti saja kata kata ku untuk melepas kan topeng jelek mu itu. " kata kakek Qian tidak ingin di bantah lagi oleh nya .


"Baik, tapi bagaimana kalau ada wanita yang berusaha mendekati ku padahal ia adalah istri dari seorang tuan muda sekte yang terkenal ?" tanya nya dengan khawatir, ia sudah tidak tahu lagi dengan apa yang di pikir kan oleh kakek Qian.


Dia menghela nafas pasrah dan dengan gugup menginggit kuku kuku jari nya.

__ADS_1


__ADS_2