PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
193. Perburuan Binatang IV


__ADS_3

"Pedang Angin Barat : Tahap 2 !" Teriak nya dan mulai maju.


Ia masuk ke dalam kerumunan monster yang menunjuk kan taring mereka kepada nya. Perlahan lahan ia mulai kelelahan dan jumlah monster tidak berkurang sedikit pun.


Ia mulai menyesal karena sudah memprovokasi para monster monster jelek ini. Dia maju dan menendang tumpukan pasir di hadapan nya yang membuat beberapa monster mengalami kesulitan untuk melihat.


Ia tidak menyia nyia kan kesempatan itu dan langsung menendang kepala mereka hingga hancur.


"Pukulan Bintang Hitam : Tahap 3!" Monster berkepala kerbau di hadapan nya terpukul mundur dengan luka terbuka yang sangat besar di bagian perut nya.


Dia mendekati monster berkepala kerbau yang sudah pasrah dan tak berkutik lagi.


Slasssshhh


Monster berkepala kerbau jatuh ke tanah tanpa kepala dan darah nya muncrat ke tubuh Zhang Wei.


Zhang Wei hanya menghela nafas saat melihat tubuh nya yang di penuhi dengan darah.


"Aku penasaran, berapa poin yang ku dapat kan saat ini ?" Ucap nya sambil bertanya tanya.


Dia melihat liontin nya dan betapa terkejut nya ia saat melihat poin yang di dapat kan nya, ia mendapat kan 1778 poin.


Di sisi lain dimensi monster itu, tampak lah serombongan iblis yang sedang tertawa.


"Kakak Qing Ming pasti akan menang di lihat dari poin yang kakak dapat kan. Bisa kah kita istirahat sebentar ?" tanya seseorang iblis perempuan yang memiliki tubuh pendek.


"Apa yang di kata kan oleh adik seperguruan adalah kebenaran. Kakak Qing Ming tidak mungkin ada yang mengalah kan , baru 2 jam tapi kakak Qing Ming sudah memiliki 390 poin. Si bodoh Qi Yang tidak akan mampu mengalah kan kakak Qing. " Puji yang lain.


"Ah, terima kasih atas pujian kalian saudara saudara ku. Tapi kita akan berburu sebentar lagi sebelum istirahat. Kita tidak boleh lengah sedikit pun, aku sedikit menyesal karena tidak dapat melihat aku sudah berada di peringkat berapa. " Ucap Qing Ming malu malu.


Tanpa mereka sadari, poin yang di miliki oleh Qing Ming bahkan tidak mencapai setengah poin milik Zhang Wei.


Mereka melanjut kan perjalanan sambil memuji satu sama lain.


Di bagian dalam hutan, tampak lah pria yang tampak nya sedang kelelahan dan di lumuri oleh darah.


Jika orang orang melihat sekilas maka orang orang akan menganggap darah itu adalah milik pria itu, tapi jika di amati, itu adalah darah monster bukan milik pria itu.

__ADS_1


Pria itu tidak lain tidak bukan adalah Zhang Wei, dia terkapar di tanah dengan nafas yang tak beraturan.


Ia tidak sendirian melainkan di temani oleh bangkai bangkai monster yang sudah di bunuh nya.


Monster monster yang di bunuh nya mungkin mencapai angka 500 , dan betapa senang nya ia ternyata poin nya sudah menembus angka 2000.


"Kira kira, apa kah aku sudah nomor satu atau belum ya ? Dari 50 orang yang masuk , hanyaa 20 orang yang akan di ambil. " ucap nya sambil menilai nilai.


5 orang sudah di pasti kan keluar, itu tidak lain adalah Qi Yang dan teman teman nya.


"Sebaik nya aku beristirahat atau lanjut berburu ya ?" Gumam nya bertanya tanya.


Hingga akhir nya ia memutuskan untuk istirahat dan memakan makanan yang sudah di siap kan nya.


Dia menyiapkan 2 ubi rebus dan nasi, sayur hijau yang di rebus dengan beberapa udang yang di tangkap nya di sungai dekat penginapan nya.


Udang udang itu ia rebus juga di tambah dengan beberapa tanaman tambahan untuk menambah rasa dan wangi.


Nasi yang di bawa nya di taruh di wadah kayu yang lumayan besar dan terisi penuh, awal nya ia bingung ingin makan nasi dengan apa saja.


Tapi saat ia tidak sengaja melewati sungai, ia melihat udang. Udang udang itu lumayan besar , hampir sama dengan telapak tangan nya.


6 Jam kemudian, dia meregangkan tubuh nya setelah tidur dengan tenang.


"Hoamm, tidur ku sangat nyenyak, sudah berapa lama aku tidur ? 2 jam ? 3 jam ? 6 jam ? Atau bahkan 1 hari ?!"


Dia mengambil busur nya dan kembali berjalan masuk, dia menatap tajam pada istana yang di lihat nya.


Istana ini begitu menakjubkan, ia berjalan masuk dan melihat sebuah teka teki yang sangat rumit. Pintu awal ia masuk tiba tiba tertutup dengan rapat.


"Selamat datang anak muda, kau tidak di perboleh kan keluar sampai kau bisa memecah kan teka teki yang ku buat ini. Tidak semua orang bisa melihat Menara Ribuan Harta Karun, hanya orang orang yang memiliki bakat menentang Surga yang dapat melakukan nya. "Kata suara misterius.


Ia menatap dengan waspada dan berusaha mencari asal dari suara itu.


"Siapa kau ?" Teriak nya.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku anak muda, yang perlu kau lakukan adalah memecahkan teka teki ini atau kau tidak akan bisa keluar, bahkan jika di tarik dengan paksa oleh orang orang di luar. " Kata Suara misterius itu sambil tertawa.

__ADS_1


Dia hanya menatap tajam melihat formasi di depan nya ini, Ia harus berhasil memecahkan formasi ini untuk melihat ke dalam menara.


Dia mengambil tinta dan kertas dan tidak lupa mengambil kuas, sebelum mulai memecah kan formasi formasi kecil.


Dia baru menyadari kalau formasi besar ini hanya bisa di buka jika dia berhasil memecah kan formasi formasi kecil.


Dia menghela nafas berat karena formasi formasi kecil ini berjumlah lebih dari 1.000 formasi kecil.


"Apa kau serius untuk menyuruh ku memecahkan formasi ini ? Aku padahal tidak pernah belajar tentang formasi. " Ucap nya dengan pasrah.


"Tenang saja, waktu di Menara Ribuan Harta Karun berbeda dengan yang ada di luar, 1 bulan di sini sama dengan 1 hari di luar. " Kata suara misterius.


Saat mendengar itu, ia menjadi lebih memiliki harapan.


"Itu berarti aku hanya memiliki waktu 2 bulan sebelum dimensi ini di tutup dari depan, dengan ini juga poin ku akan ketinggalan dari yang lain. Tapi mau bagai mana lagi ?" Gumam nya dengan wajah menderita.


Dia mulai memecah kan formasi kecil yang paling dekat dengan nya, ia menganalisa bentuk nya hingga akhir nya melakukan sebuah segel tangan sederhana.


Duar


Dia terdorong mundur karena segel yang ia lakukan adalah salah, ia terbatuk pelan sebelum kembali berjalan maju.


2 bulan kemudian di Menara Ribuan Harta Karun.


Dia akhir nya sudah berhasil memecah kan 100 formasi. Dia merasa frustasi dengan formasi formasi ini.


"Tunggu sebentar, ini sama dengan yang tadi, aku akan melakukan sesuatu. "Ujar nya curiga.


Dia mengecek seluruh formasi kecil untuk memastikan pemikiran nya hingga akhir nya, apa yang di pikir kan nya adalah kebenaran.


"Ini sama dengan yang tadi, mereka ini berpola, ini arti nya aku hanya perlu memecah kan nya sesuai dengan urutan nya. " Ucap nya dengan penuh harapan.


Ia segera mengulangi pola berkali kali hingga akhir nya,


Duarrr


Formasi besar yang menghalangi pintu itu hancur dan menimbul kan suara seperti kaca yang pecah. Di luar dimensi, para juri sedang dalam keadaan bingung dan panik.

__ADS_1


Bonus : 1 / 2


__ADS_2