PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
219. Pengkhianatan


__ADS_3

"Wei'er, sebaik nya kau istirahat. Ayah tahu kau kelelahan karena memainkan kecapi. " kata ayah nya dengan lembut.


"Baik lah ayah, terima kasih. " Ucap nya dengan pelan sebelum kembali berjalan ke benteng.


Di sana ada Qing Yu yang sudah menyiapkan tempat duduk.


"Sudah ku bilang jangan terlalu bersemangat. Lihat lah, kau kelelahan karena menggunakan aura pembunuh di campur ke Qi. " Dia sedikit terkejut karena cara yang baru ia temukan ini dapat di tebak dengan mudah oleh Qing Yu.


"Kau tidak perlu terkejut, dulu guru juga sering menggunakan cara itu sebelum akhir nya menghentikan itu karena di kritik oleh Dewa lain dan di anggap sebagai iblis. Kakak nya, Qian Xun, ingin membela tapi akhir nya guru memilih jalan damai. " kata Qing Yu sambil mengepal kan tangan.


"Benar kah ? Seperti nya, kakak kakek Qian masih belum mengetahui soal kakek Qian. Sebaik nya nanti kita mencari nya. " kata nya.


"Ya, para Dewa Besar juga sudah mencari keberadaan Qian Xun karena yang tahu posisi Qian Xun hanya lah Qian Bei sedang kan perang semakin dekat. " kata Qing Yu.


"Ya, kita akan mencari nya. "


"Tidak perlu mencari lagi, aku sudah mengetahui tempat Qian Xun berlatih. " Kata Xi Rong dari belakang mereka.


"Qian Xun tinggal di gua kematian. Tempat aku pertama kali bertemu Qian Bei, di sana begitu banyak binatang buas. Jika bukan karena harta yang di berikan ibu ku dan pertolongan Qian Bei maka sudah dapat di pastikan kematian ku. " Ucap Xi Rong.


"Sampai seperti itu ?" Tanya Qing Yu tidak percaya.


"Ya, di sana memiliki banyak tanaman beracun serta memiliki jebakan di mana mana. Nama Gua Kematian bukan lah hanya hiasan belaka melain kan adalah kenyataan. " kata Xi Rong.


"Sebaik nya setelah mencapai tingkat Saint baru pergi ke sana karena pergi ke sana tidak kalah dari menantang 1 dimensi Agung. " Lanjut Xi Rong dengan tegas.


"Sudah lah nanti baru lanjut lagi masalah ini, sekarang kalian mau masuk atau tetap di luar ?" tanya nya mengalihkan topik pembicaraan.


"Tentu saja masuk !" Kata Qing Yu dan Xi Rong serempak yang membuat mereka saling mendelik satu sama lain.


"Sudah lah jangan bertengkar karena hal kecil. Ayo kalian berdua latihan lagi supaya bisa pergi ke Gua Kematian secepat nya. Aku serahkan pelatihan Hu Yin dan Nangong Ling ke pada kalian. " Ucap nya sebelum memasuk kan kedua wanita itu ke dalam dimensi nya.


"Aku bahkan belum bersenang senang tadi. " Ucap nya sambil menghela nafas.


Ia duduk di kursi yang berbeda di banding kan kursi lain, di sebelah nya adalah kursi ibu nya dan yang paling besar adalah kursi ayah nya.


Ya, saat ini ia sedang berada di aula tetua dan memejam kan mata nya. Darah menetes dari sela sela kursi.


Tidak lama kemudian, semua orang masuk ke dalam aula tetua dan perperang sudah usai, tidak menyisakan satu orang pun.


"Zhang Wei !" Hormat para tetua dan murid.


"Kalian berdiri lah, di mana ayah dan ibu ku ?" tanya nya.


Kemudian masuk lah Zhang Li dan Zhang Xiulang bersama dengan Bing Yan.


"Karena semua nya sudah melakukan kerja keras maka malam ini akan di lakukan pesta perjamuan !" Umum Zhang Xiulang dengan semangat, tapi segera terdiam melihat penampilan anak nya.


Penampilan Zhang Wei saat ini sudah cukup untuk mengira ia sebagai iblis tampan. Sudah cukup untuk membuat anak anak menangis dan orang dewasa merinding ketakutan.


Bagaimana tidak, seluruh ruangan ini di dominasi dengan aura kematian yang menguar dari tubuh Zhang Wei.


Darah mengalir dari pakaian Zhang Wei dan wajah nya yang datar serta dingin. Sungai darah kecil terbentuk mengikuti langkah kaki Zhang Wei tapi itu bukan lah darah nya melainkan korban dari pedang nya.


Tangan nya menggenggam erat pedang nya yang berwarna merah darah.


"Ehm, semua nya akan mendapat kan hadiah. " kata Zhang Xiulang dengan canggung.


"Kalian lanjut kan saja , aku akan pergi dan berganti pakaian. " Ucap nya dengan dingin sebelum berjalan keluar.


Langkah yang ia buat sangat anggun tapi pasti tanpa keraguan sedikit pun. Para pengrajin besi yang sebelum nya memilih untuk tinggal di dalam dimensi dan membangun 12 rumah.


1 untuk Zhang Wei yang merupakan paling megah.


1 untuk Xi Rong.


1 untuk Qing Yu.


1 untuk Nangong Ling dan Hu Yin.

__ADS_1


1 untuk Yan Yi dan Yin Yi.


Sisa nya untuk mereka.


Mereka tidak keberatan meskipun hidup mereka menjadi lebih cepat berakhir. Tapi mereka tidak perlu mengkhawatirkan makanan lagi serta di gertak oleh orang lain untuk mencari uang.


1 Minggu kemudian


Hari ini adalah hari pengangkatan Kaisar baru, Zhang Xiulang. Ia juga akan di angkat menjadi Putra Mahkota.


Sungguh tidak terduga sekali kalau ia akan menjadi Putra Mahkota. Kali ini ia menggunakan pakaian yang rapih.


"Dengar dengar kalau yang di angkat menjadi Putra Mahkota adalah Zhang Qing. " Bisik seseorang yang berada di dekat nya.


"Ha ?! Bukan kah yang banyak berkontribusi adalah Zhang Wei ? Lagi pula Zhang Qing kan lebih rendah di banding kan Zhang Wei ?" tanya yang lain.


"Pelan kan suara mu. " kata yang pertama dengan gugup.


Qing Yu yang berjalan di samping nya , mengenggam tangan nya dengan erat.


Ia tidak peduli dan berjalan menuju aula tetua dengan langkah percaya diri.


"Kau sudah datang kemari ternyata !" Kata Ayah nya merentang kan tangan.


Saat ia ingin maju, pria lain sudah lebih dulu memeluk ayah nya, Zhang Qing, Putra Tetua Ling yang selalu membuat keributan sepanjang peperangan.


Dia tersenyum miris, sejak pertemuan di aula tetua minggu lalu. Orang tua nya tidak menyapa nya sama sekali bahkan saat di perjamuan makan malam, mereka terkesan menghindari Zhang Wei.


"Aku tidak suka pengkhianatan. " Geram nya dengan suara rendah.


"Sabar dan tunggu hasil nya. " Ucap Qing Yu menenangkan.


"Aku tidak berharap menjadi Putra Mahkota, harapan ku hanya satu, melihat kebanggaan dari kedua orang tuaku. " Ucap nya.


"Biar kan aku umum kan, kalau Zhang Qing akan menjadi penerus ku selanjut nya !!" Kata Zhang Xiulang.


"Zhang Qing banyak berkontribusi dalam perang dan tidak terlalu haus darah. Dia sangat dewasa, untuk mu Zhang Wei kau terlalu berambisi dan haus darah. " kata ibu nya dengan sedikit ketakutan.


Semua orang tidak ada yang menyangka kalau ini adalah hal yang benar. Di sudut ruangan Zhang Wei hanya meminum arak nya dengan santai.


"Ha ha ha aku terlalu bodoh bukan ? Aku haus darah untuk siapa ? Mereka bahkan tidak melontarkan pujian ke arah ku. " Ucap nya sambil tertawa.


"Aku... Aku benci pengkhianatan. Aku tahan tidak tidur selama berhari hari, berminggu minggu, berbulan bulan hanya untuk menjaga 'rumah orang' Ha ha ha. " Ucap nya dengan lantang.


"Bagaimana mungkin Zhang Qing yang naik ?!"Kata murid Keluarga Zhang dengan tidak terima , bagi mereka ini adalah ketidak adilan.


Zhang Qing tersenyum licik melihat rayuan nya yang berhasil di kedua orang bodoh ini.


Zhang Wei tersenyum ringan dan berjalan maju ke arah Zhang Qing.


"Jangan mendekat !" Kata Zhang Qing dengan waspada.


"Ada apa ? Kenapa kau begitu ketakutan ? Aku hanya ingin menyalami mu. Apa kau pikir aku tidak bisa menghancurkan Kekaisaran yang baru berdiri tidak sampai 1 jam ini ?" tanya nya.


"Aku yang memberi kalian nyawa kedua, maka aku bisa menarik kembali nyawa kalian ini. " Ucap nya sambil menepuk bahu Zhang Qing.


"Nikmatilah hidup mu sebagai kaisar sakit sakitan. Aku akan mengutuk mu seumur hidup. " seorang wanita cantik keluar tiba tiba.


Zhang Qing langsung membulat kan mata saat melihat Xi Rong dan Qing Yu yang berada di kanan dan kiri Zhang Wei.


"Ayah kaisar, aku ingin wanita itu !" kata Zhang Qing dengan memelas.


"Baik, dengan titah kaisar ku, kalian berdua harus menikah dengan anak ku !" Kata Zhang Xiulang dengan tatapan kosong.


"Ha ha ha kalian akhir nya jatuh ke pelukan ku !" kata Zhang Qing dengan tergila gila.


Plak


Qing Yu menggunakan cambuk nya untuk menampar Zhang Qing sampai jatuh menghantam lantai.

__ADS_1


"Zhang Qing, kau bahkan jauh lebih buruk dari binatang. " Ucap nya, dia memaksa Zhang Qing untuk memakan sebuah bubuk.


"Argh !! " Teriak Zhang Qing dengan penuh kesakitan.


"racun itu tidak akan membuat mu mati, tapi sudah bisa di pasti kan kalau kau tidak akan punya keturunan serta obat satu satu nya hanya pil yang di tangan ku ini. " ucap nya.


Zhang Qing langsung merangkak dengan kesulitan menuju pil yang di lempar nya ke lantai. Saat Zhang Qing sudah dekat, di tendang nya pil itu menjadi lebih jauh.


"A.. ayah kaisar, tolong aku !" kata Zhang Qing.


"Zhang Wei !" Teriak Zhang Xiulang.


"Kau bukan orang tua ku lagi, tidak berhak untuk mengatur hidup ku. " Ucap nya. Karena marah ia menginjak pil itu sampai hancur tak menyisakan apa pun.


"Ayo pergi, akan lebih baik kalau kita menonton kehancuran Keluarga Zhang yang bodoh ini. " kata Qing Yu dengan angkuh.


Sesampai nya di luar, Xi Rong langsung menahan tangan nya.


"Orang tua mu tidak benar benar melakukan itu, mereka di kendalikan oleh seseorang. " kata Xi Rong.


"Kau kira aku tidak tahu ada mantra pengendali di tubuh merek berdua ? Mantra pengendali bisa di lakukan jika orang tersebut benar benar memiliki ketakutan pada orang yang di tuju. Mereka sudah ketakutan dengan aura kematian ku. "


"Aku merasa semua yang ku lakukan ini sia sia tapi anggap lah sebagai kompensasi karena sudah melahirkan ku. " kata nya dengan dingin.


Tidak ada yang berani membantah lagi, saat ini kondisi Zhang Wei sedang sangat mengerikan.


"Apa kau tidak ingin mencari tahu siapa yang mengendalikan orang tua mu dan ingin langsung pergi ?" tanya Qing Yu.


"Siapa bilang kita akan langsung pulang ? Karena di tubuh ku sudah di anggap sebagai seseorang yang haus darah maka aku akan membuktikan itu kepada mereka. Ayo selesaikan Keluarga Qiu. " Ajak nya.


Mereka pergi ke keluarga Qiu dan membakar nya hidup hidup, tentu saja setelah mengambil harta mereka.


Itu juga berlaku pada keluarga keluarga lain kecuali keluarga Bing. Seperti yang ia katakan pada awal nya , tidak ada yang hidup setelah menyinggung diri nya.


Di tempat Keluarga Zhang,


Zhang Xiulang dan Zhang Li sudah sadar dengan apa yang mereka lakukan dan langsung menghukum Zhang Qing untuk di penjara.


Mereka berdua sangat terpukul dengan apa yang terjadi. Sebenar nya mereka mendengar semua yang di katakan oleh anak nya.


Tapi mereka tidak bisa mengendalikan tubuh mereka sendiri. Untuk tetua Ling di hukum gantung karena terbukti melakukan kerja sama dengan keluarga Qiu.


Sejak saat itu Keluarga Zhang menetap kan untuk hilang nya masa pemerintahan Kekaisaran. Hanya tersisa keluarga Besar.


Zhang Wei yang sudah kembali ke dimensi 3 provinsi, ingin menjemput keluarga nya serta teman teman nya untuk tinggal di dimensi milik nya.


Kali ini ia berniat untuk membawa seluruh keluarga nya untuk tinggal di dalam dimensi nya. Serta membawa teman teman nya.


Tugas nya kali ini adalah untuk melepas kan segel yang di berikan klan naga pada Jiu Zhi dan Zhu Hong serta Long Nie juga.


"Bagai mana kabar kalian ? " tanya nya.


"Kami baik baik saja, dan kemungkinan besar umur ayah mu tidak panjang lagi. Ia sering sakit sakitan dan umur nya juga sudah menyentuh 100 tahun. Kultivasi nya mulai menurun dan seringkali batuk berdarah. Dia sering memimpikan diri mu dan mencari mu. " kata Long Nie.


"kami tidak memiliki akses untuk memberi tahu mu soal ini. Kakak mu bahkan sudah pasrah dan memilih untuk menemani ayah mu dari pada pergi bekerja. " kata Zhu Hong.


Dia tidak menjawab dan langsung pergi ke provinsi Phoenix secepat mungkin. Orang orang menatap nya dengan penuh kekaguman karena ilmu meringankan tubuh nya yang sangat baik.


Tapi tidak Zhang Wei yang saat ini sedang sangat panik bahkan berharap bisa lebih cepat dari ini. Hati nya di penuhi dengan kekhawatiran.


Berharap datang ke dimensi ini bisa mengurangi rasa sakit hati karena ketakutan orang tua nya, justru mendapat kan kekhawatiran lain nya.


Segera saja ia langsung muncul di hadapan kakak nya, Zhang Luo tampak sangat terkejut sekaligus girang.


"Apa kah ini benar benar diri mu Zhang Wei atau aku hanya halusinasi ?" tanya kakak nya.


"ini benar benar aku. " Dia langsung maju dan memeluk kakak nya dengan sangat erat.


"Lihat lah ayah, ayah ada di dalam. Kondisi nya sekarang sangat parah dan tabib memperkirakan kalau dia hanya bisa bertahan 1 minggu lagi. " kata Zhang Luo dengan ekspresi sedih.

__ADS_1


"Ayah tampak nya sangat merindukan mu. Dia selalu bilang kalau dia merindukan mu dan ingin melihat sekarang setampan apa diri mu, apa kah masih perlu perlindungan ku lagi seperti dahulu kala. " Cerita Zhang Luo sambil menahan air mata nya.


__ADS_2