PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 155 - 18 tahun


__ADS_3

"Jika aku rajin maka aku seharus nya bisa mencapai tingkat 5 kemurkaan dunia dalam waktu 2,5 bulan lagi. " kata nya dengan raut wajah yakin.


Hari hari berlalu dengan cepat begitu juga dengan peningkatan kultivasi Zhang Wei yang melebihi akal sehat semua orang.


Bahkan Xi Rong yang bakat nya jauh di atas orang orang biasa tercengang dengan kecepatan kultivasi milik Zhang Wei.


Sudah hampir 2 bulan Zhang Wei berlatih dan hari ini adalah saat nya ia menerima petir dari langit untuk naik ke tahap berikut nya.


"Bersiap lah, seharus nya petir akan segera datang." kata Xi Rong memberi peringatan.


"Petir memiliki tingkatan mulai dari warna putih yang terendah, hijau, merah, biru, kuning, ungu, dan yang paling tinggi adalah hitam. Aku berhasil menarik petir berwarna ungu. " kata Xi Rong.


"Aku sedikit gugup dengan petir yang akan datang." kata nya sambil berusaha untuk tersenyum.


"Tenang lah, aku akan mundur dan memberi mu tempat. " kata Xi Rong mundur beberapa ratus meter dari tempat nya.


Tidak lama kemudian suara gemuruh petir terdengar dan itu tidak hanya menutupi rumah mereka yang berada di tengah hutan.


Melain kan menutupi seluruh kota Hijau Daun, warga kota panik dengan langit yang tiba tiba gelap.


Anak anak menangis karena ketakutan dengan suara gemuruh petir yang di timbul kan, tidak lama kemudian di tengah hutan suara petir menjadi sangat kencang.


Duarrr


Sinar yang menyilau kan menutupi tubuh ramping Zhang Wei, bahkan Xi Rong yang sudah mundur beberapa ratus meter masih menutup wajah nya.


Tidak lama Xi Rong membangun pelindung untuk melindungi tubuh nya karena tekanan yang sangat besar.


"Petir apa ini ?! Aku tidak pernah melihat nya !! " Gumam Xi Rong, di mata nya sebuah ketakutan besar muncul.


Kekuatan petir emas tersebut membuat nya begitu ketakutan bahkan dia yang berkali kali jauh lebih kuat dari Zhang Wei jatuh ke tanah tidak berdaya.


10 kali sambaran petir tepat menyambar tubuh Zhang Wei, darah tampak mengalir sedikit dari bibir Zhang Wei.

__ADS_1


Dia menghela nafas dan berdoa untuk yang terbaik buat keselematan Zhang Wei yang sedang di pertaruh kan.


"Aku tidak bisa mendekati nya terlebih dahulu, mungkin saja ia bisa mendapat keuntungan dari kejadian ini. " kata nya sambil menghela nafas berat.


Tanpa di sadari oleh nya mau pun Zhang Wei, bahwa tidak hanya kota Hijau Daun dan mereka yang terkejut dan panik.


Melain kan hal ini membuat gempar bagi Dimensi Dewa dan Iblis.


"Apa ini ?! Petir Emas Abadi berhasil di tarik kembali !!" kata seorang pria tua dengan kursi yang indah.


"Saudara ku, apa kau mengetahui sesuatu ? Bukan kah kau yang paling mengetahui tentang dunia manusia ?" tanya seorang wanita pada laki laki yang paling tampan.


"Ini adalah jalan bagi kita, dia adalah salah satu dari orang yang ku maksud. Ia adalah orang yang akan memimpin ke tiga yang lain. " kata laki laki itu dengan senyum, itu tidak lain adalah Qian Bei.


"Benar kah ?! Untuk saat ini belum ada yang mencapai tingkat Qi Surgawi, jadi aku belum pernah bertemu dengan siapa pun. " kata wanita itu dengan kesal.


"Sabar, bukan kah itu adalah lambang mu ? Dewi Kesabaran, lawan dari kemarahan. " kata Qian Bei.


"Hm, ini memang benar. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu salah satu dari mereka. " kata Dewi kesabaran.


"Dia berhasil melumpuh kan beberapa bawahan Abbadon, yang berjumlah lebih dari 100.000 orang jadi, aku yakin kau tahu kelanjutan nya bagaimana. " kata Qian Bei sambil tersenyum senang.


"Lagi pula sudah saat nya, posisi ku terganti oleh orang lain. Bukan kah begitu melelahkan hidup jutaan tahun dengan perang tanpa henti ?" tanya Qian Bei.


"Kau benar saudara ku, sudah saat nya kita di gantikan oleh orang lain. Dengan begitu keabadian akan di cabut dari kita dan kita dapat beristirahat dengan tenang. "kata seorang pria gendut.


"Bersabar lah sebentar, waktu itu akan tiba dalam waktu dekat. " kata Qian Bei.


"Tapi kakak, mereka hanya ada 4 , bagai mana mereka bisa menggantikan kita ?" tanya Dewi Kesabaran dengan bingung.


"Mereka akan menggantikan kita dan iblis, kalian tahu kita harus menggunakan energi negatif dan energi positif secara seimbang jika ada yang berlebihan maka itu bukan hal yang baik juga. Mereka akan mewakili kedua hal tersebut sehingga mereka tidak akan terbagi bagi menjadi 2 hal lagi seperti kita. " kata Qian Bei dengan sendu.


"Kakak pertama belum keluar juga dari latihan tertutup nya sedang kan perang antara iblis dan dan Dewa akan berlangsung dalam waktu dekat, 10 tahun. " kata seorang anak perempuan yang sedari tadi diam.

__ADS_1


"Ya, kakak pertama akan segera keluar dari latihan tertutup nya. Aku akan pergi menemui orang yang berhasil menarik Petir Emas Abadi, aku akan memberi nya hadiah untuk keberhasilan nya, tepat di hari ulang tahun nya. " kata Qian Bei.


"Apa ia berulang tahun hari ini ? Aku akan ikut dengan mu kakak kedua !!" kata Dewi Kesabaran.


"Bukan, masih sekitar 20 hari lagi sebelum hari ulang tahun nya, tapi aku perlu bersiap siap untuk memberi nya hadiah." kata Qian Bei menjelaskan.


"Tunggu, aku akan ikut !!" kata Dewi Kesabaran lagi.


"Tidak boleh ! Belum giliran mu untuk bertemu dengan mereka. Kalau mau titip kan hadiah saja." kata Qian Bei dengan tegas.


Akhir nya para Dewa kecuali Dewa paling tua yang sedang latihan tertutup bersiap untuk memberikan hadiah pada Zhang Wei.


Anak perempuan itu mengambil sebuah kristal merah darah yang berisi Qi yang sangat tebal.


"Kakak !! Aku akan memberikan Kristal Roh Tingkat Dewa pada nya !!" kata anak perempuan itu.


"Beri kan hadiah yang masuk akal sedikit, benda itu tidak akan berguna untuk nya saat ini. " kata Qian Bei dengan datar.


Anak perempuan itu tertawa lalu mengambil cincin ruang lalu memindah kan 1.000 Kristal Roh Tingkat Menengah.


"Kristal Roh Tingkat Menengah akan sangat membantu nya. Aku akan memberi nya bahan kultivasi seperti sayur sayuran yang tumbuh seperti rumput di depan. " kata Qian Bei.


"Ah maksud kakak ginseng ginseng di depan ? Aku sudah mencabut setengah untuk di buang, apa ini yang kau maksud ?" tanya pria gendut itu mengeluarkan sebuah cincin ruang yang berisi ginseng darah 100 tahun.


"Benar, ini adalah ginseng darah. Ginseng darah ini rata rata berumur 100 tahun dan beberapa 150 tahun, ada hampir 10 kilogram. Kau cabut saja sisa nya di depan untuk di beri kan kepada yang satu lagi. " Perintah nya pada pria gendut itu, orang yang satu lagi yang di maksud nya adalah Xi Rong.


"Kenapa tidak kakak saja yang melakukan nya ?" tanya pria gendut itu.


"Karena aku tidak ingin melakukan nya, cepat lah !! Apa kau sudah berubah menjadi malas ?!" tanya Qian Bei sambil melihat perut pria itu yang sudah membuncit.


Di sisi lain, Zhang Wei di guling kan di atas kasur nya, tentu nya dengan bantuan Xi Rong.


Xi Rong mengambil air hangat dengan kain lalu membersihkan wajah Zhang Wei yang ada noda darah.

__ADS_1


Nafas Zhang Wei telah stabil tapi belum juga kunjung sadar, Xi Rong hanya menghela nafas berat.


__ADS_2