PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
245. Sekte Embun Salju III


__ADS_3

"Kalian 20 orang adalah pemenang, terutama diri mu Zhang Wei. Jika kau berhasil memenang kan satu lagi dengan juara pertama maka kau bisa menjadi murid tetua Jingniang." kata Ju Lingling dengan senyum iblis nya.


Dia merasa seperti domba dan Ju Lingling adalah serigala yang bisa memakan nya kapan saja.


"Selanjut nya adalah berandam di sungai Es Abadi. Siapa pun yang bisa berandam paling lama akan akan menjadi pemenang. Semakin ke tengah maka semakin kuat Qi dan juga semakin dingin. Jadi, ukur lagu kekuatan kalian sendiri. " kata Ju Lingling dengan tajam.


"Baik." Jawab nya dengan yang lain.


Mereka semua langsung mengikuti langkah Ju Lingling, tatapan nya terarah ke sebuah paviliun yang berwarna putih bersih.


Di lantai dua paviliun putih yang sederhana itu, duduk lah seorang wanita yang tampak suci dan tersenyum ke arah nya.


Dia mengerut kan dahi karena melihat aura aneh yang mengelilingi wanita cantik itu. Aura itu menunjuk kan seolah olah wanita itu adalah orang suci.


"Ehm, apa yang kau lihat Zhang Wei ?" tanya Ju Lingling.


Dia terkejut dan terbangun dari lamunan nya, dan melihat kalau dia sudah tertinggal oleh rombongan nya.


"Apa yang kau tunggu Zhang Wei ?" tanya Ju Lingling.


"A.. aku tidak apa apa." Jawab nya sebelum kembali menoleh ke paviliun putih itu.


Betapa terkejut nya ia melihat sudah tidak ada orang lagi di lantai dua paviliun, dia bahkan tidak dapat merasakan kepergian wanita itu.


Dia langsung berjalan mengekori langkah lebar Ju Lingling, setelah terbang dengan kecepatan tinggi. Akhir nya dia kembali bertemu dengan rombongan yang meninggal kan nya.


"Kalian akan mencebur kan diri ke dalam Sungai Es Abadi, jika kalian beruntung maka kalian akan mendapat kan beberapa pemahaman penting. " kata Ju Lingling.


"Ingat lah untuk tidak memaksa kan kemampuan kalian, kematian bisa di pasti kan jika kalian terlalu memaksa kan diri. Kalian di berikan waktu 12 jam, siapa yang bisa menyelam paling dalam dan paling lama adalah pemenang nya. " Lanjut Ju Lingling.


"Apa kah akan ada pembatas tiap kedalaman ?" tanya seseorang.


"Apa kah akan ada peringatan kalau waktu telah habis ?"tanya nya.


"Untuk pembatas, setiap kedalaman 1 meter maka akan di beri pelindung energi. Lalu untuk peringatan, nanti aku akan memanggil kalian. Kalian harus keluar dalam waktu satu jam atau kalian akan di anggap mati di dalam sungai Es Abadi. " kata Ju Lingling.


"Baik, pertandingan akan di mulai dari sekarang !" Semua orang langsung menyebur.


Zhang Wei menggertak kan gigi nya saat memasuki sungai Es Abadi, rasa membeku menjalar ke seluruh tubuh nya.


Tapi dia tidak menyerah sampai di situ, dia mengeluar kan Pedang Phoneix Api nya lalu memeluk pedang itu dengan erat.


Rasa hangat yang nyaman langsung menutupi seluruh rasa dingin dari Sungai Es abadi. Dia menyelam lebih dalam ke Sungai Es abadi.


Buss


Dia merasa kan Pelindung Energi yang sangat tipis.


'Apa kah aku sudah memasuki lebih dari 1 meter ?' Pikir nya bertanya nya.


Untuk penjelasan, kultivator memiliki cara sendiri untuk bernafas di dalam air. Dia terus menyelam seperti berada di perairan biasa.


Kaki nya terus mengayun ke depan agar bisa semakin dalam dan semakin dalam. Semakin dalam air terasa lebih dingin dan menusuk.

__ADS_1


Tapi, Qi yang ada di air tersebut bahkan lebih padat di banding kan menara Es Abadi. Sudah 5 kali dia menembus pelindung energi tipis, yang arti nya ini adalah kedalaman 5 meter.


Dia duduk bersila dalam keadaan terapung dan di lindungi oleh gelembung udara yang sangat besar untuk menyimpan oksigen.


Gelembung besar itu terbuat dari Qi sehingga air tidak menyentuh tubuh Zhang Wei. Tapi meski pun begitu, itu tidak akan menghalangi rasa dingin yang menggerogoti tubuh nya.


Setelah 3 Jam kultivasi, kekuatan nya meningkat dari Petir Kaisar tingkat 1 menuju Petir Kaisar tingkat 2. Elemen Es yang ada di dalam Dantian nya pun membesar.


Yang sebelum nya hanya sebesar tangan anak anak menjadi sebesar kepala manusia dewasa. Sungguh pengembangan yang sangat cepat.


Bahkan elemen Api milik Zhang Wei yang selama ini di latih oleh nya baru sebesar tubuh anak anak.


Dia merasa cincin ruang nya bergetar hebat, dia mengerut kan dahi nya bingung melihat getaran itu.


Lalu setelah mengamati selama beberapa waktu, dia menyadari penyebab getaran ini adalah apa. Benda ini adalah sesuatu yang bahkan sudah ia lupakan.


Ini adalah telur yang di dapat kan oleh nya saat ia masih muda, saat itu ia berharap banyak pada telur ini tapi nyata nya, bahkan telur itu tidak menunjuk kan pergerakan sedikit pun.


Tapi kali inj telur itu memberikan reaksi yang luar biasa, telur itu memberi tanda seolah olah dia ingin di bawa keluar.


Dia mengeluar kan telur itu, telur itu mengapung di air seolah olah memiliki kekuatan tersendiri. Tanpa di duga duga, telur itu langsung menyelam lebih dalam ke Sungai Es Abadi.


Dengan refleks alami nya, dia langsung mengikuti telur itu dengan khawatir.


Di sisi lain, paviliun Murong


Paviliun ini memiliki halaman yang begitu luas, seluruh nya berwarna putih bersih dan tak ada noda. Seolah olah yang tinggal adalah orang yang sangat Suci.


Di teras paviliun itu, ada sebuah meja kayu dengan ukiran yang sulit untuk di baca dengan dua kurus yang tampak sama dengan meja.


Yang satu lagi cantik tapi ketika duduk di sebelah Dewi itu, seluruh kecantikan nya langsung memudar ke udara.


"Lingling, bagai mana hasil dari nya ?" tanya Dewi cantik itu.


"Sangat baik Nona, dia sudah menerobos ke kedalaman 6 meter yang setara dengan murid Pengadilan Luar kita. Aku lihat juga umur nya masih sangat muda, baru 20 tahun. " kata Ju Lingling pada Dewi itu dengan pelan.


"Bagus sekali, aku tidak sabar untuk melihat nya dan berinteraksi dengan nya secara langsung. " Dewi itu langsung menyesap teh yang di panas kan dengan batu khusus.


"Nona, apa kau yakin dia adalah orang nya ?" tanya Lingling dengan hati hati.


"Aku tidak pernah salah dengan insting ku, lagi pula aku melihat kalau dia hanya lah berpura pura untuk menjadi polos. " kata Dewi itu sambil tertawa ringan.


Kecantikan Dewi ini layak untuk di banding kan dengan Nangong Ling, Wangi Xi Rong dan Qing Yu. Sangat jarang bisa menemukan kecantikan yang sangat sempurna.


"Nona, jelas jelas lebih nyaman untuk tinggal di pusat dan di bawah tuan besar. Kenapa merepotkan kan diri untuk melihat cabang kecil ini ?" tanya Ju Lingling tidak mengerti.


"Sudah ku kata kan dari awal, aku mendengar dari peramal kalau akan ada bakat yang sangat istimewa datang ke cabang kita. Aku harus menyambut nya secara langsung bukan ? Jika dia memang berbakat, maka hanya perlu sedikit waktu untuk menjadi murid inti." Mata Dewi itu menyipit seolah olah menyuruh Ku Lingling untuk tidak bertanya lebih lanjut.


"Nona, dia sudah sampai di kedalaman 10 meter dan akan terus menyelam lebih dalam. " kata Ju Lingling mengalihkan topik pembicaraan nya.


Karena meski pun nona nya ini terlihat baik hati, lemah lembut dan anggun. Nona nya ini memiliki jiwa yang haus darah dan tak pernah ragu ragu untuk membunuh orang.


Rahasia ini hanya di ketahui oleh nya dan oleh orang tua nona nya, kenapa dia bisa tahu ? karena dia dan nona nya sudah tumbuh bersama.

__ADS_1


Dia juga sudah mengikuti nona nya lebih dari 10 tahun, jadi seluruh kode yang di berikan nona nya sudah di ketahui semua oleh nya.


Identitas asli nona nya juga hanya ia dan orang tua nona nya yang tahu, karena semua sekte cabang menganggap kalau nona nya ini hanya lah kultivator pengelana biasa


Perasaan nona nya ini sangat sulit untuk di tebak sehingga membuat nga sering kali kebingungan.


"Bagus, dia setara dengan murid pengadilan dalam sekarang. Dia memang pantas untuk menjadi murid ku. " kata Dewi itu dengan senyum tipis.


Tok tok


"Maaf karena menganggur nona." Kata Ju Lixing, dia adalah asisten baru yang mengikuti nona nya selama dua tahun belakangan.


"Anda di panggil oleh ketua sekte cabang untuk membahas pengangkatan murid anda. " kata Ju Licing dengan hati hati.


"Ah, orang tua itu pasti ingin menyuruh ku untuk mengangkat anak pejabat kota ini. " kata Ju Jiangniang sambil menghela nafas ringan.


"Tunjuk kan jalan nya pada ku Lingxi. Apa pun yang terjadi, kalian berdua tidak perlu keluar. Aku harus memberi sedikit peringatan pada pria tua itu. " kata Ju Jiangniang, mata nya menunjuk kan binar kekejaman.


Di tempat Zhang wei, pria itu sudah tidak menghitung langkah sudah berapa kali menembus penghalang energi.


Nafas nya terputus putus karena tekanan yang semakin besar , sedang kan telur misterius itu tidak merambat sedikit pun.


Tubuh nya kedinginan, sangat parah. Kaki nya gemetaran dan kelemahan untuk terus mendorong diri nya berenang lebih lambat.


"Tunggu aku !" Teriak nya yang masih dalam gelembung udara.


Telur itu tidak menjawab tapi seperti nya mengerti dengan permintaan Zhang Wei karena mulai menekankan laju menyelam nya.


Perlahan tapi pasti, dia berhasil menggapai telur itu. Lalu memeluk telur itu dengan erat, bagai mana pun telur ini sudah menemani nya selama ini.


Hal itu membuat nya memiliki hubungan tersendiri dengan telur misterius yang ada di pelukan nya ini.


Telur itu tampak memberontak dan ingin di lepas kan, tentu saja dia tidak membiarkan kan itu. Dia menggenggam telur yang sudah setengah retak itu untuk menyelam lebih jauh ke dalam sungai.


Berada di dekat telur itu, hawa dingin juga berkurang semua. Hanya menyisakan rasa sejuk yang sangat nyaman.


Dia sebenar nya cukup bingung karena mana ada sungai yang begitu dalam, ini bahkan cocok untuk di sebut sebagai laut.


Hanya saja karena dia terlalu sibuk, dia tidak memiliki waktu untuk memikir kan hal yang tidak penting seperti itu.


Telur itu memimpin nya lebih ke tengah, kadang juga akan ada monster air kecil tapi melihat telur ini misterius ini, seluruh monster air langsung berlari dengan wajah ketakutan.


Zhang Wei mengernyit bingung, monster apa yang bisa menyebabkan para monster air yang biasa nya sangat agresif langsung berlari ketakutan dan menghindar.


Tanpa ia ketahui, karena penyelaman nya bersama dengan telur misterius ini, seluruh monster air yang biasa nya memilih untuk tinggal di kedalaman sungai langsung menyerang dengan agresif ke bagian atas sungai.


Hal. itu mengakibatkan beberapa peserta memilih untuk keluar dan menyerah bahkan sudah ada 2 orang peserta yang mati di makan oleh monster air itu.


Monster air itu dua kali lipat lebih ganas di banding kan yang seharus nya, karena Ju Lingling sedang pergi, tidak ada yang bisa membantu menangani hal ini.


Para peserta ini hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa mereka masing masing.


Sedangkan semua peserta yang berada di atas sedang ketakutan hingga mati, Zhang Wei terus menyelam hingga akhir nya seluruh pandangan nya tertutup.

__ADS_1


Semakin dalam, maka pandangan semakin terbatas.


__ADS_2