
Zhang Wei yang sudah menetap di rumah nya dan menjalani hidup damai nya sebelum perang selama berminggu minggu lama nya, akhir nya mendapat kan pesan dari Xi Rong dan Qing Yu.
Selama waktu itu juga, Zhang Yunqi berlatih di dalam dimensi Furong dan berubah menjadi gadis berusia 10 tahun akhir yang sangat manis dan cantik.
Meski pun masih muda dan bertubuh mungil, tapi aura kecantikan tanpa batas menguar keluar dari tubuh Zhang Yunqi.
Itu adalah aura keanggunan tanpa batas, ini adalah salah satu keuntungan pemilik tubuh Yin Yang Surgawi.
Menurut Dimensi Furong, minggu depan adalah ulang tahun Zhang Yunqi ke umur 11 tahun. Di umur yang ke 10 tahun, kultivasi nya telah mencapai tingkat penempaan tulang.
Kultivasi gadis kecil itu baru di latih beberapa bulan belakangan ini, sedang kan sebelum nya lebih ke arah pelatihan fisik dan pelebaran meridian.
Serta melakukan banyak aktivitas lain seperti membaca atau hal hal penting lain nya untuk meningkat kan pemahaman Zhang Yunqi terhadap kultivasi.
Sesuai dengan perkiraan nya, Zhang Yunqi memiliki kecerdasan yang di atas rata rata sehingga hanya perlu di jelas kan satu kali dan gadis itu langsung mengerti.
Zhang Yunqi juga memiliki keuntungan di banding kan orang lain, jika orang lain akan kecewa berat jika gagal dalam melakukan sesuatu.
Makan Zhang Yunqi menganggap itu sebagai suatu hal yang sangat menarik dan segera melakukan lagi dan membuat nya menjadi sempurna.
"Paman, apa kah seperti ini ?" Tanya Zhang Yunqi sambil menunjuk kan salah satu gerakan pukulan Bintang Hitam yang di ajar kan oleh nya.
"Hmm, tapi jika kau tidak merasa kesulitan makan kau bisa membuat kuda kuda nya lebih turun sehingga lebih mudah untuk menyerang musuh mu. " Saran Zhang Wei.
"Maju kan sedikit kaki kanan mu, itu akan membantu mu jika ada orang yang akan menyerang dari belakang. Condong kan tubuh mu ke depan dan tetap jaga ketegapan tubuh mu. " Kata nya dengan tegas.
Dia tidak pernah pandang bulu jika mengajari seseorang, meski itu adalah orang yang dekat dengan nya atau orang yang baru kenal dengan nya.
Jika dia memutus kan untuk mengajar seseorang maka itu akan benar benar latihan dan bukan hanya nama semata.
Dahi Zhang Yunqi di penuhi dengan keringat, tapi itu tidak membuat semangat nya padam justru membuat gadi itu menjadi lebih semangat.
Tidak banyak yang bertahan untuk berlatih di bawah sinar matahari yang terik dan bertahan di udara malam yang dingin dan membeku kan tulang.
Tapi, gadis itu, Zhang Yunqi, mampu melewati semua nya dengan baik dan sempurna.
"Apa kau mau istirahat sebentar ?" Tanya nya dengan penuh perhatian.
"Ya, aku akan beristirahat sebentar sebelum melanjut kan latihan. " Kata Zhang Yunqi.
Dia menyerah kan sebuah sapu tangan pada Zhang Yunqi guna untuk mengelap keringat yang sudah beranak sungai di wajah gadi itu.
Mereka tidak beristirahat banyak dan hanya berlatih melanjut kan latihan keras mereka. Ye Rongrong dan Fan Liu Jing tidak mengecewakan sama sekali.
Bakat mereka baik dan tekad mereka juga baik, di bawah pelatihan Zhang Luo, mereka telah berubah dari batu menjadi emas.
Zhang Luo mengasah seluruh bakat terpendam dari semua anak anak yang di bawa oleh nya, tidak ada yang di paksa untuk melakukan satu hal.
Karena sesuatu yang di paksa tidak akan berakhir dengan baik. Dia mengasah sesuatu yang merupakan bakat mereka.
Zhang Wei yang sedang duduk santai tiba tiba melihat kedatangan bayangan Xi Rong dan Qing Yu dengan ekspresi serius.
( Bayangan ini bisa di guna kan oleh seluruh orang yang memiliki Qi asal kan mempelajari cara nya. )
"Ada apa ? Apa sesuatu telah terjadi ?" Tanya nya dengan nada serius.
"Perang akan segera di mulai minggu depan. Kau harus bersiap dengan pasukan mu di Kerajaan Dewa Dewi besok paling lambat. " Kata Qing Yu dengan ekspresi tegang.
"Feng Taoran, akan sampai malam ini dan Xue Fenghuang akan sampai besok pagi. " Kata Xi Rong.
"Hm, aku mengerti . " Ucap nya sambil mengangguk.
Bayangan Xi Rong dan Qing Yu menghilang sepenuh nya dalam waktu hitungan detik.
"Paman, apa yang terjadi ?" Tanya Zhang Yunqi dengan khawatir.
"Tidak apa apa, berlatih lah di dalam dimensi mulai sekarang. Jangan keluar jika aku tidak memerintah kan mu. Apa kau mengerti ?" Tanya nya.
"Mengerti, paman tenang saja. " Kata Zhang Yunqi.
Zhang Yunqi juga mempelajari sedikit tentang pengobatan sehingga paling tidak bisa menyembuhkan diri sendiri pada saat di butuh kan.
Dia menatap ke dalam cincin ruang nya, karena terlalu jarang di urus, barang barang di dalam cincin ruang nya sangat berantakan.
__ADS_1
Zhang Wei memilih untuk membereskan nya sebelum perang sehingga mudah untuk mengambil pil saat perang.
Dia berjalan menuju ke dalam rumah dan melihat Zhang Luo serta Nangong Ling sedang duduk dengan santai.
"Kakak , saat nya telah tiba. Kita akan berjalan malam ini. Dari gerbang Dewa, memerlukan waktu 6 jam menuju istana Dewa. Sedang kan kita membawa banyak orang. " Kata nya.
" Saat nya telah tiba ? Tunggu lah sebentar, kita akan berangkat sekarang. " Kata Zhang Luo langsung memasang wajah serius.
Dia, Zhang Luo, Nangong Ling dan Tu Ling berbagi tugas untuk merapihkan tempat mereka. Mereka tidak boleh meninggal kan jejak sedikit pun atau itu akan menarik perhatian Iblis.
Setelah berkumpul semua nya, dia menatap ke dalam cincin ruang nya dan mengambil 1 juta Kristal Roh Tingkat Tinggi dan mengubah nya menjadi Qi di dimensi Furong.
"Kalian semua berlatih lah terlebih dahulu di dalam dimensi dan ketika perang berlangsung , tidak boleh ada yang berada di dalam dimensi. " Kata nya dengan wajah serius.
"Kenapa begitu ?" Tanya Tu Long.
"Karena, jika aku mati makan kalian yang ada di dalam dimensi akan sama. Lebih baik orang orang bersembunyi di dalam istana Dewa. " Kata nya.
Semua nya mengangguk setuju dan langsung masuk ke dalam dimensi Furong, seketika suasana ramai di dalam rumah menghilang.
Berubah menjadi rumah kosong yang tak berpenghuni, dia langsung pergi menuju Dimensi Ilahi.
Sesampainya di Dimensi Ilahi
Dia langsung pergi ke Klan Zhu, dimensi Ilahi sangat berubah jika di banding kan dengan terakhir kali dia pergi.
"Zhang Wei !" Teriak Tian Li yang menyadari kehadiran nya.
"Tian Li, kau banyak berubah. " Ucap nya sambil menepuk bahu Tian Li.
"Apa kah perang sudah akan di mulai ?" Tanya Tian Li dengan wajah serius.
"Hm, aku ingin bertanya siapa saja yang mau ikut dengan ku ?" Tanya nya.
"Aku pasti ikut, kau tunggu di sini dan aku akan mengumpul kan orang. " Dia mengangguk dan pergi melihat ke arah anak bayi yang baru belajar berjalan hampir jatuh ke kolam.
Dengan sigap dia menangkap nya.
Dia menoleh dan senyum cerah terbit di wajah nya.
"Long Nie , lama tak bertemu dengan mu. " Ucap nya dengan senyum cerah.
" Zhang Wei ?" Tanya Long Nie dengan terkejut.
Long Nie langsung berlari dan memeluk nya dengan erat.
"Di mana Zhu Hong ?" Tanya nya setelah berpelukan agak lama, sedang kan anak bayi yang berada di sebelah nya , hanya menatap nya dengan mata bulat nya.
"Zhu Hong ! Zhang Wei sudah kembali !" Teriak Long Nie dengan suara melengking nya.
"Kau ternyata tak berubah Long Nie. " Ucap nya sambil terkekeh.
Zhu Hong pun keluar dengan bersemangat bahkan melupakan kalau pria itu tidak menggunakan pakaian atas.
"Ah adik ku tersayang ! Apa kau tahu aku sangat merindukan mu ?" Tanya Zhu Hong dengan berlebihan.
"Ah kakak ku, aku sangat merindukan mu sekali. Apa kau tak tahu itu ?" Tanya nya tidak mau kalah.
"Ck, kalian yang tidak berubah sama sekali. " Kata Long Nie yang sudah menggendong bayi itu.
"Apa kah itu keponakan ku ?" Tanya nya dengan antusias.
"Hm, nama nya Zhu Wei. Dia sangat nakal dan tidak bisa diam, sama seperti ayah nya. " Kata Long Nie sambil mendengus.
"Iya, aku melihat hal itu. Tadi saja dia hampir jatuh ke kolam belakang. " Kata nya sambil menggeleng geleng kan kepala.
"Apa kah perang sudah akan di mulai ?" Tanya Zhu Hong tiba tiba.
"Iya, aku tidak memaksa siapa pun dan jika kalian ingin ikut maka aku akan sangat menghargai nya. Tapi kalian harus menjaga Zhu Wei, kebetulan Zhang Luo dan Nangong Ling juga sudah memiliki anak. "Ucap nya dengan santai tapi sudah cukup untuk mengejut kan sepasang suami istri itu.
"Mereka sudah menikah dan mempunyai anak ? " Tanya Long Nie dengan terkejut.
Karena pada pasal nya, Zhang Luo merupakan orang yang pendiam dan tak banyak melakukan pendekatan terhadap orang lain.
__ADS_1
Apa lagi wanita es berjalan itu , Nangong Ling.
"Hm anak mereka berumur 10 tahun. " Wajah nya sedikit memerah jika mengingat Zhang Yunqi.
"Apa ?!" Teriak Long Nie terkejut.
"Hm, mereka tinggal di dalam dimensi ku jadi umur nya di percepat. " Kata nya dengan santai tapi cukup untuk membuat mereka takut sampai mati.
"Kalau begitu, apa kah Zhu Wei boleh berlatih di dalam dimensi mu juga ?" Tanya Long Nie.
"Boleh saja tapi aku akan pergi dan tidak tahu kapan kembali. " Ucap nya dengan wajah sedih.
"Kami akan ikut perang selama itu bisa membuat Zhu Wei bisa berlatih. " Zhang Wei menghrla nafas mendengar ini.
Tiba tiba di tangan nya keluar sebuah pintu yang seukuran seorang manusia, itu adalah pintu dimensi keabadian.
Ribuan orang sudah berlatih di sana dan secara pribadi di latih oleh He Tianhu dan keluarga nya di dalam dimensi.
Jika dia perhati kan hubungan He Tianhu dengan Tu Long menjadi lebih dekat dan lebih dekat dari waktu ke waktu.
Ketiga orang itu masuk ke dalam dimensi Keabadian, beberapa orang mati di dalam dimensi keabadian karena kelelahan.
Zhang Wei yang mendengar kabar itu hanya diam dan tak menunjuk kan reaksi apa pun, dia membawa seluruh orang yang ingin ikut dengan nya. Orang yang akan pergi berjumlah sekitar 15 orang dan ada beberapa yang tidak dia kenal.
"Apa kah sudah semua ? Kita akan pergi sekarang juga ?" Tanya nya pada Jiu Zhi dan Tian Li.
"Ya semua nya sudah, Yan Yi dan Yin Yi juga memutus kan untuk pergi meski pun awal nya di larang oleh kakek mereka. " Kata Jiu Zhi.
"Hm, kalau begitu ayo kita pergi !" Ucap nya, kedua orang itu mengangguk dan masuk ke dalam Dimensi Fu Rong.
Lalu tidak lupa untuk pergi ke Dimensi Es Abadi dan menjemput Ju Jiangniang sesuai dengan janji nya.
Sesampainya di sana, Ju Jiangniang tampak sedang berlatih di pinggir paviliun.
"Jiangniang, lama tak bertemu kau berubah menjadi semakin cantik. " Ucap nya dengan senyum tulus.
"Zhang Wei ! Akhir nya kau pulang !" Kata Ju Jiangniang dengan air mata.
"Jangan menangis, kita akan segera pergi. Hari sudah mulai gelap dan waktu kita tidak banyak. " Ucap nya.
" Kau akan segera pergi ? Aku akan pamit terlebih dahulu kepada orang tua ku. " Kata Ju Jiangniang.
"Hm pergi lah pamit terlebih dahulu, apa kah kau di izin kan atau tidak ? Jika tidak jangan memaksa orang tua mu. " Kata nya dengan lembut.
"Aku pasti akan pergi dengan mu, tunggu kabar baik dari ku !" Kata Ju Jiangniang langsung berlari ke dalam rumah.
Sedang kan dia duduk di luar sambil memandang langit yang mulai gelap dan bulan yang mulai menunjuk kan diri nya.
"Apa kah yang kulakukan ini benar ? Atau ini malah membawa orang terdekat ku ke kematian ?" Gumam nya dengan bimbang.
Di satu sisi dia ingin membawa seluruh teman nya dan berjuang bersama, itu juga mencegah kalau teman nya akan terluka di serang iblis ketika dia sedang berperang.
Tapi di satu sisi dia tidak bisa melindungi semua orang, di tengah kebimbangan nya ini Tu Long keluar dan duduk di sebelah nya.
"Jangan takut, kami pasti akan mengikuti mu baik mati atau pun hidup. Jika hidup maka kita akan hidup bersama maka jika mati kita juga akan mati bersama. " Kata Tu Long memberikan semangat untuk nya.
"Ya kau benar, kita sudah mengucap kan janji itu sebelum nya. Seharus nya aku tak meragukan kalian, maaf kan aku. "Ucap nya, kebimbangan nya tidak hilang tapi paling tidak sudah berkurang banyak.
1 Jam Kemudian
Ju Jiangniang keluar dengan wajah gembira dan di penuhi semangat.
"Apa kau di perboleh kan ?" Tanya nya.
"Ya aku di perboleh kan ! Awal nya ayah ku melarang, tapi dia sadar jika aku harus pergi mencari pengalaman dan berharap aku bisa pulang dengan selamat. " Kata Ju Jiangniang .
"Tenang, aku pasti akan membawa mu pulang dengan selamat. " Ucap nya dengan penuh rasa percaya diri.
Ju Jiangniang yang mendengar itu pun tertawa ringan dan langsung bertepuk tangan.
"Ayo pergi, aku takut kita akan terlambat. " Ajak nya yang di angguki oleh Ju Jiangniang dengan antusias.
Bonus : 2 / 2
__ADS_1