PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
Chapter 152 - Monster Tingkat Tinggi


__ADS_3

Wang Xi Rong, mengerut kan dahi saat melihat seringai milik Zhang Wei. Wang Xi Rong merasa ide yang akan di katakan oleh Zhang Wei sudah pasti lah tidak beres.


"Menurut mu, berapa banyak monster yang akan datang ?" tanya nya sambil menyeringai.


"300? 500?" Kata Wang Xi Rong ragu ragu.


"Kalau begitu, tidak buruk. " Dia menyayat tangan nya dan darah nya menetes ke tanah.


Lalu ia mengulur kan tangan nya ke arah Wang Xi Rong.


"Obati luka ku, kata kakek Qian, kau bisa menyembuhkan luka seseorang. " kata nya dengan santai.


"Baik." kata Wang Xi Rong lalu memegang luka nya, dan luka nya perlahan lahan tertutup.


"Terima kasih , sekarang kita harus menabur kan beberapa gram bubuk bunga Xun Yi Cao. " kata nya.


"Kau memiliki bubuk bunga Xun Yi Cao ?" tanya Wang Xi Rong dengan heran.


"Hm, beberapa kilogram bubuk Bunga Xun Yi Cao. " kata nya dengan santai.


Grrr grrr


"Seharus nya mereka akan segera datang, Ayo berpisah dan lihat siapa yang membunuh lebih banyak. " kata nya sambil menyeringai.


"Baik, siapa takut ? Hati hati, bisa saja ada monster tinggi, kau hanya perlu berteriak dan aku akan menghampiri mu. " kata Wang Xi Rong.


"Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan hal bodoh untuk diri ku sendiri. " kata nya tersenyum tipis.


"Bagus lah kalau begitu, aku bisa tenang. Ingat terus waspada, bukan hanya terhadap monster tapi manusia juga bisa menjadi ancaman utama. " kata Wang Xi Rong sebelum meloncat ke pohon pohon.


Dia tertawa kecil dan mengeluarkan pedang Api Phoenix untuk bersiap siap, sekarang Pedang Jiwa Naga nya, menjadi lebih kuat dari sebelum nya.


Dia mengikuti jejak Wang Xi Rong untuk melompat ke pohon pohon, dia tinggal menunggu monster datang.


"Ah, ini dia mangsa ku. " kata nya sambil tertawa.


Ada 5 monster menengah yang terus mengaum dan menggila karena mencium bau darah manusia, dia melompat ke tanah tepat di hadapan ke 5 monster itu.


"Naga menghancur kan bumi !!" Teriak nya, dia akan menggunakan jurus ini.


Karena penggunaan Naga Menghancur kan Bumi nya sudah hampir mencapai kata sempurna.


3 monster menengah itu langsung hancur terbelah menjadi beberapa potong karena serangan nya, dan 2 yang lain nya berada dalam kondisi yang lumayan buruk.


"Kalian berdua, aku tidak perlu lagi menggunakan jurus karena hanya dengan tebasan kosong, dapat menarik nyawa kalian. " Gertak nya dan membuat kedua monster itu meminta pertolongan.


"Bagus, ini lah yang ku ingin kan. Kalian sudah tidak berguna lagi. Jadi pergi lah menyusul teman kalian yang lain. " kata nya dan menyelesaikan mereka.


"Huh, bahkan para monster yang tidak memiliki otak dapat membantu satu sama lain. Sedang kan manusia, saling bertarung satu sama lain, bahkan beberapa memilih berkhianat. " gumam nya sedih.

__ADS_1


Beberapa manusia dari dimensi atas dan dimensi menengah sudah mengetahui ancaman yang di berikan oleh Iblis.


Tapi nyata nya mereka bahkan memilih untuk menjadi kaki tangan iblis seperti Kuil Api Surgawi atau Sekte Pedang Es.


Ini juga salah satu hal yang membuat ke 7 iblis besar menjadi semakin kuat karena menghirup dosa dosa yang di buat oleh manusia.


Sedang kan kebaikan sendiri perlahan lahan mulai memudar dan membuat 7 kebajikan utama menjadi melemah.


Grrr


Raungan monster membuat nya tersadar dari lamunan nya tentang 7 dosa mematikan dan 7 kebajikan utama.


"Kalian, akan ku jadikan sebagai bahan kultivasi ku jadi menyerah lah. " kata nya dengan dingin.


Waktu berjalan begitu cepat hingga tidak terasa ia telah membunuh lebih dari 200 monster menengah.


"Aku akan mengambil inti monster dan mencari Wang Xi Rong. " kata nya dengan santai mengambil inti monster.


Sejak tadi ia tidak banyak membuang tenaga karena para monster itu banyak melakukan perlawanan yang tidak berguna di hadapan nya.


Sesudah mengumpul kan semua nya, dia berjalan menuju utara untuk mencari Wang Xi Rong. Dia terkejut karena Wang Xi Rong, sedikit kewalahan karena monster.


Monster monster yang mengelilingi Wang Xi Rong adalah monster tingkat tinggi atau setara dengan tingkat 9 ranah bumi.


Lalu ada sekitar 20 monster tinggi yang mengelilingi tubuh Wang Xi Rong dan ternyata ada 3 laki laki yang sedang mengincar Wang Xi Rong.


"Hm, hanya tingkat 7 ranah bumi dan yang satu nya lagi tingkat 8 ranah bumi. " kata nya dengan dingin mendengus dan memilih untuk menyelesaikan ke 3 orang ini terlebih dahulu sebelum membantu Xi Rong.


"Lihat lah, tubuh nya begitu indah. Di tambah dengan keringat yang membasahi tubuh nya. " kata salah satu pria sambil menjilat bibir nya.


"Kau benar, lihat lah wajah nya yang cantik. Ia pasti akan kelelahan setelah melawan begitu banyak monster tingkat tinggi. " kata yang satu lagi dengan senyum mesum.


"Kau benar, dia pasti tidak akan bisa menolak kita. Aku akan bermain dengan nya hingga puas. " kata yang satu lagi sambil tertawa.


"Sayang sekali, kalian menemukan lawan yang salah. Kalian ingin menyentuh nya sama saja menyinggung Dewa. " kata nya dengan dingin, mungkin beberapa orang menganggap kata kata nya sedikit berlebihan.


Tapi bagi nya itu tidak akan berlebihan sama sekali, karena para Dewa terutama Qian Bei tidak akan tinggal diam.


"Siapa kau ?!"tanya mereka dengan waspada.


"Tentu saja orang yang akan mencabut nyawa kalian, karena kalian berani berani nya ingin menganggu teman ku maka kalian harus menanggung konsekuensi nya. " kata nya dengan datar.


"Ha, memang nya kau bisa apa ?! Dasar pria cantik !" kata salah satu pria itu dengan marah dan iri.


"Huh, Envy dan Lust adalah kombinasi yang indah. " kata nya yang tidak di mengerti oleh ketiga pria itu.


(note : Envy : Iblis yang menyebar kan rasa iri


Lust : Iblis yange menyebar kan rasa nafsu)

__ADS_1


"Apa yang kau maksud bocah cantik ?" teriak salah satu dari mereka.


"Sudah lah ,kita langsung saja menyerang nya. Aku sudah tidak sabar ingin merobek wajah nya. " kata salah satu dari mereka dengan bengis.


"Apa kau tahu ? Tong kosong nyaring bunyi nya, itu adalah kata kata yang sangat cocok untuk menggambarkan kalian. " kata nya dengan mudah memukul mundur ketiga badut itu.


"Kalian telah berhasil membuat ku merasa geli, kalian mungkin lebih cocok menjadi pelawak atau pun menjadi seorang badut. " kata nya sambil tertawa kecil.


"Naga Menghancur kan Bumi !!" kata nya dengan santai dan ketiga orang itu hancur.


"Saat nya untuk musuh yang sebenar nya !! " kata nya melompat, dan tepat saat seekor monster tinggi ingin menerkam Xi Rong dari belakang.


Ia segera menebas nya, dan mengalah kan yang lain nya dengan mudah. Dan saat ia sudah selesai, Xi Rong jatuh ke tanah dan pingsan.


"Hmm ? Racun ? " gumam nya saat melihat dahi Xi Rong.


"Mungkin ini ulah ke 3 pria baji*ngan tadi, sungguh tindakan yang tercela. Untung aku memiliki bahan bahan untuk membuat penawar nya. " kata nya dengan bangga.


Dia menggendong tubuh Xi Rong yang ringan dan menaruh nya di bawah sebuah pohon yang rindang.


Dia mengeluar kan kuali nya dan tidak lupa membuat penghalang untuk melindungi mereka berdua.


"Bunga Bai He, 30 gram. Bunga Yangganju, 5 gram. Bunga Fu Rong, 12 gram. Ginseng Darah berumur 50 tahun, 20 gram. Satu inti monster menengah. " gumam nya menyiapkan barang apa saja yang di butuh kan nya.


Dia mengeluar kan api guna untuk memanas kan kuali obat nya yang berharga. Dia perlahan lahan menuang satu persatu bahan pembuatan obat.


Lalu mengontrol api supaya pil yang di buat memiliki kualitas yang baik serta tidak gosong.


30 menit berikut nya


Dia membuka tutup kuali dengan penuh harap dan terkejut melihat 13 pil dengan warna oranye muda.


"Wah ini bagus, semua nya dalam kualitas baik dan tidak ada pil gagal. Mau ku beri nama apa ya pil ini ? Ah nanti saja yang penting berikan dulu pada Xi Rong. " gumam nya.


Dia mengambil salah satu pil dan membuka mulut Xi Rong dengan perlahan lahan dan membantu Xi Rong mencerna obat yang telah di buat nya.


Tubuh Xi Rong yang sebelum nya pucat menjadi lebih berwarna dan napas Xi Rong juga menjadi lebih stabil.


"Nah , dengan begini sudah selesai. Entah kenapa, aku merasa senang jika berhasil mengobati penyakit orang lain !!" kata nya dengan penuh semangat.


Malam sudah tiba tapi Xi Rong masih belum kunjung sadar, ia mengerut kan dahi bingung dengan hal yang menimpa Xi Rong.


Dia meneliti tubuh Xi Rong dan menepuk dahi nya saat melihat ada gigitan ular di pergelangan kaki Xi Rong.


Dia mengangkat kaki Xi Rong dan menebak ular apa yang mengigit Xi Rong.


"Ular Rumput Beracun, ular ini lumayan beracun. Jika aku yang di gigit nya, maka ular itu hanya akan sia-sia karena untuk racun rendahan ini, tidak berguna untuk tubuh ku. " kata nya .


Dia melepas alas kaki Xi Rong dan menempel kan bibir nya di gigitan ular tersebut, sebelum menghisap racun yang terdapat di dalam tubuh Xi Rong.

__ADS_1


__ADS_2