
Zhang Wei yang sedang berada di atas pohon membelalakan mata nya saat melihat seorang wanita cantik yang memberi uang kepada target nya.
Setelah wanita cantik itu memberi uang , langsung saja tangan wanita itu di tarik oleh pengemis itu. Zhang Wei buru buru mengikuti langkah target nya.
Hingga akhir nya berhenti di gudang sebelum nya, dia melempar pedang nya ke arah target nya. Seperti perkiraan nya , target nya melepaskan wanita itu.
"Guru." kata wanita cantik itu sambil terisak.
Itu adalah Hu Yin , dia menghela nafas pelan sebelum menghapus air mata yang ada di wajah murid nya itu.
"Bukan kah sudah ku bilang untuk tidak pergi sendirian ?" tanya nya dengan wajah datar.
Gadis kecil itu menenggelamkan kepala di dada nya.
"Aku pergi dengan kakak Ling , tapi saat dia sedang pergi untuk membelikan ku makanan. Aku justru pergi dan melihat pengemis ini , karena kasihan aku memberi nya seluruh uang yang ku miliki." kata Hu Yin sambil nangis tersedu sedu.
"Sudah, kau ganti pakaian mu. Mandi lah dulu dan menenangkan diri mu, ingat untuk tidak berjalan sembarangan lagi." kata nya sambil menepuk pelan kepala Hu Yin.
Hu Yin pin menghilang atau lebih tepat nya masuk ke dalam dimensi milik nya.
"Siapa kau ? Kenapa kau bisa mengikuti ku ?" tanya target nya yang tidak lain tidak bukan adalah Liang Yi.
"Awal nya aku hanya ingin memberi mu kematian yang mudah tapi karena kau sudah menyentuh murid ku yang polos , maka jangan harap untuk mati dengan cepat." Aura kematian yang begitu pekat keluar dari tubuh nya.
"Aku tidak menyentuh murid mu, kita tidak memiliki dendam satu sama lain. Lebih baik saling pergi atau kita akan sama sama terluka." kata Liang Yi dengan waspada tapi tidak menurunkan kesombongan nya.
"Ha ha ha apa yang membuat mu sangat yakin kalau kita akan sama sama terluka. Bukan kah lebih baik di coba terlebih dahulu ?" tanya nya sambil menyimpan pedang nya.
Dia lebih memilih untuk bertarung dengan tangan kosong.
"Baik lah kalau kau memaksa. Neraka tidak memiliki pintu tapi kau yang mendobrak masuk." kata Liang Yi sambil menyeringai.
Tiba tiba kuku serigala keluar dari tangan Liang Yi , dia menghindar saat Liang Yi ingin mencakar wajah nya. Tanpa di ketahui oleh nya , seluruh Desa Serigala dan desa desa sebelah sudah membicarakan Zhang Wei seharian.
Bahkan memuji nya dan memuja nya sebagai Dewa. Di tempat Zhang Wei , kaki nya menendang perut Liang Yi dengan kuat.
Manusia di depan nya ini langsung terjatuh ke belakang dan memuntahkan darah. Tak bisa ia pungkiri kalau sebenarnya kekuatan Liang Yi ini cukup besar.
Pantas saja prajurit yang Kaisar kirimkan untuk mengejar pemuda di depan nya ini semua mati dalam keadaan mengenaskan.
Jika Liang Yi ini masuk ke sebuah sekte maka sudah pasti akan menjadi seorang jenius bela diri tapi sayang nya pemuda ini memilih jalan seperti ini.
__ADS_1
"Kau ....... Siapa sebenar nya kau ? Aku tidak pernah mendengar Sekte Embun Salju Cabang Kota Chang Xue memiliki murid sekuat diri mu. Belum lagi umur mu masih terlihat muda , apa kau seorang tetua yang menyamar ?" tanya Liang Yi.
"Aku ? Aku seorang murid pengadilan dalam. Tidak ada yang bisa di bangga kan dari status ku." kata nya dengan datar.
"Tidak mungkin ! Tolong beritahu aku siapa diri mu ! Jika kau adalah tokoh terkenal dunia persilatan maka aku tidak akan pernah menyesal untuk mati di tangan mu." kata Liang Yi.
"Apa kau memiliki hak untuk memilih ? Kau harus membayar karena sudah membuat murid ku menangis. Setiap butir air mata nya adalah jumlah tulang mu yang akan di patahkan." kata nya dengan dingin sebelum berjalan mendekat menuju Liang Yi.
Liang Yi yang tidak bisa berdiri lagi mundur ke belakang dengan ketakutan hingga akhir nya tidak bisa mundur lagi.
Dia mendekat kan bibir nya di samping telinga Liang Yi sebelum berbisik.
"Ayo bersenang senang." kata nya dengan nada yang rendah.
"Tidak, aku tidak mau. Tolong lepas kan aku, aku bisa memberikan mu banyak wanita atau uang." kata Liang Yi dengan ketakutan melihat senyum Zhang Wei yang menawan tapi terasa mengerikan.
"Apa kau kira aku sedang kekurangan uang ? Apa kau kira aku kekurangan wanita ? Dengan kekuatan dan wajah ku ratusan ribu wanita di luar sana rela untuk menikah dengan ku." kata nya dengan dingin yang secara tak langsung menjatuhkan harga diri Liang Yi.
Dia tertawa ringan sebelum mematahkan tulang tangan kanan Liang Yi yang merupakan tangan yang di gunakan untuk menarik Hu Yin.
Duk
Perut Liang Yi di tinju dengan kuat , Liang Yi langsung memuntahkan darah. Liang Yi ini sekarang tidak lebih dari orang cacat yang tak berguna.
"Aku.... Lebih baik kau yang membunuh ku. " kata Liang Yi pasrah.
"Apa kau setakut itu dengan musuh mu ? Tapi baik lah ,biar kan aku mengabulkan permintaan mu." Zhang Wei menyeringai lebar.
3 Jam kemudian
Setelah menggantung mayat Liang Yi di depan salah satu kedai terkenal , seluruh kota Chang Xue langsung menjadi ramai.
Orang orang yang sudah di petik oleh Liang Yi datang untuk membalas dendam bahkan jika itu hanya mayat. Tapi semua nya merasa puas karena kondisi Liang Yi yang mengenaskan.
"Dengan begini kau bisa membayar sedikit dosa mu. Semoga tenang di alam sana Liang Yi." kata nya sebelum menghilang di dalam kerumunan.
Tugas selanjutnya adalah mengusir monster yang selalu datang setiap 5 tahun sekali di perbatasan antara kota Chang Xue dan ibukota.
Sesampai nya di gerbang perbatasan, dia melihat banyak sekali monster. Ini membuat nya menghela nafas berat.
"Pada akhir nya aku masih harus berhubungan dengan monster."kata nya, pelat milik nya berbahaya dan menunjuk kan angka 0
__ADS_1
"Apa kah ini yang tulis , tugas akan selesai jika membunuh 100 monster ?" Gumam nya ,dia menatap ke arah monster monster itu sambil tersenyum pahit.
Banyak orang yang sedang berburu dengan seragam sekte yang berbeda beda. Bahkan tidak sedikit orang dari Sekte Embun Salju.
"Saudara ku, apa kah kau mau bergabung dengan kelompok ku ? Jika kali ini berhasil maka setiap orang akan mendapat kan 10 kristal roh tingkat tinggi." kata pria gemuk di sebelah nya yang menggunakan seragam yang sama dengan nya.
"Maaf tapi aku tidak tertarik untuk masuk dalam suatu kelompok." kata nya sebelum menghilang di hadapan pria gemuk itu.
Dia langsung maju dan melompat ke tengah tengah monster , meski pun raungan monster sangat menyakitkan telinga.
Zhang Wei masih bisa mendengar kan beberapa ejekan dari orang orang yang berdiri dekat dengan nya.
"Lihat lah pemuda itu, sangat bodoh. "
"Di bayar berapa sampai rela untuk menjadi umpan bagi kelompok nya." kata yang lain.
"Dia terlalu menganggap diri nya tinggi." kata yang pertama dengan nada yang sangat merendahkan.
Zhang Wei tidak memerdulikan ejekan itu dan fokus dengan buruan nya. Dia mengelak ke kanan ke kiri dan menunduk atau bahkan berguling guling untuk menghindari kemarahan monster.
Sesuai dengan perkiraan nya , angka yang ada di pelay pengenal nya terus menerus bertambah.
"Pedang Angin Barat : Tahpa 10 !" Raung nya.
Badai topan besar langsung menghantam tubuh monster dan membantingnya, rambut panjang Zhang Wei berkibar dengan anggun.
Seluruh lingkaran sekitar nya di penuhi kabarin api yang membakar membuat orang orang berteriak ketakutan. Bahkan tidak sedikit yang berlari sambil menangis.
Angka yang ada di pelat pengenal nya langsung bertambah secara tak terkendali, setelah semua nya selesai.
Dia mengubah tanah itu menjadi es yang sangat dingin. Api langsung mati , bahkan pakaian nya berubah menjadi es.
"Apa ?! Pemuda itu memiliki dua elemen yang sangat bertentangan !"
"Siapa dia ?! Aku bahkan belum pernah mendengar nama nya !"
"Dia adalah murid tetua Jiangniang Sekte Embun Salju dan orang yang menyelesaikan 3 tantangan dengan nilai sempurna !" Teriak seseorang.
Dia tidak menoleh meskipun identitas nya telah di ketahui, di ibukota obat milik nya sudah menjadi kabar gembira bagi banyak orang.
Beberapa wanita bangsawan memilih untuk mencetak banyak untuk menjaga diri dari permainan kotor politik istana.
__ADS_1
Saat ini harga pil itu naik ke tingkat yang tak bisa di bayangkan. Kota Chang Xue juga sudah di kejutan dengan kematian dua orang yang sangat membuat obat di kota mereka.
mereka tidak tahu kalau semua nya adalah kerjaan seorang pemuda , di perjalanan pulang dia bertemu dengan Nangong Ling yang terlihat sedang panik.