
Dia sudah lama tidak di tantang secara langsung oleh orang bodoh sejak tinggal di istana Kekaisaran Wei.
"Berani sekali kau ?!" Teriak pria berambut Putih.
"Kenapa tidak berani ? Kau bukan Kaisar, bukan dewa, bukan Tuhan. Jadi apa yang membuat ku harus takut dengan kalian yang bukan siapa siapa ?" tanya nya.
"Kau !! Tapi tunggu, baju mu bagus pasti kau anak keluarga bangsawan, kami dapat menjadikan mu sandera dan meminta banyak uang dari keluarga mu. " kata pria berambut hitam sambil menjilat bibir nya.
" Kalian berdua sungguh bodoh, jika aku kekuatan nya di bawah kalian, kenapa aku masih berani menantang kalian ?" tanya nya.
"Karena kau ingin menggertak kami !" kata pria berambut hitam sambil tertawa.
"Oh menggertak ya ? Bagus juga. " kata nya dengan santai lalu mengeluar kan aura yang sangat kuat.
Kedua pria itu di paksa untuk berlutut di hadapan nya, kedua pria ini hanya berada di tingkat penempaan pondasi.
"Kalian mengira kalau kekuatan kalian sudah cukup untuk mendominasi dunia, nyata nya kultivasi kalian bahkan tidak layak untuk di sebut kan. " kata nya sambil menendang kedua pria itu.
Kedua pria itu menggertak kan gigi dan berusaha untuk bergerak di bawah tekanan nya.
"Orang orang seperti kalian ini , hanya lah bentuk pemborosan. Bahkan seperti nya dewa menyesal telah memberikan nyawa kepada kalian. " kata nya dengan dingin.
"Kalian adalah anggota keluarga bangsawan Gui, tapi karena kalian tidak ingin mengotori nama keluarga kalian. Jadi kalian mengambil uang dengan diam diam dan tidak menggunakan nama keluarga bangsawan Gui. Apakah aku benar ?" tanya nya menginjak dada pria berambut putih.
Dia tahu ini dari baju di bagian dalam ini yang tertulis marga Gui.
"Ka... kau bagaimana kau tahu ?!" Teriak pria berambut putih dengan kesulitan.
"Itu, baju bagian dalam mu terlihat dan itu tertulis marga Gui. Apa kah kau kira aku adalah orang bodoh yang bahkan tidak bisa membaca dengan benar ?" tanya nya lagi.
"Ti... tidak, to... tolong lepas kan kami !!" kata kedua orang itu bersamaan.
"Kenapa harus melepaskan kalian ? Dengan begini, aku setidak nya mengurangi anggota keluarga Gui lebih cepat. Awal nya aku pikir hanya kepala keluarga dan keluarga inti yang memiliki keserakahan ternyata seluruh keluarga Gui tampak nya sangat serakah. Aku akan memilih untuk menghapus kalian semua secara permanen. " kata nya langsung membunuh kedua orang itu.
Karena ada nenek Lao di sana, ia langsung mengubah kedua orang itu menjadi abu.
"Nenek Lao, sebaik nya jika kau ingin membuka uang lebih baik di dalam ruangan, sehingga tidak menarik banyak perhatian orang lain." Saran nya.
"Ah, tuan sebaik nya kau segera lari. Keluarga Bangsawan Gui tidak akan membiarkan mu. " kata Nenek Lao dengan khawatir.
" Tidak apa apa, bahkan jika mereka ingin mengejar ku, mereka masih tidak layak. Lagi pula hanya hitungan waktu untuk keluarga Gui di hancur kan. " kata nya dengan dingin.
"Ah nenek Lao dan nona, aku ingin pulang dulu. Harap di simpan dulu pemberian ku , dan yang terakhir ini. " kata nya mengeluarkan buku kecil yang berisi seni bela diri.
Dia memberikan seni bela diri tingkat menengah yang nama nya adalah Tinju Ular Pembakaran, tinju ini mudah di olah untuk orang yang tidak pernah mengolah kultivasi atau Qi.
"Tuan Muda, ini adalah teknik kultivasi yang sangat berharga. Apa tidak masalah jika kau memberi ini kepada kami ?" tanya Nenek Lao berusaha menahan rasa bahagia nya.
"Tidak akan ada masalah, di dalam nya sudah ada panduan untuk mengumpulkan Qi, aku harap kalian dapat tetap rendah hati nanti nya. " kata nya lalu berjalan pergi.
Tentu nya sebelum pergi ia membuat pelindung yang bisa ia kendalikan, jadi jika ia merasa ada aura yang berbahaya, maka ia bisa langsung menuju panti asuhan itu.
Tinju Ular Pembakaran memiliki kekuatan yang bertumpu pada tangan sehingga mudah di gunakan oleh siapa pun.
Ia mendapat kan nya dari Sekte Tombak Emas. Jadi tidak akan ada masalah kalau nanti panti asuhan itu menggunakan seni bela diri , Tinju Ular Pembakaran.
Dia tersenyum tipis melihat bakpao dan roti daging yang sudah habis bahkan sebelum ia sampai di istana.
__ADS_1
Ia berjalan kembali menuju rumah bibi bakpao itu dan mengetuk nya dengan perlahan lahan , tidak lama bibi itu keluar dengan suami nya.
"Ah tuan muda, apa ada yang bisa kami bantu ?" tanya mereka berdua dengan hormat.
"Iya, paman bibi, aku ingin memesan 500 bakpao dan 500 roti daging untuk besok. Berapa harga nya aku akan bayar sekarang ?" tanya nya langsung.
"Eh.. 5 koin emas, tapi karena tadi tuan sudah membayar lebih, jadi tuan tidak perlu membayar lagi. " kata paman itu.
"Tidak perlu seperti itu, aku akan membayar lagi jangan menolak ku. Aku harap besok saat aku datang, makanan nya sudah siap. " katanya lalu berjalan pergi.
Dia memberi 50 koin emas lagi, karena dengan pemasukan nya saat ini mengeluar kan uang sejumlah itu hanya lah seperti mencabut satu helai bulu domba.
Pemasukan nya sehari dapat mencapai 50 sampai 80 ribu koin emas dari kedai Zhang Xin, sedang kan untuk Toko Obat Purnama bisa mencapai 150 sampai 200 ribu koin emas.
Itu adalah penghasilan bersih setelah di bagi dengan milik teman teman nya, terutama Tu Long dan Yao Xin.
Kaisar Wei yang mengelola bagian Kekaisaran Wei juga mendapat kan keuntungan banyak dari bisnis ini.
3 Hari kemudian
Ia sudah duduk di sebelah kaisar Wei, kursi yang di duduki nya sama mewah nya dengan kursi yang di miliki oleh Kaisar Wei.
Jika ia berada di kanan maka Tu Long berada di sebelah kiri Kaisar Wei. Di depan mereka sudah ada para menteri di sertai dengan perwakilan atau ketua dari 7 keluarga bangsawan yang ada di Kekaisaran Wei.
"Baik lah, aku mengundang kalian untuk membahas tentang penemuan tuan Zhang Wei tentang tempat yang tidak terurus dan lingkungan yang masih sangat buruk. Tuan Zhang berpikir kalau ada korupsi dan berniat untuk menuntaskan nya, Aku pun setuju dengan gagasan tuan Zhang." kata kata Kaisar Wei membuat beberapa menteri berkeringat dingin.
"Aku ingin siapa pun yang berhasil membawa 1 orang yang korupsi maka kalian bisa mendapat kan 30 koin emas untuk setiap orang yang korupsi. Untuk yang korupsi, mereka akan di penggal di depan umum. " kata Kaisar sambil menyeringai.
Seorang Menteri dengan jubah yang mewah berdiri lalu menunjuk seorang Menteri dengan pakaian yang lumayan lusuh.
"Kaisar ! Aku kebetulan melihat Menteri Xiao, korupsi uang untuk bantuan masyarakat. Saat aku ingin melapor kan nya, ia berusaha mengancam ku. " kata Menteri yang bernama Zhu itu.
"Tidak ! Kaisar, aku tidak melakukan nya !" Kata Menteri Xiao dengan panik dan segera bersujud di hadapan Kaisar.
"Kaisar, dia ingin berbohong. Aku jelas jelas melihat nya menyimpan uang uang itu. Lalu dia membayar ku untuk menutup mulut tapi aku menolak nya dan terus berusaha untuk memberi tahu nya ke Kaisar, aku harap Kaisar tidak tertipu dengan tampilan nya yang lusuh. " kata Menteri Zhu berpura pura menjadi korban yang tersakiti.
"Baik lah, untuk saat ini Menteri Xiao akan di bawa lebih dulu ke belakang. Pengawal, bawa Menteri Xiao. " perintah Kaisar.
Di dalam hati Menteri Zhu, dia tersenyum senang melihat Menteri Xiao yang terus memohon ampun.
' Dengan begini, aku bisa terus mengkorupsi uang tanpa takut ada Menteri yang akan membocorkan nya. Aku akan menggunakan kesempatan ini sebaik baik nya untuk menyingkirkan Menteri jujur sebanyak mungkin. ' gumam Menteri Zhu dalam hati.
Tanpa di sadari nya, Zhang Wei dan Tu Long mengetahui apa saja yang di pikir kan oleh Menteri Zhu.
Tersangka terus terusan bertambah hingga 18 orang dan 3 di antara nya adalah kepala keluarga bangsawan.
Yang ada di dalam ruangan hanya lah orang orang yang korupsi.
"Terima kasih atas kerja sama kalian semua yang telah sangat jujur, terutama Menteri Zhu. " kata Kaisar, Menteri Zhu langsung memasang wajah bangga.
"Menteri Zhu, sangat lah jujur, bahkan karena terlalu jujur dalam kurun waktu 10 tahun menjabat menjadi Menteri, kau sudah memakan 30 juta koin emas milik Kekaisaran dan 500.000 koin emas milik Tuan Zhang. " kata Kaisar Wei sambil menyeringai.
"Tunggu ! Apa maksud mu Yang Mulai ?! Aku tidak memakan uang apa pun !" kata Menteri Zhu dengan keringat dingin.
"Lalu bisa kau jelas kan, bagaimana kau membeli seluruh aset yang tertera di kertas ini ? Kau tidak memiliki bisnis , dan jika seluruh gaji mu di total kan maka kau akan mendapat 2 juta koin emas setelah bekerja 10 tahun menjadi menteri !!" kata Kaisar dengan suara yang tinggi.
"Tapi... Kaisar !!" Menteri Zhu jatuh ke tanah dengan lemas saat di tekan oleh aura Zhang Wei.
__ADS_1
"Bunuh seluruh keluarga menteri Zhu. " perintah nya pada prajurit Kekaisaran.
"Jangan, lebih baik jual seluruh wanita dari keluarga menteri Zhu ke rumah bordil dengan harga murah atau bangsawan bangsawan kecil. Aku yakin mereka pasti menyukai nya. " kata Kaisar dengan dingin.
"Bukan ide yang buruk, dari pada di bunuh dengan sia sia. " Kata Tu Long setuju.
"He em, ambil seluruh aset dan berbagai harta milik menteri Zhu, bakar rumah nya. " perintah Kaisar dengan tegas.
"Baik, tuan Zhang, Kaisar, Tuan Tu. " kata Jenderal itu sambil menunduk kan kepala.
"Tunggu !! Jangan sentuh keluarga ku atau aku akan membunuh mu !!! Jangan bawa anak dan istri ku !!" Teriak menteri Zhu dengan gila dan berusaha melepas kan diri dari aura nya.
"Mau kemana kau ? Jika aku berkata tidak maka tidak, jika aku belum melepaskan mu maka kau tidak layak untuk menolak. " kata nya tanpa ampun.
Dia membuat penjara khusus dengan Qi nya untuk menahan menteri Zhu di pojok ruangan.
"Lalu selanjutnya Keluarga Bangsawan Gui, kalian telah sangat berjasa dan hebat bahkan mengalah kan aku sendiri. Kalian menaik kan pajak sesuka hati dengan menggunakan nama ku, kalian merampas uang rakyat ku. Kau telah memakan setidak nya 45 juta koin emas milik negara dan 1,3 juta koin emas milik Tuan Zhang. Bahkan ada beberapa kepala keluarga bangsawan yang jujur menggunakan uang mereka sendiri untuk menutupi kekurangan uang yang di berikan, karena kau menyimpan nya. " kata Kaisar dengan emosi.
"Sungguh bagus sekali, kau memakan banyak sekali uang ku, sebaik nya aku turun tangan sendiri untuk menyelesaikan keluarga mu. " kata nya dengan dingin.
Ketua keluarga bangsawan Gui langsung bersujud di hadapan mereka bertiga dan memohon belas kasihan.
"Tuan Zhang, Kaisar, Tuan Tu, mohon maaf kan aku yang gelap mata dan memilih untuk mengikuti menteri Zhu yang sangat serakah itu. " kata Gui Yan.
"Kau !!" Menteri Zhu berteriak dengan geram.
"Kalau menteri Zhu yang mengajak mu, kenapa kau harus ikut ? itu pertanyaan pertama. Lalu, kenapa jumlah uang yang kau makan jauh lebih banyak dari pada milik menteri Zhu ?" tanya nya sambil menaik kan alis.
"Itu... itu hanya ke salah pahaman, ada beberapa aset milik menteri Zhu yang di titip kan nya untuk ku. " kata Gui Yan masih mencari alasan.
"Oh, begitu. Tapi aku dengar kemarin kalian menaik kan pajak 2 kali lipat karena Kaisar ? Bisa kah kau menjelaskan nya untuk ku ? Aku juga bertemu dengan 2 orang yang ingin merampok uang ku, aku awal nya berpikir kalau mereka adalah salah satu kelompok bandit tapi ternyata mereka menggunakan jubah Keluarga mu, jadi menurut mu bagai mana aku harus menanggapi nya ?" tanya Zhang Wei lagi yang membuat Gui Yan menelan ludah.
"Aku ingin seluruh keluarga nya di jadikan budak setelah melumpuh kan kultivasi mereka. " kata Kaisar.
"Baik lah aku yang akan melakukan nya sendiri. " kata nya dengan ceria.
"Jangan... Jangan aku akan mengembalikan uang dan harta serta benda benda yang lain nya !!" kata Gui Yan.
"Kau sudah memilih untuk berbohong, lagi pula setelah membunuh mu, aku bisa mengambil sendiri yang mana menjadi uang ku. " kata nya.
30 menit kemudian seluruh orang sudah di tetap kan hukuman yang keluarga nya akan terima.
Total dari 5 juta koin emas yang di keluar kan oleh Zhang Wei. 3,7 juta koin emas berada di ke 13 orang ini.
Keluarga Bangsawan Gui yang paling banyak korupsi, jadi dia sendiri yang akan mendatangi sambil menyeret Gui Yan.
Sedang kan Tu Long pergi ke tempat keluarga Bangsawan yang lain dan Kaisar Wei juga melakukan hal yang sama.
Sesampai nya di pekarangan rumah Gui Yan, dia melempar Gui Yan ke tanah yang menjadi sorotan semua orang.
"Ketua !!" Panggil mereka dan berusaha ingin menyelamat kan Gui Yan.
"Sungguh tempat yang indah, kau bahkan bisa membuat pintu yang terbuat dari emas. " kata nya mengelus gerbang emas milik Keluarga Bangsawan Gui.
"Siapa kau ?!" Seorang Wanita paruh baya keluar dari kerumunan dan berteriak ke arah nya.
Meskipun ia sudah terkenal dengan gerakan besar besaran nya untuk menolong dan mengubah tempat kumuh, masih tidak banyak orang yang dapat bertemu langsung dengan nya.
__ADS_1
"Aku... Kau tidak layak untuk mengetahui nama ku ! Oh emas yang bagus, serta berlian yang baik. Kau bahkan menggunakan berlian sebagai gelang kaki dan emas asli untuk hias kepala, Gui Yan, apa ini hasil korupsi mu juga ?" tanya nya sambil menendang tubuh Gui Yan yang tidak berdaya.
"I.. itu, adalah salah satu hasil dari korupsi ku. Itu saat Kaisar memberikan uang untuk memastikan kesehatan rakyat rakyat nya. Kami semua mendapat kan 1 juta koin emas dari kegiatan itu. " kata Gui Yan dengan terputus putus.