PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
264. Laba Laba Raksasa


__ADS_3

(Note : Buat yang masih belum ngerti, Zhang Wei ini memutuskan untuk berjalan sendiri dan mencari pengalaman. Tapi ternyata dia ketemu sama Qian Xun dan oleh Qian Xun di bawa ke gua kematian yang merupakan tempat dengan elemen api paling baik. Kemungkinan besar perang akan segera terjadi, yang seharusnya masih 7 tahun , mungkin akan terjadi lebih cepat. Zhang Wei akan segera menjadi kuat dan sebentar lagi cerita ini akan habis, perkiraan author cerita ini akan habis di chapter 350 sampai 400. Lalu akan di lanjut series 2 yang menceritakan tentang 4 orang pilihan selain Zhang Wei dan Wang Xirong.)


Formasi Lotus Es mengurung kedua laba laba raksasa itu dan menekan mereka dengan kejam. Mereka mengeluarkan raungan menyedihkan dari dalam kurungan.


Zhang Wei menghela nafas lega karena melihat Formasi Lotus Es yang berhasil menahan kedua laba laba raksasa ini.


Kedua laba laba raksasa itu terus menerus berusaha untuk keluar, raungan menyedihkan berubah menjadi raungan kemarahan.


Dia menatap dengan dingin ke arah kedua laba laba itu sebelum mengangkat pedang nya, dia melompat tepat di atas salah satu kaki laba laba pertama.


"Naga Menghancurkan Bumi !" Raung nya.


Cling


Pedang nya seperti menabrak sesuatu yang sangat keras , ini membuat nya mengerut kan dahi. Lalu menekan pedang nya lebih keras agar menembus perut laba laba raksasa yang pertama.


"Arghhh !" Raung nya.


Slsshh


Suara tubuh yang pecah menggema kemana mana , dia sudah berhasil mengalah kan laba laba pertama. Laba laba kedua yang melihat teman nya meninggal , bukan nya ketakutan melainkan menjadi lebih marah dari sebelum nya.


Bahkan menatap Zhang Wei dengan nafsu membunuh yang begitu besar, seolah olah mereka telah memiliki dendam selama beratus ratus tahun.


Dia menyeret pedang nya mendekati laba laba itu sebelum membunuh nya.


"Shhh !" Suara desisan terdengar dari mulut laba laba itu sebelum benar benar meninggal.


Dia menghela nafas lega dan duduk di bawah pohon dengan nafas yang terputus putus. Tatapan nya terpaku pada bagian telapak tangan nya yang terluka akibat tergores benang milik laba laba itu.


Bum Bum Bum


Suara hentakan dari dalam hutan membuat hati nya bergetar.


"Sialan, makhluk apa lagi ini ?"Gumam nya dengan kalut.


Dia menatap ke arah hutan bagian dalam , dia langsung membelalakkan mata nya saat melihat lebih dari 10 laba laba raksasa menatap nya dengan penuh dendam.


"Astaga, aku melawan dua saja sudah membuat ku gemetar. Apa lagi ini ? Lebih dari 10 !" Teriak nya.


Laba laba yang paling besar maju dan menatap nya dengan penuh selidik.


"Manusia, kami sudah sangat lama tidak kedatangan manusia." kata laba laba itu yang membuat nya terkejut.


Seumur umur , baru kali ini dia melihat monster yang bisa bicara.


"Jangan terkejut, aku adalah salah satu tuan yang ada di tempat ini. Aku adalah monster ribuan tahun sehingga aku bisa bahasa manusia. Sudah sangat lama kami tidak kedatangan manusia, apa lagi makanan empuk seperti mu." kata Raja Laba laba raksasa dengan lapar.


"Setiap hari kami harus membunuh dua di antara kami untuk mengenyangkan perut, tapi karena kau sudah datang kemari maka kami tidak perlu saling membunuh lagi." kata Raja Laba laba Raksasa sambil tertawa lantang yang membuat tanah menjadi sedikit bergetar.


"Kau ingin memakan ku ? Daging ku ini tidak enak. Apa kau tahu kalau aku memakan sayuran setiap hari ?" Ucap nya berbohong.


Tapi ternyata reaksi kecewa Raja laba laba yang sudah tergambar dengan jelas di kepala nya langsung hancur saat melihat langsung reaksi Raja Laba Laba.


Raja Laba Laba menatap nya dengan tatapan berbinar binar.


"Sudah sangat lama aku tidak makan sayur ! Hutan ini sudah kering dari 100 tahun lalu, ini membuat ku semakin bernafsu untuk memakan mu." kata Raja Laba Laba dengan semangat sebelum berjalan mendekati nya.


Ini membuat nya semakin putus asa, dia yakin dia tidak tidak bisa mengalah kan semua laba laba itu sekaligus.


Jadi jika dia maju sekarang, maka itu bisa di anggap sebagai bentuk upaya bunuh diri.


'Pasti ada cara.' Pikir nya dengan yakin.


Dia berlari menjauh dari arah Raja Laba laba, terlihat kalau Raja Laba Laba itu tetap santai ketika melihat nya berusaha untuk melarikan diri.


"Semua yang kau lakukan itu adalah hal yang percuma. " kata Raja Laba Laba sambil terkekeh melihat tingkah laku nya yang putus asa.


"Aku tidak peduli !" Teriak nya sebelum kembali berlari dengan sekuat tenaga, meski pun dia sudah berlari sangat cepat tapi Raja Laba laba itu terus menerus terasa dekat dengan nya.

__ADS_1


"Aku harus memikir kan cara lain atau aku akan kelelahan. " Gumam nya dengan pelan.


Dia berdiri di atas salah satu pohon yang telah di tebang entah oleh siapa.


"Pedang Angin Barat : Tahap 2 !" Teriak nya dan angin yang entah datang dari mana menghantam tubuh Raja laba laba dan anak buah nya dengan kuat.


Dia memanfaat kan situasi itu untuk kabur ke hutan yang lebih dalam.


"Kaki Angin Serigala !" Raung nya, kecepatan nya meningkat dengan pesat dan hanya meninggal kan debu di belakang nya.


Dia tidak berani menoleh ke belakang, karena dia yakin Raja Laba laba tidak akan di tahan dengan lama oleh jurus nya.


Di belakang Zhang Wei, jurus yang di guna kan oleh Zhang Wei membuat para laba laba raksasa itu merasa kesulitan.


"Sialan ! Anak itu membuat mata ku kemasukan pasir !" Teriak Raja Laba laba dengan marah.


"Kami juga tuan. " kata laba laba lain menggunakan bahasa laba laba.


Raja binatang berbulu itu mendengus pelan sebelum membantu anak buah nya untuk menyelesaikan masalah yang di buat oleh Zhang Wei.


Setelah beberapa saat yang penuh perjuangan, akhir nya seluruh laba laba di bebas kan dari pasir yang masuk ke dalam mata mereka.


"Kita kejar anak itu !" kata Raja binatang berbulu itu, yang di angguki oleh seluruh anak buah nya.


Mereka merasa marah karena di permainkan oleh Zhang Wei.


Di sisi lain, Zhang Wei yang sudah menghilang jauh ke dalam hutan menghela nafas nya dengan lega karena tidak lagi merasa kan keberadaan Raja Laba laba.


Bahkan tak jarang ia sesekali melihat ke atas untuk berjaga jaga agar tidak terjadi hal yang sama untuk kedua kali nya.


Grrr


Suara raungan harimau terdengar di telinga nya, dia menatap dengan penuh kengerian ke arah bawah pohon.


Di bawah sana sudah ada harimau yang menatap nya dengan lapar. Harimau itu meraung sekali lagi sebelum mendorong dorong pohon yang di duduki nya ini.


Dia yang duduk di ranting pohon yang kecil memeluk pohon dengan erat karena seluruh pohon sudah hampir jatuh.


Bum


Bum


'Sebenar nya di mana aku ini. berada ?!' Tanya nya dalam hati dengan putus asa.


Tidak lama, Raja laba laba raksasa bersama anak buah nya tampak muncul dari balik pepohonan. Dia hanya bisa berharap yang terbaik untuk diri nya sekarang.


"Apa yang kau lakukan di sini ?" tanah Harimau Emas pada Raja Laba laba raksasa.


"Manusia itu milik ku. " kata Raja Laba laba dengan angkuh.


Harimau itu meraung dengan sinis, tatapan nya begitu merendah kan Raja Laba laba.


"Dia sudah masuk ke area kekuasaan ku, kau hanya bisa menyerah untuk hal ini. " Balas Harimau emas, tak kalah angkuh.


"Aku tak mau menyerah, sangat sulit untuk mencari manusia sekarang. Lagi pula, kalian memiliki sumber daya yang lebih baik dari pada aku. Apa perlu untuk berebut dengan ku soal makanan ?" tanya Raja Laba laba dengan penuh kemenangan.


Dia bisa melihat kalau tempat atau daerah kekuasaan harimau ini masih lebih baik di banding kan laba laba raksasa.


Di sini masih ada beberapa pohon, termasuk yang sedang ia duduki. Ini seperti nya adalah pohon apel, sebuah keajaiban pohon apel bisa tumbuh di dataran yang sepanas ini.


"Terus kenapa kalau memang nya tempat ku lebih baik ? " tanya Harimau Emas yang membuat Raja laba laba terdiam sejenak.


"Kau harus nya membagi ku manusia ini, di tambah lagi aku memiliki banyak anggota sedang kan kau hanya bertiga. " kata Raja Laba laba dengan memelas sekaligus memojok kan Harimau Emas.


Harimau Emas tertawa pelan sebelum menanggapi kata kata Raja Laba laba dengan kata kata yang tajam.


"Dari awal tinggal di sini, siapa yang kuat akan tinggal di tempat yang lebih baik. " kata Harimau Emas.


Ini membuat Raja Laba laba marah.

__ADS_1


"Apa maksud mu mengatakan itu ? Apa maksud mu aku yang lebih lemah dari mu ?" tanya Raja Laba laba tersinggung dengan kata kata tajam Harimau Emas.


"Aku tidak mengejek mu hanya saja aku ingin bilang kalau tempat tinggal adalah cerminan kekuatan seseorang. " kata Harimau Emas itu dengan sinis.


Raja Laba laba berniat untuk langsung menyeranh tapi di tahan oleh bawahan nya.


"Sudah lah tuan, jangan perpanjang hal ini lagi. Akan sulit jika berhadapan dengan Harimau Emas. " kata bawahan nya dengan bahasa laba laba.


Ini membuat nya mengerut kan dahi, dia tidak mengerti sedikit pun tentang kata kata yang di lontar kan oleh bawahan laba laba kepada Raja nya.


"Bagai mana ? Apa kau tertarik untuk berperang ? Atau kau hanya sekuat ini saja ?" tanya Harimau. Emas sambil menunjukkan kuku kaki bagian depan nya.


"Kau ! Baik lah kalau kau memang menantang ku !" Teriak Raja laba laba yang sudah tak tahan lagi dengan sikap arogan milik Harimau Emas.


"Tuan, jangan lakukan ini. Ini akan membahayakan seluruh klan Laba laba raksasa. " kata bawahan Raja laba laba lagi dengan tampang memohon.


"Kau tenang saja, ini adalah anak nya. Karena aku. dengar tuan Harimau Emas memiliki tanduk Emas yang suci. " kata Raja Laba laba dengan percaya diri.


Raja laba laba tidak tahu kalau dia akan menyesal keputusan nya itu di masa depan karena sudah memutus kan untuk bertarung.


"Kalian semua mundur jauh, aku takut serangan ku akan mengenai kalian. " Laba laba yang lain mengangguk dan menjauh.


Sedang kan Zhang Wei yang masih berada di atas pohon dan tak bisa melarikan diri dari situasi mencekam ini, hanya bisa mengamati pertarungan dalam diam.


Harimau ini memiliki pertahanan yang kuat, kaki yang cepat, gigi dan kuku yang tajam. Sedang kan kalau laba laba raksasa memiliki pertahanan yang sangat kuat dan gerakan yang lumayan cepat.


Menurut pengamatan nya, kedua nya mungkin akan berakhir seri karena kekuatan mereka hampir berimbang.


Kedua monster tingkat tinggi itu mengambil posisi, Raja laba laba memutus kan utnuk menjadi penyerang yang pertama.


Harimau Emas tampak tak keberatan dengan hal itu, binatang buas itu mengangkat kaki nya untuk menahan serangan kekuatan penuh Raja Laba laba.


"Kau tak akan bisa melukai ku. " Ejek Harimau Emas.


"Humph ! Aku ingin melihat, seberapa lama kesombongan mu itu bertahan. " kata Raja laba laba dengan penuh tekanan.


"Sekarang adalah giliranku untuk menyerang. " kata Harimau Emas.


Harimau Emas meraung dan membuka mulut nya lebar lebar, dari dalam mulut Harimau Emas, keluar bolah cahaya berwarna putih susu.


Raja Laba laba yang melihat itu mendengus dan membuat perisai besar. Bola cahaya dan perisai itu bertabrakan dan menimbul kan ledakan kecil di sekitar nya.


Bahkan Zhang Wei yang berada di atas pohon dan jauh dari arena pertarungan, masih bisa merasakan ada nya gelombang Qi yang menghantam tubuh nya.


Raja Laba laba mundur ke belakang beberapa langkah dan menatap Harimau Emas dengan penuh kebencian.


"Jangan menatap ku seperti itu, jangan membuat ku seolah olah sudah membunuh kedua orang tua mu. " kata Harimau Emas setengah bercanda.


"Kau....... aku tidak akan melepas kan mu kali ini. " kata Raja Laba laba.


Lalu binatang berbulu itu melepas kan salah satu kaki nya yang menyerang Harimau Emas. Harimau Putih langsung membuat pelindung sebelum terlempar ke belakang , lumayan jauh.


Ini membuat nya sedikit khawatir, setelah ini dia bisa menyadari kalau ternyata Harimau Emas ini memiliki luka dalam.


Dengan susah payah, Harimau Emas itu bangun dan bersiap untuk kembali menyerang Raja Laba laba dengan segenap kekuatan yang tersisa.


Grrr


Cakaran yang besar terbentuk di langit dan bersiap untuk menyerang Raja Laba laba. Dia yang melihat ini melempar kan banyak baru kerikil dari dimensi nya ke arah Raja Laba laba.


Meski pun tidak mampu melukai Raja Laba laba tapi sudah cukup untuk mengalihkan perhatian binatang berbulu itu.


Raja Laba laba yang tidak menyadari rencana nya memakan umpan yang di beri kan nya dan terlambat menyadari cakaran yang di layang kan oleh Harimau Emas.


Raja Laba laba ingin berlindung tapi sudah terlambat.


Duar !!


Suara tumburan yang sangat besar terdengar, tubuh Raja Laba laba terlempar ke belakang ratusan meter. Bahkan tubuh nya, di lukai oleh cakaran Harimau Emas.

__ADS_1


Raja laba laba, bangkit dengan kesulitan sehingga memerlukan bantuan dari bawahan nya.


Bonus like 140 k : 1 / 2


__ADS_2