PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
272. Penaklukkan II


__ADS_3

Kaki nya dengan lincah menendang beberapa baru kerikil yang menargetkan mata Raja Laba laba.


Raja laba laba yang tidak siap dengan serangan itu tidak sempat menghindar dan terlempar ke belakang karena kerikil kerikil itu masuk ke dalam mata nya.


Zhang Wei tidak menyia nyia kan kesempatan itu dan langsung melompat ke bagian perut Raja Laba laba dan menusuk nya dengan sekuat tenaga.


"Arghhh !" Raja Laba laba meraung sebelum benar benar mati dan tubuh nya berubah menjadi sebongkah berlian sekepalan tangan berwarna hijau.


"Inti monster yang sangat besar. " Gumam nya , sebelum memungut berlian hijau itu dengan semangat.


Tatapan nya beralih ke laba laba raksasa yang tersisa, kedua laba laba raksasa itu gemetar ketakutan saat pandangan nya mendarat di kedua laba laba itu.


"Aku ingat, kemarin kalian lah yang memojok kan ku sehingga aku sangat sulit untuk memberi perlawanan kepada raja kalian. " Ucap nya sambil melangkah maju ke arah kedua laba laba Raksasa itu.


Kedua laba laba itu terlihat gemetar dan berjalan mundur dengan gugup.


Laba laba raksasa menatap nya dengan kesal sebelum maju dan menyerang nya, sedang kan yang satu lagi meraung seolah olah menahan teman nya.


Dia dengan senang hati melawan laba laba raksasa yang hanya menjadi mainan nya ini, bahkan Raja Laba laba sudah tak bisa lagi menjadi tandingan nya.


Bagai mana mungkin, laba laba imut ini bisa menyakiti nya.


Shh


Pedang nya menebas kepala laba laba yang terakhir, dia mengambil pedang nya dan membelah kedua laba laba raksasa ini.


Di dalam perut mereka, ada inti monster yang berukuran lebih kecil di banding kan milik Raja Laba laba.


Tubuh mereka juga tidak menjadi asap atau hancur, melainkan tetap utuh. Mungkin ini lah Raja laba laba memotong anak buah nya untuk di jadi kan santapan nya.


"Berjalan lah ke arah barat karena di sana akan ada Rakun berkali Enam. " Kata He Tianhu dari dalam dimensi.


"Baik lah. " Ucap nya, dia mengikuti kata kata He Tianhu dengan berjalan ke arah barat.


Baru berjalan sedikit, dia sudah bisa merasa kan keberadaan monster lain yang ia duga ini lah rakun yang di maksud oleh He Tianhu.


Untuk memperjelas dia melangkah maju dan melihat Rakun berukuran manusia dewasa dengan 6 kaki yang lumayan panjang.


"Nggh Manusia !" Kata Rakun berkali 6 itu dengan semangat.


"Sudah sangat lama sekali aku tidak bertemu dengan manusia, mungkin ini lah jalan yang di beri kan langit atas rasa lapar yang sudah melanda perut ku selama berhari hari." Kata Rakun itu dengan ucapan yang tidak terlalu jelas untuk ukuran bahasa manusia.


"Kau ingin memakan ku ?" Tanya nya.


"Tentu saja ! Lebih baik kau langsung menyerah saja." Kata Rakun berkaki 6 dengan ganas.


Sebelum berjalan maju dengan kaki nya dan saat sudah dekat dengan nya melayang kan cakar nya yang sangat tajam.

__ADS_1


Jika itu manusia biasa maka mereka akan mati karena satu cakaran dari monster aneh ini.


Tapi karena ini adalah Zhang Wei, maka serangan itu bukan lah serangan yang membahayakan bagi nya.


Rakun berkaki 6 ini hanya sedikit lebih kuat dari Raja Laba laba atau setara dengan He Tianhu.


Dia menghindar, lalu memutar mata pedang nya jadi ke arah belakang. Rakun itu langsung saja menghindar agar tidak terkena mata pedang.


"Kau lumayan hebat, tapi kau tetap akan mati di tangan ku !" Kata Rakun Berkaki enam itu dengan arogan.


Dia meloncat membentuk putaran di udara sebelum mengaitkan kaki nya di salah satu ranting pohon yang ada di tempat tandus itu.


Kepala nya berada di bawah sambil mengayunkan pedang nya, posisi nya saat ini benar benar persis seperti kelelawar.


Rakun Berkaki Enam itu menghindari seluruh serangan nya dengan mudah, tapi tidak menyangka kalau dia akan langsung melompat ke atas tubuh Rakun.


Dengan lompatan itu, dia menendang tubuh bagian belakang rakun hingga monster itu terlempar beberapa meter dan menabrak sebuah pohon.


"Kau ! Sialan !" Teriak Rakun itu dengan geram.


"Jangan marah, ini adalah pertandingan. Kau harus nya siap untuk di kalah kan siapa saja, kecuali kau sudah merasa paling kuat di sini. " Ucap nya.


"Diam ! Aku tidak butuh nasihat dari mu !" Kata Rakun itu sambil menahan emosi.


"Sabar, kata nya orang yang sabar akan di beri umur panjang loh. " Ucap nya sambil mengolok ngolok Rakun.


Bsssh


"Pedang Angin Barat : Tahap 1 !" Teriak nya, lalu Kentut beracun itu berbalik arah menyerang rakun itu dengan kuat.


"Ah ! Jangan kemari ! Jangan kemari !" Teriak Rakun dengan panik.


Rakun itu memberi kan perlawanan tidak berguna terhadap kentut nya sendiri sebelum jatuh pingsan tak berdaya.


"Ha ha ha aku baru sekali ini melihat rakun yang kalah karena senjata mereka sendiri. " Kata He Tianhu yang keluar dari dimensi dan mengamati Rakun Berkaki Enam itu dengan serius.


Dia memasuk kan sebuah pil ke dalam mulut Rakun Berkaki Enam, dan dalam hitungan menit yang singkat, Rakun itu sudah kembali sadar.


"Kau hanya memiliki dua pilihan, tunduk atau mati. " Gumam nya dengan pelan tapi tegas, cukup untuk membuat rakun itu ketakutan setengah mati.


"A aku akan tunduk kepada mu asal kau tidak membunuh ku. " Kata Rakun itu dengan cepat cepat, takut Zhang Wei berubah pikiran.


Rakun itu masih belum menyadari keberadaan He Tianhu yang berada di samping nya dan sekarang baru sadar.


"Ah ! Harimau Emas !" Teriak Rakun dengan wajah ketakutan.


"Kau harus melayani tuan ku dengan baik. " Kata He Tianhu dengan wajah dingin.

__ADS_1


"Te tentu saja, aku akan melayani tuan dengan buak. Jika aku memiliki niat jahat maka tuan bebas untuk membunuh ku. " Kata Rakun itu segera bersujud di kaki Zhang Wei.


"Hm, selamat bergabung dengan kami. " Ucap nya dengan ramah sebelum memberi tanda pada He Tianhu untuk segera membawa Rakun itu masuk.


He Tianhu mengangguk sebelum menarik Rakun itu menuju pintu dimensi yang di bentuk oleh nya.


Tujuan nya selanjut nya adalah Kuda Bergigi Emas, sangat aneh untuk memiliki gigi berwarna Emas.


Spesies Kuda gigi Emas itu juga tidak banyak. Kalau menurut apa yang di kata kan oleh Harimau betina itu maka, kuda gigi Emas ini hanya di Gua kematian atau tempat lain yang memiliki Suhu panas yang tinggi.


Karena kata nya untuk membentuk 1 gigi Emas mereka, para kuda itu harus berjemur di bawah matahari yang sangat terik selama berbulan bulan.


Jadi semakin banyak gigi Emas nya maka, biasa nya itu menandakan umur mereka lebih tua atau dewasa.


Dia berjalan maju dan dengan sedikit kesulitan untuk melewati semak semak berduri , dan di balik semak semak berduri ini adalah 3 Kuda yang setinggi manusia dewasa.


Dengan surai Emas, bola mata Emas yang sangat indah dan gigi nya ! Gigi mereka sangat berkilau seperti Emas murni.


Ketiga kuda itu tampak nya sadar dengan keberadaan nya dan langsung memasang kewaspadaan tingkat tinggi.


"Aku tidak berniat untuk melukai kalian, aku hanya ingin membawa kalian menjadi bawahan ku. " Kata nya dengan tenang sambil berjalan keluar dari semak semak.


"Kami akan menjadi bawahan mu apa bila kau berhasil mengalah kan kami semua !" Kata salah satu kuda yang paling besar.


"Itu benar ! Jika kau bisa mengalah kan kami bertiga maka kami akan tunduk pada mu !"Kata kuda Emas itu.


"Baik tidak masalah. " Ucap nya, dia senang dengan kuda kuda ini.


Tidak meremehkan nya sama sekali atau menganggap diri nya sebagai makanan, mungkin karena sumber daya di sini yang jauh lebih berlimpah di banding kan tempat rakun itu.


Tidak heran ketiga kuda ini meminta di kalah kan, karena jika mereka tidak meminta bertarung maka itu akan menjadi lebih aneh lagi bagi nya.


Kuda di kenal dengan sikap terhormat mereka dan memiliki harga diri yang tinggi tapi tidak membuat mereka bodoh.


Itu lah hal yang membuat nya menyukai kuda.


"Kaki Angin Serigala !"


"Pukulan Bintang Hitam : Tahap 3 !" Teriak nya, dia dengan kecepatan seperti angin, menghilang dan langsung muncul di bagian belakang kuda pertama sebelum memukul nya dengan erat.


Kuda pertama itu terluka dan tubuh menghantam batu, kuda itu mengeluarkan kan tangisan yang menyedihkan .


Dia sudah menahan sebagian kekuatan nya dan kuda itu masih begitu menyedih kan, teman teman nya yang lain menatap Zhang Wei dengan geram.


Tapi yang di tatap hanya tersenyum kecil dengan rasa bersalah.


"Maaf kan aku, aku sudah menahan setengah kekuatan ku, tidak menyangka masih akan melukai nya seperti itu. Sekali lagi, mohon maaf kan aku. " Kata nya sambil menunduk karena merasa bersalah.

__ADS_1


"Haih, sudah lah. Kami akan mengikuti mu, tapi tolong beri pengobatan pada teman kami sebagai ganti nya." Kata kuda yang paling kecil dengan bijak.


"Tentu saja aku akan mengobati nya, bagai mana pun kalian akan menjadi bawahan ku dan kondisi kalian adalah yang terpenting. " Ucap nya dengan senyum sambil membawa seperangkat peralatan untuk membersihkan luka terbuka.


__ADS_2