PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
168. Mencari Masalah II


__ADS_3

"Pergi lah, aku tidak ingin melihat wajah mu lagi." kata nya menatap merendah kan pada An Hao dan pengikut nya.


"Senior Li, bantu aku untuk memusnah kan anak sialan ini !" Teriak An Hao pada orang tua yang baru memunculkan diri.


"Pendekar muda, sebaik nya kau lebih sopan terhadap tuan muda sekte kami. Atau kau akan menyesal. " kata Senior Li memberi peringatan.


"He he, bukan kah dia yang memulai untuk menganggu ku? kenapa aku yang di peringati? Ah tapi sudah banyak ahli yang mengatakan kalau dunia ini memang tidak adil. " kata nya menyeringai.


"Kau bahkan tidak menjawab pertanyaan ku, sungguh menyedihkan. "


"Kau ! Sekte kami tidak akan dengan mudah melepas kan mu -"ucapan senior Li terpotong.


"Aku menunggu kedatangan Sekte Awan Ungu, sekarang pergi lah. " kata nya mengeluar kan aura kematian nya yang membuat An Hao jatuh.


"Menyedihkan, kau bahkan tidak bisa menahan aura kematian yang sekecil ini. " Ejek nya.


An Hao ini, sudah jauh lebih tua dari nya tapi tidak lebih kuat dari nya sedikit pun. Tapi tetap di sebut sebagai 10 jenius Dimensi Qilin Api.


An Hao, Senior Li dan yang lain nya pergi dengan wajah menahan malu. Ia memutar wajah nya menjadi menghadap Ming Yuan.


"Nona Ming, aku akan pergi terlebih dahulu. Selamat tinggal. " pamit nya sebelum berdiri dan membersihkan baju nya.


"Tunggu !" Ming Yuan memanggil nya lagi yang membuat ia kembali menoleh ke belakang.


"Aku harap kita dapat bertemu lagi. " kata Ming Yuan dengan malu malu.


"Ya, aku yakin akan bertemu lagi. " kata nya sebelum menghilang di hadapan semua orang.


Meski pun tampilan yang Ming Yuan tampil kan adalah wanita lemah lembut, halus, tidak berdaya tapi nyata nya wanita itu berada di tingkat 1 Kemurkaan Langit dengan umur yang mungkin sama dengan nya.


Sedang kan ia tingkat 3 Kemurkaan Langit dan akan menerobos ke tingkat yang selanjut nya.


Kekuatan nya saat ini setara dengan beberapa tetua di sekte besar sehingga tidak mudah untuk melukai nya.


Menurut perkataan Qian Bei, jika seseorang berada di keadaan terdesak maka ia akan di paksa untuk tumbuh menjadi lebih kuat lebih cepat di banding kan biasa nya.


Tanpa ia ketahui kalau Wang Xi Rong sudah berhasil memasuki tingkat 1 Qi Surgawi, Xi Rong membuka mata nya menatap ladang ladang yang ada di halaman rumah nya.


"Tidak pernah ku bayang kan kalau aku akan menjadi seorang petani. Sudah saat nya untuk aku pergi bukan ? Ayo buat keributan. " gumam nya sendiri dengan senyum yang tidak terbaca.


"Aku seperti nya sudah jatuh ke pesona nya, aku tidak tahu jimat apa yang di gunakan nya pada ku tapi aku benar benar jatuh kepada nya. " Gumam nya dengan galau.


"Hidup ini begitu berat, kultivasi nya akan melesat di atas ku nanti. Ia memiliki murid yang cantik dan berbakat. Aku yang sebelum nya sangat percaya diri menjadi gugup. "


"Aku takut dengan murid nya dan pasti nya akan banyak wanita cantik di dunia ini yang mendekati nya. Aku mungkin nanti akan menjadi salah satu wanita paling kuat di alam semesta , tapi aku tidak menjamin akan menjadi wanita paling cantik. "Xi Rong menghela nafas berat.


Di sisi lain, Zhang Wei tertawa lantang melihat ada beberapa orang yang membawa tumpukan kertas.


" Aku sudah terkenal. " Gumam nya melihat poster yang ada lukisan wajah nya.


Ia membiar kan orang orang suruhan Sekte Awan Ungu memasang poster wajah nya, di bawah nya tertulis beberapa kata.


'Siapa pun yang memberi kan informasi anak ini akan di beri kan 10 kristal roh tingkat menengag.

__ADS_1


Siapa pun yang berhasil menemukan orang ini maka akan di berikan 100 kristal roh tingkat menengah .


Siapa pun yang berhasil membawa kepala nya maka akan di berikan 1.000 kristal roh tingkat menengah . ' kira kira begitu lah isi tulisan itu.


"Ah, bagai mana kalau aku mempermainkan mereka. " kata nya sambil menyeringai.


Ia menggunakan tudung hitam untuk menutupi wajah nya, dia menggunakan salah satu koleksi topeng nya yang indah.


"Aku sudah siap , saat nya untuk mengambil uang dari mereka. " Gumam nya.


Dia meloncat dari sebuah bangunan ke bangunan yang lain hingga sampai ke Sekte Awan Ungu.


"Beri tahu tujuan mu datang ke sekte. " Kata penjaga menghentikan langkah nya.


"Aku ingin memberi tahu lokasi terakhir kali orang yang kalian cari serta aku juga pernah mendengar nya akan pergi ke mana. " balas nya dengan ramah.


"Baik lah, biar aku memimpin mu untuk bertemu tetua yang mengurus. "Wajah penjaga itu langsung berubah serius saat mendengar itu.


Dia di bawa untuk menemui seorang pria paruh baya yang rambut nya sudah setengah putih.


"Tetua, ia memiliki informasi tentang orang yang kita cari. " kata penjaga itu dengan hati hati.


"Oh benar kah ? Kau keluar lah dulu. Saudara, kau bisa duduk di sini. " kata tetua itu menyuruh nya untuk duduk di sebuah kursi.


Penjaga itu menunduk sebelum mengundurkan diri, saat sudah berdua tatapan tetua itu tampak mengintimidasi nya..


"Cepat katakan apa yang kau ketahui soal orang yang kami cari. " kata tetua itu.


"Itu bukan lah sikap orang yang bergantung pada orang lain. Aku akan membagi nya menjadi 10 informasi. "


"Bagus." Gumam nya sambil tersenyum di balik tudung nya. Ia menyegel batu yang dari tadi merekam suara mereka.


Batu Rekam Suara, cukup sulit di temukan di dimensi menengah. Jadi ini merupakan pemberian Wang Xi Rong.


Batu ini akan merekam suara yang terdengar selama 12 jam, jadi jika orang ini tidak menepati janji nya maka ia bisa menyebar kan nya.


Jika ia menyebar kan nya maka citra baik Sekte Awan Ungu akan luntur dan tidak banyak orang yang ingin bekerja sama dengan nya.


Terutama para petani dan beberapa pekerjaan lain nya.


"Pertama, aku bertemu dengan nya saat ia bermain seruling bersama nona Ming.


Kedua, ia memiliki kaki yang panjang dan wajah yang tampan.


ketiga, kami sempat berbicara sebentar saat ia pergi meninggal kan nona Ming.


keempat, dia bilang ia akan pergi ke arah utara dari Sekte Awan Ungu.


Kelima, Ia sangat dingin dan sangat kaku jika di ajak bicara.


keenam, dia mengatakan kalau sebenar nya wajah nya itu adalah palsu.


ketujuh, ia pernah menunjuk kan wajah asli nya pada ku.

__ADS_1


kedelapan, ia mengancam ku untuk tidak mengatakan nya pada siapa pun.


kesembilan, kultivasi nya sebenar nya berada di tingkat 1 ranah langit.


kesepuluh, aku tidak tahu ia akan pergi ke mana pasti nya. " kata nya tanpa henti atau pun jeda.


"Tunggu, kau bilang wajah nya palsu ? Coba gambar kan di kertas ini wajah asli nya. " kata tetua itu mengambil kan nya kertas dan kuas.


Ia mengangguk dan mulai menggambar sembarangan hingga muncul lah gambar wajah buruk rupa.


"Apa kah ini wajah asli nya ?" tanya tetua itu terkejut.


"Hm, tolong jangan di beritahu. Aku takut ia akan membunuh ku. " kata nya dengan gemetar.


"Tidak masalah, tidak masalah, dengan syarat kau tidak boleh mengambil 100 kristal roh tingkat menengah ini. " kata tetua itu.


"Kenapa begitu ? bukan kah itu perjanjian nya ?" tanya nya sambil kembali melanjut kan rekaman suara nya.


"Pergi lah atau aku akan membunuh mu. " Ancam tetua itu.


Tubuh nya gemetar dan pergi keluar dengan kepala yang menunduk. Dia tersenyum tipis dan kembali menyegel rekaman suara nya.


"Kalian akan menyesal, aku sudah peringat kan untuk tidak menganggu ku lagi tapi nyata nya... " Dia tidak melanjut kan ucapan nya.


Zhang Wei langsung terbang tanpa lewat gerbang lagi dan meninggal kan Sekte Awan Ungu, ia pergi ke sebuah kedai.


Untuk bertemu dengan seorang pria dan wanita di hadapan nya.


"Kalian adalah penyebar informasi bukan ? Aku ingin kau sebar kan ini rekaman suara ini. Dan kau menyebar kan isi rekaman suara ini. "


"Ah, rekaman suara. Tentu saja kami bisa, tapi kami masing masing akan membutuhkan 5 kristal roh tingkat rendah untuk setiap informasi nya. " kata pria itu.


"Harga tidak masalah. Ini dia uang yang kau minta , pergi lah kita akan bertemu lagi besok di kedai ini. "kata nya pergi meninggal kan orang orang itu.


Isi suara rekaman itu menyebar seperti api yang di hembus kan oleh angin, menyebar ke seluruh penjuru kota.


Saat ini petinggi Sekte Awan Ungu sedang berkumpul untuk melakukan rapat dadakan.


Seperti yang di perkirakan oleh Zhang Wei, ratusan petani yang sebelum nya berada di bawah kendali Sekte Awan Ungu langsung melepas kan diri.


Beberapa tukang bangunan yang sedang membangun bangunan baru Sekte memilih untuk mengundur kan diri.


Beberapa toko yang menjalin kerja sama dengan Sekte juga memilih untuk mundur membuat jalur perdagangan milik Sekte Awan Ungu mengalami kemacetan.


"Patriark, ini tidak bisa di biar kan. Bagai mana mungkin ini sebuah kebenaran ?" kata seorang tetua.


"Aku tidak tahu, tapi kita juga tidak bisa membantah dengan batu rekam suara yang langka kita tidak bisa melakukan apa pun. Di tambah lagi dengan memang kebenaran yang di lakukan oleh tetua kita. " kata Patriark dengan kesal.


"Kalau begitu kita penggal saja kepala nya di hadapan umum dan meminta maaf. " kata seorang tetua mengusulkan sesuatu.


Di sisi lain Zhang Wei yang sedang mengendap ngendap ke dalam sekte Awan Ungu, mendengar suara aneh.


Ia mendekati sebuah ruangan yang di penuhi buku seperti nya perpustakaan sekte. Terdengar suara desahan dari antara rak rak buku.

__ADS_1


bonus : 1 / 2


__ADS_2